Advanced Search
Hits
1861
Tanggal Dimuat: 2013/10/02
Ringkasan Pertanyaan
Apa hukumnya memanfaatkan beberapa kegunaan mandi janabah lalu ia mandi janabah meski ia tidak junub?
Pertanyaan
Salamun Alaikum. Ada dua pertanyaan yang ingin saya ajukan terkait dengan mandi janabah. 1. Apa hukumnya memanfaatkan beberapa kegunaan mandi janabah lalu ia mandi janabah meski ia tidak junub? 2. Apabila seseorang sebelum mandi janabah ia telah berwudhu, apakah dengan mandi janabah ia harus berwudhu lagi dan ia tidak dapat mengerjakan salat dengan mandi ini?
Jawaban Global
Kami akan menjawab pertanyaan Anda sesuai dengan urutannya sebagai berikut:
  1. Seseorang yang tidak junub dan faktor-faktor penyebab janabah[1] tidak diperoleh maka ia tidak memiliki kewajiban untuk melakukan mandi janabah dan apabila ia mengerjakan mandi janabah maka ia adalah seseorang yang mandi untuk membersihkan badan (saja). Karena itu, ia tidak memperoleh apa yang diinginkan dari mandi janabah. Misalnya ia tidak dapat mengerjakan salat dengan mandi janabah ini tanpa wudhu.
  2. Apabila seseorang sebelum mandi janabah, memiliki wudhu namun karena adanya faktor-faktor penyebab mandi janabah maka wudhunya batal. Nah, apabila ia telah mengerjakan mandi janabah dan tidak melakukan sebuah perbuatan yang membatalkan wudhu[2] maka ia harus dengan mandi itu, tanpa mengambil wudhu, mengerjakan salat. Namun apabila tatkala mandi melakukan sebuah perbuatan yang membatalkan wudhu, maka untuk mengerjakan salat dan lain sebagianya, ia harus berwudhu terlebih dahulu. [iQuest]
 

[1]. Penyebab janabah itu ada dua: 1. Melakukan senggama (jimak) yaitu tatkala alat reproduksi pria melakukan penetrasi hingga batasan khitan atau melewati batasan khitan pada alat reproduksi wanita atau pada pria, depan atau belakang, entah ia itu seorang baligh atau non baligh, bahkan sekiranya sperma tidak keluar. 2. Keluarnya sperma, entah dalam tidur atau terjaga, sedikit atau banyak, disertai dengan syahwat atau tidak, dengan ikhtiar atau tanpa ikhtiar. Diadopsi dari Pertanyaan 2028.  
[2]. Tujuh hal yang membatalkan wudhu: 1. Keluarnya air kencing (buang air kecil). 2. Keluarnya kotoran besar (buang air besar). 3. Keluarnya angin dari perut (kentut). 4. Tidur yang membuat mata tertutup dan telinga tidak mendengarkan (apa pun), namun apabila mata tertutup dan telinga (masih) mendengarkan maka hal itu tidak membatalkan wudhu. 5. Segala sesuatu yang menghilangkan akal, seperti gila, mabuk dan tidak sadar (pingsan). 6. Istihadha (bagi kaum wanita). 7. Segala sesuatu yang menyebabkan mandi seperti janabah, (haid dan menyentuh jenazah). Diadopsi dari Pertanyaan 3867.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa memakan daging kelinci itu diharamkan?
    44390 Hukum dan Yurisprudensi 2011/03/05
    Sesuai dengan fatwa seluruh marja taklid, haram hukumnya memakan daging kelinci. Fatwa ini dikeluarkan berdasarkan beberapa riwayat yang memandang keharaman memakan daging kelinci. Karena itu, hukum ini adalah bersumber firman dan titah Allah Swt. Firman Allah Swt harus dipatuhi karena merupakan titah. Bukan karena kita mengetahui ...
  • Apakah doa yang dikenal sebagai “Doa Nâdi ‘Aliyyân” memiliki sanad standar? Bagaimana membaca doa tersebut?
    12253 Rijal al-Hadits 2011/11/02
     Yang dimaksud dengan doa Nâdi ‘Aliyyân adalah penggalan syair: "ناد علیا مظهر العجائب* تجده عونا لک فی النّوائب * کلّ غمٍّ و هَمٍّ سَینجَلی *بِوَلایَتِکَ یا علیّ یا علی یا ...
  • Apakah bagi seorang mahasiswa agama, dengan berdasarkan kepada surah al-Taubah ayat 122 bisa menghindari untuk tidak ikut serta dalam berjihad?
    8157 جهاد و دفاع 2015/05/13
    Terkait dengan pentingnya mencari ilmu dan pengetahuan serta menyebarkannya untuk orang-orang Muslim, Allah Swt dalam al-Quran menyeru orang-orang Mukmin supaya tidak semuanya pergi ke medan jihad. Allah Swt menitahkan beberapa kelompok dari mereka tinggal di Madinah guna belajar ilmu-ilmu agama, dan ketika para pejuang kembali ke sisi mereka, ...
  • Apabila kita punya qadha salat bolehkah kita melaksanakan salat sunnah?
    567 Salat Qadha dan Salat Istijârah 2018/11/12
    Seseorang yang memiliki salat qadha (tetap) dapat mengerjakan salat-salat sunnah (mustahab).[1] [iQuest] [1]. Taudhih al-Masâil, al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini, jil. 1, hal. 750, Masalah 1373. ...
  • Apa sihir itu dalam pandangan Syiah? Bagaimana caranya menangkal sihir?
    11142 Tafsir 2010/05/18
    Sihir merupakan perbuatan ekstraordinari yang terkadang sama dengan sulap dan permainan akrobatik. Dan terkadang memiliki sisi kejiwaan, fantasi, dan diktasi. Dan terkadang dengan pemanfaatan atribut asing fisika dan kimia sebagian dari benda-benda dan unsur-unsur dan terkadang dilakukan melalui bantuan setan-setan. Para penyihir adalah orang-orang tersesat dan pencinta dunia yang pokok ...
  • Apakah kita dapat menerima hadiah dari seseorang yang tidak mengerjakan salat dan juga tidak membayar hutangnya kepada orang lain?
    3009 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/19
    Kami telah melayangkan pertanyaan ini kepada beberapa Kantor Marja Taklid dan menerima jawaban-jawaban sebagai berikut:Kantor Ayatullah Agung Imam Khamenei (Mudda Dzilluhu al-‘Ali):Tidak ada masalah terkait dengan pertanyaan pertama dan kedua (menerima hadiah dari orang yang tidak mengerjakan salat dan tidak membayar hutang).Kantor Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani ...
  • Apa yang menyebabkan pecahnya Perang Rantai?
    3469 آثار و تاریخ پیشینیان 2014/09/28
    Perang Rantai (Sariyyah Dzât al-Salâsil) merupakan salah satu peristiwa yang disebutkan berbeda-beda dalam litetarur-literatur sejarah terkait dengan kejadiannya. Berdasarkan sebagian literatur, beberapa kabilah bermaksud ingin menyerang Madinah. Mengetahui hal ini, Rasulullah Saw mengeluarkan seruan untuk perang dan Abu Bakar, Umar diutus pergi sebagai panglima perang namun mereka ...
  • Apakah hakekat Insya Allah?
    7096 Tauhid 2015/07/23
    Makna frase insya Allah adalah jika Allah menghendaki. Seseorang yang mengucapkan kalimat ini meyakini bahwa terdapat iradah di atas iradahnya sendiri artinya, jika Ia tidak menghendaki sesuatu maka tidak ada sesuatu yang bisa terjadi. Dalam sebagian perkara, kalimat “Insya Allah” merupakan bentuk mengambil berkah dan orang-orang selalu mengucapkan “Inysa Allah’ dan ...
  • Bagaimana pandangan Al-Quran terkait dengan kitab-kitab samawi sebelum Al-Quran?
    10870 Al-Quran 2015/02/04
    Al-Quran sebagai kitab terakhir samwi yang diturunkan kepada Rasulullah Saw yang merupakan penyempurna syariat-syariat yang ada sebelumnya. Dan jelas bahwa kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Injil, Shuhuf Ibrahim, Zabur Daud menyokong dan menegaskan kebenaran Al-Quran serta memandang bahwa ajaran-ajarannya adalah cahaya dan petunjuk dari sisi Allah Swt. ...
  • Apakah perbedaan fatwa-fatwa para marja merupakan contoh-contoh ikhtilâf (perbedaan pendapat) yang dilarang dalam khutbah 18 Nahj al-Balâgha?
    6213 Filsafat Hukum 2010/01/12
    Menurut sebagian periset, khutbah 18 Nahj al-Balâgha, adalah bagian dari khutbah 17, namun menurut Sayid Radhi, khutbah ini terpisah antara satu sama lainnya dan berbentuk satu khutbah tersendiri. Meski isi dan kandungan khutbah tersebut juga memberikan kesaksian yang sama; lantaran pada khutbah 17 kandungannya terkait dengan fatwa-fatwa ...

Populer Hits

Jejaring