Advanced Search
Hits
5049
Tanggal Dimuat: 2013/05/29
Ringkasan Pertanyaan
Saya menikahkan anak gadis saya secara mut’ah dengan salah seorang sahabat saya. Apakah istri saya akan menjadi mahram dengan sahabat saya itu? Bagaimana apabila telah selesai masa akadnya?
Pertanyaan
Salam. Saya menikahkan anak gadis saya secara mut’ah dengan salah seorang sahabat saya. Apakah istri saya akan menjadi mahram dengan sahabat saya itu? Bagaimana apabila telah selesai masa akadnya?
Jawaban Global
Sesuai dengan asumsi pertanyaan, orang yang disebutkan akan menjadi mahram bagi istri Anda selamanya. Akan tetapi, sebagian marja taklid[1] dalam hal ini berpendapat, “Seorang anak gadis yang menikah secara temporal harus pada tataran tertentu sehingga dapat memberikan kepuasan secara seksual dan apabila ia masih kecil maka ia harus sedemikan menambah waktunya sehingga mencakup masa kesiapan seorang anak gadis (remaja) meski setelah akad ia menghibahkan waktunya.”
Untuk telaah lebih jauh dalam hal ini silahkan merujuk pada indeks 7554 (Pernikahan dengan Putri Yang Masih Menyusu) yang terdapat pada site ini.
Beberapa lampiran:
Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan seperti ini adalah sebagai berikut:[2]
Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Apabila dengan memperhatikan kemaslahatan sang putri, akad dilangsungkan, ibunda sang anak telah menjadi mahram dan setelah selesainya masa akad juga hubungan mahram ibunda sang anak akan tetap akan terjaga.
Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Dibolehkan melangsungkan pernikahan sementara meski bukan untuk mendapatkan kepuasan seksual sekalipun dan dilakukan dengan maksud mengikat hubungan mahram dengan kerabat terdekat anak gadis itu dengan syarat bahwa anak gadis yang dinikahi secara temporal pada harus pada tataran tertentu sehingga dapat memberikan kepuasan secara seksual dan apabila ia masih kecil maka ia harus sedemikan menambah waktunya sehingga mencakup masa kesiapan seorang anak gadis (remaja) meski setelah akad ia menghibahkan waktunya.”
Ayatullah Agung Nuri Hamadani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Dalam asumsi pertanyaan yang diajukan orang yang disebutkan akan memiliki hubungan mahram selamanya dengan istri Anda.
Ayatullah Agung Hadawi Tehrani (Semoga Allah Swt Melanggengkan Keberkahannya):
Benar bahwa ibunda sang anak putri akan menjadi mahram selamanya (dengan pria yang dimaksud) dan setelah berakhirnya masa akad hubungan mahram ini akan tetap terpelihara selamanya. [iQuest]
 

[1]. Ayatullah Makarim Syirazi.  
[2]. Hasil dari pengajuan pertanyaan fikih dari beberapa kantor Marja Agung Taklid, “Ayatullah Khamenei, Ayatullah Makarim Syirazi, Ayatullah Nuri Hamadani yang dilakukan oleh site Islam Quest.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Ahmadiyah yang meyakini kenabian Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani itu termasuk ajaran sesat, pengikutnya dihukumi kafir dan halal darahnya?
    10455 Kafir 2013/04/23
    Menghukumi kafir atas orang-orang memiliki selaksa syarat ketat. Keyakinan Ghulam Ahmad tentang Nabi Isa As dan Imam Mahdi Ajf serta klaim-klaimnya tentang tugas khusus yang diemban dari sisi Tuhan untuk memperbaharui Islam serta akidah-akidah lainnya tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kaum Muslimin, dan seluruh mazhab Islam ...
  • Mengapa Salat dipandang sebagai kunci surga?
    10539 Akhlak Teoritis 2012/02/15
    Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan mengenal Allah Swt. Manusia hanya dalam rel penghambaan kepada Allah Swt akan mencapai kesempurnaan dan makam qurb Ilahi di sisi-Nya. Salat merupakan sebaik-baik bentuk mengekspresikan penghambaan dan kehambaan kepada Sang Pencipta. Menunaikan ...
  • Tolong sebutkan batasan taqiyah itu dengan beberapa contoh kasus seperti dalam menyampaikan kebenaran, bermuka dua, menerima kezaliman, amar makruf dan nahi mungkar?
    4762 Taqiyyah 2015/05/20
    Taqiyah adalah sejenis taktik yang dilakukan untuk menjaga kekuatan manusia dan tidak menyia-nyiakan energi dan tenaga orang beriman dalam menghadapi urusan-urusan sepele dan tidak penting. Atas dasar itu, sebelum merupakan urusan agama, taqiyah adalah metode rasional dan logis bagi seluruh manusia yang berjuang menghadapi musuh yang ...
  • Apa itu Zionisme Global?
    6980 Sejarah Kalam 2012/06/19
    Zionisme Global adalah nama sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1897 (sekitar seratus dua puluh tahun yang lalu) di Swiss oleh 240 tokoh Yahudi dari berbagai negara. Sebagaimana yang disebutkan dalam sumber-sumber sejarah, seorang yang bernama Theodor Herzl adalah pendiri Zionisme Global yang dibentuk pada ...
  • Bagaimana kita dapat membimbing seseorang yang telah menyimpang secara moral?
    14463 دستور العمل ها 2013/03/09
    Ajakan kepada kebaikan dan larangan melakukan keburukan (amar makruf dan nahi mungkar) merupakan salah satu tugas setiap Muslim. Apa yang penting dan harus diperhatikan dalam hal ini adalah cara dan metode amar makruf dan nahi mungkar itu. Sebaik-baik cara untuk melaksanakan tugas ini adalah mengingatkan dan menjelaskan ...
  • Bagaimana hubungan Iman dan ketenangan hati dalam pandangan Al-Quran?
    18500 Tafsir 2012/05/10
    Iman secara leksikal bermakna kepercayaan sebagai lawan dari pendustaan (pengingkaran). Dan secara teknikal, iman berarti pengakuan dengan lisan, ketetapan dan kepercayaan dalam hati, dan beramal dengan tindakan anggota badan. Namun “ketenangan hati” secara bahasa bermakna ketenangan dalam hati setelah kebimbangan dan kekhawatiran.
  • Apa maksud ayat-ayat 85 hingga 87 surah al-Hijr?
    9641 Tafsir 2012/02/13
    Allah Swt, pada ayat-ayat di atas, menyebutkan hak dan teleologisnya penciptaan langit dan bumi (bahwa penciptaan bumi dan langit memiliki tujuan). Di samping itu, ayat-ayat ini menganjurkan kepada Rasulullah Saw untuk bersikap santun dan tetap hormat dalam menghadapi pelbagai sikap keras kepala, fanatisme, kebodohan, cercaan, penentangan ...
  • Apa yang dimaksud paradigma dan dasar-dasar pemberian fatwa?
    6858 بیشتر بدانیم 2013/06/23
    Ijtihad secara leksikal berarti menanggung kesusahan atau kekuatan dan kemampuan, dan menurut istilah (teknis) para fakih berarti menggunakan kemampuan dan usaha ilmiah semaksimal mungkin untuk mendapatkan hukum-hukum syar’i dari sumber-sumber dan dalil-dalilnya. Dasar fatwa dalam fikih Syi’ah, meskipun terpaku pada sumber-sumber ijtihad (Quran, sunah, akal dan ijma’), ...
  • Apa hukum memakan ikan Kaviar?
    8797 Hukum dan Yurisprudensi 2009/12/12
    (Dalam hal ini, terdapat perbedaan fatwa di antara para marja' taklid). Dengan itu, maka orang-orang yang bertaklid kepada para marja', misalnya kepada Imam Khomeini Ra, apabila mereka sangsi terhadap ikan Kaviar, apakah ikan itu bersisik ataukah tidak, maka dalam hal ini mereka boleh memakannya (dan tidak perlu ...
  • Apa yang menjadi faktor yang menyebabkan manusia menyimpang dari jalan lurus? Dan apakah hal ini bersifat ikhtiari atau tidak?
    19344 Teologi Lama 2009/07/13
    Untuk mengenal faktor penyimpangan dari jalan lurus meniscayakan pengenalan definisi tentang “shirât” (jalan) dan “mustaqim” (lurus). Secara leksikal, makna shirât (jalan) adalah jalan besar, luas dan jelas. Dan makna “mustaqim” yang diambil dari klausul “qa-wa-ma,” bermakna sesuatu yang tidak menyimpang dan berliku. Dengan demikian, jalan lurus adalah “shirât ...

Populer Hits

Jejaring