Advanced Search
Hits
62399
Tanggal Dimuat: 2010/02/28
Ringkasan Pertanyaan
Apakah untuk tidur dan beristirhat harus menghadap kiblat? Bagaimana pula dengan menguburkan jenazah? Apakah juga harus menghadap kiblat?
Pertanyaan
Apakah hal ini ada benarnya bahwa untuk tidur dan beristrahat harus menghadap kiblat? Bagaimana pula dengan menguburkan jenazah? Apakah juga harus menghadap kiblat? Kalau iya tolong jelaskan dalil dan sanadnya?
Jawaban Global

Dalam beberapa riwayat tidur terbagi menjadi empat bagian dan bagian terbaiknya bagi orang beriman adalah tidur di atas pinggul kanan dan menghadap kanan.

Ali As bersabda, “Tidur terbagi menjadi empat jenis: Para nabi tidur terlentang, mata-mata mereka tidak tidur dan menantikan wahyu Ilahi dan orang beriman tidur di atas pinggul kanannya sembari menghadap kiblat. Raja-raja dan anak-anak mereka tidur di atas rusuk kirinya (membelakangi kiblat) sehingga apa yang mereka makan dapat terolah dengan baik. Sedangkan setan dan saudara-saudaranya serta setiap orang gila dan sakit tidur dengan cara telungkup.

Jenazah Menghadap Kiblat di Kubur

Imam Shadiq As bersabda Bara bin Ma’rur Anshari di Madinah dan Rasulullah Saw di Mekkah ketika Bara sedang mengalami sakaratul maut (pada masa ini Rasulullah Saw dan kaum Muslimin salat menghadap ke Baitul Muqaddas) menganjurkan supaya wajahnya di dalam kubur dihadapkan kepada Rasulullah Saw yang berada di Mekkah. Ia juga mewasiatkan sepertiga hartanya dan juga menjalankan sunnah ini; karena itu berdasarkan dalil-dalil lainnya fukaha juga memberikan fatwa bahwa “jenazah harus ditidurkan di atas rusuk kanan (miring ke arah kanan) sedemikian sehingga bagian depan badannya menghadap ke arah kiblat.

Jawaban Detil

Pertanyaan ini dikemukakan dalam dua bagian dan kami juga akan menjawab pertanyaan tersebut dalam dua bagian.

Pada bagian pertama pertanyaan yang dikemukakan adalah tentang tidur dan istirahat menghadap kiblat.

Mengingat bahwa agama Islam merupakan agama terakhir yang diturunkan Allah Swt sebagai petunjuk dan kesempurnaan manusia[1] maka dari itu agama Islam adalah agama sempurna dan menyeluruh.[2] Dengan demikian seluruh kebutuhan umat manusia semenjak kecil hingga besar, mikro dan makro tercakup di dalamnya.[3] Di antara hal yang berbicara tentang tidur dari sudut pandang agama telah dikemukakan hukum-hukum yang tidak bersifat wajib, melainkan sunnah dan dianjurkan yang akan kami singgung sebagian dari riwayat tersebut.

Imam Hadi As bersabda, “Kami Ahlulbait tatkala tidur kami menjaga sepuluh hal: Bersuci, meletakkan tangan kanan di wajah, berucap tiga puluh tiga kali subhanallah, tiga puluh tiga kali alhamdulillah, dan tiga puluh empat kali Allahu Akbar, tidur menghadap kiblat sedemikian seluruh wajah kita menghadap kiblat, membaca surah al-Fatiha, ayat al-kursi dan ayat syahidaLlah...”[4] Barang siapa yang mengamalkan sepuluh hal ini maka ia telah memperoleh manfaat untuk dirinya pada malam itu.

Jenis-jenis Tidur

Dalam beberapa riwayat Syiah, tidur dibagi menjadi empat bagian dan sebaik-baik tidur orang beriman adalah tidur di atas pinggul bagian kanan menghadap kiblat.

Abdullah bin Ahmad bin Amir Thai meriwayatkan dari Imam Ridha As dari datuknya bahwa Husain bin Ali As bersabda, “Ali bin Abi Thalib sedang berada di masjid Kufah ketika seorang dari Syam (Suriah) berdiri dan bertanya kepadanya sebuah pertanyaan. Di antara pertanyaan-pertanyaannya adalah, Katakan kepadaku berapa macamkah tidur itu?” Imam Ali As menjawab, “Tidur terdiri dari empat macam:  “Tidur terbagi menjadi empat jenis: Para nabi tidur terlentang, mata-mata mereka tidak tidur dan menantikan wahyu Ilahi dan orang beriman tidur di atas rusuk kanannya sembari menghadap kiblat. Raja-raja dan anak-anak mereka tidur di atas rusuk kirinya (miring ke kiri membelakangi kiblat) sehingga apa yang mereka makan menjadi dapat terolah dengan baik. Sedangkan setan dan saudara-saudaranya serta setiap orang gila dan sakit tidur dengan telungkup.”[5]

Namun dalam menjawab bagian kedua pertanyaan yaitu menguburkan jenazah menghadap kiblat harus dikatakan bahwa Islam pada seluruh tingkatan hidup manusia semenjak lahir hingga wafatnya dan bahkan untuk menguburkannya dan mengafaninya memiliki hukum-hukum yang akan kita singgung di sini sebagian darinya.

