Advanced Search
Hits
32118
Tanggal Dimuat: 2011/04/19
Ringkasan Pertanyaan
Siapa sajakah di antara para nabi yang termasuk Ulul Azmi? Apa saja kitab-kitab mereka? Mengapa mereka disebut sebagai Ulul Azmi? Dan mengapa Zarasustra dan Daud As tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?
Pertanyaan
Siapa sajakah di antara para nabi yang termasuk Ulul Azmi? Apa saja kitab-kitab mereka? Mengapa mereka disebut sebagai Ulul Azmi? Dan mengapa Zarasustra dan Daud As tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?
Jawaban Global

Redaksi kalimat Ulul Azmi disebutkan pada ayat 35 surah al-Ahqaf. A-za-m bermakna hukum dan syariat. Ulul Azmi artinya adalah nabi-nabi yang memiliki syariat dan merupakan sebuah agama mandiri dan baru. Dalam sebagian riwayat dinyatakan beberapa syarat bagi para Nabi Ulul Azmi sebagaimana berikut ini:

1.     Memiliki seruan global

2.     Memiliki syariat dan agama

3.     Memiliki kitab Ilahi

 

Secara khusus, hanya 5 nabi Ilahi yang memiliki tiga tipologi di atas; artinya di samping seruan dakwahnya bersifat general, mereka juga memiliki syariat dan kitab Ilahi.

Kelima nabi ini adalah Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As dan Muhammad Saw. Dalam beberapa riwayat juga menyebutkan kitab Nabi Nuh As dan Nabi Ibrahim As disebut sebagai Suhuf dan Taurat adalah kitab Nabi Musa, Injil adalah kitab Nabi Isa As dan al-Qur’an adalah kitab Nabi Muhammad Saw.

Jawaban Detil

Redaksi kalimat Ulul Azmi” disebutkan sekali dalam al-Qur’an. Allah Swt berfirman, Maka bersabarlah kamu seperti para rasul Ulul ‘Azm (yang mempunyai keteguhan hati) telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu penyampaian yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Qs. Al-Ahqaf [46]:35) ‘A-za-m bermakna kehendak kuat dan kukuh. Ragib Isfahani dalam al-Mufaradât berkata, “A-za-m bermakna pengambilan keputusan untuk menunaikan sebuah pekerjaan.”[1]

Dalam Lisan al-‘Arab disebutkan, “Para Nabi Ulul Azmi adalah orang-orang yang telah mengambil keputusan untuk menunaikan perintah Tuhan dan commited terhadap keputusan tersebut.[2] Dalam al-Qur’an, azam terkadang bermakna sabar[3] dan terkadang bermakna setia pada janji.[4]

Dalam kitab-kitab tafsir disebutkan, “Mengingat bahwa para nabi pemilik syariat dan ajaran baru. Pemilik syariat dan ajaran baru ini berhadapan dengan banyak kesulitan dan problematika. Untuk menghadapinya, mereka memerlukan azam dan kehendak (irâdah) lebih kuat. Sekelompok nabi ini disebut sebagai Ulul Azmi. Apabila pada sebagian, ‘azam dan azimat ditafsirkan bermakna hukum dan syariat,[5] penafsiran tersebut dilakukan atas alasan yang sama. Lantaran ‘azam secara leksikal tidak disebutkan sebagai bermakna syariat.[6]

Para nabi yang digelari Ulul Azmi merupakan perlambang bahwa mereka memiliki syariat. Dengan kata lain, mereka adalah nabi-nabi yang memiliki agama khusus dan para nabi yang semasa atau belakangan datangnya bertugas untuk menyebarluaskan agama tersebut[7] hingga pada masa datangnya seorang nabi yang membawa ajaran dan syariat baru.

Allah Swt juga dalam al-Qur’an menyinggung pensyariatan agama dan penyampaian syariat tersebut melalui para nabi dan menyebutkan nama empat nabi – selain Nabi Muhammad Saw yang membawa agama pamungkas Ilahi dan pada ayat ini menyebutkan bahwa beliau memiliki agama khusus, Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh. Apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa adalah tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada orang yang kembali kepada-Nya. (Qs. Syura [42]:13)

 

Para Nabi Ulul Azmi dalam Riwayat

Meski sebagian penafsir (mufassir) – pada umumnya non-Syiah – abad-abad pertama Islam memandang para Nabi Ulul Azmi sebagai orang-orang yang bertugas untuk berjihad atau menyampaikan segala mukasyafah mereka, dan dalam menentukan obyek para Nabi Ulul Azmi, mereka menyebutkan Nuh, Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Yusuf, Ayyub atau Ibrahim, Nuh, Hud dan Muhammad Saw,[8] namun sebagian riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum As di samping lebih mendekati pada sisi penamaan Ulul Azmi juga lebih mendekati dalam penjelasan sifat-sifat Ulul Azmi dan penentuan obyeknya.

Sifat-sifat Ulul Azmi yang dijelaskan dalam sebagian riwayat:

1.     Memiliki seruan dakwah global dan universal untuk manusia dan jin.[9]

2.     Memiliki syariat dan agama mandiri dan baru.[10]

3.     Memiliki kitab samawi.[11]

 

Dalam tiga hal ini telah disinggung tiga karakteristik dan tipologi nyata para nabi Ulul Azmi; yaitu seruan dakwah universal, agama dan kitab Ilahi. Dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq As syarat kedua dan ketiga disebutkan berdampingan dan memadai untuk menjawab pertanyaan bagian kedua (mengapa sebagian nabi meski memiliki kitab namun tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?).

Imam Ridha As dalam menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya kepadanya bahwa nabi-nabi bagaimana mereka menjadi Ulul Azmi?” Imam Ridha As bersabda, “Karena mereka telah diutus (Nuh, Ibrahim dan sebagainya) dengan kitab dan sebuah syariat khusus.”[12]

Dengan demikian, memiliki kitab merupakan salah satu syarat menjadi nabi-nabi Ulul Azmi. Namun dua syarat penting lainnya juga tetap ada yang pertama seruan dakwah universal untuk seluruh manusia dan jin dan yang kedua memiliki syariat mandiri dan baru.

Harap diperhatikan bahwa syariat mandiri tidak bermakna bahwa sama sekali berbeda dan tidak sesuai dengan syariat nabi-nabi sebelumnya, melainkan bermakna bahwa sesuai dengan tuntutan zaman maka syariat-syariat juga berbeda dan hal ini merupakan sesuatu yang natural. Nabi Daud As kendati memiliki kitab samawi namun kitabnya bukanlah kitab hukum-hukum dan syariat mandiri dan baru. Sebagaimana Nabi Adam As, Syits As dan Idris As juga memiliki kitab namun tidak tergolong sebagai Ulul Azmi.[13]

Dalam beberapa riwayat dijelaskan secara lugas nama-nama para Nabi Ulul Azmi. Diriwayatkan dari Imam Ali bin al-Husain As bahwa beliau bersabda, “Ulul azmi terdiri dari lima orang: Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa As dan Nabi Muhammad Saw.[14] Demikian juga, makna ini diriwayatkan dari Imam Shadiq dan Imam Ridha As.[15] Dalam beberapa riwayat disebutkan “Suhuf” sebagai nama kitab Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim As. Kendati al-Qur’an juga menyebut kitab Nabi Musa As sebagai Suhuf,[16] namun keseluruhannya disebut sebagai Taurat. Kitab Nabi Isa As adalah Injil dan kitab Nabi Muhammad Saw adalah al-Qur’an.

Adapun Avesta yang merupakan kitab agama Soroaster, apakah termasuk kitab samawi Soroaster? Hal ini masih perlu dipertimbangkan. Pada ragam bagian Avesta dijelaskan banyak nukilan Soroaster atau perbincangannya dengan Tuhan atau dengan masyarakat.[17]

Untuk penjelasan lebih jauh silahkan Anda merujuk pada Yasna (bagin terkuno dan terpenting Avesta), pasal 46, ayat-ayat 1-2. Meski sesuai dengan sebagian riwayat, Soraster adalah nabi Ilahi dan memiliki kitab samawi.[18] [IQuest]

 



[1]. Mufradat Raghib, klausa ‘a-za-m. 

