Advanced Search
Hits
7797
Tanggal Dimuat: 2014/02/06
Ringkasan Pertanyaan
Apa maksud dari ucapan Allah yang menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat?
Pertanyaan
Ayat apa yang menjelaskan tentang the power of word di al-Quran?
Jawaban Global
Allah Swt, pada ayat 24 surah al-Syura (42) dalam kaitannya dengan kekuatan kalimat-Nya, berfirman:
«أَمْ یَقُولُونَ افْتَرى عَلَى اللَّهِ کَذِباً فَإِنْ یَشَإِ اللَّهُ یَخْتِمْ عَلى قَلْبِک
و یَمْحُ اللَّهُ الْباطِل وَ یُحِقُّ الْحَقَّ بِکَلِماتِه...»
"Apakah mereka mengatakan, ‘Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah.” (tidaklah demikian karena urusan ini di tangan Allah) Sedang jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu (dan melenyapkan kemampuan menjelaskan ayat-ayat darimu); dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (yang diwahyukan kepada para nabi, selalu sesuai dengan kebiasaan yang berlaku).’”
Sebab turunnya ayat ini adalah karena Allah Swt mewahyukan ayat mawaddah Ahl al-Bait As yang menyatakan bahwa,
«...قُلْ لا أَسْئَلُکُمْ عَلَیْهِ أَجْراً إِلاَّ الْمَوَدَّةَ فِی الْقُرْبى...»
“Katakanlah, ‘Aku tidak meminta kepadamu suatu upah pun atas seruanku ini kecuali kecintaan kepada keluargaku.’” (Qs. Al-Syura [42]:23)
Akibatnya, sekelompok orang yang lemah iman dan munafik menuding Rasulullah Saw ingin membuat orang-orang mencintai dan suka kepada Ahlul Bait As. Di sini Allah Swt mewahyukan ayat ini dan berfirman, “Apakah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah.” Padahal Allah Swt tidak sedang mewahyukan ayat mawaddah.[1] Sejatinya, Allah Swt menyodorkan ayat ini atas kebenaran ucapan Rasul-Nya.
Apakah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah.” Konteks firman Allah Swt adalah bernada ancaman dan keniscayaan pengingkaran makna ini adalah Rasulullah Saw menyandarkan dusta kepada Allah Swt (naudzubillah min dzalik).
“Sedang jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu.” (Makna kalimat sebelumnya adalah bahwa orang-orang munafik berkata engkau berkata apa-apa yang berasal dari dirimu sendiri supaya keluargamu dicintai oleh masyarakat).
Makna kalimat ini dengan bantuan konteks ayat adalah bahwa tidak, engkau tidak menyandarkan dusta kepada Allah Swt dan engkau juga bukan seorang pendusta. Karena engkau tidak memangku jabatan dan posisi tertentu sehingga engkau harus berkata-kata dusta. Apa yang engkau sampaikan adalah wahyu dari sisi Allah Swt, tanpa engkau turut campur tangan di dalamnya, bahkan tugas-tugas itu bergantung sepenuhnya pada kehendak Allah Swt, apabila ia menghendaki niscaya Dia mengunci mata hatimu dan menutup pintu wahyu bagimu. Namun Dia menghendaki wahyu diturunkan kepadamu untuk menjelaskan kebenaran dan melaksanakan sunnah-Nya; karena sunnah Allah Swt  demikian adanya senantiasa menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat.
Karena itu firman Allah Swt, ““Sedang jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu” bermakna kiasan bahwa segala sesuatu urusan kembali kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw sangat mulia untuk berkata-kata sesuatu dari dirinya sendiri. Tentu saja memaknai ayat dengan konteks seperti ini akan lebih tepat. Karena itu kami katakan bahwa yang dimaksud dengan qurba itu adalah kekerabatan Rasulullah Saw dan kecaman ditujukan kepada orang-orang munafik dan orang-orang yang sakit hatinya.
Kalimat ini dinyatakan dengan kata kerja mudhâre, yamhu (menghapus) dan yuhiqqu (menetapkan) adalah untuk menunjukkan keberterusan dan kontiunitas hal ini dan memahamkan bahwa masalah penghapusan batil dan penetapan kebenaran merupakan sebuah sunnah yang ditetapkan Allah Swt dengan kalimat-kalimat-Nya.
Yang dimaksud dengan “kalimât” adalah wahyu yang diturunkan Allah Swt kepada Rasulullah Saw dan firman-Nya yang memahamkan tujuan-tujuan para nabinya. Akan tetapi terdapat kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan kalimat Allah ini adalah para nabi sendiri; karena jiwa-jiwa mulia ini memiliki tipologi kalimat dan kalimat ini menyingkap tirai dan para nabi juga menguak tabir-tabir gaib.[2] [iQuest]
 

[1]. Abu al-Futuh al-Razi, Husain bin Ali, Raudh al-Jinân wa Ruh al-Jinân fi Tafsir al-Qur’ân, Riset oleh Muhammad Ja’far Yahaqi dan Muhammad Mahi Nasih, jil. 17, hal. 127, Bunyad Pazyuhesyha Islami Ustan Quds Radhawi, Masyhad, 1408 H.
[2].  Sayid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizân fi Tafsir al-Qur'ân, jil. 18, hal. 49-50, Daftar Intisyarat Islami, Qum, 1417 H; Sayid Muhammad Baqir Hamadani, Terjemahan Persia al-Mizân, jil. 18, hal. 70-71, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kelima, 1374 S; Muhammad bin Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, Riset oleh Husaini Armawi (Muhaddits), Mir Jalaluddin, jil. 4, hal. 48, Daftar Nasyr Dad, Tehran, Cetakan Pertama, 1373 S.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah penyebab pengingkaran terhadap Tuhan karena kegagalan dalam memahami dalil-dalil adanya Tuhan?
