Advanced Search
Hits
4237
Tanggal Dimuat: 2009/07/21
Ringkasan Pertanyaan
Dan pada sisi Allah-lah mafatih yang gayb (kunci-kunci semua yang gayb);...
Pertanyaan
Dan pada sisi Allah-lah mafatih yang gayb (kunci-kunci semua yang gayb); tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daunpun yag gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula,) Dan tidak jatuh sebuah bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah dan atau yang kering, melainkan tertulis dalam lauh mahfuz. (Qs. al-An’am [6] :59). Di dalam ayat al-quran di atas disebutkan tentang sesuatu yang basah dan sesuatu yang kering apakah yang di maksud adalah Kitab Mubin atau al-Quran? Dan apakah yang dimaksud dengan rutab (sesuatu yang basah) dan yabis (dan sesuatu yang kering) tersebut? Bagaimanakah entitasnya?
Jawaban Global

Dalam sebagian ayat dijelaskan tentang kitab mubin dan yang dimaksud adalah kitab suci al-Quran, tapi di dalam ayat ini dan ayat-ayat lain dijelaskan sebagai sandaran Ilahi. Yang dimaksud dengan kitab mubin adalah martabat dari ilmu Ilahi atas makhluk-makhluk-Nya sebelum mereka diciptakan (qabla ijad) dan hal itu termasuk juga kitab-kitab dan wahyu-wahyu lain, namun terkait dengan kuantitas dan kualitasnya sama sekali tidak diketahui oleh manusia.

Rutab (basah) dan Yabis (kering) adalah kata kiasan untuk segala sesuatu dan tidak mengandung makna yang spesial . Kemudian disebutkan di dalam ayat itu bahwa mafatih al-gaib tersebut hanya diketahui oleh Allah swt (dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali mereka yang memang diberitahu oleh-Nya). Dan demikian juga tentang sesuatu yang basah dan sesuatu yang kering semuanya diketahui oleh Allah dan tidak satupun daun yang berguguran kecuali pasti ketahui oleh Allah Swt. Dan Tuhan tidak menyebutkan contoh-contoh lain dan segala sesuatu yang basah atau kering itu semuanya diketahui oleh Allah Swt.

Jawaban Detil

Para filosof dan juga para teolog terkait dengan ayat-ayat itu, menegaskan bahwa ilmu Ilahi terbagi menjadi tiga bagian[1] :

Pertama, ilmu Allah tentang diri-Nya dan sifat-Nya; ini yang disebut dengan ilmu Dzati. Ilmu terhadap Dzat dan sifat-sifat-Nya tidak mengalami perubahan apapun. Dan ini bukan yang dimaksud oleh ayat di atas.

Kedua, ilmu tuhan terhadap makhluk-Nya setelah tercipta atau ilmu tentang partikular-partikular segala sesuatu. Ilmu ini dipersepsi karena melihat hubungan antara tuhan dan makluk-Nya yaitu hubungan relasional (idhafiyyah) antara Tuhan dan obyek yang diketahuinya, jadi Tuhan Mahamengetahui dan segala sesuatu yang hâdits (yang mengalami perubahan) diketahui oleh Allah Swt. Lantaran ilmu jenis ini mempertimbangkan objeknya, maka ilmu seperti ini mengalami perubahan alias tidak tetap. Berubah karena perubahan makhluk dan zaman.

Ilmu dalam kategori seperti ini disebut dengan ilmu fi’ili dan bagian dari sifat fi’liyah (perbuatan) Tuhan dan ilmu ini juga bukan yang dimaksud dalam ayat yang sedang kita bicarakan.

Ketiga, Ilmu tuhan terhadap makhluk pada alam azal (sedari dulu ada) dan sebelum penciptaan.. Artinya Tuhan   mengetahui tentang makhluk sebelum diciptakan langit dan bumi dan segala isinya serta sebelum terjadi segala peristiwa dengan segala detailnya. Ilmu ini disebut dengan kitab mubin atau ummul kitab yang didalamnya juga termasuk lauh mahfuz, dan lahw mahw.

