Advanced Search
Hits
2870
Tanggal Dimuat: 2013/06/15
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana Anda menjawab tentang kontradiksi yang ada pada ayat-ayat al-Quran mengenai hukum zina?
Pertanyaan
Mengenai hukum zina dalam al-Quran, pada surah An-Nur ayat 2 dikatakan bahwa hukumannya adalah 100 kali dera (untuk lelaki maupun perempuan), sedangkan pada surah Al-Nisa: 15, hukumannya adalah menahannya di dalam rumah hingga ajal menjemputnya (untuk para perempuan), sedangkan pada surah An-Nisa: 16 dikatakan untuk membiarkan mereka jika bertobat dan memperbaiki diri (berkaitan dengan lelaki). (Surah Al-Nur: 2) kontradiksi dengan dua ayat selanjutnya, dan hukuman untuk perempuan dan lelaki pada surah An-Nisa ayat 15 berbeda dengan yang terdapat pada ayat 16, sementara tidak demikian yang terdapat pada surah Al-Nur ayat 2, yaitu tidak ada perbedaan hukuman bagi keduanya. Pada akhirnya, hukuman apa yang harus diterapkan untuk para pezina ini?
Jawaban Global
Hukum zina terdapat dalam berbagai ayat-ayat al-Quran, secara lahiriah hukum yang terdapat pada ayat ke 15 dan 16 surah Al-Nisa berbeda dengan hukum yang ada pada ayat ke 2 surah Al-Nur.
Terdapat berbagai pendapat mengenai bagaimana kesesuaian ayat-ayat ini, berikut kami akan mengetengahkan dua di antaranya:
  1. Pendapat terkenal yang berkaitan dengan ayat-ayat ini adalah bahwa ayat ke 15 dan 16 surah Al-Nisa telah dihapus oleh ayat ke 2 surah Al-Nur, dan sejak akhir kehidupan Rasulullah Saw, hukum yang terdapat pada surah Al-Nur lah yang berlaku, sebagian dari hadis pun menunjukkan terbuktinya penghapusan ini.
  2. Sebagian dari mufassir meyakini bahwa ayat 15 surah Al-Nisa sama sekali tidak pernah dihapus, karena penghapusan berlaku terhadap hukum yang dari awalnya dikatakan dalam bentuk global dan universal, bukan dalam bentuk sementara dan terbatas, sementara ayat-ayat yang terdapat pada surah An-Nisa disampaikan dalam bentuk sementara.
Jawaban Detil
Berkaitan dengan hukum zina, terdapat berbagai ayat dalam al-Quran, diantaranya:
  1. “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari mereka berdua seratus kali dera”[1], ayat ini menjelaskan tentang lelaki dan perempuan yang berzina, dan secara pasti hukum ini mencakup kedua belah pihak, demikian juga dari lahiriah ayat bisa diketahui bahwa hukum ini juga mencakup zina yang dilakukan oleh muhshanah (orang yang telah berkeluarga) mapun zina yang dilakukan oleh selain muhshanah (belum berkeluarga).
  2. “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zina), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila para saksi itu telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.”[2]
 
Dari kata اللَّاتىِ (para wanita) diketahui bahwa hukum ini khusus untuk perempuan. Kalimat الْفَاحِشَةَ (perbuatan keji) menunjukkan kebanyakan dari dosa, akan tetapi dengan memperhatikan kata مِن نِّسَائكُمْ, maka seluruh hal akan keluar dari implikasinya kecuali zina dan perbuatan yang menimbulkan hukuman ta’zir, dimana tentunya mayoritas mufassirin menganggap kalimat pada ayat ini mengimplikasikan pada zina.[3]
Pada ayat ini dikemukakan dua hukum bagi para pezina:
  1. “...maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya..”, kalimat ini mengimplikasikan pada tahanan abadi, tentunya tahanan ini dilaksanakan di dalam rumah.
