Advanced Search
Hits
22223
Tanggal Dimuat: 2012/03/14
Ringkasan Pertanyaan
Apakah maksud dari qaulan tsaqila (firman yang berat) dalam ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulan tsaqila?”
Pertanyaan
Apakah maksud dari qaulan tsaqila (firman yang berat) dalam ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulan tsaqila?”
Jawaban Global

Yang dimaksud dengan “firman yang berat” pada ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulân tsaqila” adalah al-Qur’an. Meski para mufasir berbeda pendapat tentang tafsir “firman yang berat” berdasarkan sisi tinjauan yang berbeda, namun nampaknya, jika ditinjau dari berbagai sudut yang beragam, tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud dengan firman yang berat ini adalah al-Qur’an.

Al-Qur’an berat dari segi isi dan konsep, berat dari sisi bawaannya dalam hati, berat dari sisi penyampaian pesan-pesannya, berat dari sisi program dan pelaksanaannya,  dan lain sebagainya.

Jawaban Detil

Tsaqil” (berat) adalah kualitas tertentu bagi benda (jism). Ciri-ciri dari kualitas benda ini adalah sulit untuk memindahkannya dari satu tempat ke tempat yang lain dan mungkin saja kalimat ini juga digunakan pada kalimat selain benda misalnya pada perkara maknawi.

Sebagai contoh, sebagian mengatakan bahwa pelajaran hari ini berat, artinya bagi kebanyakan murid, kemampuan untuk memahaminya sangat sulit atau seperti perkataan orang-orang bahwa ceramah hari ini yang disampaikan berdasarkan pendapat-pendapat ilmu eksak merupakan ceramah yang sangat berat bagi kebanyakan orang. Hal ini menunjukkan bahwa “tsaqila” adalah gambaran-gambaran kalimat berat yang juga digunakan pada kata-kata selain benda (material).

Dalam urusan-urusan spiritual (maknawi) yang agak pelik untuk memahaminya atau hakikat-hakikat yang sulit untuk dapat dicapai atau  digunakan juga untuk perintah-perintah yang sulit untuk dipatuhi dan dijalankan.

Al-Qur’an adalah kalam Ilahi dengan dua tinjauan (penceraan makna dan pemahaman,  dan realisasi ajaran-ajarannya) adalah berat (tsaqil). Adapun mengapa al-Qur’an disebut berat dari sisi pemahaman makna karena merupakan kalam Ilahi yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw dari Allah Swt. Jelas bahwa kalam ini tidak mudah dipahami, kecuali disebabkan oleh jiwa suci dari segala kotoran; jiwa yang telah memutuskan harapan pada segala sesuatu dan menambatkan hati hanya kepada Allah Swt semata yang merupakan Sebab dari segala sebab; kalam tersebut adalah kalam Ilahi dan sebuah kitab mulia yang memiliki lahir dan batin, penafsiran dan takwil; penjelasan atas segala sesuatu, beratnya tampak terlihat pada situasi dan kondisi yang dihadapi Nabi Saw tatkala menerima wahyu.

Adapun dari sisi realisasi hakikat ajarannya, yaitu tauhid, ajaran-ajaran akidah dan akhlak telah terealisir pada diri Nabi Saw, sedemikian sehingga dalam menjelaskan beratnya, Al-Qur’an menandaskan, “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk umat manusia supaya mereka berpikir.”  (Qs. Al-Hasyr [59]:21)

Al-Qur’an tidak hanya berat dari dua tinjuan di atas, melainkan juga pada sisi implementasinya di tengah masyarakat dan seruan kepada masyarakat untuk mengamalkan program-program agama lurus ini. Di samping itu, keunggulan agama hanif ini atas agama-agama lainnya adalah bukti beratnya pelbagai musibah dan penderitaan yang dialami oleh Rasulullah Saw di jalan Allah. Demikian juga, beratnya pelbagai  gangguan yang dilakukan oleh orang-orang munafik, kafir dan musyri kepda kepada Rasulullah Saw sehingga sebagian besar ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan sisi-sisi yang berisi dengan pelbagai gangguan tersebut. Karena itu, firman-Nya “Inna sanulqi ‘alaika qaulan tsaqila”, maksud dari “qaulan tsaqila” (firman yang berat) adalah Al-Qur’an.

Oleh karena itu, meski para mufasir memiliki beberapa penjelasan yang berbeda dalam menafsirkan “firman yang berat” berdasarkan sisi tinjauan yang berbeda, namun nampaknya, jika ditinjau dari berbagai sudut yang beragam, tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud dengan firman yang berat ini adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an berat dari segi isi dan makna ayat-ayat, berat dari sisi bawaannya dalam hati, berat dari sisi penyampaian pesannya, berat dari sisi program dan pelaksanaannya, dan lain sebagainya ….[1] [iQuest]

 