Imam Shadiq as bersabda, “Apabila seseorang sukar dan pelik pada waktu sakaratul maut maka hendaknya ia harus dipindahkan ke tempat salatnya.” Dan pada sebuah hadis lainnya, Imam Shadiq As bersabda, “Apabila seseorang sedang mengalami sakaratul maut dan proses kematiannya sangat susah maka hendaknya ia dipindahkan ke tempat salatnya atau tidurkan di atas sajadah salatnya.”[6]

Terkait dengan menghadapkan seseorang ke arah kiblat tatkala meregang nyawa (sakaratul maut), Imam Shadiq As bersabda, “Apabila salah seorang Syiah sedang berada dalam sakaratul maut maka tariklah kakinya ke arah kiblat dan tutuplah jasadnya.” Demikian juga – tatkala dimandikan, dihadapkan ke kiblat, galikan kuburan dan letakkan papan di atasnya, dalam kondisi kaki dan wajah jenazah menghadap kiblat.”[7]

Sehubungan dengan meletakkan jenazah menghadap kiblat di kubur, terdapat banyak riwayat yang disebutkan dalam kitab Wasâil al-Syiah, sedemikian sehingga memiliki bab tersendiri.  Riwayat-riwayat ini menjelaskan bahwa jenazah sedemikian harus diletakkan dalam kubur sehingga direbahkan pada bagian tangan kanan dan wajahnya dihadapkan ke arah kiblat. Di antara riwayat itu adalah yang berikut ini:

Imam Shadiq As bersabda, “Bara bin Ma’rur Anshari di Madinah dan Rasulullah Saw di Mekkah ketika Bara sedang mengalami sakaratul maut (pada masa ini Rasulullah Saw dan kaum Muslimin salat menghadap ke Baitul Muqaddas) menganjurkan supaya wajahnya di dalam kubur dihadapkan kepada Rasulullah Saw yang berada di Mekkah. Ia juga mewasiatkan sepertiga hartanya dan juga menjalankan sunnah ini;[8] karena itu berdasarkan dalil-dalil lainnya fukaha juga memberikan fatwa bahwa “jenazah harus ditidurkan di rusuk kanan (miring ke kanan) sedemikian sehingga bagian depan badannya menghadap ke arah kiblat. [9] [iQuest]

 


[1]. Dalam hal ini kami persilahkan Anda untuk merujuk pada Indeks, “Kepamungkasan Akhir Risalah,” No. 24874 (site: fa5511) yang terdapat pada site.

[2]. Dalam hal ini kami persilahkan Anda untuk merujuk pada indeks, “Kesempurnaan dan Tidak Berubahnya Agama, No. 781 yamg terdapat pada site.  

[3]. Apabila terjadi masalah-masalah baru, para fakih besar Syiah dengan memanfaatkan prinsip-prinsip universal yang dimiliki, mereka melakukan inferensi hukum dari sumber-sumber agama.

[4]. (Qs. Ali Imran [3]:18)  

[5]. Ustad Wali Husain, Sunan wa Rawesy Raftâri Payâmbar Gerâmi Islâm, hal. 80, Intisyarat-e Payam Azadi, Teheran, Cetakan Ketiga, 1381 S.  

[6]. Syaikh Shaduq, al-Khisâl, jil. 1, hal. 262, Intisyarat Jami’ah Mudarrisin Qum, 1403 H; Syaikh Shaduq, ‘Uyûn Akhbâr al-Ridhâ As, jil. 1, hal. 510, Nasyr Jahan, Teheran, Cetakan Pertama, 1378 S.  

[7]. Kulaini, al-Kâfi, jil. 3, hal. 127, Cetakan Keempat, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 S.  

[8]. Syaikh Hurr ‘Amili, Wasâil al-Syiah, jil. 3, hal. 231, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, 1409 H.  

[9]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini),  jil. 1, hal. 339, Masalah 615.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Doa apa yang harus dibaca supaya menjadi orang kaya?
    70510 Akhlak Praktis
    Seorang beriman pada seluruh dimensi hidupnya harus bekerja sama dengan orang lain dalam interaksi sosial atau berusaha maksimal dalam memperoleh kekayaan legal dan halal. Dalam pada itu, ia harus senantiasa menjalin hubungannya dengan Tuhan atau tidak lalai mengingat Tuhan dan memohon kepada Allah Swt supaya terkabulkan permintaannya. Harap ...
  • Bagaimana cara menguatkan keberanian dan mengurangi amarah yang selain untuk Allah dalam menjalankan tugas amar makruf nahi munkar?
    31942 دستور العمل ها
    Sebagian riwayat menjelaskan wajibnya amar makruf dan nahi munkar secara mutlak dan sebagian riwayat lainnya mensyaratkan “tiadanya ketakutan akan nyawa dan harta.” Jika kita perhatikan kedua macam riwayat tersebut sebenarnya tidak saling bertentangan satu sama lain. Riwayat-riwayat yang mengatakan bahwa tugas amar makruf dan nahi munkar tidak ...
  • Apakah Rasulullah Saw bermuka masam ketika melihat seorang fakir di antara para orang kaya?
    11079 Kemaksuman
    Empat ayat pendahuluan surah ‘Abasa secara umum merupakan penjelas bahwa Allah Swt tengah menegur dan menyalahkan seseorang pada ayat-ayat ini; berdasarkan kronologi ayat ini, di sini orang atau orang-orang kaya dan hartawan lebih memiliki prioritas atas seorang buta yang mencari kebenaran, namun siapakah orang yang tengah dicela dan ...
  • Saya ingin memulai perjalanan menuju Allah Swt (sair ilaLlâh) dengan pikiran dan dzikir. Dari mana harus saya mulai? Bagaimana saya dapat melakukan perbaikan diri?
    9023 Irfan Teoritis
    Irfan adalah sebuah perkara yang tidak terpisah dari agama dan mazhab bahkan merupakan sebuah hakikat dan batin agama. Karena itu, agenda praktis irfan infrastrukturnya tidak lain kecuali syariat. Hanya saja syariat dengan cahaya makrifat irfan akan memperoleh dimensi-dimensi lebih dalam dan seorang salik akan terbimbing ...
  • Mengapa orang-orang menyebut Imam Husain As sebagai Tsârallâh?
    6760 Ziarah Asyura dan Ziarah-ziarah Lainnya
    Tsar di samping bermakna menuntut darah juga bermakna darah yang mengucur. Sesuai dengan makna pertama, Imam Husain As disebut sebagai Tsârallâh karena merupakan wali Darah dan orang yang menuntut darahnya adalah Allah Swt. Namun apabila Tsârallâh dimaknai sebagai darah Tuhan, berdasarkan beberapa dalil ...
  • Apakah mandi selain mandi wajib dapat mencukupi dan menggantikan wudhu?
    11920 Serba-serbi
    Salah satu syarat sah salat adalah kesucian lahir badan dari segala jenis kekotoran dan kenajisan lahir. Apa yang diperoleh dari mandi (biasa) adalah kesucian lahir dari pelbagai kotoran ini. Namun di samping kesucian lahir, di antara syarat lain salat adalah memperoleh kesucian batin yang hanya dapat diperoleh ...
  • Apa makna adagium etika yang berasaskan agama?
    13349 Kalam Jadid
    Pada pembahasan tentang hubungan antara etika dan agama terdapat dua pandangan universal sekaitan dengan paradigma-paradigma nilai-nilai etika sebagaimana berikut:1.    Etika adalah sebuah urusan independen dari agama dan tidak ...
  • Apa makna dan hakikat sabar itu?
    21382 فضایل اخلاقی
    Sabar dalam bahasa berarti mengurung dan meletakkan jiwa dalam keterbatasan dan kesempitan.[1] Begitu pula sabar memiliki arti menahan diri dari menunjukkan kepanikan dan ketidaktenangan.[2] Dalam ilmu Akhlak, tentang kesabaran banyak makna yang dijelaskan: 1. Sabar adalah mendorong diri untuk melakukan amal ...
  • Apa arti dari ijab dan kabul?
    28198 Jual dan Beli
    Untuk melangsungkan setiap perjanjian maka seyogyanya kedua belah pihak yang terlibat perjanjian menyatakan itikad dan kesungguhan dalam setiap perjanjian. Di samping itu, itikad dan kesungguhan ini harus dijelaskan sehingga menjadi terang bahwa ia bermaksud melangsungkan transaksi yang disepakati. Sesuatu yang menjadi indikator itikad dan kesungguhan kedua belah ...
  • Apakah benar bahwa setelah bersin; apabila disebutkan dzikir tertentu Allah Swt akan menciptakan sebuah makhluk yang akan senantiasa beristighfar untuknya hingga hari kiamat?
    5576 Dirayah al-Hadits
    Bersin adalah salah satu reaksi natural badan manusia. Fenomena bersin boleh jadi berlaku pada setiap manusia dan berakhir hingga beberapa waktu; tanpa menyisakan pengaruh spiritual tertentu. Namun Islam dan mazhab Ahlulbait As, dengan sebagian instruksi yang dijelaskan amalan yang sepintas sederhana seperti ini diubah menjadi media untuk ...

Populer Hits