[2].  “Wa Ulu al-Azmi min al-Rusul: Alladzina ‘azamu ‘ala Amr Allah fima ‘ahada ilaihim” Lisân al-‘Arab, jil. 12, hal. 399.

[3]. “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang sangat bernilai. (Qs. Syura [42]:43)

[4]. Dan sebelum ini sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Adam, tapi ia lupa (akan janji itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (Qs. Thaha [20]:115)

[5]. Allamah Thabathabai berkata, “Azam yang bermakna azimat yaitu hukum dan syariat telah mendapatkan sokongan riwayat-riwayat Ahlulbait As.” Terjemahan Persia Al-Mizân, jil. 18, hal. 332.

[6]. Tafsir Nemune, jil. 21, hal. 379. 

[7]. Ushûl Aqâid, Mishbah Yazdi, hal. 239.  

[8]. Bihâr al-Anwâr, jil. 11, hal. 35, Cetakan Beirut, Wafa.  

[9].  Ibid, hal. 32. 

[10]. Ibid, hal. 34; ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 1, hal. 149, Bab 101. Ibid, hal. 56.  

[11]. Ibid, hal. 35.

[12]. Ibid, jil. 11, hal. 56.  

[13]. Al-Mizân, jil. 2, hal. 142; Terjemahan Persia al-Mizân, jil. 2, hal. 213.  

[14]. Bihâr al-Anwâr, jil. 11, hal. 32.  

[15]. ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 1, hal. 149, Bab 101.  

[16]. “Sesungguhnya (semua perintah) ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (Qs. Al-A’la [87]:19)

[17]. Robert Hume, Adyân-e Zende Jahân, hal. 278. Demikian juga untuk penjelasan lebih jauh silahkan Anda merujuk pada Yasna bagian terkuno dan terpenting Avesta, Pasal 46, ayat-ayat 1 dan 2.  

[18]. Man Lâ Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 53, Hadis 1678; Safinat al-Bihâr, jil. 4, hal. 346.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah shalat nafilah itu dan bagaimana pelaksanaannya?
    4442 Akhlak Praktis 2010/09/19
    Shalat nafilah adalah shalat mustahab (yang dianjurkan) dan yang dimaksud dengan shalat-shalat nafilah adalah shalat-shalat mustahab. Artinya shalat-shalat sunnah yang dikerjakan di samping shalat-shalat wajib (17 rakaat) yang  dikerjakan oleh seluruh kaum Muslimin siang dan malam. Dalam sebagian riwayat disebutkan dan dianjurkan mengerjakan shalat-shalat mustahab. Di sini kami hanya akan ...
  • Faktor-faktor apa saja yang membuat manusia lalai dari mengingat Tuhan?
    1221 گناه و رذائل اخلاقی 2014/01/27
    Salah satu tema yang dibahas dalam ilmu Akhlak adalah tema tentang ghaflat (lalai). Ulama akhlak, dalam karya-karya mereka mengemukakan beberapa pembahasan rinci terkait dengan masalah ini. Salah satunya pasal yang membahas tentang hal ini adalah sebab-sebab dan faktor-faktor yang membuat manusia lalai. Lalai (ghaflah) sebagaimana yang dikemukakan dalam definisi, “keluarnya sesuatu ...
  • boleh kah para malaikat di sebut syaidina,dan dalil nya bagaimana
    365 فرشتگان 2014/06/11
    Sayid bermakna pemimpin dan tuan.[1] Kata ini juga digunakan untuk Allah Swt dan juga untuk para pemilik budak (majikan), demikian juga bagi orang yang memiliki kemuliaan, keutamaan, keramat, tabah dan orang yang mampu bersabar menanggung usikan dan gangguan orang lain.[2] Meski penggunaan kata ini untuk para malaikat tidak begitu populer, namun ...
  • Adakah hadis yang menyebutkan tentang membuka tali ikatan pada mayit?
    382 Kafan dan Penguburan 2014/05/24
    Para fakih terkait dengan adab menguburkan mayit dianjurkan (mustahab) setelah meletakkan mayit di liang lahad supaya orang yang mengatarkannya ke kuburan membuka tali ikatan kain kafan dan membiarkan wajah mayit terbuka.[1] Adab ini bersumber dari hadis-hadis Ahlulbait As yang terdapat dalam masalah ini. Di antara hadis tersebut adalah sebagai berikut: Abi ...
  • Apakah Ahlusunnah meyakini konsep tawassul sebelum kedatangan Ibnu Taimiyyah?
    3271 Teologi Klasik 2011/05/09
    Konsep tawassul (berperantara) merupakan salah satu perkara yang senantiasa mendapat perhatian kaum Muslimin semenjak awal kedatangan Islam. Demikian juga para pembesar Ahlusunnah menaruh perhatian terhadap konsep tawassul ini. Imam Bukhari penyusun salah satu kitab standar riwayat Ahlusunnah, menukil amalan praktis khalifah kedua, Umar bin Khattab terkait bolehnya melakukan tawassul. Demikian ...
  • Apa tipologi konsep tentang Tuhan dalam pandangan para pemikir? Tipologi apa saja yang dimiliki Tuhan dalam pandangan filosof Kristen pada abad-abad pertengahan?
    5049 فلسفه غرب 2012/01/19
    Filosof pertama Yunani Kuno dalam mencari sumber segala sesuatu dan pencipta makhluk mereka sampai pada satu konsep yang bernama Tuhan. Tuhan filosof abad pertengahan dan filosof pada masa-masa sebelumnya berbeda satu sama lain. Perbedaan antara Tuhan filosof Kristen dan dewa-dewa Yunani dan Romawi terletak pada sosok sifat kepenciptaan yang dimiliki ...
  • Apakah hadis ini sahih bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Makanlah apel pada pagi hari sebelum sarapan karena ia membersihkan perut?”
    3603 Dirayah al-Hadis 2012/04/03
    Apel adalah buah yang di samping mengandung khasiat asupan makanan yang banyak, juga memiliki khasiat obat yang dianjurkan oleh dokter semenjak zaman dahulu hingga masa kini. Sehubungan dengan khasiat dan manfaat buah apel di samping pandangan para dokter, terdapat juga beberapa riwayat para maksum yang disebutkan dalam teks-teks riwayat yang di ...
  • Tolong Anda perkenalkan beberapa literatur yang berisikan sabda-sabda Imam Zaman ihwal tawakkal?
    1788 Dirayah al-Hadis 2011/03/10
    Kami tidak jumpai riwayat-riwayat Syiah tentang tawakkal yang bersumber dari Imam Zaman Ajf. Namun mengingat bahwa para Imam Maksum As merupakan satu kesatuan cahaya, mereka bersambung pada satu sumber dan mata air, karena itu kita dapat merujuk pada sabda-sabda mulia para Imam Maksum lainnya dalam masalah ini dan mengambil manfaat ...
  • Apa hukumnya menggunakan vaksin yang mengandung enzim babi di dalamnya?
    728 Macam-macam 2013/11/27
    Tidak ada masalah menggunakan vaksin. Mengingat bahwa vaksin-vaksin itu biasanya dilakukan dengan menyuntik dan bukan dengan memakan, (bahkan) apabila informasi yang diperoleh adalah informasi yang meyakinkan, maka tidak ada masalah menyuntikkan vaksin tersebut. Dalam pada itu, dewasa ini penggunaan vaksin merupakan hal yang mesti dilakukan. Beberapa Lampiran: Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan ...
  • Kaisar Heraklius adalah panglima pasukan Romawi (pada perang melawan Iran). Apakah kaisar ini termasuk sebagai hamba kecintaan Tuhan dan beriman kepada Tuhan? Apakah ia akan masuk ke surga?
    11122 تاريخ بزرگان 2011/05/17
    Kegembiraan kaum Muslim setelah kemenangan bangsa Roma bukanlah bukti atas keislaman mereka dan kaisar mereka. Namun setiap orang yang beriman dan beramal kebaikan maka ia pantas dan layak mendapatkan surga. Yang akan kami jelaskan lebih jeluk pada jawaban detil.Bukti-bukti sejarah menyokong bahkan menegaskan bahwa Kaisar Roma tidak hanya sebagai non-Muslim ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    148770 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    121841 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    109418 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    85432 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    78282 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    64817 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    64357 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    60429 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    48554 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    45112 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring