Hits
2816
Tanggal Dimuat: 2015/05/03
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa para marja tidak bertanya kepada para anggota DPR dan para calon presiden mengapa Anda hanya melontarkan janji-janji dalam kampanye. Para anggota DPR dan calon presiden harus ditanya mengapa pada setiap posisi dan jabatan yang diduduki, sampai sekarang ini mereka tidak bekerja (maksimal) untuk rakyat. Untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya, dalam masa kampanye, mereka mengobral janji-janji kepada rakyat entah itu dengan berdusta, bersikap pamer untuk mengecoh rakyat supaya memberikan suaranya kepadanya? Mengapa tidak ada pertanyaan-pertanyaan seperti ini dari para marja? Untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dari masyarakat para calon anggota DPR atau calon presiden rela bersumpah dengan al-Quran untuk mencapai tujuan ini lalu melupakan janji-janji mereka untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat?
Pertanyaan
Mengapa para marja tidak bertanya kepada para anggota DPR dan para calon presiden mengapa Anda hanya melontarkan janji-janji dalam kampanye. Para anggota DPR dan calon presiden harus ditanya mengapa pada setiap posisi dan jabatan yang diduduki, sampai sekarang ini mereka tidak bekerja (maksimal) untuk rakyat. Untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya, dalam masa kampanye, mereka mengobral janji-janji kepada rakyat entah itu dengan berdusta, bersikap pamer untuk mengecoh rakyat supaya memberikan suaranya kepadanya? Mengapa tidak ada pertanyaan-pertanyaan seperti ini dari para marja? Untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dari masyarakat para calon anggota DPR atau calon presiden rela bersumpah dengan al-Quran untuk mencapai tujuan ini lalu melupakan janji-janji mereka untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat?
Jawaban Global
Pengguna Site Islam Quest Yang Budiman
  1. Tentu tidak demikian bahwa ulama dan kaum agamawan tidak peduli dan tidak menunaikan tugas mereka atas kemungkaran dan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Bahkan sebaliknya, ulama dan agamawan senantiasa berdiri menentang kemungkaran dan berusaha mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Mereka acapkali memprotes kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan dengan kemaslahatan dan kepentingan masyarakat. Mereka mengkritisi kebijakan-kebijakan dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan.
Namun harap diperhatikan bahwa amar makruf dan nahi mungkar memiliki syarat-syarat yang harus dijalankan dengan seksama sebagaimmana yang disebutkan dalam kitab-kitab fikih para marja taklid. Salah satu syarat amar makruf dan nahi mungkar itu adalah adanya kemungkinan pengaruh atas protes yang disampaikan dan nahi mungkar yang dilakukan. Karena itu, apabila tidak berpengaruh maka tugas nahi mungkar tidak wajib dilaksanakan. Apabila kita mengamati sejarah kehidupan para nabi dan para imam As, kita lihat bahwa pada masa mereka juga terdapat orang-orang yang tidak mendengarkan saran dan amaran mereka. Dalam kondisi seperti ini, apakah dapat dikatakan bahwa para nabi dan imam As telah mengentengkan tugas-tugas dakwah dan risalah mereka? Tentu tidak ada orang yang berakal sehat akan menyampaikan pertanyaan seperti ini dan menerima perkataan ini.
  1. Masyarakat dan para pejabat pemerintahan memikul tugas syariat sehingga dimanapun mereka berada dan apa pun jabatan yang mereka emban maka mereka harus menunaikan tugas-tugasnya dengan baik dan tidak mengentengkan tugas-tugasnya sekecil apa pun itu. Namun apabila mereka mengetengkan tugas yang diemban dan boleh jadi melakukan tindakan zalim serta menyalah gunakan uang baitulmal atau menipu masyarakat, maka yang memiliki wewenang untuk menindak mereka adalah para petugas yang berwenang dari kejaksaan. Tugas masyarakat di sini tidak lain kecuali memberikan peringatan. Berdasarkan hal ini, peran masyarakat umum dan pemerintahan Islm adalah membudayakan sebuah kultur yang baik dan sehat sehingga masyarakat sendiri yang menjauhi kemungkaran dan selebihnya yaitu menindak dan mengadili sepenuhnya berada dalam wewenagn kejaksaan dan instansi terkait, bukan ulama dan marja.  
  2. Dosa setiap orang ditanggung oleh masing-masing orang. Terkait dengan pertanyaan Anda harus dikatakan bahwa meski seseorang atau seorang pejabat melakukan kezaliman atau menipu masyarakat maka dengan pekerjaan ini mereka telah melakukan dosa. Namun hal ini tidak bermakna bahwa orang-orang yang melihat pekerjaannya akan putus asa dalam menunaikan tugasnya dan mengentengkan pekerjaannya. Seluruh dosa orang-orang ini berada di pundak orang itu sendiri bahkan di pundak setiap orang yang baligh dan berakal yang masing-masing harus menanggung resiko perbuatannya sendiri-sendiri. [iQuest]
Untuk telaah lebih jauh silahkan Anda lihat beberapa indeks berikut ini:
Tugas Pemimpin dalam Menindak Para Pelanggar, 35589
Pemerintahan Islam Iran dan Pelaksanaan Aturan-aturan Islam, 27852
Batas antara Gunjingan dan Kritik terhadap Para Pejabat Negara, 9478
Korupsi dalam Pemerintaha-pemerintahan Islam, 103.
 
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits