Advanced Search
Hits
151003
Tanggal Dimuat: 2009/11/15
Ringkasan Pertanyaan
Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
Pertanyaan
Saya mengalami problem, yakni suka mempraktikkan onani. Apakah perbuatan yang saya lakukan itu termasuk sebagai dosa besar? Apakah ada solusi untuk dapat keluar dari problem ini? Salah seorang teman berkata bahwa menjalin hubungan (pacaran) dengan seorang gadis non-mahram dan tiada hubungan nasab dengannya adalah lebih baik ketimbang melakukan onani. Apakah perkataan ini benar adanya? Tolong Anda jawab pertanyaan saya dan selamatkan saya dari problema ini.
Jawaban Global

Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.

Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya tersendiri, sebagaimana telah dijelaskan di dalam risalah-risalah fikih. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi melalui pernikahan, maka alternatif lain yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga, berpuasa dan menyibukkan diri supaya tidak menganggur. Kebiasaan buruk ini harus diperangi sehingga masyarakat dapat diselamatkan dari pelbagai penderitaan jasmani, mental dan spiritual yang dapat menimpa sebagai akibat dari perbuatan buruk dan keji ini.

Memilih hubungan seksual dengan selain istri, baik istri daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara), apa pun bentuknya adalah haram. Kendati perbuatan dosa ini - dengan pelbagai bentuknya yang beragam -  memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda, akan tetapi menghindar dari perbuatan-perbuatan dosa yang lebih buruk (worst), tidak bisa dijadikan pembenaran untuk dapat melakukan dosa-dosa yang lebih ringan.

 


[1]. Dosa ini digolongkan sederajat dengan zina. Wasâil al-Syiah, jil. 20, hal. 352.

Jawaban Detil

Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang disebut sebagai istimnâ (onani) dalam teks-teks agama, hukumnya adalah haram. Istimna yaitu seseorang melakukan sebuah perbuatan sehingga keluar mani (sperma) darinya. Perbuatan ini boleh jadi dilakukan dengan cara menyentuh badannya sendiri, memandang gambar-gambar yang mendatangkan syahwat (foto, film dan sebagainya) atau membaca buku-buku yang membangkitkan syahwat (kisah, roman dan sebagianya), atau mendengarkan hal-hal yang mengundang syahwat (kaset, telepon dan sebagainya) atau berpikir dan berkhayal tentang hal-hal sensual yang dilakukan dengan maksud ingin mengeluarkan mani yang kesemua ini merupakan perbuatan haram dan tergolong sebagai dosa besar.

Jalan terbaik untuk dapat keluar dari praktik onani (istimna) adalah menikah secara syar'I, baik menikah secara da’im ataupun mut’ah. Dan hal itu dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuannya sendiri sebagaimana yang dijelaskan di dalam risalah-risalah dan kitab-kitab fikih. Apabila dengan menikah juga tidak mampu mengeluarkan pelakunya dari perbuatan haram ini, maka dengan bertawakkal kepada Allah Swt Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1.     Untuk meninggalkan perbuatan ini Anda harus serius mengambil keputusan.

2.     Menghindar diri dari menyaksikan pelbagai jenis foto dan film sensual yang bisa membangkitkan syahwat.

3.     Berhati-hati dalam memilih teman. Anda harus memilih teman yang tidak mengajak Anda kepada perbuatan-perbuatan seperti ini. Demikian juga menjauh dari bergaul dengan teman-teman lawan jenis.

4.     Menghindar dari berkhayal dan berusahalah untuk senantiasa aktif dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berguna (membaca, menelaah buku-buku non-sensual, berolahraga dan sebagainya). Dan ingatlah bahwa menganggur itu, apabila tidak dihindari, merupakan masalah yang dapat mengkondisikan Anda untuk melakukan berbagai perbuatan buruk.

5.     Berusahalah sedapat mungkin untuk tidak menyendiri di suatu tempat.

6.     Berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan menguatkan kehendak sangat bermanfaat untuk Anda.

Apabila Anda tidak dapat berpuasa, berusahalah untuk tidak makan banyak atau usahakan kantung perut Anda tidak penuh tatkala Anda tidur.

7.     Hindarilah memakan makanan-makanan yang menstimulasi syahwat seperti pisang, coklat, kurma, ara, cabe, telur, daging merah, makanan yang berlemak dan sebagainya.

8.     Senantiasa menjaga jangan sampai kista Anda kosong.

9.     Membaca buku setiap malam sebelum tidur dan tidak tidur secara telungkup.

 

Memilih hubungan seksual dengan selain istri, baik istri da’im ataupun mut’ah, bagaimanapun bentuknya adalah haram. Kendati perbuatan dosa ini dengan ragam modelnya, memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda,[1] misalnya dosa zina adalah lebih berat dari mencium non-mahram, akan tetapi dosa-dosa yang lebih buruk itu tidak bisa dijadikan pembenar bagi seseorang untuk melakukan dosa yang lebih ringan.[]

 



[1]. Pada sebagian bentuk memiliki hukuman (had) syar'i dan sebagian bentuk lainnnya dihukum cambuk.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah kulit-kulit yang diimpor dari negara-negara asing (non-Muslim) itu najis?
    4913 Hukum dan Yurisprudensi
    Tulisan-tulisan asing yang tertera di atas meubel atau furniture di setiap tempat dan di setiap negara tidak dapat mejadi dalil bahwa barang tersebut adalah barang impor atau barang tersebut diproduksi oleh negara non-Muslim. Anda dalam hal ini tidak boleh bersikap was-was. Terjangkiti was-was adalah sejenis penyakit mental ...
  • Bagaimana cara mendidik orang yang tak beradab?
    14307 Akhlak Praktis
    Keberadaban adalah suatu sikap tertentu; sikap yang baik terhadap orang-orang yang berada di sekitar (baik besar, kecil, orang yang dikenal ataupun orang asing), yang tumbuh dari pendidikan yang benar. Tanda-tanda orang yang beradab di antaranya seperti: hidup secara rasional, berbicara santun, bersikap tenang, dan lain sebagainya. Sedangkan ...
  • Orang-orang yang tidak mengerjakan shalat apakah pasti mereka akan memasuki neraka? Meski apabila ia banyak melakukan perbuatan-perbuatan baik?
    26769 Teologi Lama
    Sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, shalat merupakan aktivitas ritual pertama dan utama di antara amalan-amalan agama. Apabila manusia diterima shalatnya, maka amalan-amalan ibadah lainnya juga akan diterima. Dari satu sisi, sesuai dengan ungkapan lugas ayat-ayat al-Qur’an, barang siapa yang mengerjakan sebiji atom amal kebaikan maka ia ...
  • Apa pendapat Ibnu Bajjah tentang Ruh Mutlak?
    8371 Mengenal Beberapa Pendapat
    Ibnu Bajjah, Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin Al-Dhai’ Al-Tujibi yang dikenal dengan Ibnu Bajah (Avempace) sang filsuf, adalah seorang alim, penyair dan pengamat politik di Andalusia. Baje dalam bahasa orang-orang Andalus berarti perak. Diperkirakan ayahnya adalah seorang ahli emas. Ia dilahirkan di Saragosa, namun tidak diketahui ...
  • Apa gerakan substansial itu (al-harakah al-jauhariyah) dan bagaimana perannya dalam kehidupan keseharian manusia?
    15698 Filsafat Islam
    Yang dimaksud dengan gerakan (harâkah) adalah keluarnya sesuatu secara gradual dari alam potensi menuju alam aktual. Dan yang dimaksud dengan jauhar (substansi) adalah kuiditas yang tidak memerlukan obyek tatkala mewujud di dunia eksternal. Berbeda dengan 'aradh (aksiden) yang memerlukan obyek tatkala mewujud di dunia luaran. Seperti warna ...
  • Apakah dapat menggunakan syair-syair, kisah-kisah, gambar-gambar dan lain sebagainya dalam upaya meningkatkan hubungan seksual dengan istri?
    3896 Sebagian Hukum
    Sehubungan dengan masalah ini, menggunakan syair dan roman pada dasarnya (misalnya tidak menyebabkan gunjingan atau membuat orang lain malu) tidak ada masalah. Kebanyakan Marja Agung Taklid memandang tidak boleh menyaksikan gambar-gambar dan film-film porno. Akan tetapi sebagian fakih,[1] meski memfatwakan ihtiyâth supaya menghindari menonton ...
  • Apakah memikirkan wanita lain selain istrinya ketika berhubungan badan akan menyebabkan cacat mental atau jasmani bagi anak?
    5722 دستور العمل ها
    Manusia adalah entitas yang dipengaruhi oleh akhlak, perilaku, bahkan niat yang ia bangun dari dalam akan berpengaruh pada bentuk jasmani dan ruhaninya, sedemikian sehingga terkadang pengaruh dirinya sendiri lebih kuat dan berpengaruh juga kepada orang-orang yang ada hubungannya dengannya dan orang-orang yang dekat dengannya. Di antara yang ...
  • Bagaimana pandangan Islam terkait dengan asuransi?
    14531 Tafsir
    Asuransi atau pertanggungan adalah sejenis perjanjian dan ikrar antara dua orang baik ia sebagai pribadi (personal) atau mewakili lembaga (korporate) yang mana seorang atau lembaga penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan ...
  • Apakah hakikat hadis dhaif itu? bolehkah kita berpegang pada hadis dhaif?
    28972 Dirayah al-Hadits
    Di antara ulama terdahulu (qudama) Syiah; yaitu hingga sebelum Ahmad bin Musa bin Thawus Hilli (abad ketujuh) semasa dengan Muhaqqiq Hilli dan penyusun kitab “Hal al-Isykâl fi Ma’rifat al-Rijâl” (Jamaluddin Sayid Ahmad Ibnu Thawus Hilli) yang mengemuka hanyalah satu terma dan terma itu adalah klasifikasi hadis menjadi ...
  • Bagaimana perbedaan (perkembangan) sebelum baligh dan sesudah baligh (secara syari\'at)?
    4801 Serba-serbi
    Perkembangan manusia dibagi menjadi beberapa periode dan setiap periode memiliki karakteristiknya masing-masing. Kebanyakan setiap periode berbeda dengan periode-periode sebelumnya. Periode sebelum masuknya masa baligh dan setelah baligh juga memiliki karakteristik-karakteristik tersendiri dalam perkembangan jasmani dan rohani setiap orang. Berikut ini akan disebutkan beberapa perbedaan penting antara periode ...

Populer Hits