Carian Terperinci
Pengunjung
23653
Tarikh Kemaskini 2012/11/20
Ringkasan pertanyaan
Dapatkah Anda jelaskan ciri-ciri rasm al-Usmani itu apa saja?
soalan
Dapatkah Anda jelaskan ciri-ciri rasm al-Usmani itu apa saja?
Jawaban Global

Utsman Thaha adalah kaligrafer (khattât) terkenal dari Suriah yang hidup pada abad kontemporer. Naskah kaligrafinya memiliki banyak keunggulan seperti keteraturan, harmoni, tulisan yang sangat indah, dan tetap memperhatikan kaidah-kaidah rumit tajwid.

Jawaban Detil

Seni dan keahlian menulis tidak begitu memiliki akar sejarah dalam dunia Arab yang baru memeluk Islam. Mereka yang tergolong sebagai Ahlulkitab (Kristen atau Yahudi) juga tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam menulis; karena itu usaha para penulis wahyu difokuskan hanya untuk menulis al-Quran dan tidak lebih dari itu; seperti seni kaligrafi dan lain sebagainya tidak dapat dijumpai.

Salah satu sebab utama dari tiadanya perhatian terhadap seni kaligrafi seperti ini adalah ketidaktahuan orang-orang Arab terhadap seni ini, khususnya volume pekerjaan-pekerjaan lainnya yang belum dilakukan sangat banyak sehingga tidak menyisakan waktu bagi mereka untuk memikirkan aktifitas-aktifitas seperti kaligrafi atau menulis indah huruf-huruf Arab.

Di samping beberapa kekurangan ini, tulisan-tulisan pada masa itu, berhadapan dengan beberapa persoalan lainnya, seperti bahwa tulisan-tulisan tersebut tidak memiliki tanda baca seperti titik, baris dan harakat. Meski hal ini tidak menjadi penghalang bagi mereka dalam membaca al-Quran; karena pada masa-masa awal kedatangan Islam, kebanyakan kaum Muslimin adalah orang-orang yang berbahasa Arab dan tidak sedikit dari mereka menghafal ayat-ayat atau bahkan seluruh al-Quran. Pada umumnya mereka akrab dan familiar dengan al-Quran; karena itu mereka tidak bermasalah dalam membaca al-Quran. Artinya mereka dapat mengenali dengan baik huruf-huruf dan kata-kata, baik bentuk, harakat, kondisi-kondisi huruf dengan memperhatikan indikasi setiap kalimat yang ada sehingga mereka dapat membacanya dengan baik dan benar.[1] Sebagaimana pada pada sebagian bahasa seperti bahasa Persia yang pada mulanya disertai dengan tanda baca, namun setelah itu, ditulis dan dibaca tanpa tanda baca.

Jenis tulisan disebabkan oleh masalah-masalah yang disebutkan di atas dan seiring dengan kemajuan Islam di kalangan kaum-kaum lainnya, memerlukan perbaikan yang pada akhirnya setelah berlalunya beberapa dekade terjadi perubahan serius pada tulisan-tulisan berbahasa Arab sehingga kekurangan-kekurangan ini dapat teratasi.

Dalam sebuah pandangan global, perbedaan jenis tulisan pada masa itu dengan tulisan Arab pada masa sekarang ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tulisan-tulisan pada masa itu, tidak memiliki titik, baris dan tanda baca. Tipologi tulisan Arab seperti ini pada masa itu dapat kita saksikan pada manuskrip-manuskrip kuno berbahasa Arab pada hari ini.
  2. Kebanyakan huruf, khususnya huruf-huruf alif belum lagi ditulis; seperti kata-kata seperti al-rahmân (الرحمان), al-‘âlamîn (العالمین), mâlik (مالک), shirât (صراط) yang ditulis dalam bentuk “al-rahman (الرحمن), al-‘alamîn (العلمین), malik (ملک), shirat (صرط).”
  3. Sebagian huruf ditulis sama dengan bentuk huruf laiinnya; seperti alif pada kata-kata “shalat (صلاة), zakat (زکاة), hayat (حیاة),…” ditulis dengan menyertakan huruf wâw; seperti shalat (صلوة), zakat (زکوة), hayat (حیوة) atau alif pada kata-kata seperti idrâk (ادراک), dhuhâhâ (ضحاها), yagsyâhâ (یغشاها) yang ditulis dalam bentuk ya (یاء); idrak (ادریک), dhuhahâ (ضحیها), yagsyâha (یغشیها).
  4. Sebagian huruf dalam bentuk tambahan yang ditulis pada pelafalan; seperti pada kata-kata, “yad’un (یدعون), yatlu (یتلو), miat (مئة), ji (جی‏ء), lisyai (لشی‏ء)…. Yang ditulis dalam bentuk huruf alif tambahan seperti “yad’un (یدعون), yatlû (یتلوا), miata (مائة), jaa (جای‏ء), lisyai (لشای‏ء) atau waw pada kalimat ulaika (اولئک), awla (اولی), ulu (اولوا) yang ditulis dalam bentuk tambahan pada pelafalan.[2]

 

Seiring dengan berlalunya waktu, banyak penulis indah dan kaligrafer yang bermunculan dan mereka mulai menulis al-Quran. Sebagian dari mereka pada masanya juga memperoleh ketenaran atas karya seni kaligrafi.

Dewasa ini, kaligrafer dan penulis indah (khattath) besar Suriah, Usman Thaha adalah sosok yang sangat tenar dalam menulis indah dan kaligrafi, meski dengan adanya sebagian kritikan yang dialamatkan kepadanya, namun disebabkan oleh sebagian privilij dan juga dukungan finansial negara-negara Arab seperti Arab Saudi di dunia Islam, sehingga khat dan rasm Usman Thahai ini mendulang ketenaran dan kemasyhuran.

Sebelum membahas tentang Usman Thaha dan naskahnya, kiranya kita perlu mengingat bahwa dalam pembahasan ini, terdapat dua terma dan penyebutan yang mirip-mirip satu sama lain dan masing-masing memiliki makna khusus. Pertama mushaf Usmani,[3] penyebutan ini terkait dengan pengumpulan al-Quran yang dilakukan oleh Usman bin Affan dan naskah yang dikumpulkannya serta ditulis dengan khat khusus disebut sebagai mushaf Usmani yang juga  memiliki para penentang serius.[4]

Terma dan penyebutan lainnya adalah Quran Usman Thaha yang berkenaan dengan tulisan al-Quran yang ditulis oleh seseorang bernama Usman Thaha yang menjadi obyek bahasan kita sekarang ini.

Usman Thaha adalah salah seorang kaligrafer (khattâth) tenar berkebangsaan Suriah yang hidup pada masa sekarang ini. Naskah tulisannya memiliki beberapa keungulan di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pada naskah Usman Thaha, di akhir setiap halaman disertai dengan akhir ayat, sedemikian pada akhir setiap halaman tidak tersisa setengah ayat pun dan berakhir pada ujung halaman tersebut. Di samping itu, telah diupayakan dalam satu nazhm (keteraturan) khusus, dimana setiap juz al-Quran ditempatkan dalam dua puluh halaman yang dalam hal ini naskah Usman Thaha berhasil melakukannya.
  2. Khat yang digunakan adalah khat yang sangat indah dan memiliki harmoni. Khat Usman Thaha seperti ini juga semakin menambah keunggulan karyanya dan jenis nazhm tulisannya juga telah diterapkan dalam penulisan.
  3. Menjaga prinsip dan hal-hal rumit dan subtil tajwid dalam naskah ini, adanya harakat, tanda baca, baris sangat berpengaruh dalam membaca secara baik dan benar al-Quran. Perbedaan dalam menulis sebagian kata yang menyoroti masalah-masalah akurat bacaan adalah salah satu keunggulan penting khat Usman Thaha ini.

Namun harap dicatat bahwa ketiga keunggulan khat Usman Thaha yang ditulis di atas tidak menafikan kritikan-kritikan yang dilontarkan terhadap khat Usman Thaha ini. [iQuest]

 


[1]. Sayid Mahdi Saif, Târikhce Rasm al-Khath Qur’ân wa Sair Tahawwul-e Ân, Majallah Rusyd Âmuzesy Ma’ârif Islâmi, Bahar 1380, No. 44, hal. 14-15.  

[2]. Ibid, hal. 14.  

[3]. Terdapat penyebutan lainnya dari makna ini seperti Rasm al-Mushhaf, al-Rasm al-Utsman dan lain sebagainya.

[4]. Silahkan lihat, beberapa indeks terkait, Pengumpulan al-Quran, Pertanyaan 5028, Pengumpulan al-Quran oleh Rasulullah Saw, Pertanyaan 1625.

 

Terjemahan pada Bahasa Lain
Opini
Bilangan komen 0
Sila masukkan nilai
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Sila masukkan nilai
Sila masukkan nilai

Kategori

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa warisan wanita setengah dari warisan lelaki?
    5620 Huquq Dan Ahkam
    Salah satu sebab banyaknya kuota warisan lelaki dibanding dengan saham wanita adalah nafkah wanita berada di bahu lelaki. Ertinya lelaki di samping harus menyiapkan wang belanja untuk dirinya ia juga memiliki tugas untuk menyiapkan biaya hidup bagi wanita (isteri) dan anak-anaknya. Di sisi lain, lelaki adalah pihak yang ...
  • Apakah Tuhan itu dapat dilihat? Bagaimana?
    6534 پروردگار. نامها و ویژگی ها
    Sesuai dengan hukum akal dan syariat, sesungguhnya Allah tidak dapat dilihat dengan mata zahir, baik di dunia mahupun di akhirat. Namun Allah dapat disaksikan dan dilihat dengan mata hati. Hati dapat menyaksikan dan melihat Allah (s.w.t) menurut kemampuan eksistensialnya. Hal ini dapat dilakukan melalui jalan penyaksian (shuhūd) ...
  • Apakah jiwa dan ruh mengalami kematian atau tidur?
    8402 Teologi Klasik
    Masalah dan hakikat ruh merupakan salah satu masalah yang sentiasa menjadi pembahasan dan perbincangan manusia dari zamam lampau hingga hari ini. Pertanyaan di atas juga bersumber dari permasalahan ini bahawa apakah hakikat manusia itu adalah badan material dan jasad ...
  • Apakah para malaikat merupakan wujud yang nonmaterial ataukah material?
    8829 Falsafah Islam
    Mungkin tidak terdapat ayat-ayat suci al-Quran ataupun riwayat-riwayat yang boleh menjadi bukti jelas bahawa malaikat adalah wujud yang tidak mempunyai jisim, akan tetapi melaluiperbahasan-perbahasan yang berkaitan dengan para malaikat dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatan mereka, kita dapat menyimpulkan bahasa mereka adalah wujud yang tidak berjisim; ini karena,ciri-ciri dan ...
  • Nabi Musa a.s merupakan salah seorang Nabi Ulul Azmi, kenapa ilmu nabi Khidir a.s lebih banyak daripada ilmu nabi Musa a.s?
    6532 Teologi Klasik
    Walaupun nabi Musa a.s merupakan salah seorang nabi Ulul Azmi dan merupakan pembawa risalah, tetapi penimbaan ilmu daripada nabi Khidir a.s dan… tidak mengurangkan derajat keilmuan Nabi Musa a.s kerana:1.     Didalam saat-saat pertama ...
  • Apakah agama masyarakat dapat diubah?
    3956 Teologi Baru
    Dalam menjawab pertanyaan di atas, pertamanya perlulah dijelaskan di sini tentang apa yang dimaksud dari perubahan dalam pertanyaan tersebut. Kadangkala boleh jadi yang dimaksudkan dengan redaksi “agama masyarakat dapat diubah”, adalah perubahan pada “akar agama Ilahi dan benar – yang diterima oleh sebuah masyarakat; dalam ...
  • Tolong Anda jelaskan apa yang dimaksud dengan kemaksuman (ʻiṣmah)? Dan apakah selain para Imam Maksum masih ada orang lain yang dapat meraih makam maksum ini?
    8239 عصمت
    Dalam kamus akidah, orang yang memiliki makam ʻiṣmah disebut sebagai "maksum." Maksum adalah orang yang dijauhkan dari segala jenis pencemaran dosa, segala perbuatan buruk dan tercela berkat anugerah khusus daripada Tuhan. Demikian juga orang yang maksum dijauhkan dari sekecil-kecil kesalahan dan kelupaan. Namun keadaan sedemikian bukan ...
  • Apakah tugas Imam Mahdi (a.s) setelah kemunculannya? Benarkah Imam Mahdi (a.s) akan syahid di tangan seorang perempuan tua berjambang?
    7174 Teologi Klasik
    Kelak, Imam Mahdi (a.s) dengan izin Allah dan dengan segala sarana spiritual mahupun material yang terancang, akan merealisasikan pemerintahan di mana dunia penuh keadilan yang merupakan cita-cita terbesar kemanusiaan. Dengan demikian, manusia dengan kemuliaan dan kebebasan akan mencapai kehidupan Ilahi. Imam Mahdi (a.s) akan diperkenalkan kepada seluruh masyarakat ...
  • Apakah ketiadaan syaitan setara dengan tiadanya penyempurnaan bagi insan?
    3614 Teologi Klasik
    Sila ambil perhatian, walaupun peranan syaitan-syaitan jin dan manusia merupakan sebuah peranan yang penting, dan mereka perlu wujud, namun siapakah yang memilih untuk memainkan peranan ini seiring dengan pilihan dan kehendak sendiri tanpa paksaan daripada Allah (s.w.t). Allah (s.w.t) tidak menciptakan syaitan sebagai syaitan. Ini disebabkan sudah ...
  • Oleh kerana Imam Keduabelas Syiah ghaib, maka seluruh konsepsi imamah diragukan?
    4736 Teologi Klasik
    Berkenaan pertanyaan yang dikemukakan secara global tanpa menyebutkan contoh-contoh tentang  kontradiksi masalah ghaibah dan konsepsi imamah, oleh itu di sini kita harus mengulas tugas-tugas imam, kemudian sesuai atau tidak sesuainya dengan masalah ghaibah menjadi objek analisa kita.Imamah – selaku penerus kenabian dan yang membezakannya dengan ...

Populer Hits