Advanced Search
Hits
9156
Tanggal Dimuat: 2012/07/26
Ringkasan Pertanyaan
Apa hukumnya meminum kopi Luwak?
Pertanyaan
Apa hukumnya meminum kopi Luwak? Proses pembuatan kopi Luwak ini yang nota-bene merupakan kopi termahal adalah pertama biji kopi biasa diberikan kepada Luwak (sejenis Musang) untuk dimakan dan Luwak setelah melepaskan proteinnya kopi tersebut dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Pertanyaannya apakah membersihkannya dengan air akan membuat biji kopi tersebut menjadi suci? Apa hukum meminum kopi seperti ini?
Jawaban Global

Secara umum kencing dan kotoran manusia serta hewan yang haram dagingnya untuk dimakan dan memiliki darah yang mengucur tatkala disembelih adalah najis dan tidak dapat disucikan demikian juga tidak boleh meminumnya (atau memakannya). Namun para juris meyakini barang-barang seperti biji kurma atau biji ceri yang terkadang dikunyah dan tanpa perubahan signifikan keluar bersama kotoran sehingga biji tersebut semata-mata terkena najis (mutanajjis) dan dapat disucikan.[1]

Nah, adapun yang terkait dengan kopi Luwak (yang proses penyediaannya adalah kopi biasa dalam bentuk padat diberikan kepada Luwak [sejenis Musang] dan kopi tersebut keluar bersama kotoran hewan), terdapat dua pendapat fakih dalam hal ini:

Sebagian meyakini bahwa perubahan yang terjadi tatkala barang (kopi) keluar dari hewan tidak sedemikian sehingga menyebabkan ia menjadi najis al-‘ain (benda najis itu sendiri) dan tidak dapat disucikan.[2] Dan sebagian juris lainnya berpandangan bahwa perubahan yang terjadi menyebabkan benda itu menjadi najis al-‘ain dan haram memakannya.[3]

Beberapa lampiran fatwa:

Jawaban beberapa Marja Agung Taklid terkait dengan persoalan ini adalah sebagai berikut:[4]

Ayatullah Agung Imam Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Jawaban pertama dan kedua: Tidak ada masalah apabila (diminum) setelah disucikan dan dibersihkan.

Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Haram dan tidak akan suci.

Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Tidak dibenarkan (meminumnya).

Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Secara umum air seni dan kotoran binatang yang haram dimakan serta darahnya menyembur tatkala disembelih adalah najis dan tidak dibenarkan untuk memakannya serta tidak dapat disucikan.

Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah Swt Melanggengkan Keberkahannya):

Tidak ada masalah (meminumnya).

 


[1]. Silahkan lihat, Jawad Tabrizi, Istiftâ’ât Jadid, jil. 2, hal. 34, Qum, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun.  

[2]. Ayatullah Khamenei dan Ayatullah Hadawi.

[3]. Ayatullah Siistani, Ayatullah Shafi, Ayatullah Makarim Syirazi.   

[4]. Istiftâ’ât yang dilakukan oleh pihak redaksi Islami Quest dari beberapa kantor Marja Agung Taklid, Ayatullah Khamenei, Siistani, Makarim Syirazi, Shafi Gulpaigani.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits