Advanced Search
Hits
9343
Tanggal Dimuat: 2010/05/18
Ringkasan Pertanyaan
Apakah orang-orang Syiah meyakini bahwa Umar bin Khattab itu adalah seorang banci?
Pertanyaan
Ulama Syiah meyakini bahwa Umar bin Khattab adalah seorang banci dan tidak menemukan obat untuk mengobati penyakit tersebut kecuali dengan air sperma!
Jawaban Global

Pandangan ulama Syiah terkait dengan khulafah al-rasyidun khususnya Umar adalah bersandar pandangan para Imam Maksum As. Tidak satu pun riwayat standar Syiah tentang kebancian Umar bin Khattab yang dinukil dari para Imam Maksum As. Kebanyakan penyandaran dan tudingan dilayangkan kepada Syiah ini tidak berdasar dan bukan merupakan keyakinan ulama Syiah.

Jawaban Detil

Seiring dengan bermulanya risalah dan bersamaan dengan tersebarnya Islam maka proses perekaman dan penulisan hadis-hadis Rasulullah Saw juga dimulai. Pasca wafatnya Rasulullah Saw dan pada kondisi dimana kaum Muslimin didera dengan konflik internal, sebagian kaum Muslimin berusaha dan berupaya mengumpulkan khazanah berharga ini. Dalam kondisi sedemikian, pada kondisi khusus politik pada masa khalifah kedua terjadi pelarangan penulisan hadis. Pelarangan ini termasuk pukulan hebat bagi komunitas Muslimin. Setelah masa resesi penulisan hadis (yang sifatnya temporal dan seksional ini) pengaruh kecendrungan terhadap hadis semakin kuat. Dengan menyebarnya secara kuanitatif, perekaman dan penukilan hadis-hadis, kita menyaksikan munculnya para perawi hadis yang patut diragukan keberagamaan dan kejujuran mereka.

Di antara orang-orang ini terdapat orang-orang muallaf Yahudi yang menarik perhatian, dengan sedikit  mencermati sebagian kumpulan riwayat kita akan jumpai hadis-hadis israiliyyat, riwayat-riwayat palsu dan hadis-hadis yang telah diselewengkan.

Perkara ini memiliki selaksa dalil, di antaranya adanya riwayat-riwayat muallaf Yahudi yang masih memelihara hubungannya dengan agama terdahulunya. Kelompok ini,  didorong oleh kebenciannya terhadap Islam dengan mempreteli riwayat-riwayat atau menciptakan hadis, berusaha memasukkan keyakinan-keyakinan menyimpang mereka di kalangan kaum Muslimin. Demikian juga, aliran kemunafikan, ghulat, muqassirah[1] dan kelompok ekstrem dari pelbagai suku yang turut dalam pengumpulan, penukilan dan penulisan hadis, demikian juga dalam menyelewengkan riwayat-riwayat, mengada-ngadakan hadis dan memasukkannya ke dalam kitab-kitab hadis atau menghapus sebagian riwayat.[2] Para Imam Syiah senantiasa menyinggung aliran-aliran menyimpang ini dalam pelbagai kesempatan dan melaknat dan mencela mereka.[3]

Dalam kondisi seperti ini, orang-orang Syiah demikian juga Ahlusunnah mengumpulkan sekumpulan riwayat dimana di antar kumpulan riwayat tersebut dapat dijumpai hal-hal seperti ini.

Atas dasar itu, dalam proses penukilan dan pengumpulan hadis pada mazhab Syiah dan semenjak awal telah berupaya melakuan proses pengenalan dan pemilahan hadis.

Para Imam Maksum dalam banyak hal menyampaikan penjelasan dan penafsiran riwayat sehingga dapat mencegah pengambilan kesimpulan yang menyimpang dari riwayat-riwayat tersebut.

Pada abad 10 dan 11 Hijriah pengumpulan hadis-hadis menjadi semakin luas dan sebagai hasilnya aliran Akhbari bermunculan. Akan tetapi bersamaan dengan munculnya aliran Akhbari ini, ilmu-ilmu hadis juga dalam format kitab-kitab Rijal (biografi perawi), Dirâyat, Fiqh al-Hadits dan sebagainya dalam bentuk yang lebih terorganisir juga bermunculan.

