Advanced Search
Hits
1828
Tanggal Dimuat: 2013/10/02
Ringkasan Pertanyaan
Apa hukumnya memanfaatkan beberapa kegunaan mandi janabah lalu ia mandi janabah meski ia tidak junub?
Pertanyaan
Salamun Alaikum. Ada dua pertanyaan yang ingin saya ajukan terkait dengan mandi janabah. 1. Apa hukumnya memanfaatkan beberapa kegunaan mandi janabah lalu ia mandi janabah meski ia tidak junub? 2. Apabila seseorang sebelum mandi janabah ia telah berwudhu, apakah dengan mandi janabah ia harus berwudhu lagi dan ia tidak dapat mengerjakan salat dengan mandi ini?
Jawaban Global
Kami akan menjawab pertanyaan Anda sesuai dengan urutannya sebagai berikut:
  1. Seseorang yang tidak junub dan faktor-faktor penyebab janabah[1] tidak diperoleh maka ia tidak memiliki kewajiban untuk melakukan mandi janabah dan apabila ia mengerjakan mandi janabah maka ia adalah seseorang yang mandi untuk membersihkan badan (saja). Karena itu, ia tidak memperoleh apa yang diinginkan dari mandi janabah. Misalnya ia tidak dapat mengerjakan salat dengan mandi janabah ini tanpa wudhu.
  2. Apabila seseorang sebelum mandi janabah, memiliki wudhu namun karena adanya faktor-faktor penyebab mandi janabah maka wudhunya batal. Nah, apabila ia telah mengerjakan mandi janabah dan tidak melakukan sebuah perbuatan yang membatalkan wudhu[2] maka ia harus dengan mandi itu, tanpa mengambil wudhu, mengerjakan salat. Namun apabila tatkala mandi melakukan sebuah perbuatan yang membatalkan wudhu, maka untuk mengerjakan salat dan lain sebagianya, ia harus berwudhu terlebih dahulu. [iQuest]
 

