Advanced Search
Hits
4079
Tanggal Dimuat: 2017/06/14
Ringkasan Pertanyaan
Apakah dalam al-Quran akhir kehidupan manusia di dunia itu diumpamakan sebagai tumbuh-tumbuhan kering yang diterbangkan oleh angin?
Pertanyaan
Tolong jelaskan penafsiran surah al-Kahf ayat 45?
Jawaban Global
Allah Swt pada ayat 45 surah al-Kahf, berfirman kepada Nabi Muhammad Saw untuk memberi permisalan tentang kehidupan dunia yang membuat orang-orang musyrik yang bersikap sombong dengan harta dan kekayaan materi; mereka adalah orang-orang mengakar kecintaan terhadap dunia dalam hatinya dan mengira bahwa nikmat-nikmat dunia itu bersifat langgeng dan selamanya:
«وَ اضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَیاةِ الدُّنْیا کَماءٍ أَنْزَلْناهُ مِنَ السَّماءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَباتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشیماً تَذْرُوهُ الرِّیاحُ وَ کانَ اللَّهُ عَلى‏ کُلِّ شَیْ‏ءٍ مُقْتَدِراً».
“(Hai Muhammad), berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh-tumbuhan di muka bumi menjadi subur karenanya, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Hasyim derivatnya dari klausul ha-sy-m yang bermakna patahnya segala sesuatu yang bersifat lemah dan tidak langgeng; seperti pepohonan,[1] atau patahnya segala sesuatu yang kering dan kosong isinya.[2]
“Dzaru” (akar kata tadzruhu) bermakna terpisah dan tercerai berai.[3]
Ayat-ayat sebelumnya berbicara tentang anugerah-anugerah Ilahi yang tidak langgeng. Namun mengingat bahwa mencerap realitas ini untuk orang-orang yang tenggelam dalam kehidupan duniawi tentu tidak terlalu mudah. Al-Quran dalam ayat ini memvisualisasikan adegan ini dengan baik dalam sebuah permisalan yang dinamis dan progressif, hingga manusia-manusia yang lalai dan sombong, dengan menyaksikan  contoh ini – yang berulang kali terjadi dalam kehidupan manusia, dapat terbangun dari lalai dan sikap sombongnya.
Pada hakikatnya kehidupan dunia seperti ini adanya. Pada permulaan, indah dan menawan, rintik-rintik hujan yang memberi kehidupan pada gunung dan gurun, pada tunas-tunas yang terpendam dan siap tumbuh di atas sebuah padang, memperoleh kehidupan  dengan curahannya dan siap memulai perjalanannya menuju kesempurnaan. Sekam yang kuat dan biji yang kokoh akan menjadi lemah di hadapan kelembutan air hujan, dan kelembutan air hujan itu mempersilahkan pada tunas tumbuhan untuk tumbuh dan kemudian pada akhirnya tunas itu melahirkan tumbuhan di atas tanah. Setelah itu, tumbuhan itu terpaan sinar matahari, memperoleh hembusan semilir angin, tersuplai dengan bahan-bahan makanan bumi, rangkaian berbagai faktor natural ini membantu dan memberikan kekuatan pada tunas baru ini untuk dapat tumbuh dan berkembang, sedemikian sehingga setelah beberapa lama tumbuhan itu kemudian jatuh dan berguguran. Gunung dan gurun memberikan gerakan dan kehidupan sehingga dari tumbuhan itu bunga-bunga bersemi dan buah-buah berbuah yang memberikan keindahan pada ranting-rantingnya, namun tidak lama berselang tatkala angin berhembus kencang dan menerpa tumbuh-tumbuhan tersebut; udara kemudian menjadi dingin, air-air semakin sedikit dan adegan yang memilukan ini yang menimpa bunga, buah, ranting, dedaunan  yang berguguran dan berjatuhan sana-sini bahkan hanya dengan sedikit hembusan angin.
