Advanced Search
Hits
6094
Tanggal Dimuat: 2012/09/10
Ringkasan Pertanyaan
Apakah kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil dikenal sebagai mukjizat bagi para nabi terdahulu?
Pertanyaan
Apakah kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil dikenal sebagai mukjizat bagi para nabi terdahulu?
Jawaban Global

Kitab para nabi Ilahi; seperti Taurat dan Injil merupakan kitab-kitab samawi yang sangat berharga dan dihormati. Namun demikian tidak terdapat dalil definitif terkait dengan apakah kitab samawi ini merupakan mukjizat, bahkan menurut sebagian literature dapat disimpulkan bahwa kedua kitab samawi ini bukan merupakan mukjizat.

Meski kitab samawi ini bukan merupakan mukjizat namun hal itu tidak mengurangi nilai dan signifikansinya. Karena inti kitab-kitab samawi ini diturunkan oleh Allah Swt dan tentu saja mengandung nilai dan sangat penting.

Demikian juga bahkan apabila kita dapat membuktikan bahwa kitab-kitab samawi ini merupakan mukjizat, kemukjizatannya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat-mukjizat para nabi yang membawa kitab-kitab ini. Dan hal ini berbeda dengan kisah nabi kita Muhammad Saw; dimana dijelaskan bahwa al-Quran merupakan mukjizat asli Nabi Muhammad Saw dan mukjizat-mukjizat beliau lainnya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat al-Quran ini.

Jawaban Detil

Mukjizat merupakan media paling penting dan paling orisinil untuk dapat mengenal para nabi Ilahi.[1] Berbicara tentang mukjizat maka kita berbicara tentang sebuah pembahasan yang alot dan panjang.

Kesesuaian mujizat dengan kondisi ruang dan waktu merupakan faktor terpenting dalam menerima mukjizat. Kondisi ruang dan waktu ini juga berkaitan dengan pembahasan kita dan akan kita bahas bersama.

Namun sebelum mengkaji masalah mukjizat kitab-kitab samawi kiranya kita perlu mengingat beberapa poin berikut:

  1. Pembahasan kita dalam masalah mukjizat kitab-kitab samawi tidak mencakup al-Quran; karena seluruh kaum Muslimin memandang al-Quran sebagai mukjizat Nabi Islam Muhammad Saw dan terdapat selaksa dalil yang menunjukkan hal ini. Karena itu kelanjutan pembahasan adalah berkaitan dengan kitab-kitab samawi yang lainnya.
  2. Para nabi seperti Nabi Musa As, Nabi Isa As dan lain sebagainya yang memiliki kitab banyak mendemonstrasikan mukjizat kepada umatnya dan mereka juga dikenal dengan mukjizat-mukjizat ini; sebagai contoh Nabi Musa As membelah laut merah menjadi dua bagian dan Bani Israel melintas di dalamnya; Nabi Isa As menghidupkan orang mati, Nabi Daud melembutkan besi dan lain sebagainya.
  3. Taurat dan Injil di sisi pengikutnya sebagai dua kitab samawi yang suci dan berharga; mereka meluangkan waktu sepanjang hari menelaah kitab-kitab ini; pada waktu sembahyang mereka membaca bagian-bagiannya. Mereka menafsirkan ayat-ayatnya dan memanfaatkan banyak hal dari ayat-ayat kitab tersebut pada pelbagai pembahasan ilmu-ilmu agama.
  4. Sesuai dengan keyakinan kaum Muslimin, seluruh kitab samawi telah mengalami distorsi kecuali al-Quran. Terdapat penambahan dan pengurangan pada kitab-kitab itu sepanjang perjalanan sejarah. Namun banyak hal yang terkandung dalam Injil dan Taurat juga didukung dalam agama Islam dan bahkan kebanyakan dari hal tersebut juga disebutkan dalam literatur-literatur Islam.