[1]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, Terjemahan Persia Tafsir al-Mizân, Sayid Muhammad Baqir Musawi Hamedani, jil. 20, hal. 97, Daftar-e Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kelima, 1374 S; Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 25, hal. 169-170, Dar al-Kutub Islamiyah, Teheran, 1374 S.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah mengenakan pakaian dalam untuk wanita diharamkan bagi pria dalam mazhab Ahlusunnah atau tidak?
    19602 Hukum dan Yurisprudensi
    Sebagian ulama Syiah berkata, “Tidak dibenarkan bagi pria mengenakan pakaian yang dikhususkan untuk wanita atau sebaliknya yaitu wanita mengenakan pakaian yang dikhususkan untuk pria.[1] Apabila pakaian-pakaian dalam wanita ini dikhususkan untuk wanita dan kaum pria tidak mengenakannya maka (kaum pria) tidak diperbolehkan mengenakan pakaian-pakaian dalam tersebut.Namun ...
  • Siapakah Suhaib Rumi itu? Apakah ia termasuk pecinta Ahlulbait As? Apakah ia menerima imamah Sayyidina Ali As?
    5779 Sejarah Para Pembesar
    Suhaib bin Sinan aslinya adalah orang Irak dan salah seorang penduduk di pinggiran Dajlah dekat Mousul. Ayah dan pamannya merupakan salah satu petinggi Kisra atas wilayah Ubullah. Pada satu peperangan Romawi dan Iran, Suhaib menjadi tawanan orang-orang Romawi. Ia diboyong ke Roma dan besar di tempat itu. Karena besar ...
  • Apa pendapat Islam dalam kaitannya dengan keceriaan dan kegembiraan?
    8505 Agama dan Budaya
    Kegembiraan hakiki dari pandangan orang yang beriman akan terilustrasi ketika ia melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Tuhannya. Namun, karena di dalam dirinya, manusia memiliki fitrah mencari variasi, maka ia bisa memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang diperbolehkan, dan bergembira karenanya. Kegembiraan ini bisa juga meningkatkan kegembiraan maknawi dan ...
  • Apakah Feminisme itu?
    17266 Hukum dan Yurisprudensi
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Tolong jelaskan sebab diwahyukannya (asbāb al-nuzul) dan kandungan surah al-Rahman?
    2933 Tafsir
    Sebab (asbāb al-nuzul) atau kondisi pewahyuan (sya’n al-nuzul): Sehubungan dengan sebab diturunkannya surah al-Rahman para ahli tafsir al-Quran mengatakan, “Lantaran orang-orang Quraisy jarang mendengar nama Rahman, tatkala ayat 60 surah al-Furqan (25) “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, diturunkan kepada Rasulullah ...
  • Apakah Umar Menghukum Abu Hurairah karena merekayasa hadis?
    24241 Rijal al-Hadits
    Bukhari, Muslim, Dzahabi, Imam Abu Ja’far Iskafi, Muttaqi Hindi dan yang lainnya menukil bahwa Khalifah Kedua Umar bin Khattab mencemeti Abu Hurairah karena menyandarkan beberapa riwayat yang tak berdasar kepada Rasulullah Saw dan melarang keras Abu Hurairah untuk tidak meriwayatkan hadis hingga akhir pemerintahannya.
  • Seberapa besar amalan-amalan dan ucapan-ucapan para maksum dapat dijadikan sebagai hujjah?
    5970 ولایت، برترین عبادت
    Salah satu dalil strandar Islam, sunnah Rasulullah Saw dan para maksum lainnya sebagaimana ayat-ayat al-Quran adalah hujjah bagi kaum Muslimin. Sunnah tersebut berbentuk ucapan, perbuatan dan penetapan maksum yang dapat diakses oleh setiap Muslim. Ucapan-ucapan dan sabda-sabda para maksum yang disebutkan dalam hadis-hadis dan riwayat-riwayat ...
  • Apakah kemiskinan eksistensial adalah kriteria kebutuhan akibat kepada sebab pelaku? Atau sebab final telah mencukupi? Mengapa konsep-konsep filosofis tidak memiliki genus dan differentia?
    6460 Filsafat Islam
    Memperhatikan beberapa poin berikut ini dalam membantu Anda dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan Anda: 1.             Karena kembalinya seluruh sebab berujung pada sebab nominatif (fa’ili). Dalam masalah ini tidak terdapat perbedaan antara sebab final dan sebab nominatif. 2.
  • Apakah al-Qur'an menyinggung jembatan shirâth?
    16195 Ulumul Quran
    Meskipun redaksi jembatan shirâth tidak kita jumpai dalam al-Qur'an, namun pada sebagian riwayat dapat kita lihat penggunaan redaksi tersebut dengan tegas dapat ditemukan dalam hadis dari Imam Ja’far Shadiq As dalam tafsiran redaksi "mirshâd" pada ayat 14 surah al-Fajr (89).[i] Imam Ja'far ...
  • Apa yang dimaksud dengan iman?
    18567 Kalam Jadid
    Iman adalah ketergantungan puncak manusia kepada perkara-perkara maknawi. Iman merupakan sesuatu yang kudus dan suci bagi manusia. Dan untuknya manusia rela menunjukkan kecintaan dan keprawiraannya.Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa iman memiliki dua sayap: Ilmu dan amal. Iman semata (tanpa amal)

Populer Hits