Kisah kehidupan manusia juga demikian adanya. Setelah berlalunya waktu dan berakhirnya masa mudah, manusia akan lemah dan lelah, keceriaan dan kesegaran telah hilang darinya dan tidak lama berselang akan tunduk kepada kematian dan setelah kematian badannya akan binasa. Yang tersisa hanyalah tulang-belulangnya dan tulang belulang itu juga akan terpotong-potong dimana apabila terterpa angin, maka nasibnya tidak akan banyak bedanya dengan dedaunan yang rontok dan dibawa angin ke sana dan kemari.
Karena itu, seorang yang berakal adalah seseorang yang tidak bersikap congkak atas kehidupan dunia yang dimilikinya dan tidak menambatkan hati kepada dunia. Ia hanya berharap kepada Allah Swt dan amal kebajikan serta ganjaran Ilahi di dunia  yang lain dan mengetahui bahwa Allah Swt Mahakuasa atas segala sesuatu akan memberikan ganjaran baik kepadanya dan kehidupan abadi nan indah.[4]
Di samping ayat ini, penyerupaan kehidupan dunia yang serba berubah dengan tumbuhan kering dan kerontang juga disebutkan pada ayat-ayat lainnya dalam al-Quran.[5] [iQuest]  

[1] Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, al-Mufradāt fi Gharib al-Qur’ān, Riset oleh Daudi, Shafwan Adnan, hlm. 842, Damaskus, Beirut, Dar al-Qalam, Dar al-Syamiyah, cet. 1, 1412 H.
[2] Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram, Lisān al-‘Arab, jld. 12, hlm. 611, Beirut Dar Shadir, Cet. 3, 1414 H.
[3] Ibid, jld. 14, hlm. 282.
[4] Silahkan lihat, Makarim Syirazi, Nasir, Tafsir Nemuneh, jld. 12, hlm. 444-445, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cet. 1, hlm. 1374 S; Ja’fari, Ya’qub, Kautsari, jld. 6, hlm. 414, Qum, Hijrat, Cet. 1, 1376 S.
[5] Ibid, Yunus: 24; Al-Hadid:20. 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tolong Anda jelaskan tentang masalah iddah berikut dalil-dalilnya?
    34098 Filsafat Hukum
    Iddah secara teknis dan terminologis jurisprudensial (fikih) adalah tarabbush (kondisi menanti) syar’i yang harus dijalani wanita setelah talak dan perceraian atau wafat untuk beberapa lama kemudian ia dapat memilih suami yang lain. Jenis-jenis iddah terdiri dari beberapa bagian. 1. Iddah talak. 2. Iddah wafat. 3. Iddah orang yang hilang ...
  • Apa yang dimaksud dengan mudhârabah?
    5701 بیشتر بدانیم
    Mudhârabah dalam istilah fikih adalah perjanjian dimana seseorang sebagai pemilik modal memberikan modalnya kepada orang lain untuk dipakai berdagang (membuka usaha), dan keuntungan yang mereka peroleh akan dibagi dua. Dengan ungkapan yang lebih jelas, mudhârabah diartikan sebagai akad (persetujuan) dan perjanjian di antara dua orang yang melakukan ...
  • Apa makna kaidah fikih yang menyatakan al-hâkim wali al-mumtani’ ?
    9219 Hukum dan Yurisprudensi
    Definisi dan makna jelas dan ringkas kaidah ini adalah bahwa penguasa kaum Muslimin dapat memaksa seseorang yang menolak memenuhi hak-hak (dalam artian umum) seseorang untuk memenuhi hak-hak tersebut. Tanpa harus merujuk terlalu panjung dan jeluk pada turats fikih (litetarur fikih),kaidah ini  akan meyakinkan manusia pada kesimpulan bahwa otoritas (wilayah) ...
  • Apakah keturunan Rasulullah Saw juga harus membayar khumus?