[1]. Penyebab janabah itu ada dua: 1. Melakukan senggama (jimak) yaitu tatkala alat reproduksi pria melakukan penetrasi hingga batasan khitan atau melewati batasan khitan pada alat reproduksi wanita atau pada pria, depan atau belakang, entah ia itu seorang baligh atau non baligh, bahkan sekiranya sperma tidak keluar. 2. Keluarnya sperma, entah dalam tidur atau terjaga, sedikit atau banyak, disertai dengan syahwat atau tidak, dengan ikhtiar atau tanpa ikhtiar. Diadopsi dari Pertanyaan 2028.  
[2]. Tujuh hal yang membatalkan wudhu: 1. Keluarnya air kencing (buang air kecil). 2. Keluarnya kotoran besar (buang air besar). 3. Keluarnya angin dari perut (kentut). 4. Tidur yang membuat mata tertutup dan telinga tidak mendengarkan (apa pun), namun apabila mata tertutup dan telinga (masih) mendengarkan maka hal itu tidak membatalkan wudhu. 5. Segala sesuatu yang menghilangkan akal, seperti gila, mabuk dan tidak sadar (pingsan). 6. Istihadha (bagi kaum wanita). 7. Segala sesuatu yang menyebabkan mandi seperti janabah, (haid dan menyentuh jenazah). Diadopsi dari Pertanyaan 3867.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Descartes di samping seorang matematis ia juga merupakan seorang mistikus?
    3747 Filsafat Irfan 2012/09/15
    Irfan sebagai media untuk sampai kepada Tuhan atau hakikat itu memiliki dua sisi: Sisi praktis dan sisi teoritis. Dari sisi irfan praktis yang menegaskan penyingkapan (kasyf), syuhud (penyaksian). Untuk sampai pada realitas dan hakikat jalan yang digunakan dalam irfan praktis adalah melalui jalan hati. Sementara ...
  • Dengan memperhatikan cara wudhu Ahlusunnah, apa makna kata "ila" yang terdapat pada ayat wudhu? Sehubungan dengan hal ini, lalu bagaimana wudhu yang dipraktikkan Nabi Saw?
    8274 Sirah 2009/12/08
    Mengenai kata "ila" yang terdapat pada ayat wudhu, sebenarnya hanyalah untuk menjelaskan kadar dan batas-batas basuhan, bukan menjelaskan tentang tatacara membasuh. Artinya bahwa ayat tersebut menjelaskan kadar dan batas tangan yang mesti dibasuh dalam berwudhu hingga ke siku. Kata "ila" di sini bermakna ghayat (sampai, batas akhir) bagi anggota yang ...
  • Kira-kira apa solusi untuk mengobati penyakit banyak bicara alias cerewet?
    36713 Akhlak Praktis 2012/04/14
    Lisan (ucapan dan kata-kata) selain merupakan salah satu nikmat terbesar dari Allah Swt dan sebagai media pertumbuhan dan alat berinteraksi dengan yang lain, juga pada saat yang sama ia sangat berbahaya dan banyak menimbulkan petaka dan bisa dianggap sebagai sumber beragam dosa. Karena itu, untuk ...
  • Pada beberapa ayat al-Quran terdapat perintah untuk menaati Allah Swt dan Rasulullah Saw. Apa yang dimaksud dengan ketaatan di sini?
    102871 ارتباط انسان و خدا 2013/12/25
    Sehubungan dengan titah untuk menaati dan mematuhi Allah Swt, terdapat sebelas ayat dengan beberapa penyebutan seperti berikut: ﴿أَطیعُوا اللَّهَ وَ أَطیعُوا الرَّسُول﴾، ﴿أَطیعُوا اللَّهَ وَ الرَّسُول﴾ ¸﴿وَ أَطیعُوا اللَّهَ وَ رَسُولَه﴾ “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul”, “Taatlah kepada Allah dan Rasul”, “Dan taatlah kepada ...
  • Apakah mungkin sebagian setan menjadi pelayan bagi orang-orang beriman dan menghalangi mereka untuk berbuat buruk?
    2857 ابلیس و شیطان 2014/01/18
    Dalam pembahasan filsafat disebutkan bahwa sebagaimana secara keseluruhan sistem penciptaan memiliki tingkatan, di sela-sela setiap sistem penciptaan dan keberadaan ini juga terdapat tingkatan-tingkatan makhluk. Karena itu setan-setan juga memiliki tingkatan dan boleh jadi tindakan setani sebagian setan kurang dari setan-setan lainnya; karena itu Allah Swt menjadikan setan-setan ...
  • Siapakah Tuhan itu? Dan dengan dalil apa Tuhan dapat dibuktikan?
    25634 Teologi Lama 2010/06/20
    Tuhan Maha Kuasa adalah Wujud mutlak dan Kesempurnaan mutlak yang sama sekali tidak memiliki aib dan cela. Wujud-Nya tiada duanya. Dia memiliki kemampuan untuk melakukan setiap perbuatan dan mengetahui segala sesuatu kapan pun dan apa pun kondisinya, Maha Mendengar dan Maha Melihat, memiliki kehendak dan ikhtiar, Hidup ...
  • Apakah pria diharamkan memakai emas putih?
    17153 Keharaman Emas dan Sutera bagi Pria 2012/04/03
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Apabila sesuatu yang dinamai emas putih itu adalah emas kuning yang kemudian menjadi putih akibat persenyawaan bahan-bahan warnanya maka haram hukumnya bagi pria untuk memakainya. Namun tidak ada halangan apabila unsur emas padanya sedemikian kurang sehingga ...
  • Apakah onani itu membatalkan puasa?
    5632 Janabah 2014/05/22
    Terdapat sembilan hal yang membatalkan puasa, antara lain: Makan dan minum Senggama (koitus) Istimna (onani atau masturbasi) Berdusta atas nama Allah Swt, Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. Menyampaikan debu tebal ke tenggorokan Membenamkan seluruh kepala ke dalam air
  • Apakah benar bahwa Imam Zaman Ajf menantikan kemunculannya sendiri?
    3403 Penantian Imam Mahdi Ajf 2013/11/25
    Penantian datangnya kelapangan merupakan salah satu rukun asasi Islam khususnya mazhab Syiah. Penantian datangnya kelapangan bermakna harapan terbukanya dan terbebasnya manusia dari segala bentuk ketidakadilan dan diskriminasi yang merajalela di seluruh dunia. Para penanti meyakini bahwa pada akhir zaman akan datang seorang manusia Ilahi – dalam terminologi ...
  • Berapa lama usia para malaikat? Apakah malaikat-malaikat muqarrab juga mengalami kematian? Bagaiamana proses mereka mengalami kematian?
    47517 Teologi Lama 2010/07/21
    Sesuai dengan beberapa riwayat penciptaan malaikat terjadi setelah penciptaan ruh Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. Mereka semuanya bahkan Jibril, Israfil dan malaikat muqarrab (yang dekat)lainnya akan mati sebelum Kiamat. Terkait dengan bagaimana para malaikat mengalami kematian terdapat dua kemungkinan. Putusnya hubungan ruh dari bentuk ...

Populer Hits

Jejaring