Advanced Search
Hits
2603
Tanggal Dimuat: 2016/07/17
Ringkasan Pertanyaan
Apakah Rasulullah Saw mengakikah Imam Hasan dan Imam Husain As secara bersamaan atau terpisah?
Pertanyaan
Ustadz, saya mau tanya: sedangkal yang saya ketahui bahwa nabi mengAqikohi hasan husen dengan 2 kambing. pertanyaan saya apakah Waktu nabi muhammad mengAqikohi hasan dan husen secara bersamaan atau tidak? Makasih
Jawaban Global
Berdasarkan kebanyakan literatur Syiah[1] dan Sunni[2], Rasulullah Saw menyelenggarakan akikah untuk Imam Hasan As dan Imam Husain As dengan dua ekor kambing, dan berdasarkan riwayat sebagian riwayat lainnya masing-masing dua ekor kambing untuk keduanya secara terpisah. Ada juga literatur yang menyebutkan bahwa akikah dua Imam ini dilakukan oleh Sayidah Fatimah Zahra Sa.[3]
Akan tetapi mengingat hubungan antara Rasulullah Saw dan Sayidah Fatimah adalah hubungan ayah dan anak karena itu dua nukilan ini dapat disatukan.
Bagaimanapun; dalam sebagian riwayat dinukil seperti ini:
  1. Imam Ridha As bersabda, “Rasulullah Saw menamai nama bayi itu sebagai Hasan, tatkala tiba hari ketujuh (dari usia anak tersebut), Rasulullah Saw mengakikahnya dengan dua kambing berwarna abu-abu untuknya. Kemudian Rasulullah Saw menyerahkan satu paha kambing itu disertai dengan satu Dinar kepada (satu) kabilah. Lalu Rasulullah Saw mencukur rambut sang bayi dan kemudian menyerahkan perak sebagai sedekah sesuai dengan timbangan rambut sang bayi. [Tahun berikutnya yaitu ketika Imam Husain As lahir] Jibril berkata, “Namailah anak itu dengan Husain..” Tatkala tiba tujuh hari dari usia anak itu, Rasulullah Saw mengakikahnya dengan dua ekor kambing berwarna abu-abu. Kemudian Rasulullah Saw menyerahkan satu paha kambing itu disertai dengan satu Dinar kepada (satu) kabilah. Lalu Rasulullah Saw mencukur rambut sang bayi dan kemudian menyerahkan perak sesuai dengan timbangan rambut sang bayi sebagai sedekah.
  2. Asma binti Umais berkata: Fatimah Sa melahirkan Husain As.. Tatkala tiba hari ketujuh; Rasulullah Saw datang kepadaku dan berkata, “Bawalah putraku kemari.” Aku kemudian membawa anak itu kepada Rasulullah Saw. Sebagaimana mengakikah Imam Hasan As, Rasulullah Saw juga mengakikah Imam Husain As.”[4]
  3. Sebagian literatur Ahlusunnah menukil tentang akikah yang serupa antara Imam Hasan As dan Imam Husain As di waktu yang berbeda.[5]  Karena itu, dapat disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan akikah Imam Hasan As dan Imam Husain As berbeda. Apabila dalam sebuah riwayat dua akikah ini disebutkan bersamaan[6]  hal itu tidak menunjukkan bahwa akikah ini diselenggarakan secara bersamaan; melainkan menandaskan bahwa amalan mustahab[7] (baca: sunnah) akikah untuk kedua imam telah dilaksanakan.[iQuest]
 

[1] Himyari, Abdullah bin Ja’far, Qurb al-Asnād, hlm. 122, Qum, Muassasah Alu al-Bait As, Cet. 1, 1413 H.
[2] Naisyaburi, Abdullah bin Ali bin Jarud, al-Muntaqa min al-Sunan al-Musnadah, Riset oleh Barudi, Abdullah Umar, jld. 1, hlm. 229, Beirut, Muassasah al-Kitab al-Tsaqafiyah, Cet. 1, 1408; Tamimi Mushil, Abu Ya’la Ahmad bin Ali, al-Mu’jam, jld. 1, hlm. 141, Faisal Abad, Idarah al-‘Ulum al-Atsariyah, Cet. 1, 1407 H.
[3] Kulaini, Muhammad bin Yakub, al-Kāfi, Editor: Ghaffari, Ali Akbar dan Akhundi, Muhammad, jld. 6, hlm. 33, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cet. ke-4, 1407 H.
[4] Syaikh Shaduq, ‘Uyun Akhbār al-Ridhā As, Riset dan edit oleh Lajuardi, Mahdi, jld. 2, hlm. 25-26, Tehran, Nasyr Jahan, Cet. 1, 1387 H; dengan sedikit perbedaan dalam Ibnu Syahr Asyub Mazandarani, Manaqib Alu Abi Thalib As, jld. 4, hlm. 24, Qum, Intisyarat Allamah, Cet. 1, 1379 H.
[5] Thusi, Muhammad bin al-Hasan, Al-Amāli, hlm. 367, Qum, Dar al-Tsaqafah, Cet. 1, 1414 H.
[6] Silahkan lihat, Abu Sa’id bin Al-A’rabi, Ahmad bin Muhammad bin Ziyad, Mu’jam Ibnu al-A’rabi, Riset oleh Husaini, Abdul Muhsin bin Ibrahim, jld. 2, hlm. 820, Arab Saudi, Dar Ibnu al-Jauzi, Cet. 1, 1418 H.
[7] Maghribi, Qadhi Nu’mani, Syarh al-Akhbār fi Fadhāil al-Aimmah al-Athhār As, jld. 3, hlm. 90, Qum, Daftar Intisyarat Islami, Cet. 1, 1409 H; Syaikh Shaduq, Ma’āni al-Akhbār, Riset dan edit oleh Ghaffari, Ali Akbar, hlm. 84, Qum, Daftar Intisyarat Islami, Cet. 1, 1403 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab?
    38345 Ulumul Quran 2010/01/27
    Bahasa merupakan media yang paling penting dalam menjalin hubungan dan komunikasi di antara umat manusia. Allah Swt memandang kemampuan berbahasa dan bertutur kata sebagai anugerah besar yang diberikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya pada pembukaan surah al-Rahman. Para nabi yang diutus oleh Allah Swt untuk memberikan petunjuk kepada ...
  • Dengan memperhatikan kemaksuman Rasulullah Saw, apakah wilâyah mutlak fakih pada masa kita adalah seperti wilâyah mutlak Rasulullah Saw?
    4983 Hukum dan Yurisprudensi 2010/11/11
    Wilâyah mutlak fakih merupakan satu terminologi fikih yang menyoroti domain segala aktifitas wilâyah dan orang-orang yang berada di bawah naungan wilâyah dan mengingkari pelbagai batasan dalam domain ini. Dengan kata lain, terminologi ini menjelaskan bahwa domain wilâyah fakih tidak terbatas pada sebagian khusus orang seperti orang-orang gila, orang-orang tua dan ...
  • Apakah adanya bulu-bulu tambahan pada badan manusia dapat menciderai keabsahan salat, puasa dan taklif-taklif syariat lainnya?
    3365 Akhlak Praktis 2011/10/02
    Menyukur bulu tambahan pada badan seperti bulu-bulu badan dan ketiak adalah berkaitan dengan masalah medis. Dalam pandangan Islam mustahab hukumnya mencukur bulu-bulu tambahan yang terdapat pada badan sebagaimana hal tersebut banyak dianjurkan dalam riwayat.[1] Dengan demikian hal ini tidak wajib hukumnya.Memelihara bulu-bulu seperti ini meski banyak tidak ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    208808 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Apa filsafat itu? Apa alasan filsafat itu dipandang buruk?
    8512 Dirayah al-Hadits 2011/05/17
    Sehubungan dengan hadis yang dikutip dalam pertanyaan, harus kami katakan bahwa hadis tersebut tidak ditemukan dalam himpunan riwayat.Adapun bagian lain dari pertanyaan seputar esensi filsafat harus dikatakan bahwa filsafat memiliki definisi yang beragam. Diantaranya bahwa filsafat adalah sebuah ilmu yang membahas tentang kondisi eksisten qua eksisten atau kondisi universal ...
  • Apakah epistemologi itu bersifat relatif atau absolut?
    21526 Kalam Jadid 2011/11/13
    Terkait dengan epistemologi relatif atau absolut, kita harus meyakini adanya perbedaan antara obyek-obyek indrawi-empirik dan obyek-obyek rasional; karena menyangkut obyek-obyek indrawi-empirik sangat boleh jadi pengetahuan dan pengenalan kita bersifat relatif dan nisbi. Obyek-obyek indrawi-empirik dalam beberapa hal khusus telah terbukti dan terdapat kemungkinan kesalahan dalam obyek-obyek indrawi-empirik. Namun dalam ...
  • Apa hukumnya olah raga aerobik?
    5824 Gerakan Olahraga disertai Musik 2012/04/03
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Secara umum tidak dibenarkan apabila disertai dengan musik yang melalaikan dan biasa digunakan pada acara-acara hura-hura atau sedemikian sehingga membangkitkan birahi atau meniscayakan perbuatan haram atau timbulnya kerusakan. Kantor Ayatullah Agung Siistani ...
  • Apabila seseorang tidak ada kerisauan akan mengalami penyimpangan seksual apakah ia boleh tidak menikah?
    5130 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/14
    Meski pernikahan memiliki adat dan tradisi tersendiri pada setiap kaum namun Islam sangat menekankan pada pernikahan dan pembentukan institusi keluarga. Signifikansi pernikahan dapat dipahami dengan baik dari sekumpulan ayat dan riwayat. Allah Swt dalam al-Qur’an memerintahkan untuk menikah bagi orang-orang yang masih bujang. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian ...
  • Bagaimana shalat nafilah Isya itu dikerjakan?
    5061 Hukum dan Yurisprudensi 2011/05/17
    Waktu shalat Isya adalah selepas pelaksanaan shalat Maghrib hingga tengah malam. Dan waktu pelaksanaan shalat nafilah Isya adalah selepas pelaksanaan shalat Isya hingga tengah malam (waktu ketika shalat Isya dikerjakan dengan niat qadha). Shalat nafilah Isya dapat dikerjakan dalam dua bentuk: ...
  • Apa yang menjadi penyebab ghaibat dan tersembunyinya Imam Zaman Ajf?
    5905 Teologi Lama 2011/04/19
    Gaibnya Imam Zaman Ajf tidak bermakna bahwa beliau bersembunyi dalam goa dan jauh dari masyarakat, melainkan beliau hidup di tengah masyarakat dan berinteraksi dengan mereka. Dan sebagaimana warga masyarakat lainnya, beliau menjalani kehidupanya secara normal. Imam Mahdi Ajf melihat masyarakat dan mengenal mereka. Masyarakat ...

Populer Hits

Jejaring