Jadi, ilmu itu ada dua bagian satu bagian gaybi (transendental) dan satu lagi masyhud (imanen) mengikuti proses zaman; yang pertama tidak berubah dan yang belakangan mengalami perubahan.

Yang dimaksud dengan kitab mubin yang disebutkan oleh ayat tersebut[2] adalah ilmu Ilahi yang meliputi makhluk-Nya sebelum mereka diciptakan, sebelum mereka memiliki aktifitas dan yang dimaksud dengan rutab ( sesuatu yang basah) dan yabis (sesuatu yang kering) dalam ayat tadi adalah setiap eksisten yang direpresentasikan dalam dua kata yaitu sesuatu yang kering dan sesuatu yang basah.

Basah dan kering adalah dua kata yang berseberangan sebab setiap maujud itu bisa diletakan dalam dua kategori yang basah dan kering. Sesuatu yang basah dan sesuatu yang kering adalah bahasa simbolis dari setiap eksisten makhluk-Nya.

Dalam beberapa riwayat dianalogikan[3] bahwa yang sesuatu kering sebagai janin dan yang basah adalah anak yang baru lahir atau sesuatu yang kering adalah kurma yang sudah dipetik dan yang basah adalah yang belum dipetik.

Kitab mubin dalam ayat-ayat lain[4] adalah simbol untuk al-Quran dan bukan tajalinya yang kadang-kadang ditafsirkan sebagai ilmu khusus Tuhan terhadap makluk-Nya sebelum mereka diciptakan.

Untuk memahami maksud dari kitab mubin kita harus membaca ayat-ayat lain atau konteks turunnya ayat tadi sebelum dan sesudahnya, seperti dalam ayat pertama berbicara tentang konteks kemahaluasan ilmu Allah dan yang kedua terkait dengan isu turunnya wahyu.[]



