Advanced Search
Hits
3987
Tanggal Dimuat: 2012/09/10
Ringkasan Pertanyaan
Apakah kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil dikenal sebagai mukjizat bagi para nabi terdahulu?
Pertanyaan
Apakah kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil dikenal sebagai mukjizat bagi para nabi terdahulu?
Jawaban Global

Kitab para nabi Ilahi; seperti Taurat dan Injil merupakan kitab-kitab samawi yang sangat berharga dan dihormati. Namun demikian tidak terdapat dalil definitif terkait dengan apakah kitab samawi ini merupakan mukjizat, bahkan menurut sebagian literature dapat disimpulkan bahwa kedua kitab samawi ini bukan merupakan mukjizat.

Meski kitab samawi ini bukan merupakan mukjizat namun hal itu tidak mengurangi nilai dan signifikansinya. Karena inti kitab-kitab samawi ini diturunkan oleh Allah Swt dan tentu saja mengandung nilai dan sangat penting.

Demikian juga bahkan apabila kita dapat membuktikan bahwa kitab-kitab samawi ini merupakan mukjizat, kemukjizatannya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat-mukjizat para nabi yang membawa kitab-kitab ini. Dan hal ini berbeda dengan kisah nabi kita Muhammad Saw; dimana dijelaskan bahwa al-Quran merupakan mukjizat asli Nabi Muhammad Saw dan mukjizat-mukjizat beliau lainnya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat al-Quran ini.

Jawaban Detil

Mukjizat merupakan media paling penting dan paling orisinil untuk dapat mengenal para nabi Ilahi.[1] Berbicara tentang mukjizat maka kita berbicara tentang sebuah pembahasan yang alot dan panjang.

Kesesuaian mujizat dengan kondisi ruang dan waktu merupakan faktor terpenting dalam menerima mukjizat. Kondisi ruang dan waktu ini juga berkaitan dengan pembahasan kita dan akan kita bahas bersama.

Namun sebelum mengkaji masalah mukjizat kitab-kitab samawi kiranya kita perlu mengingat beberapa poin berikut:

  1. Pembahasan kita dalam masalah mukjizat kitab-kitab samawi tidak mencakup al-Quran; karena seluruh kaum Muslimin memandang al-Quran sebagai mukjizat Nabi Islam Muhammad Saw dan terdapat selaksa dalil yang menunjukkan hal ini. Karena itu kelanjutan pembahasan adalah berkaitan dengan kitab-kitab samawi yang lainnya.
  2. Para nabi seperti Nabi Musa As, Nabi Isa As dan lain sebagainya yang memiliki kitab banyak mendemonstrasikan mukjizat kepada umatnya dan mereka juga dikenal dengan mukjizat-mukjizat ini; sebagai contoh Nabi Musa As membelah laut merah menjadi dua bagian dan Bani Israel melintas di dalamnya; Nabi Isa As menghidupkan orang mati, Nabi Daud melembutkan besi dan lain sebagainya.
  3. Taurat dan Injil di sisi pengikutnya sebagai dua kitab samawi yang suci dan berharga; mereka meluangkan waktu sepanjang hari menelaah kitab-kitab ini; pada waktu sembahyang mereka membaca bagian-bagiannya. Mereka menafsirkan ayat-ayatnya dan memanfaatkan banyak hal dari ayat-ayat kitab tersebut pada pelbagai pembahasan ilmu-ilmu agama.
  4. Sesuai dengan keyakinan kaum Muslimin, seluruh kitab samawi telah mengalami distorsi kecuali al-Quran. Terdapat penambahan dan pengurangan pada kitab-kitab itu sepanjang perjalanan sejarah. Namun banyak hal yang terkandung dalam Injil dan Taurat juga didukung dalam agama Islam dan bahkan kebanyakan dari hal tersebut juga disebutkan dalam literatur-literatur Islam.

Terkait dengan apakah kitab-kitab samawi para nabi merupakan mukjizat-mukjizat mereka atau tidak? Kita harus berkata bahwa kita tidak memiliki dalil definitif untuk menetapkan bahwa kitab-kitab tersebut merupakan mukjizat bahkan sebagian riwayat menyebutkan bahwa kitab-kitab tersebut bukanlah mukjizat:

Pertama: Ibnu Sikkit meriwayatkan; saya bertanya kepada Imam Musa Kazhim As mengapa Allah Swt mengutus Nabi Musa As dengan tongkat, tangan putih dan mukjizat dalam sihir; mengirim Nabi Isa As dengan mukjizat kedokteran dan Rasululah Saw dengan ucapan dan khutbah?” Imam Musa Kazhim As menjawab, “Sesungguhnya Allah Swt mengutus Nabi Musa As tatkala sihir berkembang di tengah masyarakat dan Allah Swt menampakkan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Melalui jalan ini, Allah Swt ingin menuntaskan hujjah bagi mereka. Dan sesungguhnya Allah Swt mengutus Nabi Isa As tatkala banyak orang menderita sakit dan masyarakat memerlukan ilmu kedokteran yang mujarab. Sehingga dengan demikian, Nabi Isa As melakukan sesuatu dari sisi Allah Swt sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain; Nabi Isa As menghidupkan orang-orang mati, menyembukan penyakit buta bawaan sejak lahir, mengobati penyakit lepra dan menuntaskan hujjah bagi mereka. Sesungguhnya Allah Swt mengutus Muhammad Saw ketika syair yang berkembang pada masanya sehingga Rasulullah Saw membawakan nasihat-nasihat dan hikmah-hikmah dari sisi Allah Swt yang membenamkan ucapan-ucapan mereka dan menuntaskan hujjah bagi mereka.”[2]

Dalam riwayat ini ditegaskan inti kesesuaian mukjizat dengan tuntutan zaman dan dari kandungan riwayat ini dapat disimpulkan bahwa kitab-kitab suci bukan merupakan mukjizat para nabi yang paling unggul.

Kedua: Imam Ridha As dalam sebuah perdebatan dengan para pemimpin agama dari agama-agama lain berkata kepada Ra’s al-Jalut pemimpin agama Yahudi, yang berdalih karena tidak melihat mukjizat-mukjizat Nabi Isa sehingga ia tidak menerima kenabian Nabi Isa As, “Apakah Anda melihat apa yang dibawakan Nabi Musa As sebagai mukjizat?”[3] Pada riwayat ini, Imam Ridha As mengarahkan Ra’s al-Jalut untuk mengakui bahwa ia tidak melihat mukjizat-mukjizat Nabi Musa As padahal terdapat Taurat pada masa itu dan apabila Taurat dipandang sebagai mukjizat maka sudah barang tentu Ra’s al-Jalut akan menjawab pertanyaan Imam Ridha As sementara ia tidak mampu menjawab pertanyaan Imam Ridha As.

Meski kitab-kitab samawi ini bukan sebagai mukjizat namun hal itu tidak menafikan nilai dan pentingnya kitab-kitab samawi ini; karena inti kitab-kitab ini diturunkan dari sisi Allah Swt dan tentu saja sangat bernilai dan penting.

Akhir kata kami ingin mengingatkan bahwa bahkan apabila kita dapat menetapkan bahwa kitab-kitab samawi ini adalah mukjizat maka mukjizat ini tidak begitu menonjol dibandingkan dengan mukjizat-mukjizat para nabi (Nabi Musa dan Nabi Isa As) dan hal ini berbeda dengan kisah nabi kita Muhammad Saw; bahwa al-Quran dijelaskan sebagai mukjizat asli Nabi Islam Muhammad Saw dan mukjizat-mukjizat beliau lainnya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat al-Quran ini. [iQuest]

 


[1]. Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat Pertanyaan 115.  

[2]. Muhammad Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 24, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1407 H.  

