Advanced Search
Hits
9335
Tanggal Dimuat: 2012/02/13
Ringkasan Pertanyaan
Apakah hak dan kewajiban timbal balik antara dokter dan pasien dapat dijelaskan berdasarkan syariat Islam?
Pertanyaan
pada setiap interaksi Allah Swt telah menetapkan hak dan kewajiban timbal balik. Dengan ilustrasi seperti ini, apakah dapat digambarkan hak dan kewajiban timbal balik antara dokter dan pasien berdasarkan syariat Islam?
Jawaban Global

Dari satu sisi hukum-hukum Ilahi terbagi menjadi dua bagian. Pertama hukum-hukum imdhâi (yang disetujui) Kedua hukum-hukum ta’sisi (yang dibuat).

Hukum-hukum imdhâi adalah hukum-hukum yang memiliki latar belakang sebelum Islam, namun Islam menyetujui hukum-hukum tersebut dengan beberapa perbaikan; seperti kebanyakan jenis transaksi yang terdapat dalam hukum Islam.

Adapun hukum-hukum ta’sisi adalah hukum yang tidak memiliki latar belakang melainkan hasil dari kreativitas Islam seperti kebanyakan ibadah.

Hak dan kewajiban timbal balik di antara manusia tidak hanya terkhusus bagi Islam, melainkan juga terdapat pada seluruh agama Ilahi, bahkan pada agama-agama non-Ilahi.

Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang hidup secara berkelompok dan sosial (madani bitthaba’); karena itu untuk menjaga sistem sosial dalam masyarakat maka peraturan-peraturan harus dibuat dan hak dan kewajiban masing-masing anggota masyarakat harus didefinisikan dan seluruh anggota masyarakat bertugas untuk menjalankan peraturan-peraturan tersebut dan demikianlah apa yang disebut sebagai hak dan kewajiban timbal balik (mutual rights).

Sehubungan dengan hak-hak timbal balik antara dokter dan pasien harus dikatakan; masing-masing dokter dan pasien memiliki hak dan kewajiban satu sama lain yang harus dipenuhi; misalnya:

1.     Pasien harus mempercayai dokter dan dokter juga harus menjaga amanah yang diberikan pasien kepadanya; artinya apabila pasien memiliki penyakit atau aib yang tersembunyi dan termasuk rahasia bagi pasien maka dokter tidak boleh menyampaikan penyakit tersebut kepada orang lain.

2.     Apabila pasien adalah non-mahram, maka dokter harus menjaga batasan-batasan syariat dalam memandang, menyentuh dan lain sebagainya.

3.     Dokter harus berupaya keras untuk mendiagnosa dan memahami dengan baik penyakit yang diderita oleh pasien bukan bersandar pada dugaan-dugaan dan asumsi-asumsi semata.

4.     Dokter harus memformulasikan obat-obat sebatas yang diperlukan oleh pasien...[1]

5.     Dokter tidak boleh memandang pekerjaannya dari sudut pandang material dan finansial, melainkan memperlakukan pasien dari sudut pandang risalah kemanusiaan. Pasien juga sebagai balasannya harus memperhatikan fee yang harus diserahkan kepada dokter.

6.     Pasien harus mencamkan anjuran-anjuran dokter dan menjalankan seluruh anjuran tersebut untuk memperoleh kesembuhan. [iQuest]

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil



[1]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 75, hal. 235, Muassasah al-Wafa, Beirut, 1404 H. Diriwayatkan dari Ali As yang bersabda, “Tiga hal yang diperlukan oleh setiap warga di setiap tempat dalam urusan duniawi dan ukhrawi yang apabila mereka meninggalkannya mereka adalah orang-orang bodoh dan dungu. (Tiga hal tersebut) adalah fakih dan cendekia yang wara, pemimpin yang ditaati oleh rakyat dan dokter yang dipercaya.  

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259841 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245606 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229509 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214299 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175605 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170983 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167406 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157469 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140317 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133542 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...