Apabila seseorang di bulan Ramadhan junub sebelum azan Subuh namun dengan sengaja tidak segera mandi dan memilih untuk bertayamum apakah tayamum dan puasanya itu sah? - Bank Pertanyaan - Islam Quest – Sentral Rujukan untuk Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Seputar Agama
Advanced Search
Hits
2545
Tanggal Dimuat: 2012/08/08
Ringkasan Pertanyaan
Apabila seseorang di bulan Ramadhan junub sebelum azan Subuh namun dengan sengaja tidak segera mandi dan memilih untuk bertayamum apakah tayamum dan puasanya itu sah?
Pertanyaan
Apabila seseorang di bulan Ramadhan junub sebelum azan Subuh namun dengan sengaja tidak segera mandi dan memilih untuk bertayamum apakah tayamum dan puasanya itu sah?
Jawaban Global
Fatwa para Marja Agung Taklid terkait dengan masalah ini adalah sebagai berikut:
Seseorang yang junub dan ingin berpuasa wajib[i] misalnya puasa bulan Ramadhan yang waktunya jelas dan telah ditentukan, apabila ia tidak sengaja tidak mandi wajib hingga waktunya sempit atau mepet, maka ia dapat bertayamum dan puasanya sah; namun demikian ia telah berbuat dosa dan maksiat[ii] (atas kelalaiannya tersebut tidak segera mandi). [iQuest]
 

[i]. Marja Agung Taklid: Ayatullah Agung Fadhil Rah dan Ayatullah Agung Makarim Syirazi: “Puasa bulan Ramadhannya atau qadha puasa Ramadhan.” Ayatullah Agung Khui Rah: “Bagi orang yang pada malam harinya junub..”  
[ii]. Imam Khomeini, Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ), jil. 1, hal. 909, Masalah 1621, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedelapan, 1424 H; Ayatullah Nuri, “Namun ia telah berbuat maksiat.” Ayatullah Agung Shafi dan Ayatullah Agung Khui Rah, “Ia telah berbuat maksiat dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian (ihtiyâth wâjib) hendaknya ia bertayamum dan berpuasa kemudian setelah itu mengerjakan qadha puasa tersebut.” Ayatullah Agung Bahjat Rah: “Hendaknya ia berpuasa dengan bertayamum dan puasanya sesuai dengan pendapat yang lebih kuat sah adanya.” Ayatullah Agung Zanjani, “Sesuai dengan prinsip kehati-hatian (mustahab) baiknya ia mengerjakan qadhanya.” Ayatullah Agung Gulpaigani Rah, “Pada puasa Ramadhan, apabila ia sengaja tidak mandi hingga waktu sempit maka ia telah berbuat dosa namun wajib baginya bertayamum dan puasanya sah. Adapun qadha puasa Ramadhan yang dikerjakan dalam waktu sempit sesuai dengan prinsip ihtiyath wajib hendaknya ia bertayamum dan berpuasa kemudian setelah itu membayar qadha puasa tersebut.”
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah jiwa dan ruh manusia mengalami kematian atau tidur?
    18020 Teologi Lama 2009/04/07
    Masalah dan hakikat ruh merupakan salah satu masalah yang senantiasa menjadi pembahasan dan perbincangan manusia dari zamam lampau hingga hari ini. Pertanyaan di atas juga bersumber dari permasalahan ini bahwa apakah hakikat manusia itu adalah badan materi dan jasad lahiriyah ini? Atau ...
  • Apa hikmah pelarangan pengucapan amin dalam salat?
    11116 وضو، اذان و نماز 2012/05/19
    Tidak dibolehkan pengucapan amin dalam salat berdasarkan hadis Ahlulbait As dan mengucapkannya menyebabkan batalnya salat. Di samping itu, kita tidak membutuhkan dalil untuk menetapkan ketidakbolehannya. Hal itu berarti bahwa salat adalah sebuah perintah ibadah dan tidak dibolehkan bagi seseorang menambahkan sesuatu ke dalam salat, jika tidak ada ...
  • Mengapa mihrab sebagian masjid itu berada di bawah atau lebih rendah dari posisi makmum?
    2161 Serba-serbi 2015/04/18
    Salah satu syarat sahnya salat berjamaah adalah posisi makmun tidak boleh lebih rendah dari posisi imam jamaah.[1] Karena itu di sebagian masjid untuk melaksanakan arahan fikih seperti ini, pada waktu bersambungnya shaf-shaf ke halaman atau tempat-tempat lain di masjid yang lebih berada pada posisi ...
  • Apakah Abdullah bin Mas’ud merupakan salah seorang pecinta Ahlulbait As? Apakah ia menerima imamah Sayidina Ali As?
    8651 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Abdullah bin Mas’ud merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang turut serta dalam banyak peperangan pada masa-masa awal kedatangan Islam. Abdullah bin Mas’ud merupakan sahabat terdekat Rasulullah Saw. Di samping itu, Abdullah bin Mas’ud adalah pembaca al-Qur’an dan memiliki mushaf sendiri. Rasulullah Saw dan Sayidina Ali menyebut namanya dengan ...
  • Apa hukumnya hubungan suami istri melalui dubur jika istri merelakan?
    3439 Hal-hal yang Tidak Lazim 2015/04/18
    Para marja taklid berkata: Hukum memasukkan lewat dubur adalah makruh yang sangat berat (syadid).[1] Makruh berat artinya bahwa hal ini tidak disukai Tuhan dan lebih baik jika tidak dilakukan, namun tidak ditulis dosa bagi pelaku perbuatan ini. Harus diperhatikan bahwa terkait memasukkan lewat dubur, ...
  • Apa itu Zionisme Global?
    7101 Sejarah Kalam 2012/06/19
    Zionisme Global adalah nama sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1897 (sekitar seratus dua puluh tahun yang lalu) di Swiss oleh 240 tokoh Yahudi dari berbagai negara. Sebagaimana yang disebutkan dalam sumber-sumber sejarah, seorang yang bernama Theodor Herzl adalah pendiri Zionisme Global yang dibentuk pada ...
  • Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana mengerjakan tayammum sebagai ganti wudhu dan mandi (ghusl)?
    5646 Hukum dan Yurisprudensi 2012/01/30
    Bagaimana Mengerjakan TayammumDalam tayammum terdapat empat hal wajib sebagai rukun yang harus dikerjakan: 1.     Niat. 2.     Memukulkan dua telapak tangan ke atas benda yang diboleh dijadikan sebagai bahan tayammum. ...
  • Apakah yang dimaksud dengan manusia diuji dengan kekurangan harta (kekurangan hasil panen)?
    9739 Ujian dan Cobaan Ilahi 2015/07/23
    Sebagian mufassir berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan kekurangan harta adalah hilangnya buah-buahan, kekurangan lahan pertanian dan pohon-pohonan. Kaum Mukminin dikarenakan sibuk dalam berperang dan berjihad dengan musuh maka mereka kewalahan dalam mengurus lahan pertanian dan kebunnya atau karena adanya hama atau bencana alam sehingga menyebabkan tiadanya hasil ...
  • Apakah Nabi Yusuf dengan meletakkan piala dalam kantung saudaranya dan menuduhnya mencuri bukan merupakan sebuah dosa?
    9316 پیامبران و کتابهای آسمانی 2012/08/05
    Dalam kisah ini Nabi Yusuf sama sekali tidak melemparkan tuduhan mencuri kepada Benyamin melainkan kepada karavan. Di samping itu, tuduhan ini dilontarkan oleh salah seorang petugas kerajaan yang secara lahir tidak tahu duduk persoalan. Karena itu, Nabi Yusuf tidak hanya tidak melemparkan tuduhan mencuri kepada Benyamin, bahkan ...
  • Apakah sanad kandungan buku al-Haft al-Syarif (yang disandarkan kepada Imam Shadiq As) itu dapat dipercaya dan diandalkan?
    4285 تألیفات شیعی 2014/06/23
    Al-Haft al-Syarif adalah sebuah buku yang disandarkan kepada Mufaddhal bin Umar yang disebut bahwa kandungannya diriwayatkan dari Imam Shadiq As. Namun buku ini dari sisi sanad dan kandungan sangat lemah; karena banyak hal yang memuat persoalan-persoalan pengkultusan dan keliru secara akidah. ...

Populer Hits

Jejaring