Advanced Search
Hits
2061
Tanggal Dimuat: 2017/08/09
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana cara dan ciri-ciri salat Nabi Muhammad Saw?
Pertanyaan
Apakah terdapat hadis yang menjelaskan tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw mengerjakan salat?
Jawaban Global
Dalam riwayat diisyaratkan tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw mengerjakan salat, di antaranya:
1.             Imam Ali As: “Rasulullah Saw mengangkat tangan beliau hingga setinggi telinga ketika mengucapkan takbiratul ikhram dan bertakbir ketika akan rukuk dan juga ketika mengangkat kepalanya dari rukuk.”[1]
2.             Imam Ali As: “Setiap kali Rasulullah Saw melaksanakan salat dan menguap maka beliau meletakkan tangan kanannya di depan mulutnya.”[2]
3.             Imam Ali As menuliskan kepada Muhammad bin Abu Bakar: “Hati-hatilah dalam rukuk dan sujudmu karena Rasulullah yang melaksanakan salat secara sempurna dari semua orang dan selalu lebih baik dari pada orang lain dalam salatnya, ketika dalam keadaan rukuk beliau mengucapkan «سبحان ربّى العظیم و بحمده» sebanyak tiga kali dan ketika beliau sujud, beliau membaca: «سبحان ربّى الاعلى و بحمده» [3]
4.             Ketika beliau bangun dari ruku mengucapkan:
«سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ اللّهُمّ لَکَ الْحَمْدُ مِلْ‏ءَ سَمَاوَاتِکَ وَ مِلْ‏ءَ أَرْضِکَ وَ مِلْ‏ءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَیْ‏»   
“Allah Swt mendengar orang yang memuji-Nya dan mengabulkan (permohonannya) Allahummah! Segala puji bagi-Mu sepenuh langit-langit dan bumi, dan sebanyak apa pun yang Engkau inginkan.” [4] 
5.             Imam Baqir As: “Rasulullah Saw dalam salatnya membaca ‘Bismillahir Rahmani Rahim’ secara jahr/keras dan mengeraskan suara itu.[5]
6.             Imam Baqir As: Dua orang dari sahabat Nabi Muhammad Saw berselisih paham tentang bagaimana beliau melaksanakan salat. Untuk mencari titik terangnya maka mereka menulis surat kepada Ubai bin Ka’ab tentang berapa kali Rasulullah berhenti sejenak dalam salatnya. Ia dalam menjawab surat: Rasulullah Saw dalam qiraat berhenti sejenak di antara dua tempat. Salah satunya setelah selesai membaca surah al-Fatihah dan yang lainnya setelah selesainya surah.[6]
7.             Imam Shadiq As: Rasulullah Saw ketika melaksanakan salat Subuh membaca surah-surah seperti: “Amma Yatasa alun, Hal Ata ka hadtsul Ghasyiyah, La Uqsimu biyaumil Qiyamah dan lainnya. Ketika salat Dhuhur membaca surah-surah: Sabbihisma Rabbika, Wa Sysyamsi wa Dhuhaha, Hal Ata ka Haditsul Ghasyiyah dan lainnya. Ketika salat Maghrib membaca surah-surah yang lebih pendek: Qul Huwallahu Ahad, Idza jaa Nashrullah wal Fath dan Idza dzullilatil. Dan ketika salat Isya membaca surah-surah yang dibaca ketika salat Dhuhur.[7]
Hisyam bin Hakam berkata: Aku bertanya kepada Imam Kadzim As: Mengapa dalam ruku mengucapkan «سبحان ربّى العظیم و بحمده» dan ketika sujud mengucapkan:
«سبحان ربّى الاعلى و بحمده»
Imam Kadzim As menjawab: Wahai Hisyam! Ketika Rasulullah dibawa ke mikraj dan salat di sana, beliau teringat akan kebesaran Allah Swt yang beliau lihat pada malam itu, badan Nabi Saw bergetar dan tanpa disadarinya beliau ruku dan membaca:
«سبحان ربّى العظیم و بحمده»
dan ketika bangun dari ruku, beliau menyadari bahwa beliau sedang menuju Tuhan dan berada di tempat yang lebih tinggi dari pada sebelumnya dan (karena takut akan kebesaran Allah Swt) maka beliau bersujud dan membaca:
«سبحان ربّى الاعلى و بحمده»
ketika beliau membaca dzikir ini sebanyak tujuh kali maka rasa takutnya hilang dari diri beliau.[8]
8.             Abu Sa’id Khudri berkata: Rasulullah Saw sebelum menyibukkan dengan qiraat membaca:«أعوذ بالله من الشیطان الرجیم»[9]
9.             Bara bin ‘Azib berkata: Rasulullah Saw tidak pernah mengerjakan salat fardhu tanpa membaca qunut.[10]
Muhammad bin Musalamah berkata: Ketika sujud, Rasulullah Saw membaca:
«اللَّهُمَّ لَکَ سَجَدْتُ، وَ بِکَ آمَنْتُ، وَ لَکَ أَسْلَمْت‏، سَجَدَ وَجْهِی‏ لِلَّذِی خَلَقَه‏ و صَوَّرَه،
 وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَ بَصَرَه‏، فَتَبَارَکَ اللهُ أَحْسَنُ الْخالِقِین‏»
“Allahummah! Aku bersujud pada-Mu, dan beriman kepada-Mu, dan berserah diri kepada-Mu. Wajah (dan hakikat)ku bersujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, menyingkap mata dan telinga. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” [11] [iQuest]
 
Untuk telaah lebih jauh kami persilahkan Anda untuk mempelajari indeks berikut ini:
Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, Pertanyaan 26986.
Cara Nabi Muhammad dan Para Imam As ketika menjama salat Dhuhur dan Ashar, Pertanyaan 3216.
Pensyariatan Salat Qadha pada Zaman Nabi Muhammad Saw, pertanyaan 27169.

[1] Ibnu Hayun Maghribi, Nu’man bin Muhammad, Da’āim al-Islām wa Dzikra al-Halāl wa al-Harām wa al-Qadhāyā wa al-Ahkām, jil. 1, hal. 162, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, cet. 2, 1385.
[2] Muhammad Nuri, Husain, Mustadrak al-Wasāil wa Mustanbath al-Masāil, jil. 5, hal. 416, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, Cet. 1, 1408 H.
[3] Tsaqafi, Ibrahim bin Sa’id bin Hilal, Al-Ghārāt aw al-Istighfār wa al-Ghārāt, Periset: Muhadits, Jalaluddin, jil. 1, hal. 246-247, Tehran, Anjuman Atsar Meli, cet. 1, 1395 H.
[4] Ibid, hal. 246.
[5] ‘Ayasyi, Muhammad bin Mas’ud, Al-Tafsir, jil. 1, hal. 20, Tehran, Al-Mathbu’ah al-Ilmiyah, cet. 1, 1380 H.
[6] Thusi, Muhammad bin Hasan, Tahdzib al-Ahkām, jil. 2, hal. 20 Tehran, Al-Mathbu’ah al-Ilmiyah, cet. 1 1380 H.
[7] Ibid, hal. 95-96.
[8] Syaikh Shaduq, Ilal al-Syarāyi’, jil. 2, hal. 332-333, Qum, Kitab Furusyi Dawari, cet. 1, hal. 1380.
[9] Syaikh Hurr Amili, Wasāil Syiah, jil. 6, hal. 135, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, cet. 1, 1409 H.
[10]. Ibnu Abi Jumhur, Muhammad bin Zainuddin, ‘Awali al-Laāli al-‘Azizah fi al-Ahādits al-Diniyah, jil.2, hal. 42, Qum, Dar Sayidus Syuhada li-Nasyr, cet. 1, 1405 H.
[11] Salehi Damisyqi, Muhammad bin Yusuf, Sabl al-Huda wa al-Risyād fi Sirah Khair al-Ibād, jil. 8, hal 146, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, cet. 1. 1414 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang dimaksud dengan hadis rafa’?
    8078 مبانی فقهی و اصولی 2015/05/03
    Hadis rafa’ adalah judul dari dua hadis Nabi Muhammad Saw. Pertama mengandung gugurnya taklif dan segala konsekuensinya atau hilangnya pengaruh wadh’i atau taklif sebagian amalan mukallaf dalam agama Islam dalam kondisi khusus. Kedua, mencakup penafian taklif atau penafian sebagian hukum dari orang-orang tertentu. Hadis pertama dengan sedikit ...
  • Siapakah di antara marja’ taklid yang memandang bahwa cat kuku itu bukan halangan wudhu?
    4250 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/04
    Seluruh marja’ agung taklid sehubungan dengan syarat-syarat wudhu menyatakan, “Salah satu syarat benarnya wudhu adalah tiadanya halangan yang merintangi sampainya air ke anggota badan yang harus dibasuh atau diusap ketika berwudhu. Karena itu, sebelum berwudhu segala halangan yang merintangi sampainya air ke anggota badan yang harus dibasuh atau diusap ...
  • Bagaimanakah pandangan Rasulullah Saw terkait dengan adab memberikan hadiah kepada orang lain?
    10187 Akhlak Praktis 2012/04/10
    Memberikan hadiah dan menerima hadiah merupakan salah satu sunnah dan sirah amaliah Rasulullah Saw. Namun sesuai dengan riwayat yang dikutip dari Rasulullah Saw, perbuatan ini tidak boleh disertai dengan kesusahan bagi diri sendiri dan orang lain; karena tujuan dari perbuatan ini adalah menciptakan kecintaan dan keharmonisan, apabila ...
  • Apa hukumnya apabila permen karet Orbit memiliki kandungan babi?
    4270 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/13
    Telah dilakukan beberapa penelitian dalam masalah ini. Namun kami belum menemukan nara sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan yang menyokong pertanyaan Anda di atas terkait dengan kandungan babi pada permen karet Orbit. Perlu untuk disebutkan bahwa syariat suci Islam memandang sesuatu najis tatkala terdapat keyakinan terhadap kenajisannya.
  • Apakah air seni (kencing) anak laki-laki yang masih menyusui itu najis?
    12321 Hukum dan Yurisprudensi 2011/05/21
    Masalah yang Anda singgung disebutkan dalam kitab-kitab fikih sebagaimana berikut, “Apabila sesuatu menjadi najis karena terkena air seni (kencing) anak laki-laki yang masih menyusui dan belum makan (sebagaimana pada umumnya manusia) serta tidak meminum susu babi,maka apabila air disiramkan sekali pada benda tersebut dan mengenai pada seluruh ...
  • Apakah kemiskinan eksistensial adalah kriteria kebutuhan akibat kepada sebab pelaku? Atau sebab final telah mencukupi? Mengapa konsep-konsep filosofis tidak memiliki genus dan differentia?
    6269 Filsafat Islam 2011/12/21
    Memperhatikan beberapa poin berikut ini dalam membantu Anda dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan Anda: 1.             Karena kembalinya seluruh sebab berujung pada sebab nominatif (fa’ili). Dalam masalah ini tidak terdapat perbedaan antara sebab final dan sebab nominatif. 2.
  • Di antara ragam model cinta, cinta model manakah yang benar dalam pandangan Islam?
    11395 Irfan Teoritis 2012/04/15
    Para filosof dan arif membagi cinta (isyq) dalam beberapa bagian beragam. Namun dalam sebuah klasifikasi global cinta terbagi menjadi dua bagian: Cinta hakiki (sejati) yaitu cinta kepada Allah Swt, sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Cinta majasi (kiasan). Jenis cinta ini skopnya sangat luas dan dapat dikatakan ...
  • Mengapa manusia tidak boleh melenyapkan nikmat kehidupan bagi dirinya?
    5565 Akhlak Praktis 2010/01/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah perbedaan antara akhlak dan ilmu akhlak?
    24546 معیار شناسی (دین و اخلاق) 2015/05/20
    Akhlak secara leksikal adalah bentuk jamak kata khulq yang berarti perangai, tabiat, perilakum, karakter, entah karakter itu merupakan karakter yang baik ataupun buruk. Ulama akhlak dan filosof menjelaskan berbagai definisi tentang akhlak. Di antara definisi-definisi yang dikemukakan oleh mereka dapat diringkas sebagai berikut: Akhlak adalah kualitas ...
  • Mengapa Ahlulbait As hanya dikhusukan untuk beberapa orang saja?
    7664 Teologi Lama 2009/09/22
    Dalil pokok pengkhususan Ahlulbait pada lima orang Âli Aba yaitu Nabi Saw, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain (Alaihimussalam) adalah riwayat-riwayat yang dinukil oleh para ahli hadis (muhaddits) dan ulama baik dari kalangan Syiah atau pun dari Ahlusunnah sedemikian sehingga riwayat tersebut dinukil lebih dari 70 referensi Ahlusunnah yang terkenal. Referensi ...

Populer Hits