  2. “...sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya”, dari kalimat ini bisa disimpulkan bahwa hukum ini merupakan sebuah hukum sementara, dan dari awal telah dikatakan bahwa mendatang (setelah lingkungan dan pemikiran tersiapkan) akan diturunkan hukum baru mengenai mereka, dan pada saat itu, para perempuan yang sebelumnya tercakup dalam aturan ini dan masih hidup, secara alami akan terbebas dari hukuman tahanan ini, dan mereka juga tidak akan terkena hukum dan sanksi lainnya, kebebasan mereka dari hukuman tahanan ini dikarenakan terhapusnya hukum sebelumnya, sementara, ketiadaan penerapan sanksi baru bagi mereka dikarenakan hukum sanksi tidak mencakup hal-hal yang telah dilakukan sebelum datangnya hukum, dengan demikian, hukum mendatang, apapun itu akan menjadi solusi untuk menyelamatkan para tahanan, akan tetapi tentunya hukum baru ini mencakup seluruh mereka yang pada masa mendatang terlibat dalam masalah ini.[4]
  3. “Dan terhadap laki-laki dan perempuan (bujang) di antara kamu yang melakukan perbuatan keji itu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka.”[5]
Sebagian dari mufassir menganggap ayat ini sebagai penyempurna ayat sebelumnya.[6] Sebagian menganggap ayat sebelumnya berkaitan dengan zina muhshanah, dan ayat ini berkaitan dengan zina yang dilakukan oleh para bujang.[7]
Demikian juga, mengenai obyek  (mishdâq) “berilah hukuman kepada keduanya” dan bentuk hukuman, para mufassir menyebutkan: sebagian menganggap cercaan lisan menjadi misdak bagi ayat yang dimaksud[8], sementara sebagian menyebutkan cercaan lisan yang dibarengi dengan hukuman badan.[9]
Akan tetapi mengenai bagaimana kesesuaian ayat-ayat ini, terdapat berbagai pendapat, dua diantaranya adalah:
  1. Pendapat terkenal mengenai ayat ini yang mengatakan bahwa ayat 15 dan 16 surah an-Nisa telah dihapus oleh ayat 2 surah An-Nur, dan sejak akhir usia Rasulullah, hukum yang terdapat pada surah An-Nur-lah yang berlaku. Oleh karena itu, kalimat “...sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya[10] mengimpliksikan pada penghapusan hukum ini pada masa mendatang.[11] Demikian juga, sebagian dari riwayat juga mengimplikasikan tentang terbuktinya penghapusan ini[12], yang tentunya belum ada sanad kuat untuk hal ini.
  2. Terdapat juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ayat 15 surah An-Nisa sama sekali tidak pernah dihapus, karena penghapusan hanya berlaku pada hukum yang dari awalnya berbentuk mutlak, bukan sementara atau terbatas, sementara ayat di atas, yaitu hukum ‘penahanan dalam rumah’ disebutkan sebagai sebuah hukum terbatas dan sementara, oleh karena itulah dikatakan  “...sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya”, dan intepretasi ini mengisyarahkan pada kesementaraan hukum ini, bukannya mengatakan akan datangnya penghapusan pada masa mendatang dimana ini berkontradiksi dengan penjelasan asli makna penghapusan, oleh karena itu jika kita menyaksikan dalam sebagian hadis menjelaskan bahwa ayat di atas telah dihapus melalui hukum lain, maka yang dimaksud bukanlah penghapusan secara istilah, karena penghapusan, dalam bahasa riwayat adalah segala bentuk pembatasan dan pengkhususan hukum.[13]
Terakhir harus kami katakan bahwa ayat 2 surah Al-Nur pun tidak mengatakan seluruh hukum dalam masalah zina, melainkan hanya menjelaskan sebagiannya, karena dalam fikih Islam, untuk perempuan pezina dalam zina muhshanah juga terdapat hukum rajam dimana hal ini menunjukkan bahwa hukum yang terdapat pada ayat ini bukan merupakan satu-satunya hukum yang berkaitan dengan perempuan zina muhshanah. [iQuest]
 
 

[1]. (Qs. An-Nur [24]: 2)
[2]. (Qs. An-Nisa [4]: 15)
[3]. Sayyid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mîzân fî Tafsîr al-Qurân, jil. 4, hal. 234, Daftar Intisyarat Islami, Qom, cet kelima, 1417 H; Zamakhsyari, Mahmud, Al-Kisyâf ‘an Haqâiq Ghawâmish at-Tanzîl, jil. 1, hal. 487, Dar al-Kutub al-‘Arabi, Beirut, cet ketiga 1407 H.
