Advanced Search
Hits
9193
Tanggal Dimuat: 2011/12/17
Ringkasan Pertanyaan
Apakah Ja’dah memiliki anak dari Imam Hasan As?
Pertanyaan
Apakah Ja’dah memiliki anak dari Imam Hasan As?
Jawaban Global

Ja’dah adalah putri dari Asy’ats bin Qais Kindi. Asy’ats adalah orang yang terkenal pada masa awal kedatangan Islam dan termasuk orang munafik yang paling berbahaya pada masa itu. Sesuai dengan catatan Baladzuri, Ja’dah, berkat kelicikan ayahnya, berhasil dipersunting oleh Imam Hasan Mujtaba As.[1]

Dalam sebuah riwayat Imam Shadiq As bersabda, “Asy’ats terlibat dalam pembunuhan Amirul Mukminin Ali As dan putrinya Ja’dah (sesuai dengan provokasi Muawiyah) meracuni makanan Imam Hasan dan mensyahidkannya. Putranya juga turut serta dalam membunuh Imam Husain As.”[2] Kaum Quraisy tatkala beradu mulut dengan anak-anak Ja’dah, mereka menyebutnya sebagai Bâni Masmumât al-Azwâj yaitu anak keturunan seorang perempuan yang meracuni suaminya.”[3]

Terdapat banyak perbedaan pendapat tentang jumlah anak-anak Imam Hasan Mujtaba As; sebagaimana juga terdapat beberapa pendapat terkait dengan jumlah istrinya. Syaikh Mufid dalam buku monumentalnya al-Irsyâd menyebutkan lima belas anak – delapan putra dan tujuh putri – Imam Hasan dan juga menyebutkan nama ibu mereka. Namun tidak terdapat Ja’dah dari nama ibu yang disebutkan oleh Syaikh Mufid dalam al-Irsyad.[4]

Syaikh Mufid menulis, “Zaid bin Hasan dan dua saudarinya beribukan Ummu Busyair, putri Abi Mas’ud ‘Uqbah. Hasan bin Hasan yang lebih dikenal dengan Hasan Mutsanna  ibunya adalah Khulah putri Manzhur bin Zaban. Umar bin Hasan dan dua saudaranya Qasim dan Abdullah ibunya adalah seorang kaniz (budak perempuan). Anak-anak lain Imam Hasan adalah Abdurrahman bin Hasan yang ibunya juga merupakan seorang kaniz. Husain bin Hasan yang bergelar Atsram dan saudaranya Thalha dan saudarinya Fatimah lahir dari Ummu Ishak putri Thalha bin Ubaidillah. Empat putri lainnya Imam Hasan bernama Ummu Abdullah, Fatimah, Ummu Salamah dan Ruqayyah dan ibu keempat putri ini juga merupakan seorang kaniz (budak perempuan).[5]

Patut untuk disebutkan bahwa Ja’dah menikah lagi dua kali setelah Imam Hasan Mujtaba. Pertama dengan Ya’qub bin Thalha bin Ubaidillah dan kedua setelah terbunuhnya Ya’qub bin Thalha bin pada peristiwa Hurra, Ja’dah menikah dengan Abbas bin Abdullah bin Abbas (putra sulung Ibnu Abbas yang terkenal). Dari dua orang ini kemudian Ja’dah dikaruniai anak.[6]

Karena itu, dalam literatur-literatur sejarah, tidak dilaporkan tentang adanya anak Imam Hasan Mujtaba As dari rahim Ja’dah. [iQuest]

 



[1]. Ahmad bin Yahya Baladzuri, Ansâb al-Asyrâf, jil. 2, hal. 369, Cap Mahmud Firdaus al-‘Azam, Damisyq, 1996-2000.

[2]. Kulaini, al-Kâfi, jil. 8, hal. 167.

[3]. Syaikh Mufid, al-Irsyâd fi Ma’rifat Hujaj al-Allâh ‘ala al-Ibâd, jil. 2, hal. 16, Kongres Syaikh Mufid, Qum, 1413 H.

[4]. Ibid, jil. 2, hal. 20.

[5]. Ibid.

[6]. Ahmad bin Yahya Baladzuri, Ansâb al-Asyrâf, jil. 2, hal. 369

Jawaban Detil

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa perbedaan antara tafsir bi ra’yi , tafakkur dan kesimpulan pribadi atas al-Quran?
    7631 شیعه و قرآن
    Tafsir bi ra’yi bermakna bahwa manusia menjadikan pendapat dan gagasan tertentu sebagai hipotesa dan praasumsi yang diterima dan tidak dapat diragukan kemudian merujuk kepada al-Quran untuk mencari sokongan dan dukungan berdasarkan konsep ayat-ayat Ilahi. Tafakkur adalah sebuah perjalanan dalam batin atau gerak dari pendahuluan menuju kesimpulan ...
  • Apakah epistemologi itu bersifat relatif atau absolut?
    25721 Kalam Jadid
    Terkait dengan epistemologi relatif atau absolut, kita harus meyakini adanya perbedaan antara obyek-obyek indrawi-empirik dan obyek-obyek rasional; karena menyangkut obyek-obyek indrawi-empirik sangat boleh jadi pengetahuan dan pengenalan kita bersifat relatif dan nisbi. Obyek-obyek indrawi-empirik dalam beberapa hal khusus telah terbukti dan terdapat kemungkinan kesalahan dalam obyek-obyek indrawi-empirik. Namun dalam ...
  • Apa kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lainnya? beserta penguatan hadistnya..
    14063 گناه و رذائل اخلاقی
    Dalam sumber-sumber riwayat, terdapat beberapa pasal dengan judul “hak Mukmin atas saudara-saudara Mukmin lainnya” (Bab Haq al-Mu’min ‘ala Akhihi wa Adai Haqqihi) yang di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak saudara-saudara seagama: Menyingkirkan pelbagai problema yang dihadapinya, memenuhi hajat-hajatnya, menutupi aib-aibnya, membayarkan utang-utangnya, menengoknya ketika sakit, tidak ...
  • Apakah hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw disebabkan tiadanya orang yang dapat memberikan ASI kepadanya menyusu pada puting pamannya Abu Thalib itu ada benarnya?
    4878 Serba-serbi
    Teks asli hadis yang disebutkan pada pertanyaan adalah: «محمد بن یحیى عن سَعد بن عبد الله عن إبراهیم بن محمد الثقفی عن علی بن المُعَلّى عن أخیه محمد عن دُرُست بن أبی منصور عن علی بن أبی حمزة عن أبی بصیر عن أبی عبد الله(ع) قال: ...
  • Apakah mengetahui takdir akan bermanfaat bagi manusia atau merugikannya?
    11701 Teologi Lama
    Terkadangsebagian dari kejadian-kejadian dan pelbagai peristiwa mendatang yang dapat mengalami perubahan akan hadir atau tersingkap bagi seseorang dalam suatu kondisi-kondisi seperti mimpi dan selainnya yang perkara ini tidak lain merupakan sebuah
  • Bagaimana kisah kontradiktif terkait dengan terbunuhnya unta Nabi Saleh yang disebutkan pada ayat-ayat al-Quran?
    9333 پیامبران و کتابهای آسمانی
    Salah satu model bayân (penjelasan) yang terdapat pada ayat-ayat al-Quran adalah penggunaan metode ijmal (global) dan tafshil (detil). Di antara ayat-ayat yang berkaitan dengan peristiwa terbunuhnya unta Nabi Saleh, terdapat tiga ayat menyandarkan perbuatan ini kepada orang-oran non-Mukmin dari kaum Tsamud. Satu ayat memperkenalkan bahwa perbuatan itu ...
  • Apa alasan Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah ?
    37717 Hijrah
    Selama di Mekkah, Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya mendapatkan ganguan, siksaan dan ancaman. Secara umum kaum Muslimin harus menghadapi kondisi yang sangat pelik dan sulit. Pada tahun kesepuluh bi’tsat, tidak lama setelah keluarnya Bani Hasyim dari Sy’ib, Abu Thalib[i] dan Khadijah
  • Mengapa al-Quran dikumpulkan tidak berdasarkan urutan pewahyuan?
    55440 شیعه و قرآن
    Tiada satu pun instruksi yang datang dari Rasulullah Saw terkait dengan pengumpulan al-Quran berdasarkan urutan wahyu yang sampai di tangan kita sekarang ini. Pengumpulan al-Quran dilakukan dalam beberapa periode. Imam Ali As mengumpulkan al-Quran berdasarkan urutan pewahyuan namun pada akhirnya karena pengumpulan para khalifah bersifat ...
  • Bagaimana kedudukan salat dan infak itu dalam pandangan orang-orang munafik?
    9760 Salat
    Orang-orang munafik adalah sebuah kelompok yang tidak meyakini Tuhan dan akhirat dalam hatinya namun secara lahir menampakan diri mereka di hadapan kaum Muslimin sebagai orang-orang beriman. Dengan memperhatikan sifat-sifat orang-orang munafik dalam al-Quran, mereka tidak meyakini salat dan zakat. Apabila mereka mengerjakan salat dan menunaikan ...
  • Apa falsafah dari adanya ikhtilaf dan perbedaan pada setiap manusia, dari sisi jelek dan indahnya, petunjuk dan kesesatan, rezeki dan lain-lain?
    7846 Teologi Lama
    ‘Adl (keadilan) itu memiliki ragam makna, di antaranya adalah: seimbangnya bagian-bagian yang terdapat pada suatu rangkapan, menjaga hak-hak setiap orang dan menyerahkan hak kepada pemiliknya, menjaga kelayakan dan kepatutan dalam memberikan sesuatu, persamaan dan menafikan segala bentuk diskriminasi. Namun makna yang sesuai dengan pertanyaan tersebut di atas adalah persamaan ...

Populer Hits