Advanced Search
Hits
8346
Tanggal Dimuat: 2010/08/01
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang menjadi taklif puasa wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui?
Pertanyaan
1. Apakah wanita hamil pada setiap bulan dari masa kehamilannya dapat berpuasa pada bulan Ramadhan?? Bagaimana pula dengan wanita yang sedang menyusui? 2. Bayi saya usianya satu tahun dan apabila saya berusaha berpuasa maka ia tidak begitu berselera menyusu. Apa yang harus saya lakukan? 3. Bagaimana mengerjakan qadha puasa tersebut dan kadar kafarat yang harus dibayar oleh wanita hamil dan menyusui?
Jawaban Global

Wanita yang sedang hamil dan masa  persalinannya semakin dekat serta puasa membahayakan bagi dirinya atau bagi kehamilannya, maka puasa tidak wajib baginya. Wanita seperti ini harus menyerahkan kepada fakir setiap harinya satu mud (sebanding dengan 750 gram makanan yang umum dikonsumsi) makanan yaitu gandum, tepung atau semisalnya (beras) dan membayar qadha puasa-puasa yang ditinggalkan pada tahun-tahun berikutnya.[1]

Demikian juga, wanita yang sedang menyusui apabila ia berpuasa menyebabkan ASI-nya berkurang atau menimbulkan bahaya baginya atau bagi bayinya maka puasa tidak wajib baginya. Karena itu ia harus menyerahkan makanan yaitu gandum, tepung dan semisalnya (beras) kepada fakir. Demikian juga apabila berbahaya baginya maka puasa tidak wajib baginya dan sesuai dengan prinsip ihtiyâth wâjib ia harus menyerahkan satu mud makanan kepada fakir setiap harinya. Dan bagaimanapun ia harus meng-qadhâ puasa-puasa yang ditinggalkannya.[2]

Karena itu wanita-wanita yang mengalami kondisi sebagaimana dalam pertanyaan, di samping harus menyerahkan kafarat atas puasa-puasa yang ditinggalkannya (setiap hari satu mud makanan) dan juga meng-qadhâ puasa-puasa yang ditinggalkannya pada tahun-tahun berikutnya.

Bagaimanapun jawaban Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah Swt Melanggengkan Keberkahannya) adalah sebagai berikut:

  • Apabila puasa berbahaya bagi dirinya atau bagi bayinya maka ia tidak dibenarkan berpuasa. Link untuk Mengajukan Pertanyaan Fikih (Istifta’at)
  • Pada tahun pertama terdapat kemungkinan untuk mengerjakan qadha puasa yang Anda tinggalkan maka Anda harus membayar qadhâ puasa-puasa yang Anda tidak kerjakan. Apabila Anda menunda tidak mengerjakannya pada tahun tersebut dan tiba bulan Ramadhan pada tahun berikutnya maka sebagai ganti qadhâ yang belum dibayar Anda harus menyerahkan satu mud makanan (sebanding dengan 750 gram makanan yang umumnya dikonsumsi) kepada orang fakir.
  • Sebagai ganti setiap hari dari puasa-puasa yang ditinggalkan oleh wanita karena alasan menyusui atau hamil adalah satu mud makanan  kepada orang fakir.
  • Dengan penjelasan ini, wanita yang meninggalkan puasa karena alasan hamil atau menyusui misalnya 60 hari puasa dan pada waktu-waktu pertama yang memungkinkan untuk mengerjakan qadha, ia hanya dapat mengerjakan 20 hari, selebihnya 60 mud makanan dan untuk menunda qadha 40 hari, ia harus menyerahkan 40 mudd makanan kafarat yang totalnya adalah 100 mud makanan (kepada orang fakir). Link untuk Mengajukan Pertanyaan Fikih (Istifta’at) [iQuest]

 


[1]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 957, Masalah 1728.  