[4]. Nashir Makarim Syirazi, Tafsîr Nemune, jil. 3, hal. 307, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Teheran, cet. Pertama, 1374 S.
[5]. “Dan terhadap laki-laki dan perempuan (bujang) di antara kamu yang melakukan perbuatan keji itu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Nisa [4]: 16)
[6]. Sayyid Muhammad Husain Thabathabai, Al-Mîzân fî Tafsîr al-Qurân, jil. 4, hal. 234.
[7]. Tafsîr Nemune, jil. 3, hal. 308 -309.
[8]. Abu’abdillah Muhammad bin Umar Fakhruddin Razi, Mafâtîh al-Ghaib, jil. 9, hal. 532, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cet. Ketiga, 1420’ Fadhl bin Hasan  Thabarsi, Tafsîr Jawâmi’ al-Jâmi’, jil. 1, hal. 243, Intisyarat Danesygah Teheran, Mudiriyat Hauzah Ilmiyah Qom, Teheran, cet. Pertama, 1377 S.
[9]. Syadzali, Sayyid bin Quthub bin Ibrahim, Fî Zdulâl al-Qurân, jil. 1, hal. 600, Dar Asy-Syuruq, Beirut, Kairo, cet. Ketujuhbelas, 1412 H.
[10]. (Qs. Al-Nisa [4]: 15)
[11]. Qumi, Ali bin Ibrahim, Tafsîr Qumî, Tahqiq: Musawi Jazairi, Sayyid Thayyib, jil. 1, hal. 133, Dar al-Kitab, Qom, cet. Keempat, 1367 S; Ismail bin Amr Ibnu Katsir Damsyiqi, Tafsîr al-Qurân al-‘Adzîm, Tahqiq: Saymsuddin, Muhammad Husain, jil. 2, hal. 204, Dar al-Kutub al’Alamiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, Beirut, cet. Pertama, 1419 H.
[12]. Muhammad bin Mas’ud Ayasyi, Kitâb at-Tafsîr, jil. 1, hal. 227, Capkhaneh Ilmiyyah, Teheran, 1380 HQ.
[13]. Tafsîr Namune, jil. 3, hal. 308.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa maksud dari adab batin membaca al-Qur’an?
    3774 Ulumul Quran 2012/04/11
    Mengingat bahwa al-Qur’an adalah mukjizat abadi Rasulullah Saw dan firman Allah Mahabesar, karena itu al-Qur’an senantiasa mendapatkan penghormatan dan pengagungan dari kaum Muslimin semenjak awal kemunculan Islam. Kaum Muslimin dengan mencermati ayat-ayat al-Qur’an dan anjuran-anjuran hadis Rasulullah Saw, bahkan sehubungan dengan model bacaan kitab samawi ini, mengamalkan adab-adab dan syarat-syarat tertentu ...
  • Apakah yang dimaksud dengan wujud mental (wujud dzihn)?
    2518 Filsafat Islam 2012/05/13
    Apa itu Wujud Mental Dalam pembahasan wujud mental terdapat dua klaim yang mengemuka yang masing-masing dapat ditetapkan dengan argumentasi dan demonstrasi (burhan). Bahwa segala sesuatu yang berada di luar pikiran (dzhin) terdapat dalam pikiran dan mental manusia; karena itu pada alam pikiran, kita memiliki entitas-entitas yang berbentuk pahaman-pahaman ...
  • Apakah mengetahui takdir akan bermanfaat bagi manusia atau merugikannya?
    4015 Teologi Klasik 2012/02/14
    Terkadangsebagian dari kejadian-kejadian dan pelbagai peristiwa mendatang yang dapat mengalami perubahan akan hadir atau tersingkap bagi seseorang dalam suatu kondisi-kondisi seperti mimpi dan selainnya yang perkara ini tidak lain merupakan sebuah kehendak Ilahi dan terdapat suatu hikmah dibalik itu. Akan tetapi, jika seseorang yang semestinya beramal sesuai dengan tanggung jawabnya ...
  • Bagaimana ritual wukuf di Arafah dapat menjadi media untuk melakukan pengenalan diri (makrifat nafs)?
