Apa hukumnya melihat (rukyat) hilal dengan teleskop menurut Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar)? - Bank Pertanyaan - Islam Quest – Sentral Rujukan untuk Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Seputar Agama
Advanced Search
Hits
5184
Tanggal Dimuat: 2010/07/25
Ringkasan Pertanyaan
Apa hukumnya melihat (rukyat) hilal dengan teleskop menurut Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar)?
Pertanyaan
Bagaimana fatwa Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar) terkait dengan masalah penetapan hilan dengan teleskop?
Jawaban Global

Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar) dalam menjawab pertanyaan seperti ini berkata, “Rukyat dengan media tidak berbeda dengan rukyat melalui cara biasa dan (rukyat dengan media tersebut) adalah muktabar (dapat dijadikan sebagai sandaran). Kriterianya adalah harus melihat (rukyat). Karena itu rukyat dengan mata, kaca mata atau teleskop dihukumi satu. Adapun pantulan ke komputer dapat disebut rukyat atau tidak adalah bermasalah secara hukum karena tidak jelas keabsahannya.”[1]

Karena itu pijakan dasar fikih Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar) dalam masalah penetapan hilal adalah dibenarkan menggunakan kaca mata, kamera, teleskop untuk menetapkan awal bulan (hilal). [iQuest]

 


[1]. Taudhih al-Masail (al-Muhassya lil Imam al-Khomeini), jil. 1, hal. 986, Pertanyaan 853; Ayatullah Khamenei, Ajwibat al-Istifta’at (edisi Persia), hal. 174

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

Jejaring