[2]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 958, Masalah 1729.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah al-Qur'an menyinggung jembatan shirâth?
    19142 Ulumul Quran
    Meskipun redaksi jembatan shirâth tidak kita jumpai dalam al-Qur'an, namun pada sebagian riwayat dapat kita lihat penggunaan redaksi tersebut dengan tegas dapat ditemukan dalam hadis dari Imam Ja’far Shadiq As dalam tafsiran redaksi "mirshâd" pada ayat 14 surah al-Fajr (89).[i] Imam Ja'far ...
  • Apakah teori world line bertentangan dengan keberadaan dan keabadian ruh (minimal setelah kematian)?
    7271 Teologi Lama
    Melalui salah satu dari website, saya mendapatkan informasi atas kesiapan Anda untuk menjawab masalah-masalah filsafat, oleh karena itu di sini saya akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:1.   
  • Apakah yang dimaksud dengan taghut dalam al-Quran?
    18549 Tafsir
    Thaghut berasal dari asal kata “thagha” dan “thaghu” artinya melewati dan naik dari batasan yang dikenal, diterima dan sikap seimbang. Raghib berkata melewati batas dalam kemaksiatan.[1] Sebagian ahli bahasa berkata bahwa thaghut adalah sighah mubalaghah (hiperbola) seperti kata “malakut” dan “jabarut” yang berbentuk kata ...
  • Bagaimana kedudukan lembaga-lembaga kemasyarakatan atau institusi-institusi madani dalam pemerintahan Islam?
    22692 System
    Kumpulan asosiasi dan perkumpulan yang terdapat pada masyarakat yang menjadi media warga masyarakat dan pemerintah disebut sebagai lembaga-lembaga kemasyarakatan atau institusi-institusi madani. Koperasi-koperasi pedesaan dan perkotaan, serikat-serikat pekerja, klub-klub olahraga, perkumpulan warga lokal, organisasi-organisasi professional dan lain sebagainya merupakan beberapa contoh lembaga-lembaga kemasyarakatan. ...
  • Apa tafsir ayat 30 dan 31 surah al-Nur?
    18099 پاک چشمی، پاکدامنی و حجاب
    Kedua ayat ini membahas tentang busana dan hijab perempuan dalam Islam dengan batasan-batasannya. Mengingat Tafsîr Nemune merupakan ringkasan yang diambil dari berbagai tafsir lain, maka kami mencukupkan diri dengan mengambil tafsir kedua ayat ini dari Tafsîr Nemune. ...
  • Apa hukumnya bagi orang yang sedang junub dan haid ketika membaca al-Qur’an?
    8513 Akhlak Praktis
    Tidak diharamkan bagi seorang junub dan haid membaca al-Qur’an. Hanya saja dimakruhkan bagi seorang junub untuk membaca al-Qur’an lebih dari tujuh ayat dari surah-surah yang tidak ada kewajiban sujud di dalamnya.[1] Demikian juga makruh hukumnya bagi seorang wanita haid membaca al-Qur’an.[2]
  • Apakah arti dan hakikat Ramadhan itu?
    5276 روزه و رمضان
    Ramadhan secara leksikal berarti panas yang menyengat, panasnya batu, intensitas sinar matahari. Juga dikatakan bahwa ramadhan diambil dari asal kata “harr” yang artinya adalah kembali dari gurun menuju kota. Secara teknis ramadhan adalah nama bulan ke-9 bulan Hijriah, bulan-bulan Islam dan bulan turunnya al-Quran. Imam Sajjad As ...
  • Bagaimana hukum satu ranjang seorang laki-laki dengan salah satu istrinya dengan kehadiran istri lainnya?
    4742 بیشتر بدانیم
    Masalah ini harus diteliti dari dua sudut pandang: akhlak dan fikih: Berdasarkan pandangan akhlak, Islam sangat menaruh perhatian terhadap masalah memelihara rasa malu (hayā) dan kesucian (iffah) khususnya dalam kehidupan rumah tangga dan suami istri. Oleh itu Islam membuat peraturan sangat rinci dan teliti dalam hal ini, ...
  • Hal-hal apa saja yang menyebabkan sebagian hadis tergolong menjadi hadis yang lemah?
    19711 Dirayah al-Hadits
    Sebagian hal-hal yang menyebabkan hadis menjadi lemah adalah: 1. lemahnya sanad atau tidak adanya sanad. 2. Terputusnya rantai sanad 3. Bertentangan dengan al-Quran 4. Bertentangan dengan akal 5. Bertentangan dengan riwayat-riwayat mutawatir 6. Bertentangan dengan fakta-fakta sejarah 7. Mengalami distorsi ...
  • Apa hukumnya membeli barang-barang dengan menggunakan kartu belanja Bank Parsiyan?
    6791 Hukum dan Yurisprudensi
    Pertanyaan Anda telah kami kirim ke Kantor Ayatullah Khamenei Hf dan teks jawabannya adalah sebagai berikut:Tidak ada masalah jika jumlah uang yang terdapat pada kartu belanja Anda gunakan untuk belanja. Akan tetapi terkait dengan jumlah kredit diserahkan kepada Anda tanpa adanya uang dalam ...

Populer Hits