Advanced Search
Hits
4705
Tanggal Dimuat: 2013/08/12
Ringkasan Pertanyaan
Apakah makan hingga kenyang akan menyebabkan penyakit kusta?
Pertanyaan
Apakah makan hingga kenyang akan menyebabkan penyakit kusta? Dari Imam Shadiq As diriwayatkan: “Makan kekenyangan akan menyebabkan penyakit kusta”. (Al Kafi 6-269). Apakah dalam ilmu kedokteran hal ini telah dibuktikan?
Jawaban Global
  1. Redaksi riwayat sebenarnya yang dikemukakan dalam pertanyaan adalah:
«عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ (ع) قَالَ الْأَکْلُ عَلَى الشِّبَعِ یُورِثُ الْبَرَصَ»
Diriwayatkan dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Makan dalam kondisi kenyang akan menimbulkan penyakit kusta.”[1]
  1. Sebagaimana yang Anda saksikan riwayat ini berkata bahwa makan dalam kondisi kenyang akan mengakibatkan timbulnya penyakit kusta.
  2. Tentu saja hal ini tidak bermakna bahwa seluruh orang-orang yang lahap makannya akan terjangkiti penyakit kusta; karena kalau begitu betapa banyak orang yang terjangkiti penyakit kusta sementara tidak demikian banyaknya.
  3.  Apa yang ingin dijelaskan dari riwayat ini adalah salah satu adab makan – bahwa manusia ketika ia kenyang dan kantung perutnya tidak lagi tersisa ruang lebih dari itu – maka tidak boleh dipaksakan dan lebih dari kadarnya perut dijejali dengan makanan. Riwayat ini tidak pada tataran menjelaskan kepastian timbulnya penyakit kusta. Boleh jadi banyak makan (atau masih kenyang melahap makanan lainnya) merupakan  salah satu faktor berpengaruh pada munculnya penyakit kusta. Dengan kata lain riwayat ini berada pada tataran ingin menjelaskan bahwa melahap makan ketika masih kenyang akan banyak menimbulkan penyakit. Hal ini juga telah dibuktikan melalui ilmu kedokteran. [iQuest]
 

[1]. Muhammad bin Yakub Kulaini, al-Kâfi, hal. 269, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempatbelas, 1407 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang dimaksud dengan barokaah dalam mempelajari al-Qur’an?
    14291 Ulumul Quran 2012/03/13
    Para ahli linguistik dan penafsir al-Qur'an secara umum, dengan ungkapan yang berbeda-beda, memaknai barokah dengan makna kebaikan dan manfaat yang bersifat tetap dan berterusan. Mereka berkata: Berkah (barokah) artinya tetapnya kebaikan Ilahi pada sesuatu.[1] Barakât adalah kata jamak dari barakat (barokah) aslinya bermakna ...
  • Apa dalilnya kita dapat menggunakan hiriz?
    9359 بیشتر بدانیم 2012/09/05
    Hiriz merupakan bentuk kata tunggal dan jamaknya adalah ahraz. Hiriz secara leksikal bermakna tempat berlindung, tempat kokoh dan kuat, dan segala sesuatu yang menjaga manusia dan manusia datang ke tempat itu untuk berlindung.[1] Hiriz secara teknikal adalah doa-doa yang dengan membacanya atau ...
  • Mengapa Allah Swt sangat membenci perceraian?
    28525 Filsafat Hukum 2012/03/08
    Dengan memperhatikan titik kontras antara pernikahan dan perceraian, untuk menemukan dan mengetahui falsafah kebencian Allah Swt terhadap perceraian, maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah menjelaskan betapa pentingnya pernikahan.[1] Allah Swt dalam Al-Qur’an berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan ...
  • Apakah Aristoteles adalah seorang nabi Allah?
    16558 Sejarah Para Pembesar 2010/07/18
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • apakah ahli waris dapat menerima warisan sebelum sang pemilik warisan meninggal?
    2710 Warisan 2014/04/14
    Setiap orang pada kehidupannya seberapapun dari hartanya dapat memberi kewenangan kepada orang lain dalam kepemilikan hartanya apakah orang itu ahli warisnya atau bukan. Akan tetapi tidak ada satupun dari pemberian tersebut dapat ditihung sebagai harta warisan atau bagian dari warisan; karena persoalan waris, berhubungan hanya ketika seseorang ...
  • Bagaimana pandangan Al-Quran terkait dengan kitab-kitab samawi sebelum Al-Quran?
    10793 Al-Quran 2015/02/04
    Al-Quran sebagai kitab terakhir samwi yang diturunkan kepada Rasulullah Saw yang merupakan penyempurna syariat-syariat yang ada sebelumnya. Dan jelas bahwa kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Injil, Shuhuf Ibrahim, Zabur Daud menyokong dan menegaskan kebenaran Al-Quran serta memandang bahwa ajaran-ajarannya adalah cahaya dan petunjuk dari sisi Allah Swt. ...
  • Dengan memperhatikan bahwa dunia yang kita huni adalah dunia modern dan masanya adalah masa berubah. Apakah agama masih tetap laik pakai? Apa saja yang dapat dilakukan oleh agama?
    4454 Kalam Jadid 2011/05/21
    Pertanyaan ini dapat dijawab dengan dua tinjauan. Pertama tinjauan teoritis dan kedua tinjauan praktis. A.            Dari sudut pandang teoritis, jawaban yang kami suguhkan bersifat ringkas bahwa manusia memiliki dua dimensi; dimensi material dan dimensi ...
  • Apa hukumnya melakukan aktivitas pada partai-partai yang ada dalam negeri?
    4793 نقش احزاب و نهادهای مدنی 2012/06/30
    Mengingat bahwa keberadaan partai-partai positif memiliki motivasi-motivasi dan tujuan-tujuan seperti keadilan sosial, kontrol atas kinerja eksekutif, memberikan corak dan arahan atas pemikiran masyarakat dan lain sebagainya; aktivitas-aktivitas dalam partai-partai dan berpartai dengan syarat-syarat tertentu tentu saja mendapat sokongan Islam, Konstitusi (pasal 26) dan Pemimpin Agung Revolusi Islam ...
  • Mengapa Ka’bah tetap tersingkap meski telah dilakukan renovasi berulang kali? Apakah terdapat dalil atas kejadian ini?
    17937 Serba-serbi 2012/09/03
    Sejarah dan literatur-literatur Islam menyatakan kepada kita bahwa Kabah didirikan oleh Nabi Adam As kemudian mengalami kerusakan pada peristiwa taufan Nabi Nuh As dan lalu dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim Khalil As. Setelah Nabi Ibrahim As, sebuah kaum Arab Jarham membangun Kabah namun perjalanan waktu yang kembali ...
  • Dapatkah Anda menyebutkan tentang kisah Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As berdasarkan al-Quran dan Taurat?
    8644 Sifat-sifat dan Kehidupan Para Nabi 2015/05/28
    Hajar seorang budak perempuan Mesir yang setelah melalui beberapa peristiwa dihadiahkan kepada Sarah. Hajar adalah pelayan Sarah. Kira-kira berdasarkan seluruh laporan sejarah, budak perempuan ini awalnya adalah penduduk Mesir. Dengan berlalunya beberapa tahun, Sarah tidak melahirkan seorang anak pun untuk Nabi Ibrahim oleh itu ia menghadiahkan Hajar kepada Nabi ...

Populer Hits

Jejaring