Advanced Search
Hits
8273
Tanggal Dimuat: 2009/12/31
Ringkasan Pertanyaan
Apa peran kaum wanita dalam mewujudkan tujuan-tujuan pertahanan negara?
Pertanyaan
Apa peran kaum wanita dalam mewujudkan tujuan-tujuan pertahanan negara terhadap musuh-musuh?
Jawaban Global

Pertahanan terhadap musuh adalah hal fitri dan natural bagi manusia dan seluruh makhluk hidup. Agama Islam malah memberinya nilai sakral dan memerintahkan umat Islam untuk melakukan pertahanan dan bahkan mewajibkan pertahanan tersebut dan juga hal-hal yang berkaitan dengannya; perintah itu pun tak dibedakan baik untuk lelaki maupun perempuan.

Jika arti pertahanan kita batasi hanya pada pertahanan militer, peran perempuan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pertahanan tersebut sangatlah banyak, di antaranya seperti: peran militer untuk berhadapan dengan musuh, dukungan moril untuk para pejuang, bekerja di kantor-kantor pertahanan, perawatan dan pengobatan, jihad keuangan, berkorban dalam menyerahkan orang-orang tercinta untuk berperang, bekerjasama dalam interogasi dan penggeledahan, dan lain sebagainya... jika arti pertahanan itu hanya kita batasi pada pertahanan militer.

Namun hari ini, selain serangan militer dari musuh, mereka juga menyerang pemikiran, ekonomi, budaya, politik dan moral kita. Karena itu, pertahanan tersebut tidak bisa dibatasi pada sisi militer saja, namun lebih luas. Konsekuensinya, peran kaum wanita dalam pertahanan juga lebih luas lagi. Peran wanita sebagai ibu, istri, guru, dan lain sebagainya, adalah peran penting untuk menguatkan pondasi pemikiran, budaya, akidah, ilmu dan seterusnya.

Jawaban Detil

Bertahan atas serangan musuh dan ancaman-ancaman lainnya adalah perkara positif, yang mana manusia secara fitrah, begitu juga makhluk hidup lainnya secara natural, selalu membela hak-haknya. Pertahanan manusia dalam membela diri atas serangan dan bahaya musuh terhadap jiwa, kehormatan, tanah air, harta benda, kesucian, dan keuntungan-keuntungan adalah sikap yang dibenarkan semua agama dan aliran.

Agama Islam juga memberi nilai sakral kepada pertahanan seperti ini dan memerintahkan umat Islam untuk membela dan mempertahankan diri, bahkan mewajibkan pertahanan dan segala yang berkaitan dengannya. Allah Swt dalam Al-Qur'an berfirman: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya." (Qs. Al-Anfal [8]:60)

Perintah tersebut tidak dikhususkan kepada kelompok tertentu, lelaki atau perempuan saja, namun kepada semua umat Islam. Ketika kita berbicara tentang pertahanan, sering kali pikiran kita tertuju pada pertahanan militer. Padahal meskipun kita membatasi arti pertahanan hanya pada pertahanan militer saja, peran kaum wanita pun banyak sekali. Di antaranya adalah:

1. Peran konfrontasi langsung dengan musuh: Tugas pertama wanita dalam pertahanan adalah konfrontasi langsung dengan musuh yang hendak merampas haknya. Misalnya dalam perang Iran-Irak, wanita-wanita Iran pun memperjuangkan tanah airnya dengan menggunakan segala senjata dari yang paling sederhana seperti bom molotov. Mereka memerangi tentara Irak yang melewati kampung-kampung mereka. Namun tak lama kemudian mereka mendapatkan pelatihan militer dan dipersenjatai dengan baik.

2. Dukungan moril: Dukungan psikologis yang diberikan oleh kaum wanita kepada para pejuang sangatlah berguna untuk keberhasilan mereka. Di tahun-tahun perang Iran-Irak, wanita-wanita Iran telah menjalankan tugas ini dengan baik. Imam Khomeini dalam menyanjung mereka berkata: "Berkat dukungan-dukungan moril kaum wanita untuk para pejuang, banyak sekali pekerjaan positif yang telah mereka kerjakan."[1]

3. Bekerja di kantor-kantor pertahanan: Salah satu peran kaum wanita dalam pertahanan adalah menyiapkan pasokan-pasokan yang dibutuhkan oleh para pejuang di medan perang. Kaum wanita Iran dalam perang Iran-Irak telah membuktikan keberhasilan mereka dalam hal ini yang tak dapat terlupakan sepanjang sejarah. Mereka mengatur pasokan kebutuhan makanan dan persenjataan para pejuang dengan semaksimal mungkin.

4. Perawatan dan pengobatan: Karena karakteristik kaum wanita yang penyayang dan berperasaan dalam perawatan dan pengobatan, di seluruh dunia kebanyakan perawat adalah wanita. Perang adalah fenomena berbahaya yang selalu menjatuhkan korban-korban yang harus dirawat sebisa mungkin. Karena itu dibutuhkan tim medik dan perawat yang selalu siaga untuk mengobati pejuang-pejuang yang terluka. Peran kaum wanita dalam hal ini sangat penting sekali.

5. Jihad keuangan: Semua pejuang yang berada di garis depan membutuhkan sokongan keuangan, seperti makanan, pakaian, persenjataan, sarana transportasi, dan lain sebagainya. Semua orang dalam keadaan perang harus memenuhi kebutuhan para pejuang. Banyak sekali wanita dalam Pertahanan Suci di perang Iran-Irak mempersembahkan harta dan perhiasan mereka (yang telah mereka dapatkan dari menabung selama bertahun-tahun) demi terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan perang. Pengorbanan kaum wanita dalam peran Iran-Irak sangat mencengangkan sehingga Imam Khomeini berkali-kali menyinggungnya dengan berkata: "Setiap harinya kita menyaksikan setidaknya seorang wanita yang mempersembahkan satu keping emas hasil usahanya seumur hidup di jalan perang."[2]

6. Pengorbanan: Salah satu peran penting mereka dalam peperangan adalah kerelaan mereka dalam mengorbankan orang-orang tercinta di jalan perang, seperti suami dan anak-anak yang sangat mereka cintai. Begitu pula kesabaran mereka saat mendengar orang-orang tercinta gugur di medan perang. Kaum wanita Iran dalam peran Iran-Irak selain merelakan keberangkatan lelaki-lelaki mereka ke medan perang, saat mendengar kesyahidan mereka, mereka menunjukkan kesabaran yang luar biasa; yang mana sikap itu dapat memberikan dukungan spiritual kepada pejuang-pejuang lainnya. Imam Khumaini berkata: "Wanita-wanita kita bangga kehilangan anak-anaknya gugur di medan perang, dan bahkan berkata bahwa mereka msih punya pemuda-pemuda lain yang dapat dipersembahkan kepada Islam."[3]

7. Kerjasama dalam interogasi dan penggeledahan: Islam adalah agama yang melarang kontak fisik lelaki dengan perempuan non muhrim. Oleh karenanya musuh dapat menyalahgunakan hal itu dengan cara menyusupkan senjata atau informasi melalui orang-orang perempuan karena tak dapat digeledah oleh lelaki Muslim. Di sinilah peran wanita dapat menggagalkan tujuan-tujuan musuh dengan menjadi interogator dan penggeledah khusus. Peran tersebut sangat penting sekali karena lelaki tidak dapat menjalankan tugas itu. Banyak sekali contoh-contoh berkaitan dengan hal ini yang dapat kita saksikan pada wanita-wanita Kurdistan dalam peristiwa perang Iran-Irak.

Namun hari ini, serangan musuh tidak hanya terbatas pada serangan militer saja, namun mungkin saja mereka menyerang kita melalui jalur pemikiran, ekonomi, budaya, politik, etika, dan lain sebagainya. Dengan demikian pertahanan juga diperlukan dalam setiap dimensi itu. Oleh karenanya arti pertahanan hari ini lebih luas dari arti pertahanan militer. Maka karena itu peran wanita pun lebih luas lagi dalam pertahanan ini.

Peran wanita sebagai ibu, istri, guru, dan seterusnya, jelas sangat penting sekali dalam menguatkan pondasi pemikiran, budaya, akidah, ilmu, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan adanya perkembangan ilmu dan teknologi, peran mereka sebagai pimpinan atau sebagai pakar dalam berbagai bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian negara sangatlah penting sekali.

Meskipun dalam dunia militer pun juga begitu, karena perang tidak hanya terbatas pada bentrokan fisik saja, namun juga ada perang intelijen yang dapat dilakoni oleh wanita-wanita handal dalam bidangnya. Berdasarkan pembahasan ini, telah jelas bahwa peran wanita dalam mewujudkan tujuan-tujuan pertahanan tak kurang dari kaum pria. [iQuest]

 


[1]. Shahifah Nur, jil. 14, hal. 230.

[2]. Ibid, jil. 16, hal. 176.

[3]. Ibid, jil. 14, hal. 231.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    224094 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    193275 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    184921 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    155891 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    139085 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    136840 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    136185 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    132887 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    122226 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    89405 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah ...

Jejaring