    4338 Filsafat Hukum 2011/03/07
    Arafah adalah nama sebuah daerah yang terletak di dekat kota Mekkah. Wukuf di tempat ini pada hari kesembilan Dzulhijjah bagi orang-orang yang melaksanakan haji adalah wajib. Kalimat ini derivasinya berasal dari kata “’a-ri-fa” yang bermakna pengenalan. Padang dan daerah ini adalah tempat pelbagai pengenalan dan makrifat.  Di antaranya adalah makrifat ...
  • Seseorang yang mengikuti salat jamaat dengan ketinggalan satu rakaat, apakah ia harus mengikuti imam pada rakaat keempat dan mengucapkan tasyahhud dan salam?
    1894 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/17
    Pertanyaan ini telah kami sampaikan ke beberapa kantor marja agung taklid dan jawabannya adalah sebagai berikut: Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Berdasarkan asumsi pertanyaan mengikuti (imam) tidak perlu dilakukan dalam dua hal yang disebutkan. Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Duduk dalam kondisi jongkok (tajâfi) dan membaca tasyahud namun tidak ...
  • Apabila para sahabat bermusuhan sesama mereka lantas bagaimana mereka dapat menaklukkan banyak negara?
    5044 Teologi Klasik 2011/04/19
    Seluruh sahabat tidak bermusuhan sesama mereka dan mereka juga tidak berusaha untuk mendapatkan khilafah, melainkan segelintir orang dari mereka. Segelintir orang ini, apa pun dalilnya, berada pada posisi untuk merebut khilafah. Mereka juga banyak berselisih antara satu dengan yang lain. Hal ini bukan semata-mata ucapan Syiah melainkan tertulis dalam kitab-kitab ...
  • Dapatkah Anda jelaskan mengapa Imam Sajjad As mengecam Syiahnya sendiri?
    1804 حوادث بعد از شهادت 2012/11/17
    Kecaman dan celaan Imam Sajjad As tentu tidak mengarah kepada orang-orang Syiah sejati dan loyal kepada Ahlulbait As. Kecaman dan celaan Imam Sajjad As ini ditujukan kepada orang-orang yang kendati memililiki secuil kecintaan kepada Ahlulbait As dan memandang kebenaran mereka sebagai sesuatu yang pasti, namun mereka tidak memenuhi janji dan ...
  • Apakah kitab Shahih Bukhâri merupakan kitab standar? Mengapa hadis Tsaqalain tidak disebutkan pada kitab tersebut?
    2198 Dirayah al-Hadis 2013/08/27
    Dalam pandangan Ahlusunnah, Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang paling standar dan dari sudut pandang Syiah juga menyatakan kebanyakan riwayat-riwayatnya memiliki kemiripan secara lafzi atau maknawi dengan hadis-hadis Syiah sehingga dengan demikian dapat dijadikan sandaran. Akan tetapi hal ini tidak bermakna bahwa apabila sebuah riwayat tidak terdapat dalam Shahih Bukhâri maka ...
  • Tolong penjelasannya terkait dengan hal-hal yang mengantarai kisah pembuatan bahtera Nabi Nuh As yang disebutkan pada surah al-Hud?
    1562 Tafsir 2013/09/17
    Ayat 37 dan 38 surah al-Hud secara ringkas menyinggung tentang kisah pembuatan bahtera Nabi Nuh As. Tatkala Nabi Nuh telah berputus asa atas kaumnya bahwa mereka tidak lagi pantas mendapatkan petunjuk dan titah Allah Swt terkait dengan azab telah keluar, dari sisi Allah Swt disampaikan kepada Nabi Nuh As untuk ...
  • Apakah Bahasa Arab merupakan bahasa pilihan Tuhan?
    3704 Tafsir 2011/02/12
    Sebagian riwayat menegasan poin ini bahwa bahasa Arab merupakan bahasa pilihan Tuhan. Terlepas dari kebenaran dan kesalahan riwayat-riwayat ini, pelbagai tipologi khas dan kemampuan bahasa Arab dalam mentransformasi pelbagai konsep dan makna merupakan beberapa dalil atas masalah ini. ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    161024 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    129400 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    118404 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    92107 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    86821 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    74850 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    70661 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    67653 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    59798 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    50244 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring