Advanced Search
Hits
37831
Tanggal Dimuat: 2011/04/19
Ringkasan Pertanyaan
Siapa sajakah di antara para nabi yang termasuk Ulul Azmi? Apa saja kitab-kitab mereka? Mengapa mereka disebut sebagai Ulul Azmi? Dan mengapa Zarasustra dan Daud As tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?
Pertanyaan
Siapa sajakah di antara para nabi yang termasuk Ulul Azmi? Apa saja kitab-kitab mereka? Mengapa mereka disebut sebagai Ulul Azmi? Dan mengapa Zarasustra dan Daud As tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?
Jawaban Global

Redaksi kalimat Ulul Azmi disebutkan pada ayat 35 surah al-Ahqaf. A-za-m bermakna hukum dan syariat. Ulul Azmi artinya adalah nabi-nabi yang memiliki syariat dan merupakan sebuah agama mandiri dan baru. Dalam sebagian riwayat dinyatakan beberapa syarat bagi para Nabi Ulul Azmi sebagaimana berikut ini:

1.     Memiliki seruan global

2.     Memiliki syariat dan agama

3.     Memiliki kitab Ilahi

 

Secara khusus, hanya 5 nabi Ilahi yang memiliki tiga tipologi di atas; artinya di samping seruan dakwahnya bersifat general, mereka juga memiliki syariat dan kitab Ilahi.

Kelima nabi ini adalah Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As dan Muhammad Saw. Dalam beberapa riwayat juga menyebutkan kitab Nabi Nuh As dan Nabi Ibrahim As disebut sebagai Suhuf dan Taurat adalah kitab Nabi Musa, Injil adalah kitab Nabi Isa As dan al-Qur’an adalah kitab Nabi Muhammad Saw.

Jawaban Detil

Redaksi kalimat Ulul Azmi” disebutkan sekali dalam al-Qur’an. Allah Swt berfirman, Maka bersabarlah kamu seperti para rasul Ulul ‘Azm (yang mempunyai keteguhan hati) telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu penyampaian yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Qs. Al-Ahqaf [46]:35) ‘A-za-m bermakna kehendak kuat dan kukuh. Ragib Isfahani dalam al-Mufaradât berkata, “A-za-m bermakna pengambilan keputusan untuk menunaikan sebuah pekerjaan.”[1]

Dalam Lisan al-‘Arab disebutkan, “Para Nabi Ulul Azmi adalah orang-orang yang telah mengambil keputusan untuk menunaikan perintah Tuhan dan commited terhadap keputusan tersebut.[2] Dalam al-Qur’an, azam terkadang bermakna sabar[3] dan terkadang bermakna setia pada janji.[4]

Dalam kitab-kitab tafsir disebutkan, “Mengingat bahwa para nabi pemilik syariat dan ajaran baru. Pemilik syariat dan ajaran baru ini berhadapan dengan banyak kesulitan dan problematika. Untuk menghadapinya, mereka memerlukan azam dan kehendak (irâdah) lebih kuat. Sekelompok nabi ini disebut sebagai Ulul Azmi. Apabila pada sebagian, ‘azam dan azimat ditafsirkan bermakna hukum dan syariat,[5] penafsiran tersebut dilakukan atas alasan yang sama. Lantaran ‘azam secara leksikal tidak disebutkan sebagai bermakna syariat.[6]

Para nabi yang digelari Ulul Azmi merupakan perlambang bahwa mereka memiliki syariat. Dengan kata lain, mereka adalah nabi-nabi yang memiliki agama khusus dan para nabi yang semasa atau belakangan datangnya bertugas untuk menyebarluaskan agama tersebut[7] hingga pada masa datangnya seorang nabi yang membawa ajaran dan syariat baru.

