Carian Terperinci
Pengunjung
14009
Tarikh Kemaskini 2011/10/22
Ringkasan pertanyaan
Apakah ajaran Zoroaster termasuk agama Ilahi?
soalan
Apakah ajaran Zoroaster termasuk agama Ilahi?
Jawaban Global

Dengan mendengarkan lagu nyanyian-nyanyian keagamaan mereka, boleh difahami bahawa ajaran Zoroaster pada awalnya adalah ajaran yang mempercayai tauhid (monoteisme). Akan tetapi dengan meneliti lebih dalam kepada ajaran-ajarannya yang tertulis dalam kitab “Avesta”, maka diketahuilah bahawa dalam ajaran itu terdapat dualisme ketuhanan. Tapi sesuai dengan penelitian tarikh, ternyata hal ini baru dilakukan oleh para pengikut ajaran Zoroaster setelah zaman kepemimpinan seorang tokoh Zoroaster yang bernama “Mani”.

 

Kerana itu, setelah memperhatikan ajaran yang tertulis dalam kitab Avesta, ternyata ajaran ini telah pun ternodai dengan ajaran politeisme, ajaran Zoroaster telah masuk kedalam kubangan penyimpangan dan kesesatan. Walaupun mereka memiliki nabi yang berasaskan ajaran ilahi, akan tetapi mereka telah jauh tersesat dari ajaran-ajaran wahyu sebenar dan ajaran tauhid nabinya.

 

Banyak riwayat daripada para Imam Maksum yang menukilkan bahawa Zoroaster pada awalnya termasuk monotheisme, namun setelah berlalunya waktu dan masa, ajaran ini kemudian menyimpang dari ajaran sebenar.

Jawaban Detil

“Ajaran Zoroaster merupakan salah satu ajaran (agama) Ilahi.” Bukti-bukti itu dapat kita perhatikan sebagai berikutl:

 

1.     Dasar-dasar daripada ajaran Zoroaster

2.     Pengakuan al-Qur’an terhadap ajaran Zoroaster

 

 

1.     Dasar-dasar dari pada ajaran Zoroaster

Menurut Gathas,[1] ajaran Zoroaster seratus perseratus adalah ajaran monotheisme. Sebahagian besar para pengkaji Zoroaster, ketika mereka mengkaji tokoh yang bernama Gathas ini, mereka menemukan bahawa Zoroaster berbicara tentang kemurnian tauhid. Noda syirik yang muncul setelah itu telah membuatkan ajaran ini menyimpang dari ajaran sebenar, hal ini terjadi setelah zaman Mani.

 

Hakikatnya, para pengikut Zoroaster adalah orang-orang yang mulia dengan ajaran yang disampaikannya, tetapi sebagaimana yang terjadi pada agama Kristian yang akhirnya mempercayai banyak Tuhan, ajaran Zoroaster pun demikian halnya.

 

Dapat disimpulkan bahawa ajaran Gathas pada awal kemunculannya adalah ajaran tauhid, dan Zoroaster adalah ajaran yang benar, namun pada akhirnya telah menyimpang, sebagaimana yang boleh kita lihat pada kitab Avesta, kitab suci para penganut agama Zoroaster, tanda-tanda politheisme muncul dan mempercayai bahwa tuhan mempunyai roh tersendiri.[2]  Dengan demikian, ajaran yang kita sebut dengan Zoroaster adalah ajaran yang telah mengalami penyimpangan dan telah jauh dari ajaran sebenar ketika pertama kali disampaikan.

