Carian Terperinci
Pengunjung
14076
Tarikh Kemaskini 2011/10/22
Ringkasan pertanyaan
Apakah ajaran Zoroaster termasuk agama Ilahi?
soalan
Apakah ajaran Zoroaster termasuk agama Ilahi?
Jawaban Global

Dengan mendengarkan lagu nyanyian-nyanyian keagamaan mereka, boleh difahami bahawa ajaran Zoroaster pada awalnya adalah ajaran yang mempercayai tauhid (monoteisme). Akan tetapi dengan meneliti lebih dalam kepada ajaran-ajarannya yang tertulis dalam kitab “Avesta”, maka diketahuilah bahawa dalam ajaran itu terdapat dualisme ketuhanan. Tapi sesuai dengan penelitian tarikh, ternyata hal ini baru dilakukan oleh para pengikut ajaran Zoroaster setelah zaman kepemimpinan seorang tokoh Zoroaster yang bernama “Mani”.

 

Kerana itu, setelah memperhatikan ajaran yang tertulis dalam kitab Avesta, ternyata ajaran ini telah pun ternodai dengan ajaran politeisme, ajaran Zoroaster telah masuk kedalam kubangan penyimpangan dan kesesatan. Walaupun mereka memiliki nabi yang berasaskan ajaran ilahi, akan tetapi mereka telah jauh tersesat dari ajaran-ajaran wahyu sebenar dan ajaran tauhid nabinya.

 

Banyak riwayat daripada para Imam Maksum yang menukilkan bahawa Zoroaster pada awalnya termasuk monotheisme, namun setelah berlalunya waktu dan masa, ajaran ini kemudian menyimpang dari ajaran sebenar.

Jawaban Detil

“Ajaran Zoroaster merupakan salah satu ajaran (agama) Ilahi.” Bukti-bukti itu dapat kita perhatikan sebagai berikutl:

 

1.     Dasar-dasar daripada ajaran Zoroaster

2.     Pengakuan al-Qur’an terhadap ajaran Zoroaster

 

 

1.     Dasar-dasar dari pada ajaran Zoroaster

Menurut Gathas,[1] ajaran Zoroaster seratus perseratus adalah ajaran monotheisme. Sebahagian besar para pengkaji Zoroaster, ketika mereka mengkaji tokoh yang bernama Gathas ini, mereka menemukan bahawa Zoroaster berbicara tentang kemurnian tauhid. Noda syirik yang muncul setelah itu telah membuatkan ajaran ini menyimpang dari ajaran sebenar, hal ini terjadi setelah zaman Mani.

 

Hakikatnya, para pengikut Zoroaster adalah orang-orang yang mulia dengan ajaran yang disampaikannya, tetapi sebagaimana yang terjadi pada agama Kristian yang akhirnya mempercayai banyak Tuhan, ajaran Zoroaster pun demikian halnya.

 

Dapat disimpulkan bahawa ajaran Gathas pada awal kemunculannya adalah ajaran tauhid, dan Zoroaster adalah ajaran yang benar, namun pada akhirnya telah menyimpang, sebagaimana yang boleh kita lihat pada kitab Avesta, kitab suci para penganut agama Zoroaster, tanda-tanda politheisme muncul dan mempercayai bahwa tuhan mempunyai roh tersendiri.[2]  Dengan demikian, ajaran yang kita sebut dengan Zoroaster adalah ajaran yang telah mengalami penyimpangan dan telah jauh dari ajaran sebenar ketika pertama kali disampaikan.

 

a.    Keyakinan Zoroaster

1.     Tuhan dalam ajaran Zoroaster

Tuhan dalam pandangan Gathas adalah Tuhan yang Esa dan Pencipta seluruh semesta. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang tidak terikat oleh tempat dan waktu, serta tidak pula memerlukan kepada suatu kaum. Tuhan dalam pandangan Gathas, diperkenalkan sebagai Ilmu Mutlak, Pencipta seluruh kejadian, Mulia, Pengasih, Adil, dan Berkuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian, maka tidak ada lagi tempat yang tertinggal bagi berhala, patung lainnya.[3] Yang patut diperhatikan adalah bahawa dalam Gathas, Zoroaster adalah salah seorang nabi Ilahi dan memakai pakaian tauhid yang berada di puncaknya, ia memulai ungkapan perasaannya dengan menyebutkan: “Wahai Tuhan Sang Pencipta! Aku menyembah-Mu dengan sepenuh hati. Bagaimanakah cara mengadukan perasaan ini kepada-Mu?, Wahai sandaran hati, hatiku bergetar karena kasih sayangMu, yang menaungi diriku dengan pertolonganMu, terangilah hati kami dengan sinar cahayaMu yang suci lagi terang berderang”[4]

 

2.     Alam semesta dalam ajaran Zoroaster

Alam semesta merupakan ciptaan Tuhan. Dia-lah Penjaga dan Penguasa alam semesta. Alam semesta bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, demikianlah sehingga tanpa kehendak dan ilmu-Nya, tiada satu pun peristiwa yang akan terjadi selain daripada izinNya. Ahuramazda (Tuhan) menciptakan semesta ini benar-benar memiliki matlamat.[5]

 

3.     Manusia dalam ajaran Zoroaster

Agama Zoroaster memandang manusia memiliki kedudukan yang tinggi. Manusia yang suci dan tanpa dosa – berbeza dengan keyakinan masehi bahawa manusia berdosa semenjak lahirnya – adalah manusia yang bebas melakukan segala sesuatu dengan kehendaknya sendiri untuk melakukan perbuatan yang baik atau memilih untuk melakukan perbuatan yang buruk.[6]

 

4.     Kehidupan setelah mati dalam ajaran Zoroaster

Ajaran Zoroaster sebagaimana ajaran agama lainnya meyakini bahwa roh manusia tidak akan binasa dengan datangnya kematian. Manusia dengan memperhatikan segala perbuatannya, akan memasuki syurga atau neraka.[7] Dalam kitab Gathas terdapat ajaran-ajaran yang berbeza dengan ajaran-ajaran yang tertulis dalam Avesta. Salah satu ajaran ini disebut dengan nama "Agama lama Zoroaster" atau "pertama."[8] Dalam kitab itu disebutkan bahawa: "Manusia setelah mati akan melintas Jambatan Chinvat; sebuah jembatan yang tidak dapat dilalui oleh para orang yang berdosa, sehingga pada akhirnya orang-orang yang berbuat baik akan memasuki syurga firdaus dan orang-orang yang melakukan perbuatan buruk akan dilempar ke neraka.[9]

 

Dalam beberapa pembahasan, juga disebutkan dalam Gathas bahawa terdapat alam lain setelah kematian.[10] Penulis Zoroaster masa kini juga mengakui bahawa salah satu asas dan fondasi ajaran Zoroaster adalah bahawa roh manusia akan berkekalan setelah mati, roh itu akan beroleh kebahagiaan dengan perbuatan baik yang mereka lakukan di dunia, dan akan beroleh pembalasan hukuman di neraka dengan perbuatan jahat yang mereka lakukan.

 

Bagaimanapun keyakinan "jambatan Chinvat" boleh difahami sebagai adanya keyakinan Zoroaster terhadap hari kiamat.

 

2.     Pengakuan al-Qur’an terhadap ajaran Zoroaster

Al-Qur'an menyebut pengikut Zoroaster dengan sebutan "Majus".[11] Berdasarkan beberapa riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum (a.s.), menyatakan Majus mempunyai kitab dan memiliki nabi."[12] Riwayat-riwayat menjelaskan bahwa ajaran awal agama Ilahi Zoroaster mengalami penyimpangan melalui para pengikutnya. Kerana itu, kesimpulan yang diperolehi dari riwayat-riwayat itu adalah satu-satunya kisah yang menjelaskan bagaimana penyimpangan itu terjadi terhadap ajaran Zoroaster.[]

 

Indeks yang berkaitan:

Ma'ad Jasmani dalam Pandangan Ahlulkitab, pertanyaan 1916 (Site: 1917)



[1].Gatha adalah sekumpulan nyanyian yang terhimpun semenjak 3500 tahun yang lalu dan di dalamnya dijelaskan tentang jalan hidup yang baik dalam bentuk puisi.  

[2]. Jalaluddin Asytiyani, Zartusyt, Syarkat-e Sahami Intisyar, cetakan 1381, jil. 6.

[3].Din Syinâsi Tathbiqi, 107. Meski demikian sebagian ulama Zoroaster berupaya dengan takwil filosofis dan gnostis menunjukkan bahwa ajaran dualism Avesta ini adalah ajaran monoteisme dan memandang bahwa kitab suci mereka adalah kitab suci tauhid.  

[4].Zartusyt, hal. 133.

[5]. Din Syinâsi Tathbiqi, 109-110.

[6].Ibid, hal. 110.

[7].Ibid, hal. 112.   

[8]. Ajaran ini disebutkan dalam enam prinsip di mana noktah ini yang dijelaskan adalah prinsip ke-enam

[9]. Adyân-e Âsyayai, hal. 42 dan 43, yang dinukil dari kitab Sairi dar Adyan-e Zendeh Jahan (non- Islam), Abdurahim Sulaimani Ardistani, hal. 112

[10]. Târikh-e Tamaddun, hal. 246. Din Syinasi Tathbiqi, hal. 112.   

[11]. "Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shâbi’în (para penyembah bintang), orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi, dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Memisahkan yang hak dari yang batil. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu." (Qs. Al-Hajj [22]:17) Silakan lihat, Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 14., hal. 40. Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizan fii Tafsir al-Qur'an.  

[12]. Abdu 'Ali al-'Arusi al-Huwaizi, Nur al-Tsaqalain, Rasuli Mahallati, Qum, Matba' al-Hikmah, jil. 3, hal. 475. Al-Hurr al-'Amili, Wasâil al-Syiah, hal. 96; Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 14, hal. 46, Dar al-Kitab al-Islamiyah, Qom, 1361.

Terjemahan pada Bahasa Lain
Opini
Bilangan komen 0
Sila masukkan nilai
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Sila masukkan nilai
Sila masukkan nilai

Kategori

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang menjadi material primer pembentuk alam semesta ini? Bagaimana pandangan al-Qur\'an dan riwayat berkenaan masalah ini?
    10371 آسمان و زمین 2013/02/02
    Pandangan paling tepat yang diajukan oleh ahli-ahli fizik, berkenaan dengan unsur asli pembentukan material primer alam semesta ialah alam material pada awalnya terbentuk daripada unsur sodium padat yang menghuni sebuah ruang. Hal ini terjadi pada masa-masa yang sangat jauh sekitar 13 bilion tahun yang silam. Akibat ledakan ...
  • Apakah Tuhan itu dapat dilihat? Bagaimana?
    11304 پروردگار. نامها و ویژگی ها 2013/03/30
    Sesuai dengan hukum akal dan syariat, sesungguhnya Allah tidak dapat dilihat dengan mata zahir, baik di dunia mahupun di akhirat. Namun Allah dapat disaksikan dan dilihat dengan mata hati. Hati dapat menyaksikan dan melihat Allah (s.w.t) menurut kemampuan eksistensialnya. Hal ini dapat dilakukan melalui jalan penyaksian (shuhūd) ...
  • Apa yang dimaksud dengan keadilan dalam dasar-dasar agama (ushuluddin)?
    11947 Teologi Klasik 2011/09/22
    Di dalam ilmu kalam,keadilan dibahaskan dan dikaji dengan seluruh pengertiannya. Akan tetapi kebanyakan dari pengertian yang mendapat kritikan dan menjadi sebab terpisahnya golongan Adliah (Imamiyah dan Mu’tazilah) dari golongan Asyairah, ...
  • Apakah justifikasi pembunuhan seorang anak kecil ditangan Nabi Khidir menurut perspektif sentimen?
    21315 Tafsir 2012/01/19
    Islam adalah agama kebijaksanaan, akal dan hikmah. Sejak awal penurunannya di zaman Nabi Adam as., Islam telah mepersembahkan ajaran-ajarannya yang dipenuhi cahaya hikmah yang menjadi penyuluh pelita perjalanan umat manusia. Ya, Islam telah melahirkan peribadi-peribadi terpilih dari rahim suci ajarannya. Sejarah telah ...
  • Apabila Tuhan merupakan Pencipta segala sesuatu, apakah dosa-dosa dan segala perbuatan buruk yang dilakukan manusia adalah merupakan makhluk Tuhan juga?
    11101 Teologi Klasik 2011/05/09
    Jawapan pertanyaan ini akan menjadi jelas dengan memerhatikan definisi kehendak (irādah) dan pembahagian-pembahagiannya iaitu iradah (kehendak) takwini dan tashri’i. Kehendak terbahagi kepada dua, pertama kehendak takwini dan kedua kehendak tasyri’i.Kehendak Takwini ialah pengetahuan terhadap ciptaan secara sempurna dan meliputi segala-galanya, iaitu sebagaimana Allah ...
  • Bagaimana pandangan Imam Khomeini terhadap Dr. Syari`ati?
    7885 تاريخ بزرگان 2011/07/21
    Berkenaan dengan pandangan Imam Khomeini tentang Dr. Syari`ati, yang berupa karya tulisan beliau yang ada di tangan kita disebutkan bahawa Imam Khomeini tidak menyebutkan secara jelas tanggapan positif atau negatif mengenainya dan tidak menyebut nama Dr. Syari`ati. Sudah tentu Imam Khomeini mengkritik orang-orang yang ...
  • Bagaimanakah nasib seseorang yang selama hidupnya berada dalam kesesatan dan dosa, namun melalui perantaan ihsan dan doa orang lain, keadaannya di akhirat berubah meskipun beliau tidak memainkan peranan untuk mengubahnya?
    12600 Teologi Baru 2013/02/16
    Permasalahan yang menjadi pertanyaan ini tidak dapat diterima seratus peratus dan tidak juga dapat ditolak seratus peratus, namun tergantung pada jenis dosa yang dilakukannya dan siapakah pelakunya. Misalannya orang yang melakukan dosa syirik terhadap Allah (s.w.t) mereka ini tidak akan mendapatkan keampunan sedikitpun. Begitu juga dengan dosa ...
  • Apakah agama masyarakat dapat diubah?
    9089 Teologi Baru 2011/09/22
    Dalam menjawab pertanyaan di atas, pertamanya perlulah dijelaskan di sini tentang apa yang dimaksud dari perubahan dalam pertanyaan tersebut. Kadangkala boleh jadi yang dimaksudkan dengan redaksi “agama masyarakat dapat diubah”, adalah perubahan pada “akar agama Ilahi dan benar – yang diterima oleh sebuah masyarakat; dalam ...
  • Apakah syurga dan neraka sekarang ini wujud?
    19927 Teologi Klasik 2011/04/19
    Menurut ayat dan riwayat, syurga dan neraka yang dijanjikan, sekarang ini ada kewujudannya. Dan pada hari kiamat kelak ia akan ditunjukkan secara sempurna dan manusia akan ditempati di kediaman abadinya masing-masing, sesuai dengan amal perbuatan, keyakinan, dan keikhlasan mereka. Terdapat sudut lain yang dapat digambarkan (tentang syurga dan ...
  • Apakah telaga kautsar itu?
    17792 Tafsir 2011/07/21
    Kata "kautsar" mempunyai erti kebaikan yang banyak dan melimpah. Dan terdapat begitu banyak contoh (mishdaq) untuk kata kautsar ini, seperti: telaga dan sungai kautsar, syafaat, nubuwwat atau kenabian, hikmah, ilmu, generasi dan keturunan yang banyak.Kautsar memiliki dua mishdaq (wujud), iaitu mishdaq ...

Populer Hits