Please Wait
Hits
5702
Tanggal Dimuat: 2012/01/07
Kode Site fa13196 Kode Pernyataan Privasi 20503
Tema Hukum dan Yurisprudensi
Ringkasan Pertanyaan
Ayah saya telah syahid. Saya ketika itu belum mencapai usia baligh dan tidak tahu secara pasti berapa jumlah salat qadhâ ayah saya? Apa yang harus saya lakukan dalam masalah?
Pertanyaan
Ayah saya telah syahid pada usianya yang ke-62 tahun. Ketika itu saya masih belum mencapai usia baligh (masih berumur satu tahun setengah) dan saya tidak tahu secara pasti berapa jumlah salat qadhâ ayah saya. Apa yang harus saya lakukan dalam masalah ini?
Jawaban Global

Sesuai dengan fatwa para marja agung taklid, apabila ayah memiliki salat qadhâ, maka kewajiban menunaikan salat qadhâ tersebut jatuh di pundak putra sulung (tertua). Terlepas dari apakah pada masa meninggalnya ayah, sang anak telah mencapai usia baligh atau tidak.[1]

Apabila sang anak tidak mengetahui jumlah salat-salat qadhâ tersebut secara pasti, maka ia harus mengerjakan salat-salat tersebut berdasarkan yang ia tahu dan yakini sehingga taklif ini gugur dan terlepas dari pundaknya.[2]

Berdasarkan hal itu, apabila Anda tidak yakin tentang jumlah salat ayah Anda yang telah meninggal, maka dalam hal ini, hanya jumlah salat qadhâ ayah Anda yang Anda yakini seratus persen yang wajib Anda lakukan. Anda tidak memiliki taklif lebih dari itu. [iQuest]



[1]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 764, Masalah 1397.  

[2]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 766, Pertanyaan 544.

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.