 

a.    Keyakinan Zoroaster

1.     Tuhan dalam ajaran Zoroaster

Tuhan dalam pandangan Gathas adalah Tuhan yang Esa dan Pencipta seluruh semesta. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang tidak terikat oleh tempat dan waktu, serta tidak pula memerlukan kepada suatu kaum. Tuhan dalam pandangan Gathas, diperkenalkan sebagai Ilmu Mutlak, Pencipta seluruh kejadian, Mulia, Pengasih, Adil, dan Berkuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian, maka tidak ada lagi tempat yang tertinggal bagi berhala, patung lainnya.[3] Yang patut diperhatikan adalah bahawa dalam Gathas, Zoroaster adalah salah seorang nabi Ilahi dan memakai pakaian tauhid yang berada di puncaknya, ia memulai ungkapan perasaannya dengan menyebutkan: “Wahai Tuhan Sang Pencipta! Aku menyembah-Mu dengan sepenuh hati. Bagaimanakah cara mengadukan perasaan ini kepada-Mu?, Wahai sandaran hati, hatiku bergetar karena kasih sayangMu, yang menaungi diriku dengan pertolonganMu, terangilah hati kami dengan sinar cahayaMu yang suci lagi terang berderang”[4]

 

2.     Alam semesta dalam ajaran Zoroaster

Alam semesta merupakan ciptaan Tuhan. Dia-lah Penjaga dan Penguasa alam semesta. Alam semesta bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, demikianlah sehingga tanpa kehendak dan ilmu-Nya, tiada satu pun peristiwa yang akan terjadi selain daripada izinNya. Ahuramazda (Tuhan) menciptakan semesta ini benar-benar memiliki matlamat.[5]

 

3.     Manusia dalam ajaran Zoroaster

Agama Zoroaster memandang manusia memiliki kedudukan yang tinggi. Manusia yang suci dan tanpa dosa – berbeza dengan keyakinan masehi bahawa manusia berdosa semenjak lahirnya – adalah manusia yang bebas melakukan segala sesuatu dengan kehendaknya sendiri untuk melakukan perbuatan yang baik atau memilih untuk melakukan perbuatan yang buruk.[6]

 

4.     Kehidupan setelah mati dalam ajaran Zoroaster

Ajaran Zoroaster sebagaimana ajaran agama lainnya meyakini bahwa roh manusia tidak akan binasa dengan datangnya kematian. Manusia dengan memperhatikan segala perbuatannya, akan memasuki syurga atau neraka.[7] Dalam kitab Gathas terdapat ajaran-ajaran yang berbeza dengan ajaran-ajaran yang tertulis dalam Avesta. Salah satu ajaran ini disebut dengan nama "Agama lama Zoroaster" atau "pertama."[8] Dalam kitab itu disebutkan bahawa: "Manusia setelah mati akan melintas Jambatan Chinvat; sebuah jembatan yang tidak dapat dilalui oleh para orang yang berdosa, sehingga pada akhirnya orang-orang yang berbuat baik akan memasuki syurga firdaus dan orang-orang yang melakukan perbuatan buruk akan dilempar ke neraka.[9]

 

Dalam beberapa pembahasan, juga disebutkan dalam Gathas bahawa terdapat alam lain setelah kematian.[10] Penulis Zoroaster masa kini juga mengakui bahawa salah satu asas dan fondasi ajaran Zoroaster adalah bahawa roh manusia akan berkekalan setelah mati, roh itu akan beroleh kebahagiaan dengan perbuatan baik yang mereka lakukan di dunia, dan akan beroleh pembalasan hukuman di neraka dengan perbuatan jahat yang mereka lakukan.

 

Bagaimanapun keyakinan "jambatan Chinvat" boleh difahami sebagai adanya keyakinan Zoroaster terhadap hari kiamat.

 

2.     Pengakuan al-Qur’an terhadap ajaran Zoroaster

Al-Qur'an menyebut pengikut Zoroaster dengan sebutan "Majus".[11] Berdasarkan beberapa riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum (a.s.), menyatakan Majus mempunyai kitab dan memiliki nabi."[12] Riwayat-riwayat menjelaskan bahwa ajaran awal agama Ilahi Zoroaster mengalami penyimpangan melalui para pengikutnya. Kerana itu, kesimpulan yang diperolehi dari riwayat-riwayat itu adalah satu-satunya kisah yang menjelaskan bagaimana penyimpangan itu terjadi terhadap ajaran Zoroaster.[]

 

Indeks yang berkaitan:

Ma'ad Jasmani dalam Pandangan Ahlulkitab, pertanyaan 1916 (Site: 1917)



[1].Gatha adalah sekumpulan nyanyian yang terhimpun semenjak 3500 tahun yang lalu dan di dalamnya dijelaskan tentang jalan hidup yang baik dalam bentuk puisi.  

[2]. Jalaluddin Asytiyani, Zartusyt, Syarkat-e Sahami Intisyar, cetakan 1381, jil. 6.

[3].Din Syinâsi Tathbiqi, 107. Meski demikian sebagian ulama Zoroaster berupaya dengan takwil filosofis dan gnostis menunjukkan bahwa ajaran dualism Avesta ini adalah ajaran monoteisme dan memandang bahwa kitab suci mereka adalah kitab suci tauhid.  

[4].Zartusyt, hal. 133.

[5]. Din Syinâsi Tathbiqi, 109-110.

[6].Ibid, hal. 110.

[7].Ibid, hal. 112.   

[8]. Ajaran ini disebutkan dalam enam prinsip di mana noktah ini yang dijelaskan adalah prinsip ke-enam

[9]. Adyân-e Âsyayai, hal. 42 dan 43, yang dinukil dari kitab Sairi dar Adyan-e Zendeh Jahan (non- Islam), Abdurahim Sulaimani Ardistani, hal. 112

[10]. Târikh-e Tamaddun, hal. 246. Din Syinasi Tathbiqi, hal. 112.   

[11]. "Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shâbi’în (para penyembah bintang), orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi, dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Memisahkan yang hak dari yang batil. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu." (Qs. Al-Hajj [22]:17) Silakan lihat, Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 14., hal. 40. Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizan fii Tafsir al-Qur'an.  

[12]. Abdu 'Ali al-'Arusi al-Huwaizi, Nur al-Tsaqalain, Rasuli Mahallati, Qum, Matba' al-Hikmah, jil. 3, hal. 475. Al-Hurr al-'Amili, Wasâil al-Syiah, hal. 96; Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 14, hal. 46, Dar al-Kitab al-Islamiyah, Qom, 1361.

Terjemahan pada Bahasa Lain
Opini
Bilangan komen 0
Sila masukkan nilai
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Sila masukkan nilai
Sila masukkan nilai

Kategori

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Allah (s.w.t) tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik?
    25244 هدایت الاهی 2012/07/18
    Petunjuk (hidayah) terbahagi menjadi beberapa bahagian: Petunjuk takwīnī yang bersifat umum iaitu fitrah tauhid; ertinya petunjuk primer yang dimanfaatkan oleh seluruh manusia. Berdasarkan ajaran-ajaran al-Qur'an, pada peringkat pertama Allah (s.w.t) menganugerahkan petunjuk-Nya kepada seluruh manusia dan membuka jalan bagi mereka untuk mencapai kebahagiaan dan kesenangan ...
  • Berilah penjelasan tentang maqâm Fana' dan baqa'.
    35322 Irfan Teori 2011/01/01
    Fana' dari sudut bahasa bermaksud ketiadaan dan kehancuran. Dan lawan dari Fana' adalah baqa', dan tetap ada. Seperti Tuhan adalah termasuk dalam kategori abadi dan baqa', sementara selain-Nya atau seluruh makhluk digolongkan ke dalam ketiadaaan, kehancuran, dan Fana'.Sedangkan dari sudut istilah dan pengertian ...
  • Mengapakah mazhab Syiah merupakan sebaik-baiknya mazhab?
    25249 شیعه و دیگر مذاهب 2013/02/02
    Keunggulan mazhab Syiah adalah disebabkan "kebenarannya". Pada setiap suatu ketika, agama yang benar hanya terhad pada satu agama. Sedangkan agama-agama lain yang masih wujud samada pada asasnya adalah batil, atau tidak berasas, dan telah punah atau telah dihapuskan oleh agama yang datang setelahnya. Syariat yang benar pada ...
  • Mengapa Anda membatasi dan mengkhususkan Ahlulbait a.s. untuk beberapa orang saja?
    8433 Teologi Klasik 2011/07/21
    Pengkhususan “Ahlulbait a.s.” untuk empat belas maksum bukanlah pengkhususan dan pembatasan manusiawi dan kemanusiaan. Pengkhususan dan pembatasan dapat disimpulkan dari kalam Ilahi pada ayat tathir dan riwayat Nabawi yang menjelaskan ayat ini.Dalam menetapkan dakwaan ini dapat disandarkan kepada dalil-dalil yang berbentuk ayat-ayat dan riwayat-riwayat.
  • Apakah matlamat Allah menciptakan manusia?
    14814 Teologi Klasik 2012/05/17
    Tuhan adalah zat yang Maha Sempurna secara mutlak, suci dari semua kekurangan dan kecacatan, Maha Kaya dari semua kewujudan di alam semesta ini, tidak memerlukan apa pun, sebaliknya makhluk-makhluk-Nya pula ialah mereka yang perlu dan berhajat kepada-Nya. Di sisi lain, dalam kesempurnaan-Nya Allah adalah zat yang Maha ...
  • Mengapa diat wanita satu perdua diat lelaki?
    8427 Huquq Dan Ahkam 2011/04/19
    Berdasarkan pembelajaraan ilmu hukum hakam (fiqh) dan sejarah, “diat” merupakan sebuah masalah ekonomi yang disyariatkan dengan tujuan untuk menebus kerugian yang dideritai oleh mangsa. Dari sisi lain, masyarakat ideal yang ingin diwujudkan Islam ialah meletakkan inti kegiatan-kegiatan perekonomian di bahu lelaki. Ertinya dengan satu pandangan ...
  • Bagaimana mungkin seratus ribu lebih jumlah sahabat yang hadir di Ghadir Khum dan mendengarkan hadis al-Ghadir namun tiada satu pun dari mereka yang melontarkan kritikan dan protes di Saqifah?
    15353 Teologi Klasik 2011/07/21
    Asal usul peristiwa al-Ghadir menurut nukilan sejarah merupakan peristiwa yang telah dibuktikan (tentang kesahihannya).Para penulis sejarah dengan merakam pelbagai kejadian dan mendengar telinga ke telinga peristiwa ini dari mulut-mulut masyarakat yang dapat dipercayai, dan dari kabilah-kabilah yang berbagai-bagai, telah mengakui kebenaran masalah ini.
  • Apakah prinsip-prinsip falsafah penantian Imam Mahdi (Mahdawiyah)?
    8695 انسان و خلافت الاهی 2012/11/22
    Prinsip-prinsip falsafah mahdawiyah dapat diselidiki dari dua arah tujuan: Dari haluan sebab akhir (العلة الغائیة) dan sebab al-fāʻiliyyah (العلة الفاعلیة). Iaitu dari arah kewajaran yang mempunyai matlamat dan mustahil ada pertentangan dengan objektif penciptaan manusia sempurna. Sementara insan sempurna ini berada di dalam rangkaian sebab ...
  • Apakah keIslaman dengan cara bertaklid diterima oleh Allah (s.w.t)?
    12136 بیشتر بدانیم 2013/05/25
    Sekiranya kita tidak mengemukakan sebarang dalil berkenaan dengan akidah di hari akhirat nanti kecuali dalil taklid dan menuruti orang terdahulu secara membabi buta, sedangkan kita tahu bahawa nenek moyang kita bukanlah ahli ilmu, berpengetahuan, golongan intelek dan tidak juga berada dalam asuhan serta bimbingan para ulama, maka ...
  • Apakah setiap bencana yang berlaku di alam semesta merupakan azab Ilahi atau sekadar kejadian semulajadi?
    22709 ثواب و عقاب 2013/03/05
    Hikmah dari kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di alam semesta ini seperti banjir, gempa bumi dan angin ribut bukan semata-mata kerana azab Ilahi. Namun ia memiliki banyak pengaruh. Di antaranya ialah berbagai nikmat Ilahi, penyedaran manusia dari kelalaian, memicu potensi-potensi dan penyemaian bakat, penerusan generasi kehidupan di ...

Populer Hits