Hits
72063
Tanggal Dimuat: 2010/11/08
Ringkasan Pertanyaan
Apakah seorang suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
Pertanyaan
Dalam Al-Qur'an, surat al-Nisa (4) dijelaskan bahwa wanita harus menyerahkan fisiknya (kepada suaminya). Dalam kitab tafsir al-Mizân karya Allamah Thaba'thaba'i terdapat penjelasan mengenai ayat tersebut bahwa wanita berkewajiban untuk menyerahkan fisiknya sepenuhnya (kepada suaminya).
1.Apakah yang dimaksud dengan menyerahkan fisik sepenuhnya itu?
2.Apakah –berdasarkan hukum ini- suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
3.Apa hukum wanita yang tidak mau mentaati keinginan seksual suaminya atau pelayanannya sangat lemah sehingga mengecewakan suaminya?
Jawaban Global

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Perhatikanlah beberapa jawaban yang kami peroleh dari sebagian kantor marja' agung taklid berikut ini:

 

Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Imam Ali Khamene'i Hf:

Jawaban atas pertanyaan 1 dan 2

Maksud dari penyerahan fisik sepenuhnya bukanlah berarti bahwa si suami dibolehkan melakukan hal-hal yang dianggap tidak etis atau sangat dimakruhkan (makruh syadid) atau memaksa istrinya sehingga menyebabkan ia sakit hati. Tetapi yang dimaksud dengan penyerahan fisik sepenuhnya ialah bahwa si suami dibolehkan melampiaskan syahwat seksualnya kepada istrinya kapan saja ia kehendaki sesuai dengan yang wajar dan dibenarkan oleh syariat Islam. Dan istri pun diwajibkan mentaati kehendak suaminya ketika tidak terdapat suatu halangan apapun, baik secara syar'i (seperti haid), aqli (menurut akal sehat) maupun 'urfi (menurut pandangan masyarakat umum).

3.Apabila istri menolak untuk menyerahkan fisiknya (untuk dinikmati oleh suaminya sementara tidak terdapat halangan apapun) maka ia berdosa besar dan kewajiban suami dalam memberikan nafkah menjadi gugur.

 

Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Fadhil Langkarani Ra:

Yang dimaksud dengan penyerahan fisik sepenuhnya oleh pihak istri adalah penyerahan yang wajar dan logis. Dan melakukan hubungan seksual dengan istri melalui dubur hukumnya –secara ihtiyâth wâjib- adalah haram. Dan jika dilakukan dengan restunya pun hukumnya adalah sangat dimakruhkan (makruh syadid). Suami pun tidak dibolehkan memaksa istrinya untuk mengisap alat vitalnya. Dan hukumnya haram memaksa istri untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar dan tidak logis.

 

Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Ali Sistani Hf:

Pertama –sehubungan dengan pengamalan terhadap hukum-hukum syariat- bahwa tugas si mukallaf adalah mengamalkan fatwa seorang marja' taklid yang a'lam (lebih pandai dalam melakukan istinbâth hukum) karena penafsiran itu tidak bisa dianggap sebagai penjelas hukum syariat (bagi si mukallid).

Kedua bahwa seorang istri diwajibkan untuk menyerahkan fisiknya sepenuhnya kepada suaminya demi melampiaskan syahwat seksualnya di antaranya adalah melakukan hubungan suami istri (jimak) yang dilakukan secara syar'i (dan sesuai dengan fitrah insaniah). Terdapat banyak riwayat yang menjelaskan hal itu. Jika istri tidak mentaati suaminya (dalam hal itu dan tidak terdapat halangan apapun) maka ia dianggap telah nusyuz (membangkang) sehingga ia terkena hukum-hukum wanita nusyuz (di antaranya adalah nafkah atasnya menjadi gugur). Untuk mengetahui penjelasan secara rinci silahkan rujuk kitab "Taudhih al-Masâil". Wallahu al-'Alim.

 

Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Makarim Syirazi Hf:

Yang dimaksud dengan peyerahan fisik istri sepenuhnya ialah bahwa istri wajib merestui kehendak suaminya untuk melakukan hubungan seksual pada batas-batas yang wajar dan logis. Adapun hal-hal yang tidak wajar dan tidak syar'i seperti melakukan jimak (senggama) lewat dubur, maka istri tidak diwajibkan mentaati kehendak suaminya. Dan jika pada hal-hal yang wajar istri tidak mau mentaati suaminya, maka ia dianggap sebagai wanita nusyuz (pembangkang). [IQuest]