[3]. Muhammad bin Ali Ibnu Babewaih, ‘Uyûn Akhbâr al-Ridhâ Alahi al-Salam, jil. 1, hal. 167, Nasyr Jahan, Teheran, Cetakan Pertama, 1378 S.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tolong Anda jelaskan tentang masalah iddah berikut dalil-dalilnya?
    14303 Filsafat Hukum 2011/07/12
    Iddah secara teknis dan terminologis jurisprudensial (fikih) adalah tarabbush (kondisi menanti) syar’i yang harus dijalani wanita setelah talak dan perceraian atau wafat untuk beberapa lama kemudian ia dapat memilih suami yang lain. Jenis-jenis iddah terdiri dari beberapa bagian. 1. Iddah talak. 2. Iddah wafat. 3. Iddah orang yang hilang (mafqud ...
  • Apabila seseorang tidak ada kerisauan akan mengalami penyimpangan seksual apakah ia boleh tidak menikah?
    1472 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/14
    Meski pernikahan memiliki adat dan tradisi tersendiri pada setiap kaum namun Islam sangat menekankan pada pernikahan dan pembentukan institusi keluarga. Signifikansi pernikahan dapat dipahami dengan baik dari sekumpulan ayat dan riwayat. Allah Swt dalam al-Qur’an memerintahkan untuk menikah bagi orang-orang yang masih bujang. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara ...
  • Jika memang Nabi Isa As masih tetap hidup hingga sekarang, lalu mengapa Al-Qur'an menggunakan kata "mematikanmu" dalam ayat-ayatnya?
    8220 Tafsir 2012/07/21
    Sebab timbulnya pertanyaan seperti ini adalah kesalahan sebagian pihak dalam menerjamahkan ayat Al-Qur'an. Oleh karena itu, jika ayat di atas diterjemahkan dengan benar, tidak akan ada pertanyaan seperti ini. Dengan mengkaji Al-Qur'an secara seksama, kita bakal menyadari bahwa kata "tawaffa" dalam Al-Qur'an tidak selalu berarti wafat atau mati, namun juga ...
  • Apa dalil riwayat yang menyatakan bahwa wali fakih itu harus satu?
    1544 System 2012/07/21
    Dalam menjawab pertanyaan seperti ini harus dikatakan bahwa dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang digunakan untuk menetapkan wali fakih tidak dapat digunakan untuk mengukuhkan kesatuan wali fakih. Riwayat-riwayat ini hanya mencukupkan diri dengan menunjukkan kriteria-kriteria dan tidak menyinggung masalah kesatuan dan kejamakan wali fakih. Sebaliknya dua opsi, kesatuan (wahdat) dan kejamakan (ta’addud) ...
  • Apabila para sahabat Rasulullah pasca wafatnya beliau semuanya telah murtad, lalu bagaimana orang-orang murtad seperti Musailamah dan sebagainya, berperang melawan mereka dan mengembalikannya kepada Islam?
    3956 تاريخ بزرگان 2010/04/21
    Kemurtadan para sahabat dalam riwayat-riwayat Ahlusunnah lebih banyak dan riwayat-riwayat yang banyak dan mutawatir, sementara pada literatur-literatur Syiah riwayat-riwayat sahih yang menjelaskan kemurtadan para sahabat tidak lebih dari dua riwayat dan meminjam istilah ilmu hadis, tidak melewati batasan kabar wahid. Karena itu, saudara-saudara Ahlusnnah harus memberikan jawaban terkait dengan kemurtadan ...
  • Apa hukumnya bagi orang yang sedang junub dan haid ketika membaca al-Qur’an?
    2165 Akhlak Praktis 2010/11/11
    Tidak diharamkan bagi seorang junub dan haid membaca al-Qur’an. Hanya saja dimakruhkan bagi seorang junub untuk membaca al-Qur’an lebih dari tujuh ayat dari surah-surah yang tidak ada kewajiban sujud di dalamnya.[1] Demikian juga makruh hukumnya bagi seorang wanita haid membaca al-Qur’an.[2] Wanita yang sedang haid apabila bersenggama dengan suaminya melalui ...
  • Mengapa sejarah yang ditulis oleh sebagian manusia (sarat dengan kesalahan) harus diterima?
    2112 تاريخ کلام 2012/01/21
    Kami tidak menerima model argumentasi seperti ini yang menyatakan bahwa karena sebuah disiplin ilmu yang dirancang dan ditulis oleh manusia dan manusia juga sarat dengan kesalahan, maka kesimpulannya disiplin ilmutersebut tidak dapat diterima. Apabila model argumentasi seperti ini valid dan sahih maka seluruh ilmu dan pengetahuan yang dibuat oleh manusia ...
  • Apa makna leksikal kata Allah itu?
    2518 Teologi Klasik 2011/09/11
    Lafaz jalalah Allah yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Tuhan adalah nama khusus dan yang paling inklusif di antara nama-nama Tuhan. Sayidina Ali As dalam menjelaskan makna Allah, bersabda, “Allah artinya sesembahan yang membuat makhluk terheran dan terhenyak padanya dan mencintai-Nya. Allah adalah sosok yang tertutup dari pandangan mata dan ...
  • Bagaimana pandangan Barat tentang wanita dan kebebasan wanita?
    1099 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/14
    Hari ini, masalah kebebasan wanita merupakan salah satu persoalan sosial yang dianggap penting di Barat. Di sepanjang sejarah, wanita senantiasa berada di bawah dominasi kaum laki-laki, ia senantiasa hidup di sebuah komunitas masyarakat yang hak-hak sosial dan individualnya selalu diinjak-injak dan dijadikan bulan-bulanan serta dilanggar. Bahkan pada sebagian masyarakat, ia ...
  • Apa hukumnya melihat (rukyat) hilal dengan teleskop menurut Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar)?
    1895 Hukum dan Yurisprudensi 2012/08/05
    Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar) dalam menjawab pertanyaan seperti ini berkata, “Rukyat dengan media tidak berbeda dengan rukyat melalui cara biasa dan (rukyat dengan media tersebut) adalah muktabar (dapat dijadikan sebagai sandaran). Kriterianya adalah harus melihat (rukyat). Karena itu rukyat dengan mata, kaca mata atau teleskop dihukumi satu. Adapun pantulan ke ...

Populer Hits

Jejaring