Advanced Search
Hits
14741
Tanggal Dimuat: 2012/07/29
Ringkasan Pertanyaan
Apakah suami dan istri dapat melampiaskan hasrat seksual mereka melalui telpon atau SMS?
Pertanyaan
Saya dan istri saya melampiaskan kerinduan dan hasrat seksual kami melalui telpon dan SMS dikarenakan kami berjauhan. Saya jalankan segala yang ia sampaikan. Apakah yang kami lakukan ini termasuk sebagai onani dan kami telah melakukan perbuatan dosa?
Jawaban Global
            Islam merupakan agama inklusif dan sempurna yang mencermati seluruh dimensi eksistensial manusia. Agama sempurna ini menaruh perhatian terhadap seluruh kebutuhan material dan spiritual manusia serta menegaskan bahwa manusia dapat meraih kesempurnaan berdasarkan ajaran-ajaran agama sehingga ia dapat menyediakan dan menyalurkan segala kebutuhannya pada tataran proporsional.
            Salah satu kebutuhan penting manusia adalah pelampiasan hasrat seksual dan emosional yang diletakkan Allah Swt pada pernikahan temporal dan permanen dengan syarat-syaratnya yang mengharuskan manusia menyalurkan pelampiasan hasrat seksual itu secara sah dan sehat.
            Suami dan istri dapat menikmati pelbagai jenis kelezatan seksual yang legal. Entah kelezatan itu secara langsung atau melalui jalur telpon atau mengirimkan pesan-pesan sensual penuh dengan kata-kata asmara. Namun apabila mereka saling tukar menukar pesan asmara sehingga berujung pada keluarnya sperma yang dilakukan sendiri maka hal itu telah keluar dari batasan kelezatan yang seharusnya dapat diperoleh oleh pasangan suami dan istri (ketika mereka berdekatan dan berdua-duaan). Hal ini merupakan salah satu contoh onani dan haram hukumnya; karena onani adalah manusia sendiri yang berbuat sesuatu sehingga keluar spermanya dan perbuatan ini haram dalam pandangan Islam. Pelaku perbuatan ini telah melakukan perbuatan dosa. Tentu tiadanya istri tidak dapat menjadi pembenar dan alasan untuk melakukan hal ini.[1]
            Patut untuk diperhatikan bahwa onani itu terdiri dari beberapa jenis: misalnya memainkan alat reproduksi dengan tangan, mendengarkan suara wanita (atau pria) non mahram, saling tukar menukar obrolan mesra, berkhayal dan memikirkan masalah-masalah sensual. Apabila seseorang dengan ikhtiarnya melakukan salah satu amalan yang disebutkan dengan niat untuk mengeluarkan sperma dan berujung pada keluarnya sperma maka perbuatannya ini digolongkan sebagai onani (istimna) dan haram hukumnya.[2]
            Bagaimanapun, karena Anda menginginkan hukum fikih atas masalah yang Anda hadapi, berikut ini kami akan lampirkan jawaban marja agung taklid kepada Anda:
 
Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Tidak ada halangan apabila dilakukan tanpa menggunakan tangan atau sesuatu yang lain. Selain itu termasuk sebagai onani dan tidak dibenarkan.
 
Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): 
Iya, apabila berujung pada keluarnya sperma maka perbuatan ini termasuk sebagai onani dan tidak dibenarkan.
 
Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Iya, (perbuatan itu termasuk sebagai) onani (dan) haram hukumnya.
 
Jawaban Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah Swt Melanggengkan Keberkahannya):
Istimnâ (onani) adalah segala jenis perbuatan dimana seseorang melakukannya sendiri dan berujung pada keluarnya sperma dan salah satu contoh istimna itu dilakukan bukan oleh istri sahnya.
            Karena itu, apabila amalan-amalan di atas secara urf dan dalam pandangan orang-orang berakal dinilai sebagai onani yang dilakukan oleh istri maka perbuatan itu tidak termasuk perbuatan haram dan selain itu apabila berujung pada keluarnya sperma maka hukumnya haram. [iQuest]
 
Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat:
  1. Indeks: Syarat-syarat Waktu dan Tempat Bersenggama, Pertanyaan 5556 (Site: 5813)
  2. Indeks: Batasan Kelezatan-kelezatan Seksual Yang Dapat Dinikmati oleh Suami dan Istri, Pertanyaan 2105 (Site: 2177)
  3. Indeks: Onani dengan Cara Berkhayal Hal-hal Sensual, Pertanyaan 2211 (Site: 2359)
 
 
 

[1]. Silhkan lihat, Software Parseman, Khudirdhâi Muta’ahil (Onani Orang Yang Telah Berkeluarga).  
[2]. Majma’ al-Rasâil Muhassyâ, Muhammad Hasan al-Najafi (Shâhib Jawâhir al-Kalâm), jil. 1 hal. 447, Masalah 1411; Manâsik Muhassyâ, Syaikh Murtadha Anshari, hal. 34; Manâsik Muhassyâ, Imam Khomeini, hal. 163 dan  hal. 334; Diadaptasi dari Pertanyaan 468 (Site: 507), Hukum Onani dan Jenis-jenisnya; Diadopsi dari Pertanyaan 1318 (Site: 1314).
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa saja yang menjadi kewajiban-kewajiban legal istri di hadapan suami?
    49622 Hukum dan Yurisprudensi
    Kekukuhan, penguatan dan keberlanjutan kehidupan suami-istri terletak pada kecintaan, kesukaan, saling-memahami, saling menghormati, saling mengakui dan menunaikan hak kedua belah pihak. Supaya tatanan lingkungan dan miniatur masyarakat keluarga menjadi kukuh dan berkelanjutan Islam memberikan seperangkat aturan dan hak-hak masing-masing untuk suami dan istri. Sebagai bandingan ...
  • Apa perbedaan antara tafsir bi ra’yi , tafakkur dan kesimpulan pribadi atas al-Quran?
    9173 شیعه و قرآن
    Tafsir bi ra’yi bermakna bahwa manusia menjadikan pendapat dan gagasan tertentu sebagai hipotesa dan praasumsi yang diterima dan tidak dapat diragukan kemudian merujuk kepada al-Quran untuk mencari sokongan dan dukungan berdasarkan konsep ayat-ayat Ilahi. Tafakkur adalah sebuah perjalanan dalam batin atau gerak dari pendahuluan menuju kesimpulan ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang signifikansi puasa dan Ramadhan dalam al-Quran dan hadis.
    6799 روزه و رمضان
    Allah Swt, dalam al-Quran mengenai bulan Ramadhan berfirman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan diturunkannya penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Mengenai kenapa bulan Ramadhan terpilih sebagai bulan puasa, adalah karena bulan ...
  • Apakah kita dapat belajar ilmu dan pengetahuan dari guru mana pun?
    8422 Dirayah al-Hadits
    Manusia hendaknya senantiasa tunduk dan patuh di hadapan kebenaran. Dan apabila kebenaran dan kelurusan ucapan dan penalaran telah terbukti baginya, tanpa memperhatikan siapa yang mengucapkan, maka kebenaran itu harus diterima. Tentu dengan memperhatikan pelbagai kriteria akal dan agama.   Namun jelas bahwa mempelajari ilmu akan lebih ...
  • Apa perbedaan antara imam dan khalifah?
    20611 Garis Besar
    Kendati menurut pandangan sebagian cendekiawan Ahli Sunnah, seperti Ibnu Khaldun, tidak ada perbedaan antara imam dan khalifah, dan keduanya adalah satu makna yaitu pelanjut dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan kebijakan atau politik dunia, akan tetapi, secara umum dan ringkas bisa dikatakan bahwa kedudukan imâmah, sebagaimana ...
  • Model pesta pernikahan yang manakah yang sesuai (islami, ekonomis, praktis dan selaras dengan kebudayaan Iran)?
    16861 Akhlak Praktis
    Islam memberikan signifikansi yang sangat tinggi terhadap inti pernikahan sebagai salah satu nilai kemanusiaan dan islami. Demikian juga, Islam memandang mustahab dan perbuatan baik bagi orang yang mengadakan perayaan, pesta pernikahan (walimah) dan memberikan makanan kepada para tamu yang datang pada acara pernikahan tersebut. Standar ...
  • Apakah Imam Ali As memberikan baiat kepada Abu Bakar, Umar dan Usman? Mengapa demikian?
    11885 Teologi Lama
    Pertama: Imam Ali As, sejumlah sahabatnya dan sebagian sahabat Rasulullah Saw pada mulanya tidak memberikan baiat kepada Abu Bakar dan tatkala memberikan baiat hal itu dilakukan semata-mata untuk menjaga Islam dan kemaslahatan pemerintahan Islam. Kedua, ...
  • Perampasan tanah Fadak terjadi sebelum pembakaran rumah Bunda Zahra Sa atau setelahnya?
    11467 Fadak
    Tindakan Umar membakar rumah Bunda Zahra Sa dan perampasan tanah Fadak oleh Abu Bakar merupakan tindakan-tindakan pertama yang dilakukan dengan selisih waktu yang sangat dekat dengan pasca wafatnya Rasulullah Saw. Adapun terkait dengan manakah yang terlebih dahulu terjadi di antara dua tragedi ini harus kami ...
  • Apa dan bagaimana pandangan Syiah Imamiyah dan Ahlusunnah terkait dengan Ibnu Taimiyah?
    8186 شیعه آماج تهمتها
    Ibnu Taimiyah lahir pada tahun 661 H di kota Harran yang terletak pada pulau Syam (Turki). Ia hidup selama 67 tahun dan bertepatan dengan tahun 728 H, Ibnu Taimiyah tutup usia di sebuah penjara di kota Damaskus. Ibnu Taimiyah memiliki keyakinan khusus terkait dengan sifat-sifat Allah dan ...
  • Apakah hikmah dan falsafah tawassul kepada Ahlulbait As? Apakah tawassul sedemikian termasuk jenis “kolusi”?
    16817 Teologi Lama
    Tawassul secara leksikal bermakna mendekat kepada sesuatu dengan sebuah media dan perantara praktis. Yang harus diperhatikan dan dipahami terkait dengan tawassul kepada para wali Tuhan adalah bahwa tujuan tawassul adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan tawassul kepada para wali Tuhan tidak berseberangan sama ...

Populer Hits