    11359 Filsafat Islam
    Sudah merupakan kenyataan bahwa meski para nabi Ilahi, pada masanya, telah berusaha mengajak orang-orang kafir kepada Tuhan, dengan segala hikmah dan argumen-argumennya yang meyakinkan, namun mereka tetap memilih menjadi kaum ingkar kepada Tuhan. Mereka memilih menjadi kaum ingkar yang menolak menerima kebenaran, bukan karena para nabi tidak ...
  • Salam. Doa amman yujib al-mudhtthar disebutkan pada surah dan ayat berapa dalam al-Quran?
    12419 Akhlak Praktis
    Redaksi ayat, “amman yujibu al-mudhthar idza da’ahu wa yaksyif al-su” dalam al-Quran disebutkan pada surah al-Naml ayat 62 yang menyebutkan, “Ataukah Dzat yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, yang menghilangkan kesusahan.” Meski Allah Swt menjawab seluruh doa – kapan saja ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang sekte Bahaiyah dan sejarah kemunculannya.
    8844 Teologi Lama
    Pendiri dan pelopor aliran Bahaiyyah adalah Mirza Husein Ali Nuri dimana setelah kemunculan dan huru-hara, Ali Muhammad Bab, melalui propaganda yang dilakukan Mullah Husein Busyrawiyah, tertarik kepada Bab dan mengimani serta mengakui kebenaran apa-apa yang diyakini dan diklaim Bab. Setelah kematian Bab dan berpaling ...
  • Pertentangan antara Islam dan Kristen dalam masalah apakah Tuhan memiliki anak atau tidak, bagaimana masalah ini dapat dipecahkan?
    16501 Teologi Lama
    Berdasarkan apa yang termaktub dalam surah Tauhid (al-Ikhlas) ihwal keyakinan kaum Muslimin bahwa Tuhan tidak melahirkan anak juga tidak dilahirkan dari seseorang. Seluruh agama juga memiliki keyakinan seperti ini dan ajaran Nabi Isa juga tidak terkecualikan dari masalah ini; karena seluruh agama Ilahi berpijak di atas akal ...
  • Apakah dibolehkan membatalkan hibah yang tadinya diserahkan kepada istri yang berasal dari sanak kerabat?
    19617 Hukum dan Yurisprudensi
    Hibah secara leksikal bermakna memberikan dan menyerahkan sesuatu kepada seseorang tanpa imbalan dan kompensasi (‘awadh). Hibah secara teknikal bermakna orang yang menyerahkan (wâhib) sesuatu yang menjadi miliknya secara gratis dan tanpa kompensasi kepada orang lain. Orang-orang juga menyebut hibah sebagai ‘athiyyah dan nahlah.
  • Makna Islam pada ayat 19 surah Ali Imran?
    28142 Kalam Jadid
    Islam secara leksikal bermakna totalitas penyerahan diri (taslim) tanpa reserved dan tedeng aling-aling di hadapan Tuhan. Agama merupakan penjelas segala harapan Tuhan terhadap manusia dalam bidang pemikiran, kondisi, perilaku personal dan sosial, dan juga bentuk hubungan manusia dengan dirinya, orang lain dan ...
  • Menurut al-Quran apakah yang menjadi penyebab adanya perbedaan dan perpecahan dalam agama?
    13146 بنی اسرائیل
    Kalimat “baghyan bainahum” merupakan kata kunci ayat ini. “Baghi” secara leksikal (lughawi) bermakna hasad dan zalim. Oleh itu, Allah Swt menegaskan bahwa salah satu sebab asli perbedaan antara hak dan agama Ilahi adalah hasud dan kezaliman yang dilancarkan oleh beberapa orang atas orang lain. Hal ini disebabkan ...
  • Mengapa kepribadian Rasulullah Saw mengalami perubahan tatkala mencapai kekuasaan?
    10023 Para Maksum
    Meski tidak dikemukakan sandaran atau sumber atas pertanyaan ini, namun bagaimanapun harus kita ketahui bersama bahwa setiap perubahan sikap bukanlah karena adanya perubahan kepribadian. Lantaran boleh jadi Rasulullah Saw dalam kesempatan yang berbeda, sesuai dengan tuntutan ruang, waktu dan kondisi, menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda-beda. Sehingga dengan demikian ...
  • Apakah hikmah dan falsafah tawassul kepada Ahlulbait As? Apakah tawassul sedemikian termasuk jenis “kolusi”?
    15820 Teologi Lama
    Tawassul secara leksikal bermakna mendekat kepada sesuatu dengan sebuah media dan perantara praktis. Yang harus diperhatikan dan dipahami terkait dengan tawassul kepada para wali Tuhan adalah bahwa tujuan tawassul adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan tawassul kepada para wali Tuhan tidak berseberangan sama ...
  • Apakah mengenakan pakaian hitam bermakna mengenakan pakaian Fir'aun?
    8356 Majelis Duka dan Ziarah
    Teks Arab hadis yang disebutkan adalah sebagai berikut: قَالَ أَمِیرُ الْمُؤْمِنِینَ (ع) فِیمَا عَلَّمَ أَصْحَابَهُ لَا تَلْبَسُوا السَّوَادَ فَإِنَّهُ لِبَاسُ فِرْعَوْنَ» Di antara beberapa hal yang diajarkan Amirul Mukminin Ali As kepada sahabatnya salah satunya adalah, "janganlah berpakian hitam karena pakaian hitam ...

Populer Hits