Para penyusun dan penulis kitab-kitab hadis Syiah dalam pengumpulan dan editan sekumpulan hadis berusaha keras untuk mengumpulkan riwayat-riwayat sahih, dengan adanya usaha keras ini mereka tetap tidak pernah mengklaim bahwa seluruh riwayat ini adalah sahih; karena itu, ulama dalam menghadapi riwayat-riwayat dalam kumpulan riwayat ini memanfaatkan Ulûm al-Hadits (Rijal, Dirayah, Fiqh al-Hadits) untuk memisahkan riwayat-riwayat sahih dan non-sahih, selepas itu mereka bersandar pada hadis-hadis sahih.

Karena itu, dari apa yang disebutkan bahwa kumpulan-kumpulan riwayat Syiah dan Sunni tidak lepas dari isykalan (kritikan dan objeksi). Atas dasar itu, masing-masing dua mazhab ini berupaya menyingkirkan isykalan ini dengan mengedit kitab-kitab Sihah (plural dari sahih). Dengan memperhatikan kondisi seperti ini, maka harus dicermati bahwa masih ada bilangan riwayat non-sahih bahkan pada sebagian Kutub al-Arba'ah dan Shihah Ahlusunnah yang memerlukan pengkajian dan ketelian yang lebih tinggi.

Sebagai kesimpulan harus dikatakan bahwa:

1.     Islam menentang apa pun bentuk sikap ekstrem walau hal itu ditunjukkan kepada pihak musuh. Adapun pelbagai sikap ekstrem ragam mazhab, seperti kelompok Ghulat yang menunjukan diri mereka Syiah secara lahir, tanpa memperhatikan nasihat ini, telah banyak menimbulkan masalah bagi mazhabnya sendiri.

2.     Pada masa para Imam Maksum As terdapat sebagian riwayat yang dibuat oleh musuh-musuh mereka dimana sebagian dari riwayat tersebut menyebutkan keutamaan para Imam Maksum yang ternodai dengan ghulat. Atau serangan kaum ekstrem atas penetangan kepada mereka dimana keduanya mengarahkan masyarakat umum untuk menentang dan melawan para Imam Maksum As. Atas dasar itu, mendapat protes dari para imam As.[4]

3.     Dengan mengkaji kitab-kitab riwayat Syiah, tidak satu pun riwayat standar yang menyebutkan ihwal kebancian khalifah kedua. Ulama Syiah juga tidak yakin terhadap masalah ini, apabila sebagian penulis menyandarkan tuduhan ini kepada Syiah maka sepatutnya mereka menunjukkannya dengan dalil-dalil.

4.     Apa yang disebutkan pada kitab Anwâr al-Nu'maniyah merupakan beberapa riwayat dari Ahlusunah terkait dengan khalifah kedua yang harus dikaji dan dicermati kesahihan dan kebenarannya. Di antara riwayat semacam ini, sebagian tokoh Ahlusunnah mengemukakan masalah kebancian khalifah kedua yang disinggung oleh Syaikh Jazairi dalam kitabnya dan kemudian mencela riwayat seperti itu.[5] Poin yang harus dicermati di sini adalah bahwa ucapan-ucapan seperti ini dapat dijumpai dalam kitab-kitab Ahlusunnah yang mencela para khalifah atau sebagian sahabat yang tentu saja harus dikaji dan diteliti validitas dan kebenarannya.

5.     Ulama Syiah dengan adanya perbedaan sejarah dan teologi dan sebagainya dengan Ahlusunnah dalam menetapkan kebenaran Ahlulbait, sekali-kali tidak pernah berpegang pada cara-cara tidak terpuji dan tercela seperti ini melainkan lebih memilih jidal ahsan (berdialektika dengan cara yang lebih baik).[6]

6.     Apabila di antara dua kelompok terdapat orang-orang yang tanpa riset dan bersandar pada hadis-hadis lemah yang dinukil dari para perawi misterius (majhul) atau tidak dapat diandalkan (muattsaq) berusaha mengemukakan masalah yang tidak berdasar dan tidak ril, maka seharusnya perbuatan mereka itu tidak disandarkan kepada seluruh ulama Syiah atau Sunni dan memandang hal itu sebagai bagian dari keyakinan mereka.

 

Kesimpulan

Kendati yang menjadi obyek pertanyaan Anda tidak kami jumpai pada kitab riwayat standar kami namun terkait dengan obyek pertanyaan seperti ini harus dikatakan bahwa kami mazhab Syiah tidak meyakini bahwa setiap hadis atau riwayat yang terdapat pada kitab-kitab riwayat itu sebagai sahih. Sebagiamana yang telah disinggung sebelumnya bahwa kami memiliki banyak riwayat  yang lantaran selaksa dalil sehingga tidak mendapat afirmasi dari ulama Syiah, atas dasar itu mereka menetapkan banyak kriteria untuk menemukan riwayat-riwayat sahih dan non-sahih. [IQuest]



[1]. Salah satu firkah dalam Syiah yang muncul pasca Imam Shadiq dan sangat  berlebihan dalam menilai Imam Shadiq.

[2]. Muhammad bin Umar Kassyi, Rijâl al-Kasysyi, hal. 250, Intisyarat-e Danesghah-e Masyhad, Masyhad Muqaddas, 1348 H.

[3]. Hasan Yusuf bin Hilli, al-Khulâsah, hal. 35, cetakan kedua, Dar al-Dzakhair, Qum, 1411 H.

[4]. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al-Maidah [5]:8)

[5]. Muhammad bin Ali Shaduq, ‘Uyûn Akhbâr al-Ridhâ As, jil. 1, hal. 304, Intisyarat-e Jahan, 1378 H.

[6]. Sayid Ni’matullah Jazairi, Al-Anwâr al-Nu’maniyah, jil. 1, hal. 52, Dar al-Qari, Beirut, 1429 H.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Jawaban apa yang harus kita berikan atas salam yang disampaikan oleh non-Muslim yang berkata, “Assalamu Alaikum?”
    9324 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/04
    Salah satu masalah yang sangat mendapat anjuran dalam ajaran agama adalah saling memberikan salam di antara orang-orang beriman. Dari anjuran ini terdapat sebuah pengecualian yaitu memberikan salam kepada non-Muslim. Dalam buku-buku fikih, memberikan salam kepada non-Muslim dipandang makruh, “Dalam menjawab salam orang-orang kafir harus dijawab ...
  • Mengenai cumi-cumi, apakah terdapat riwayat yang menjelaskannya?
    4637 Hukum dan Yurisprudensi 2010/02/18
    Mengenai keharaman mengkonsumsi cumi-cumi dan hewan laut berkaki delapan, kami tidak menemukan riwayat yang menjelaskan tentangnya. Hukum keharaman hewan laut seperti ini dapat dia         mbil dan disimpulkan dari riwayat-riwayat lainnya yang telah menjelaskan dasar-dasarnya secara umum. Di dalam riwayat-riwayat tersebut dijelaskan bahwa ...
  • Apa yang dimaksud bahwa gunung-gunung adalah pasak bumi sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an?
    12910 Ulumul Quran 2011/03/10
    Dalam literatur-literatur Islam disebutkan pelbagai tipologi dan ragam manfaat atas keberadaan gunung-gunung. Di antaranya bahwa gunung-gunung tersebut laksana pasak yang tertancap di atas permukaan bumi dan laksana timbangan-timbangan yang menyeimbangkan bumi. Keberadaan gunung-gunung tersebut dan tersebarnya gunung-gunung tersebut di sana-sini di atas permukaan bumi telah ...
  • Sebagian orang yang menjalani program sair dan suluk irfani mengklaim bahwa manusia dengan berdzikir maka ia tidak lagi harus berwudhu atau mandi ketika ingin mengerjakan salat. Apakah hal seperti ini dapat dibenarkan?
    5309 Irfan Praktis 2011/09/20
    Sampainya seseorang pada maqam tinggi irfan tidak dapat menjadi dalil bahwa ia tidak lagi harus mengerjakan ibadah-ibadah lahir. Dengan mengkaji kehidupan para nabi dan para imam, yang tentu saja tiada seorang pun yang dapat mengklaim lebih unggul dari mereka, kita saksikan bahwa mereka senantiasa mengerjakan ibadah-ibadah lahir ini ...
  • Apakah dalam Al-Quran juga diisyarahkan tentang lapisan-lapisan atmosfer?
    9158 آسمان و زمین 2013/06/22
    Atmosfer dalam istilah ilmu geologi adalah lapisan gas di sekitar bola dunia. Atmosfer dari segi kegunaan dan fungsinya memiliki tujuh lapisan. Ada beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan bergunanya lapisan-lapisan gas atau atmosfer itu bagi kita. Misalnya Allah Swt berfirman: ﴿وَ جَعَلْنَا السَّماءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً ...
  • Apa makna sungai-sungai dalam al-Quran?
    2840 Tafsir 2015/04/18
    Makna lahir sungai-sungai (anhār) adalah apa yang terlintas dalam pikiran kita terkait dengan sungai; yaitu yang kita kenal sebagai sungai yang memiliki aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Akan tetapi, mengingat bahwa lafaz-lafaz al-Quran mengandung makna-makna batin ...
  • Karakter dan sifat-sifat apa saja yang dimiliki orang-orang beragama?
    13835 Akhlak Teoritis 2011/09/15
    Tipologi personal orang beriman dan beragama atau sifat dan karakter orang yang beriman kepada Allah Swt telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan sabda-sabda para Imam Maksum As. Di antara karakter menonjol orang beriman adalah menunaikan segala yang wajib[1] dan meninggalkan segala yang diharamkan oleh Allah Swt.
  • Bagaimana penafsiran irfani ayat 12 surah al-Fusshilat itu?
    7020 Mengenal Manusia 2013/11/27
    Pada ayat yang menjadi obyek pertanyaan kita membaca, «فَقَضاهُنَّ سَبْعَ سَماواتٍ فی‏ یَوْمَیْنِ وَ أَوْحى‏ فی‏ کُلِّ سَماءٍ أَمْرَها وَ زَیَّنَّا السَّماءَ الدُّنْیا بِمَصابیحَ وَ حِفْظاً ذلِکَ تَقْدیرُ الْعَزیزِ الْعَلیم» “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap ...
  • Apakah dan bagaimanakah burhân (tanda) Ilahi itu yang menjaga Nabi Yusuf dari perbuatan dosa?
    5624 Ulumul Quran 2011/03/05
    Burhân bermakna dalil definitif dan sesuatu yang mendatangkan keyakinan. Meski dalam al-Qur’an tidak disebutkan tentang bagaimana burhân ini, namun jelas bahwa apa yang ditunjukkan kepada Yusuf As bukanlah termasuk dari pengetahuan-pengetahuan biasa. Terdapat beberapa kemungkinan terkait dengan burhân ini:1.
  • Apakah Rasulullah Saw dalam perjalanan mikraj bertemu dengan malaikat Malik?
    11161 Isra dan Mikraj 2013/12/16
    Berdasarkan beberapa riwayat, Rasulullah Saw dalam perjalanan Isra dan Mikraj bertemu dengan Malaikat Malik, penjaga neraka. Sebagai contoh kami akan melampirkan sebuah riwayat yang menegaskan pertemuan Rasulullah Saw dengan Malaikat Malik: «مُحَمَّدُ بْنُ أَبِی عُمَیْرٍ عَنِ ابْنِ بُکَیْرٍ عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ (ع) وَ ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    224188 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    193437 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    185201 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    155960 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    139169 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    136912 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    136468 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    133056 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    122268 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    89493 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah ...

Jejaring