Allah Swt juga dalam al-Qur’an menyinggung pensyariatan agama dan penyampaian syariat tersebut melalui para nabi dan menyebutkan nama empat nabi – selain Nabi Muhammad Saw yang membawa agama pamungkas Ilahi dan pada ayat ini menyebutkan bahwa beliau memiliki agama khusus, Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh. Apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa adalah tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada orang yang kembali kepada-Nya. (Qs. Syura [42]:13)

 

Para Nabi Ulul Azmi dalam Riwayat

Meski sebagian penafsir (mufassir) – pada umumnya non-Syiah – abad-abad pertama Islam memandang para Nabi Ulul Azmi sebagai orang-orang yang bertugas untuk berjihad atau menyampaikan segala mukasyafah mereka, dan dalam menentukan obyek para Nabi Ulul Azmi, mereka menyebutkan Nuh, Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Yusuf, Ayyub atau Ibrahim, Nuh, Hud dan Muhammad Saw,[8] namun sebagian riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum As di samping lebih mendekati pada sisi penamaan Ulul Azmi juga lebih mendekati dalam penjelasan sifat-sifat Ulul Azmi dan penentuan obyeknya.

Sifat-sifat Ulul Azmi yang dijelaskan dalam sebagian riwayat:

1.     Memiliki seruan dakwah global dan universal untuk manusia dan jin.[9]

2.     Memiliki syariat dan agama mandiri dan baru.[10]

3.     Memiliki kitab samawi.[11]

 

Dalam tiga hal ini telah disinggung tiga karakteristik dan tipologi nyata para nabi Ulul Azmi; yaitu seruan dakwah universal, agama dan kitab Ilahi. Dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq As syarat kedua dan ketiga disebutkan berdampingan dan memadai untuk menjawab pertanyaan bagian kedua (mengapa sebagian nabi meski memiliki kitab namun tidak tergolong sebagai Ulul Azmi?).

Imam Ridha As dalam menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya kepadanya bahwa nabi-nabi bagaimana mereka menjadi Ulul Azmi?” Imam Ridha As bersabda, “Karena mereka telah diutus (Nuh, Ibrahim dan sebagainya) dengan kitab dan sebuah syariat khusus.”[12]

Dengan demikian, memiliki kitab merupakan salah satu syarat menjadi nabi-nabi Ulul Azmi. Namun dua syarat penting lainnya juga tetap ada yang pertama seruan dakwah universal untuk seluruh manusia dan jin dan yang kedua memiliki syariat mandiri dan baru.

Harap diperhatikan bahwa syariat mandiri tidak bermakna bahwa sama sekali berbeda dan tidak sesuai dengan syariat nabi-nabi sebelumnya, melainkan bermakna bahwa sesuai dengan tuntutan zaman maka syariat-syariat juga berbeda dan hal ini merupakan sesuatu yang natural. Nabi Daud As kendati memiliki kitab samawi namun kitabnya bukanlah kitab hukum-hukum dan syariat mandiri dan baru. Sebagaimana Nabi Adam As, Syits As dan Idris As juga memiliki kitab namun tidak tergolong sebagai Ulul Azmi.[13]

Dalam beberapa riwayat dijelaskan secara lugas nama-nama para Nabi Ulul Azmi. Diriwayatkan dari Imam Ali bin al-Husain As bahwa beliau bersabda, “Ulul azmi terdiri dari lima orang: Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa As dan Nabi Muhammad Saw.[14] Demikian juga, makna ini diriwayatkan dari Imam Shadiq dan Imam Ridha As.[15] Dalam beberapa riwayat disebutkan “Suhuf” sebagai nama kitab Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim As. Kendati al-Qur’an juga menyebut kitab Nabi Musa As sebagai Suhuf,[16] namun keseluruhannya disebut sebagai Taurat. Kitab Nabi Isa As adalah Injil dan kitab Nabi Muhammad Saw adalah al-Qur’an.

Adapun Avesta yang merupakan kitab agama Soroaster, apakah termasuk kitab samawi Soroaster? Hal ini masih perlu dipertimbangkan. Pada ragam bagian Avesta dijelaskan banyak nukilan Soroaster atau perbincangannya dengan Tuhan atau dengan masyarakat.[17]

Untuk penjelasan lebih jauh silahkan Anda merujuk pada Yasna (bagin terkuno dan terpenting Avesta), pasal 46, ayat-ayat 1-2. Meski sesuai dengan sebagian riwayat, Soraster adalah nabi Ilahi dan memiliki kitab samawi.[18] [IQuest]

 



[1]. Mufradat Raghib, klausa ‘a-za-m. 

[2].  “Wa Ulu al-Azmi min al-Rusul: Alladzina ‘azamu ‘ala Amr Allah fima ‘ahada ilaihim” Lisân al-‘Arab, jil. 12, hal. 399.

[3]. “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang sangat bernilai. (Qs. Syura [42]:43)

[4]. Dan sebelum ini sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Adam, tapi ia lupa (akan janji itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (Qs. Thaha [20]:115)

[5]. Allamah Thabathabai berkata, “Azam yang bermakna azimat yaitu hukum dan syariat telah mendapatkan sokongan riwayat-riwayat Ahlulbait As.” Terjemahan Persia Al-Mizân, jil. 18, hal. 332.

[6]. Tafsir Nemune, jil. 21, hal. 379. 

[7]. Ushûl Aqâid, Mishbah Yazdi, hal. 239.  

[8]. Bihâr al-Anwâr, jil. 11, hal. 35, Cetakan Beirut, Wafa.  

[9].  Ibid, hal. 32. 

[10]. Ibid, hal. 34; ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 1, hal. 149, Bab 101. Ibid, hal. 56.  

[11]. Ibid, hal. 35.

[12]. Ibid, jil. 11, hal. 56.  

[13]. Al-Mizân, jil. 2, hal. 142; Terjemahan Persia al-Mizân, jil. 2, hal. 213.  

[14]. Bihâr al-Anwâr, jil. 11, hal. 32.  

[15]. ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 1, hal. 149, Bab 101.  

[16]. “Sesungguhnya (semua perintah) ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (Qs. Al-A’la [87]:19)

[17]. Robert Hume, Adyân-e Zende Jahân, hal. 278. Demikian juga untuk penjelasan lebih jauh silahkan Anda merujuk pada Yasna bagian terkuno dan terpenting Avesta, Pasal 46, ayat-ayat 1 dan 2.  