Terkait dengan apakah kitab-kitab samawi para nabi merupakan mukjizat-mukjizat mereka atau tidak? Kita harus berkata bahwa kita tidak memiliki dalil definitif untuk menetapkan bahwa kitab-kitab tersebut merupakan mukjizat bahkan sebagian riwayat menyebutkan bahwa kitab-kitab tersebut bukanlah mukjizat:

Pertama: Ibnu Sikkit meriwayatkan; saya bertanya kepada Imam Musa Kazhim As mengapa Allah Swt mengutus Nabi Musa As dengan tongkat, tangan putih dan mukjizat dalam sihir; mengirim Nabi Isa As dengan mukjizat kedokteran dan Rasululah Saw dengan ucapan dan khutbah?” Imam Musa Kazhim As menjawab, “Sesungguhnya Allah Swt mengutus Nabi Musa As tatkala sihir berkembang di tengah masyarakat dan Allah Swt menampakkan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Melalui jalan ini, Allah Swt ingin menuntaskan hujjah bagi mereka. Dan sesungguhnya Allah Swt mengutus Nabi Isa As tatkala banyak orang menderita sakit dan masyarakat memerlukan ilmu kedokteran yang mujarab. Sehingga dengan demikian, Nabi Isa As melakukan sesuatu dari sisi Allah Swt sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain; Nabi Isa As menghidupkan orang-orang mati, menyembukan penyakit buta bawaan sejak lahir, mengobati penyakit lepra dan menuntaskan hujjah bagi mereka. Sesungguhnya Allah Swt mengutus Muhammad Saw ketika syair yang berkembang pada masanya sehingga Rasulullah Saw membawakan nasihat-nasihat dan hikmah-hikmah dari sisi Allah Swt yang membenamkan ucapan-ucapan mereka dan menuntaskan hujjah bagi mereka.”[2]

Dalam riwayat ini ditegaskan inti kesesuaian mukjizat dengan tuntutan zaman dan dari kandungan riwayat ini dapat disimpulkan bahwa kitab-kitab suci bukan merupakan mukjizat para nabi yang paling unggul.

Kedua: Imam Ridha As dalam sebuah perdebatan dengan para pemimpin agama dari agama-agama lain berkata kepada Ra’s al-Jalut pemimpin agama Yahudi, yang berdalih karena tidak melihat mukjizat-mukjizat Nabi Isa sehingga ia tidak menerima kenabian Nabi Isa As, “Apakah Anda melihat apa yang dibawakan Nabi Musa As sebagai mukjizat?”[3] Pada riwayat ini, Imam Ridha As mengarahkan Ra’s al-Jalut untuk mengakui bahwa ia tidak melihat mukjizat-mukjizat Nabi Musa As padahal terdapat Taurat pada masa itu dan apabila Taurat dipandang sebagai mukjizat maka sudah barang tentu Ra’s al-Jalut akan menjawab pertanyaan Imam Ridha As sementara ia tidak mampu menjawab pertanyaan Imam Ridha As.

Meski kitab-kitab samawi ini bukan sebagai mukjizat namun hal itu tidak menafikan nilai dan pentingnya kitab-kitab samawi ini; karena inti kitab-kitab ini diturunkan dari sisi Allah Swt dan tentu saja sangat bernilai dan penting.

Akhir kata kami ingin mengingatkan bahwa bahkan apabila kita dapat menetapkan bahwa kitab-kitab samawi ini adalah mukjizat maka mukjizat ini tidak begitu menonjol dibandingkan dengan mukjizat-mukjizat para nabi (Nabi Musa dan Nabi Isa As) dan hal ini berbeda dengan kisah nabi kita Muhammad Saw; bahwa al-Quran dijelaskan sebagai mukjizat asli Nabi Islam Muhammad Saw dan mukjizat-mukjizat beliau lainnya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan mukjizat al-Quran ini. [iQuest]

 


[1]. Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat Pertanyaan 115.  

[2]. Muhammad Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 24, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1407 H.  

[3]. Muhammad bin Ali Ibnu Babewaih, ‘Uyûn Akhbâr al-Ridhâ Alahi al-Salam, jil. 1, hal. 167, Nasyr Jahan, Teheran, Cetakan Pertama, 1378 S.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    156841 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    126430 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    116147 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    89971 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    83879 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    70071 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    68389 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    64621 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    57860 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    48131 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring