Advanced Search
Hits
6951
Tanggal Dimuat: 2012/01/21
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa sejarah yang ditulis oleh sebagian manusia (sarat dengan kesalahan) harus diterima?
Pertanyaan
Mengapa sejarah yang ditulis oleh sebagian manusia (sarat dengan kesalahan) harus diterima?
Jawaban Global

Kami tidak menerima model argumentasi seperti ini yang menyatakan bahwa karena sebuah disiplin ilmu yang dirancang dan ditulis oleh manusia dan manusia juga sarat dengan kesalahan, maka kesimpulannya disiplin ilmu tersebut tidak dapat diterima. Apabila model argumentasi seperti ini valid dan sahih maka seluruh ilmu dan pengetahuan yang dibuat oleh manusia tidak akan bernilai dan kita tidak dapat mempercayai satu pun berita yang beredar di dunia hari ini. Karena seluruh berita tersebut dibuat dan disampaikan oleh manusia.

Sebaliknya, kami meyakini bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi yang benar dan yang salah, jalan lurus dan jalang menyimpang, dan berdasarkan kemampuan ini, meski sejarah ditulis oleh manusia, namun dengan penelitian dan telaah yang luas serta mendapatkan spesialisasi dalam bidang ini, manusia dapat mengidentifikasi antara fakta-fakta standar sejarah yang orisinal dan peristiwa-peristiwa sejarah bodong (palsu) dan rekaan.

Jawaban Detil

Problem yang terdapat pada pertanyaan Anda tidak hanya bertautan dengan masalah sejarah, melainkan menyangkut seluruh ilmu pengetahuan yang dibuat oleh manusia. Dengan model argumentasi seperti ini maka kita tidak dapat menerima satu pun ilmu dan pengetahuan yang dibuat oleh manusia. Dan sebagai akibatnya, seluruh sekolah dan universitas harus diliburkan. Pendidikan dan pengajaran juga harus diberhentikan.

Tentu saja hal seperti ini tidak Anda inginkan. Karena itu, untuk menyingkirkan beberapa keburaman dalam masalah ini, kami mengajukan pertanyaan kebalikan dari pertanyaan Anda, apakah kita dapat mengandalkan berita-berita yang disiarkan oleh media-media informasi, media cetak dan elektronik, sehubungan dengan pelbagai peristiwa keseharian yang terjadi di pelbagai belahan dunia atau tidak?

Apabila jawabannya negatif (tidak), lantas bagaimana Anda menata kehidupan sosial Anda? Sebagai contoh, tepat pada waktu yang telah ditentukan, Anda ikut dalam UMPTN, atau setelah pengumuman kelulusan anda, Anda mendaftar ulang ke tempat itu dan ratusan contoh-contoh yang serupa?

Apabila Anda pasti bahwa Anda harus meyakini berita-berita seperti ini, pertanyaan lain kami adalah bahwa dengan memperhatikan seluruh berita ini, dikumpulkan dan disebarkan oleh manusia, apakah kepercayaan Anda kepada mereka, dengan penalaran yang Anda kemukakan dalam pertanyaan dapat diseragamkan?

Boleh jadi Anda berkata bahwa kita mendapatkan berita ini dari sumber-sumber yang standar atau penyebarannya dari berbagai sumber sedemikian sehingga tidak lagi menyisakan keraguan dan kesangsian. Anda yakin terhadap informasi tersebut kemudian Anda mengatur pelbagai keputusan Anda berdasarkan serangkaian berita dan informasi ini. Kalau Anda melakukan hal ini maka perilaku dan tindakan Anda adalah perilaku dan tindakan logis.

Kami yakin bahwa dalam masalah sejarah juga manusia yang berakal sehat akan melakukan cara yang sama. Tidak bertindak longgar terhadap sejarah dan menerima segala apa yang dinukil dalam buku-buku sejarah tanpa penalaran, penelitian dan memandangnya sebagai sesuatu yang sudah pasti dan juga tidak bersikap terlalu ekstrem dengan menolak seluruh dokumen sejarah hanya karena berpandangan bahwa manusia sarat dengan kesalahan.  Posisi manusia yang berakal sehat adalah dengan memilih jalan tengah dan memandang bahwa setiap tema sejarah harus ditelisik dan dianalisa dengan pandangan kritis. Apabila dalil-dalil sebuah peristiwa sejarah telah mencukupi maka peristiwa tersebut harus diterima sebagai sebuah peristiwa sejarah faktual dan kalau tidak demikian maka kita harus meragukan atau bahkan menolak seluruhnya.

Dalam pada itu, kiranya perlu dicamkan bahwa tidak seorang pun Muslim yang meyakini bahwa sejarah harus diterima secara mutlak seratus persen karena kalau demikian adanya maka kaum Muslimin tidak lagi perlu lagi menyusun disiplin ilmu seperti Rijal, Tarajim, Dirayah, Bibliograpi dan lain sebagainya. Demikian juga, seluruh analisa dan kajian tajam lagi cermat tentang masalah-masalah sejarah tidak akan pernah dikemukakan oleh para ahli, melainkan hanya mencukupkan diri dengan menelaah sejarah dan apa pun yang dikemukakan tentang sejarah, diterima tanpa ragu.

Allah Swt, dalam sebagian perkara, menyeru kita untuk menelaah karya-karya orang-orang terdahulu dan memperkenalkannya sebagai pelajaran yang harus dipetik.[1] Dan dengan satu ungkapan, masa lalu merupakan pelita jalan untuk masa depan.

Umat manusia dewasa ini juga menyadari realitas ini.  Terdapat pelbagai sentra-sentra keilmuan dan universitas-universitas di pelbagai belahan dunia, yang Anda dapat jadikan sebagai tempat yang paling meyakinkan untuk belajar sejarah.  Kita tidak dapat meyakini bahwa kesemuanya menawarkan legenda dan takhayul.

Benar! Kita harus cermat, tajam dan teliti supaya tidak mudah menerima setiap masalah tanpa dalil dan dasar kemudian memandangnya sebagai sebuah kenyataan sejarah. Namun bersikap ekstrem atau longgar terhadap sejarah, tidak dapat diterima karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan juga tertolak oleh sentra-sentra keilmuan umat manusia. [iQuest]



[1]. “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka?”(Qs. Al-Rum [30]:9); “Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.” (Qs. Fathir [35]: 44); “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.” (Qs. Ghafir [40]:21 & 82); “Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka?” (Qs. Muhammad [47]:10); “Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang-orang lelaki di antara penduduk negeri yang Kami berikan wahyu kepadanya. Maka tidakkah mereka (para penentang dakwahmu) bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Qs. Yusuf [12]:109 & 111) dan lain sebagainya..  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Dalam kondisi bagaimana taubat pezina diterima? Dan bilamana hukuman baginya harus dilaksanakan?
    26384 Hukum dan Yurisprudensi
    Berzina dan menjalin hubungan gelap dengan wanita merupakan salah satu keburukan besar sosial yang mengakibatkan banyak kerugian yang tidak dapat ditebus dalam masyarakat. Atas dasar itu, Islam memandangnya sebagai perbuatan haram dan melawannya dengan sengit.[1]Jalan pertama dan terbaik untuk dapat selamat dari kecelakaan fatal ...
  • Pada tahun berapa nuzul al-Quran berakhir?
    13292 Ulumul Quran
    Terdapat perbedaan dalam riwayat-riwayat yang menerangkan tentang surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam sebagian riwayat, surat yang terakhir turun bagi Nabi Saw adalah surahl-Nashr dan dalam riwayat yang lain surah Baraat (surah al-Taubah) merupakan surah terakhir. Dan pada sebagian riwayat yang lainnya lagi ayat 281 surah ...
  • Apa pendapat Islam dalam kaitannya dengan keceriaan dan kegembiraan?
    9348 Agama dan Budaya
    Kegembiraan hakiki dari pandangan orang yang beriman akan terilustrasi ketika ia melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Tuhannya. Namun, karena di dalam dirinya, manusia memiliki fitrah mencari variasi, maka ia bisa memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang diperbolehkan, dan bergembira karenanya. Kegembiraan ini bisa juga meningkatkan kegembiraan maknawi dan ...
  • Bagaimanakah adab-adab malam pertama?
    5837 ازدواج، خانواده، طلاق و
    Malam pertama adalah malam satu ranjang antara dua pasangan yang diikat oleh perjanjian suami istri dengan jalan yang benar dan sesuai aturan syar’i. Malam ini merupakan malam yang sangat penting dan diberkahi dalam kehidupan setiap insan. Keberkahan malam ini sedemikian penting sehingga disebutkan dalam hadis bahwa apabila ...
  • Apa yang dimaksud dengan barokaah dalam mempelajari al-Qur’an?
    16125 Ulumul Quran
    Para ahli linguistik dan penafsir al-Qur'an secara umum, dengan ungkapan yang berbeda-beda, memaknai barokah dengan makna kebaikan dan manfaat yang bersifat tetap dan berterusan. Mereka berkata: Berkah (barokah) artinya tetapnya kebaikan Ilahi pada sesuatu.[1] Barakât adalah kata jamak dari barakat (barokah) aslinya bermakna ...
  • Apakah maksud dari dua laut, yang disebutkan dalam surah Ar-Rahman adalah tentang Ali AS dan Fatimah SA?
    28553 Tafsir
    Tuhan dalam menjelaskan salah satu dari nikmat-nikmat-Nya, mengingatkan tentang dua laut yang berbeda satu sama lain, akan tetapi bertemu dan memiliki hubungan antara satu dengan yang lain. Namun demikian di saat yang sama, yang satu sama sekali tidak dapat mendominasi yang lain; karena di antara keduanya terdapat ...
  • Apa yang dimaksud dengan menegakkan (iqâmah) salat?
    11105 Salat
    Dalam al-Quran, mengerjakan atau menunaikan salat dijelaskan dalam beragam frase seperti qadhâ, qiyâm, ityân dan iqâmah yang dengan memperhatikan terhadap pelbagai penafsiran atas ayat-ayat, iqâmah (menegakkan) salat memiliki makna yang lebih tinggi dari sekedar mengerjakan salat. Iqâmah al-shalât (menegakkan salat) berarti menghidupkan, menjaga, memberikan nilai dan kemuliaan ...
  • Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menikah dengan wanita non-Muslim?
    16646 Kesamaan Agama
    Mayoritas fukaha berkata, “Tidak dibenarkan menikah secara permanen (dâim) dengan wanita-wanita non-Muslim, meski ia berasal dari Ahlulkitab, bahkan apabila mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat. Untuk menikah secara permanen dengan wanita-wanita seperti ini maka mereka terlebih dahulu harus menerima agama ...
  • Apakah Imam Ali As memberikan baiat kepada Abu Bakar, Umar dan Usman? Mengapa demikian?
    11458 Teologi Lama
    Pertama: Imam Ali As, sejumlah sahabatnya dan sebagian sahabat Rasulullah Saw pada mulanya tidak memberikan baiat kepada Abu Bakar dan tatkala memberikan baiat hal itu dilakukan semata-mata untuk menjaga Islam dan kemaslahatan pemerintahan Islam. Kedua, ...
  • Mengapa para nabi agama-agama Ibrahimi, yang mendapat sokongan al-Qur’an, semuanya berasal dari kaum Bani Israel?
    19738 Teologi Lama
    Al-Qur’an menyokong seluruh nabi Ilahi dengan alasan bersama mereka, terlepas dari apakah peristiwa mereka dijelaskan dalam kitab samawi ini dan apakah nama salah seorang nabi dari mereka disebutkan di dalamnya. Tidaklah demikian bahwa seluruh nabi yang disebutkan dalam al-Qur’an, bahkan para penyeru agama Ibrahimi, seluruhnya berasal dari Bani ...

Populer Hits