[1] Ma’ârif al-Qurân juz 186-194

[2] Qummi, Masyhadi, Muhammad bin Muhammad Ridha, Kanz Daqâiq juz 4,hal :342-344

[3] Makarim Shirazi, Tafsir al-Amtsal, juz 8, 9, 15,18

[4] Thayyib Sayid Abdul Husain, Atyâbul Bayân,  hal 91-92

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Saya tidak bergairah dan memiliki mood saat mengerjakan shalat, apa yang harus saya lakukan?
    7301 Akhlak Praktis 2009/09/22
    Shalat memiliki sisi lahir dan sisi batin. Sebagiamana bentuk lahirnya memiliki adab-adab dan syarat-syarat tertentu, demikian juga dengan bentuk batinnya. Karena itu, sebagiamana menjaga syarat-syarat lahir shalat seperti kesucian pakaian, menghadap kiblat, memiliki wudhu dan sebagainya akan menyebabkan benarnya ...
  • Apakah Israel adalah nama salah seorang nabi? Apa yang ia haramkan bagi dirinya?
    12717 Tafsir 2012/02/14
    Israel adalah nama Nabi Yakub (Ya’qub) yang merupakan salah satu nabi Ilahi. Ia mengharamkan daging unta dan susu bagi dirinya berdasarkan kemaslahatan tertentu.Pada ayat 93 surah Ali Imran Allah Swt berfirman:"کُلُّ الطَّعامِ کانَ حِلاًّ لِبَنِی إِسْرائِیلَ إِلاَّ ما حَرَّمَ إِسْرائِیلُ عَلى‏ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ ...
  • Apakah dalam al-Qur'an disebutkan bahwa mazhab minoritas harus mengenakan hijab (dalam pemerintahan Islam)?
    5545 Kalam Jadid 2009/09/22
    Syubha ini boleh jadi tersimpan dalam benak setiap orang bahwa apa perlunya aturan hijab bagi kaum Muslimin dan bagi agama minoritas (orang-orang Kristen dan Yahudi)? Apa yang menjadi dasar dan sesuai dengan kaidah apa aturan ini diterapkan bagi mereka? Dalam hal ini kami ...
  • Apa hukumnya sikat gigi di kamar mandi dan kolam renang?
    5056 Kebersihan Personal 2014/05/08
    Dalam agama Islam, setiap orang dianjurkan untuk memperhatikan kebersihan dan kesehatan badan.[1] Salah satunya adalah menyikat gigi yang banyak dianjurkan dalam ajaran-ajaran agama. Sikat gigi pada masa Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As, meski menggunakan sebatang kayu dari pohon khusus, namun secara pasti, ...
  • Bagaimana cara dan ciri-ciri salat Nabi Muhammad Saw?
    1060 وضو، اذان و نماز 2017/08/09
    Dalam riwayat diisyaratkan tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw mengerjakan salat, di antaranya: 1. Imam Ali As: “Rasulullah Saw mengangkat tangan beliau hingga setinggi telinga ketika mengucapkan takbiratul ikhram dan bertakbir ketika akan rukuk dan juga ketika mengangkat kepalanya dari rukuk.”[1] 2. Imam Ali As: ...
  • Apa hikmah pelarangan pengucapan amin dalam salat?
    11442 وضو، اذان و نماز 2012/05/19
    Tidak dibolehkan pengucapan amin dalam salat berdasarkan hadis Ahlulbait As dan mengucapkannya menyebabkan batalnya salat. Di samping itu, kita tidak membutuhkan dalil untuk menetapkan ketidakbolehannya. Hal itu berarti bahwa salat adalah sebuah perintah ibadah dan tidak dibolehkan bagi seseorang menambahkan sesuatu ke dalam salat, jika tidak ada ...
  • Apakah Hadhrat Fatimah Zahra meminta mati semasa hidupnya?
    7621 Para Maksum 2010/04/10
    Pada literatur-literatur standar tidak disebutkan bahwa Hadhrat Fatimah Zahra mengambil tangan anak-anaknya dan memohon mati di atas pusara Rasulullah Saw. Akan tetapi, pada sebagian kitab, doa memohon kematian disandarkan kepada Hadhrat Fatimah Zahra Sa. Dalam khotbahnya yang panjang karena protes akibat dirampasnya tanah Fadak, Hadhrat Fatimah Sa memohon mati ...
  • Apakah melanggar peraturan yang berlaku dalam pemerintahan Islam itu bermasalah secara syar\'i?
    5156 Menjalankan Peraturan 2013/04/20
    Tidak dibenarkan melanggar peraturan dan hukum yang berlaku dalam pemerintahan Islam. Namun sehubungan dengan asumsi pertanyaan, apabila syarat-syarat transaksi syar'i dijalankan maka transaksi jual-beli itu sah (yakni penjual menjadi pemillik uang hasil dari transaksi itu dan pembeli adalah empu dari barang yang dibeli). Hanya saja orang yang ...
  • Apakah boleh pria mengenakan anting?
    14557 Hukum dan Yurisprudensi 2010/09/18
    Terdapat dua pakem dan aturan Islam dalam membolehkan kaum pria mengenakan anting:1.     Tidak berasal dari jenis emas karena mengenakan emas apapun tujuannya (sebagai perhiasan atau bukan) adalah haram bagi kaum pria. 2.     Tidak berasal dari alat-alat ...
  • Doa apa yang harus dibaca supaya menjadi orang kaya?
    69626 Akhlak Praktis 2011/09/20
    Seorang beriman pada seluruh dimensi hidupnya harus bekerja sama dengan orang lain dalam interaksi sosial atau berusaha maksimal dalam memperoleh kekayaan legal dan halal. Dalam pada itu, ia harus senantiasa menjalin hubungannya dengan Tuhan atau tidak lalai mengingat Tuhan dan memohon kepada Allah Swt supaya terkabulkan permintaannya. Harap ...

Populer Hits

Jejaring