    4089 Hukum dan Yurisprudensi
    Apabila manusia memperoleh keuntungan dari perdagangan atau perindustrian atau perolehan lainnya, apabila terdapat kelebihan dari pengeluarannya beserta keluarganya dalam setahun, maka ia harus menyerahkan khumus yaitu seperlima dari kelebihan (keuntungan) tersebut kepada seorang mujtahid yang memiliki selaksa syarat (baca: marja taklid) di masa ini atau menggunakan khumus tersebut pada hal-hal ...
  • Apakah seorang suami dibolehkan menikmati bagian tubuh istrinya yang mana saja ia sukai sekalipun dengan cara memaksanya?
    74272 Hukum dan Yurisprudensi
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.Perhatikanlah beberapa jawaban yang kami peroleh dari sebagian kantor marja' agung taklid berikut ini:  Kantor Hadhrat Ayatullah Agung Imam Ali Khamene'i Hf:Jawaban atas pertanyaan 1 dan 2
  • Tolong sebutkan batasan taqiyah itu dengan beberapa contoh kasus seperti dalam menyampaikan kebenaran, bermuka dua, menerima kezaliman, amar makruf dan nahi mungkar?
    6972 Taqiyyah
    Taqiyah adalah sejenis taktik yang dilakukan untuk menjaga kekuatan manusia dan tidak menyia-nyiakan energi dan tenaga orang beriman dalam menghadapi urusan-urusan sepele dan tidak penting. Atas dasar itu, sebelum merupakan urusan agama, taqiyah adalah metode rasional dan logis bagi seluruh manusia yang berjuang menghadapi musuh yang ...
  • Bagaimana pandangan Barat tentang wanita dan kebebasan wanita?
    8008 Hukum dan Yurisprudensi
    Hari ini, masalah kebebasan wanita merupakan salah satu persoalan sosial yang dianggap penting di Barat. Di sepanjang sejarah, wanita senantiasa berada di bawah dominasi kaum laki-laki, ia senantiasa hidup di sebuah komunitas masyarakat yang hak-hak sosial dan individualnya selalu diinjak-injak dan dijadikan bulan-bulanan serta dilanggar. Bahkan pada ...
  • Apakah Abdullah bin Mas’ud merupakan salah seorang pecinta Ahlulbait As? Apakah ia menerima imamah Sayidina Ali As?
    10453 Sejarah Para Pembesar
    Abdullah bin Mas’ud merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang turut serta dalam banyak peperangan pada masa-masa awal kedatangan Islam. Abdullah bin Mas’ud merupakan sahabat terdekat Rasulullah Saw. Di samping itu, Abdullah bin Mas’ud adalah pembaca al-Qur’an dan memiliki mushaf sendiri. Rasulullah Saw dan Sayidina Ali menyebut namanya dengan ...
  • Apakah kisah tentang keengganan Iblis untuk sujud itu memang suatu fakta atau hanyalah cerita fiktif?
    9717 Tafsir
    Salah satu cara salah satu bagian dari definisi (ta’rif) adalah ta’rif bil mitsal atau mendefinisikan sesuatu dengan menyampaikan contoh-contoh yaitu menjelaskan hakikat yang rasional dengan cerita-cerita penjelasan yang tidak abstrak, bisa disentuh, metode ini digunakan agar mudah dipahami untuk sebagian ...
  • Apa saja argumen rasional dan argumen fitrah yang tersedia dalam menetapkan ma’âd ?
    8798 Teologi Lama
    Untuk menjawab persoalan ini, ada baiknya jika kita menjawabnya dengan pendekatan filsafat, baik melalui pendekatan filsafat peripatetik, filsafat iluminasi dan filsafat hikmah. Demikian juga dengan pendekatan kalam lalu pendekatan irfan. Luasnya pembahasan ini yang dikemukakan oleh para ilmuan meliputi pembahasan seperti  imkan (kontingen), tsubut (realitas), itsbat ...

Populer Hits