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengingat adanya syarat baligh untuk tugas-tugas (taklif) syar'i, lantas bagaimana status hukum seluruh perbuatan baik dan buruk yang dilakukan manusia pada masa kecilnya?
    12627 Teologi Lama 2009/12/08
    Kendati syarat-syarat taklif manusia itu bersumber dari Allah Swt yaitu sampainya manusia pada usia baligh, akan tetapi jangan salah sangka bahwa seluruh anak pada masa kecilnya dibiarkan begitu saja dan bebas melakukan apa saja yang mereka senangi. Dalam hal ini, para fakih Islam mengecualikan anak-anak yang mampu memahami baik dan ...
  • Siapakah nama neneknya Nabi Muhammad??
    48484 Sejarah Para Pembesar 2013/11/23
    Nama nenek Nabi Muhammad Saw dari jalur ayah adalah Fatimah binti Amru bin Aidz bin Imran bin Makhzun.[1] Adapun nama nenek Nabi Saw dari jalur ibu yaitu ibunda Aminah binti Abdul Aziz bin Utsman bin Abdudar bin Qasha.[2] [iQuest]
  • Siapa saja yang memiliki hubungan dengan Imam Zaman Ajf?
    5257 Teologi Lama 2010/09/20
    Pijakan teoritis hubungan dengan Imam Zaman Ajf dan kajian ragam jenis hubungan tersebut harus dibahas pada tempatnya tersendiri. Namun demikian terdapat beberapa ulasan pelbagai perjumpaan sebagian ulama di antaranya Muqaddas Ardabili, Sayid Bahrul Ulum, Sayid Ibnu Thawus dan kebanyakan ulama lainnya yang disebutkan dalam kitab-kitab ulama ...
  • Apa yang dimaksud dengan dzikir? Mana saja yang termasuk jenis dzikir?
    57332 Irfan Praktis 2010/06/21
    Dzikir atau mengingat Tuhan memiliki banyak pengaruh positif dan konstruktif pada kejiwaan dan moral manusia dimana mengingat Tuhan (dzikrullâh) bagi hamba adalah pencerah hati, penenang kalbu, takut dari (maksiat kepada) Tuhan, pengampun dosa, membuahkan ilmu dan kebijaksanaan adalah beberapa pengaruh yang dituai dari zikir. Biasanya, dzikir dibagi menjadi dzikir ...
  • Apakah mandi irtimâsi di kolam renang sah sementara ia mengenakan pakaian renang?
    5872 Bagaimana Mandi dan Hukum-hukum Mandi 2011/12/19
    Mencermati dua masalah dari risalah-risalah amaliah para marja taklid dapat membantu Anda menemukan solusi dan jawaban atas pertanyaan Anda: 1.     Dalam masalah mandi irtimâsi apabila dilaksanakan dengan niat mandi itrimasi kemudian secara perlahan turun ke air (kolam) sampai seluruh badan ...
  • Apalah amalan-amalan dan doa-doa yang dikerjakan pada malam pertama Rabiul Awwal tidak termasuk sebagai perbuatan bid’ah dan haram?
    9631 Akhlak Praktis 2011/05/17
    Bulan Rabiul Awwal adalah musim semi bulan-bulan. Dari satu sisi, dengan masuknya bulan ini, bulan penuh duka dan kesedihan, Shafar yang merupakan bulan pelbagai penderitaan besar Ahlulbait Rasulullah Saw telah berakhir. Dari sisi lain, hari kelahiran (milad) Rasulullah Saw yang merupakan rahmat terbesar jatuh tepat pada bulan ini.
  • Apakah setelah alam dunia berakhir akan tetap terdapat penciptaan baru?
    43979 معاد و قیامت 2012/08/05
    Mengingat bahwa Allah Swt merupakan fayyâdh ‘ala al-ithlaq (Mahapemberi emanasi secara mutlak) dan emanasi-Nya bersifat permanen, maka memberikan emanasi ini adalah tuntutan penciptaan untuk selalu bersifat permanen dan berkelanjutan. Segala sesuatu yang layak untuk diciptakan akan dicipta. Sifat Fayyâdh (Mahapemberi emanasi) dan Jawâd (Mahapemurah) Allah Swt akan ...
  • Apabila seseorang mandi junub dan mengeluarkan angin (kentut) apakah ia dapat menuntaskan mandi junubnya atau ia harus memulai dari awal mandinya?
    18077 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/30
    Imam Khomeini berkata, “Apabila terjadi hadats asghar (buang angin),[1] ketika seseorang mandi misalnya kencing maka mandi (junubnya) menjadi batal.”[2] Namun harus diperhatikan untuk mengerjakan amalan-amalan yang mensyaratkan adanya wudhu maka ia harus berwudhu. ...
  • Apa signifikansi, pengaruh shalat malam, hukum nawafil yang telah lewat waktunya dan qadhanya?
    6869 Hukum dan Yurisprudensi 2010/12/11
    Di antara shalat-shalat mustahab (yang dianjurkan) yang ditekankan dalam al-Qur’an dan riwayat adalah shalat-shalat nawafil malam khususnya nafilah malam. Imam Shadiq As terkait dengan pengaruh shalat malam bersabda, “Shalat malam akan mengindahkan wajah, mengelokkan perilaku, menyucikan rezeki, membayarkan utang, menyingkirkan kesedihan, mencerahkan pandangan. Hendaklah kalian menunaikan ...
  • Bagaimanakah adab-adab malam pertama?
    3790 ازدواج، خانواده، طلاق و 2015/04/18
    Malam pertama adalah malam satu ranjang antara dua pasangan yang diikat oleh perjanjian suami istri dengan jalan yang benar dan sesuai aturan syar’i. Malam ini merupakan malam yang sangat penting dan diberkahi dalam kehidupan setiap insan. Keberkahan malam ini sedemikian penting sehingga disebutkan dalam hadis bahwa apabila ...

Populer Hits