[18]. Man Lâ Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 53, Hadis 1678; Safinat al-Bihâr, jil. 4, hal. 346.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa orang-orang Jamal (seperti Aisyah, Thalha, Zubair) mengangkat senjata melawan Imam Ali As?
    10113 تاريخ بزرگان 2009/06/17
    Dengan memperhatikan dokumen-dokumen sejarah, kita akan mengkaji sebab-sebab berkecamuknya perang Jamal dari kedua belah pihak dan kemudian memberikan penilaian atasnya:A.      Sebab-sebab terjadinya perang Jamal dalam pandangan orang-orang Jamal:1.       Dalam penggalan khutbah Aisyah dan Thalha ditegaskan bahwa sebab terpenting berkecamuknya perang Jalam adalah karena ingin menuntut darah Utsman. Di samping itu, ...
  • Apa keyakinan pertama yang harus dimiliki oleh seorang Muslim?
    3487 Teologi Klasik 2009/05/18
    Setiap orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat “asyhadu an lâ ilâha illallâh wa asyhadu anna muhammadan rasûlullâh” menjadi seorang Muslim dan hukum Muslim berlaku baginya: badannya menjadi suci juga anak-anaknya, dan pernikahan serta muamalahnya dengan Muslimin boleh baginya. Konsekuensinya, ia harus mengamalkan kewajiban-kewajiban agama seperti melaksanakan salat, mengerjakan puasa, menyerahkan ...
  • Mengapa diat wanita seperdua diat pria?
    2056 Hukum dan Yurisprudensi 2009/06/08
    Berdasarkan telaah jurisprudensil (fikih) dan historis, “diat” merupakan sebuah masalah ekonomis yang disyariatkan dengan maksud untuk menebus kerugian yang diderita oleh korban. Dari sisi lain, masyarakat ideal yang ingin diwujudkan Islam meletakkan inti kegiatan-kegiatan perekonomian di pundak pria. Artinya dengan satu pandangan universal terhadap tugas-tugas perekonomian pria, kita jumpai bahwa ...
  • Mengapa Syaikh Kulaini Ra tidak memperlihatkan kitab al-Kâfi itu kepada Imam Zaman Ajf?
    3418 Sirah Ulama 2012/03/14
    Terdapat dua pandangan di antara para ulama sehubungan dengan pertanyaan apakah Syaikh Kulaini memperlihatkan kitab al-Kâfi kepada Imam Zaman Ajf atau tidak: Sebagian ulama berpendapat bahwa kitab al-Kâfi telah diperlihatkan kepada Imam Zaman Ajf dan Imam bersabda, “al-Kâfi kâfi lisyiatina” (Kitab al-Kâfi telah mencukupi bagi Syiah kami).[1] Sebagian ulama lainnya berkata kitab ...
  • Apakah Ibnu Taimiyah itu seorang muhaddits (Ahluhadits)?
    2874 Dirayah al-Hadis 2012/07/18
    Gelar muhaddits berbeda dengan Ahluhadits. Muhaddits adalah seseorang yang dalam ilmu hadis berfungsi sebagai media dalam periwayatan atau memiliki kitab mustanad (yang memiliki sandaran standar) dalam hadis. Adapun Ahluhadits adalah sekelompok orang yang memiliki keyakinan khusus dalam pelbagai masalah teologis. Akan tetapi boleh jadi seseorang di samping itu ...
  • Mengapa pusara-pusara suci para Imam Maksum dihiasi dengan kubah emas? Bukankah biaya untuk itu lebih bermanfaat jika didermakan untuk orang-orang miskin?
    2734 Teologi Klasik 2009/12/20
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah Israel adalah nama salah seorang nabi? Apa yang ia haramkan bagi dirinya?
    6304 Tafsir 2012/02/14
    Israel adalah nama Nabi Yakub (Ya’qub) yang merupakan salah satu nabi Ilahi. Ia mengharamkan daging unta dan susu bagi dirinya berdasarkan kemaslahatan tertentu.Pada ayat 93 surah Ali Imran Allah Swt berfirman:"کُلُّ الطَّعامِ کانَ حِلاًّ لِبَنِی إِسْرائِیلَ إِلاَّ ما حَرَّمَ إِسْرائِیلُ عَلى‏ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْراةُ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْراةِ ...
  • Siapakah di antara Imam Maksum As yang membaca doa Faraj?
    3989 Dirayah al-Hadis 2012/02/02
    Kata “fa-ra-j” secara leksikal bermakna “Terlepas dari kesedihan dan kegundahan. Dan  bermakna kelapangan.[1]Dalam literatur-literatur hadis yang menyebutkan doa-doa dan amalan-amalan untuk mencapai fa-ra-j dan kelapangan atas pelbagai urusan juga dengan memperhatikan makna leksikal Faraj ini.Di sini, kami akan mencukupkan dengan menyebut tiga hal dari doa-doa yang disebut sebagai doa Faraj ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    12263 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan temporer ...
  • Apakah Muslim Syiah tidak akan masuk neraka?
    4759 Teologi Klasik 2012/06/12
    Tolak ukur perhitungan di hari kiamat untuk menentukan apakah sesorang layak memasuki surga atu neraka berdasar pada kaidah-kaidah yang telah dijelaskan oleh Allah Swt dalam ayat-ayat suci-Nya. Tuhan tidak mempedulikan faktor perbedaan kelompok, keturunan, dan bangsa dalam hal ini. Tolak ukur utama adalah amal perbuatan manusia; yakni kenikmatan surga adalah ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    168229 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    135276 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    123605 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    96945 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    93324 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    84925 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    76606 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    74162 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    63268 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    54426 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring