Hits
4857
Tanggal Dimuat: 2017/06/20
Ringkasan Pertanyaan
Menurut keterangan surah Zumar ayat 10, apakah ciri-ciri orang beriman itu?
Pertanyaan
Mohon Anda jelaskan tafsir surah Al-Zumar yang berbunyi: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”
Jawaban Global
Pada ayat 10 surah Zumar, ciri-ciri utama orang-orang yang beriman dan ikhlas adalah:
1.             Takwa
Pada permulaan ayat, pertama kali Allah Swt mengisyaratkan kepada ketakwaan dan memerintahkan Nabi Muhammad Saw:
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, janganlah kalian melawan Tuhanmu!. (قُلْ یا عِبادِ الَّذِینَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّکُمْ‏)[1]
Takwa adalah menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa dan rasa  bertanggung jawab dan berjanji di hadapan Allah Swt bahwa ia akan menjalankan seluruh program hamba-hamba yang mukmin. Takwa adalah tameng di hadapan api dan hal-hal yang akan mencegah terjadinya kerusakan dan ketergelinciran. Takwa adalah modal besar pada hari kiamat dan parameter kepribadian dan kehormatan manusia di hadapan Allah Swt.[2]
 
 
2.             Ihsan
Pada tingkatan selanjutnya adalah permasalahan ihsan dan berbuat baik di dunia. Dunia merupakan tempat diadakannya ujian-ujian kehidupan dan dengan menjelaskan hasil ihsan ini, masyarakat di motivasi untuk melakukan hal ini: Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.
«لِلَّذِینَ أَحْسَنُوا فِی هذِهِ الدُّنْیا حَسَنَةٌ».
Berbuat baik di dunia[3] entah berupa perkataan, perbuatan, apakah dalam pikiran dan tafakur kepada teman atau orang-orang yang tidak dikenal semuanya hasilnya adalah bahwa pahala besar di dua dunia bahwa kebaikan tidak akan menghasialkan sesuatu kecuali kebaikan pula.
Sejatinya, takwa adalah pencegah dan ihsan adalah faktor yang menggerakkan sehingga menjadi paket untuk meninggalkan dosa dan melakukan kewajiban-kewajiban dan kemustahaban-kemustahaban.
 
3.             Hijrah dari negeri syirik dan kafir
Perintah ketiga adalah perintah untuk hijrah dari negeri syirik, kafir dan tercampur dengan dosa.[4] Dan bumi Allah itu adalah luas. (Apabila kalian mendapat tekanan dari para pemimpin kaum kufar maka berhijrahlah) (وَ أَرْضُ اللهِ واسِعَةٌ).
Perintah ini, pada hakikatnya adalah jawaban atas orang-orang yang mencari alasan bermalas-malasan dan tidak tidak memiliki kemauan yang kuat. Mereka berkata bahwa kami yang berada di Mekah dikarenakan adanya tekanan dari pemerintahan kaum musyrikin tidak bisa melakukan kewajiban Ilahi kami. Al-Quran menjelaskan: Bumi Allah bukan hanya Mekah, jika Mekah tidak memungkinkan maka ada Madinah, dunia itu luas, gerakkanlah diri kalian dan pindahlah dari tempat yang telah tercampuri dengan kesyirikan dan kekafiran dan intimidasi untuk melakukan kewajiban-kewajiban kalian.
Masalah hijrah adalah salah satu masalah penting yang berpengaruh pada masa permulaan Islam namun juga berperan penting dalam memenangkan pemerintahan Islami. Dengan dalil ini, masa permulaan sejarah Islam bahkan pada setiap zaman memiliki peran yang sangat penting yang menunjukkan bahwa kaum mukminin tidak menyerah kepada kekuatan-kekuatan yang akan membungkam keberadaan mereka dan dari sisi lain, merupakan faktor tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia.
Al-Quran dalam ayat lain: “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Tempat orang-orang itu adalah neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.”[5]
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa tekanan dan intimidasi di lingkungan dimana terdapat kemungkinan untuk melakukan hijrah, maka alasan untuk tidak melaksanakan perintah Allah Swt disana tidak dapat diterima.
 
4.             Sabar
Mengingat bahwa hijrah biasanya disertai dengan kesulitan-kesulitan yang banyak dari berbagai sisi kehidupan, maka perintah ke empat berkaitan dengan kesabaran dan keuletan yang dijelaskan seperti ini: “Orang-orang yang bersabar menerima ganjaran yang berlipat ganda.”
«إِنَّما یُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَیْرِ حِسابٍ».
Penafsiran dengan “yufa” yang berasal dari kata dasar “wafa” bermakna pemberian secara sempurna.[6] Dari satu sisi dan penafsiran dengan “bighairi hisab” menunjukkan bahwa orang-orang yang bersabar dan ulet akan mendapat imbalan terbaik disisi Allah Swt. Bukti ini ada di hadis terkenal yang diriwayatkan oleh Imam Shadiq As yang dinukilkan dari Rasululullah Saw: Ketika buku amal dibukakan, dan timbangan Allah telah dipasangkan maka bagi orang-orang yang telah bersabar dan ulet, akan dibentangkan baginya 9 timbangan dan dibukakan 9 buku amal, kemudian Nabi Muhammad Saw akan menjadi saksi atas perkatannya, kemudian beliau membacakan surah ini: “Orang-orang yang bersabar menerima ganjaran yang berlipat ganda.”[7]
Sebagian orang percaya bahwa ayat ini berkenaan dengan hijrah pertama kali yang dilakukan oleh kaum Muslimin, yaitu hijrah secara besar-besaran yang dikepalai oleh Ja’far bin Abi Thalib ke Habasyah[8], namun kita mengetahui bahwa sebab turun ayat-ayat ini di samping untuk memperjelas maksud ayat-ayat ini tentu saja tidak membatasi hijrah pada masa dahulu saja. [iQuest]

[1] Jelaslah bahwa seruan “Wahai hamba-hambaku” dari Allah Swt dan apabila kepada Nabi, maka akan dikatakan: “Katakanlah perkataan ini” artinya katakanlah kepada mereka dari sisiku.
[2] Makarim Syirazi, Nasir, Tafsir Nemuneh, jil. 19, hal. 401, Tehran, Dar al-Kitab Islamiyah, cet. 1, 1374 S.
[3] Biasanya para mufassir meyakini bahwa «فِی هذِهِ الدّنیا» mengacu ke kata «احسنوا». Oleh itu hasanah bermakna mutlak sehingga meliputi segala balasan baik didunia dan dunia lain. (Sebagai contoh silahkan lihat: Faidh Kasyani, Mula Muhsin, Al-Asyfa fi Tafsir al-Quran, jil. 2, hal. 1081, Qum, Markaz Intisyarat Daftar Tablighat Islami, cet. 1, 1418 H; Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Quran, jil. 17, hal. 243, Qum, Daftar Intisyarat Islami, cet. 5, 1417 H; Baidhawi, Abdullah bin Umar, Anwar al-Tanzil, jil. 5, hal. 38, Beirut, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, cet. 1, 1418 H. Demikian juga mengingat bahwa tanwin dalam hal ini merupakan dalil atas kebesaran pahala. Tafsir Nemuneh, jil. 19, hal. 401.
[4] Thusi, Muhammad bin Husain, Al-Tibyan fi Tafsir al-Quran, jil. 9, hal. 13, Beirut, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, tanpa tahun, Al-Ashfa fi Tafsir al-Quran, jil. 2, hal. 1081; Tafsir Nemuneh, jil. 19, hal. 401.
[5] Qs Nisa [4]: 97
[6] Al-Mizan fi Tafsir al-Quran, jil. 17, hal. 244; Tafsir Nemuneh, jil. 19, hal. 403; Silahkan lihat: Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, Mufradat Alfadz Quran, hal. 878, Beirut, Dar al-Qalam, cet. 1, 1412 H.
[7] Thabarsi, Ali bin Husain, Masykah al-Anwar fi Gharar al-Akhbar, hal. 300, Najaf, Al-Maktabah al-Haidariyah, cet. 2, 1385 H.
[8] Andalusi, Abu Hayan Muhammad Yusuf, Al-Bahr al-Muhith fi Tafsir, jil. 9, hal. 189, Beirut, Dar al-Fikr, 1420 H.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa saja yang menjadi tugas istri di hadapan suami yang selalu keluar kota dan bekerja jauh dari keluarga?
    4806 دستور العمل ها 2014/08/04
    Dalam al-Quran tidak terdapat ayat khusus yang secara tegas dan lugas membahas persoala ini. Namun terdapat beberapa riwayat yang berbicara tentang hal ini, misalnya sebuah hadis dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Tiada kebaikan yang lebih baik melebihi seorang manusia yang memiliki istri, bergembira tatkala melihatnya dan ...
  • Apakah berdasarkan riwayat-riwayat Syiah salat di Masjidul Haram dan Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang tinggi?
    3354 Hal-hal yang Mustahab dalam Salat 2013/11/27
    Dua masjid besar dalam Islam, yaitu Masjidul Haram dan Masjid Nabawi, memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena salat di kedua masjid tersebut memiliki keutamaan yang lebih daripada di masjid-masjid lainnya. Tentunya banyak sekali riwayat yang menjelaskan keutamaan-keutamaan tersebut; sebagai contoh akan dijelaskan di bawah ini: ...
  • Mengapa ayat-ayat al-Quran lebih didominasi dengan ayat-ayat maskulin?
    10855 Ulumul Quran 2009/11/24
    1.     Kita dapat menetapkan khitab-khitab (penyampaian-penyampaian) al-Quran itu maskulin ketika ruh yang mendominasi lafaz-lafaz dan khitab-khitab itu bersandar pada jenis kelamin dan fokus pada pria. Dari berbagai ayat al-Quran dapat dipahami bahwa wacana yang mendominasi al-Quran itu ...
  • Siapakah Dzulqarnain itu?
    22221 Sejarah Para Pembesar 2010/06/08
    Nama Dzulqarnain disebutkan dalam surah al-Kahf (18). Terdapat perbedaan pendapat di kalangan penafsir dan sejarawan terkait dengan tinjauan sejarah siapakah Dzulqarnain ini dan di antara para tokoh besar sejarah mana yang lebih cocok untuk pribadi Dzulqarnain ini. Dengan memperhatikan tipologi yang dijelaskan dalam al-Qur'an dan pendapat para ...
  • Dalam riwayat disebutkan bahwa Ramadhan adalah salah satu nama Allah Swt. Apakah makna Ramadhan tersebut?
    10306 Teologi Lama 2013/06/09
    Ramadhan derivasinya dari kata "ra-ma-dha" yang bermakna panas yang menyengat, panas batu, panas yang diakibatkan oleh sinar matahari.[1] Adapun ramadhan yang memiliki derivasi dari "ra-mi-dha" itu bermakna awan, hujan di akhir musim panas dan awal musim gugur yang menjauhkan teriknya musim panas. Atas dasar ...
  • Apakah klaim Muhammad bin Utsman bahwa ia telah melihat Imam Zaman Ajf pada musim haji itu adalah benar?
    5164 Teologi Lama 2010/09/20
    Inti melihat Imam Zaman Ajf pada masa ghaibat merupakan perkara yang pasti dan telah diterima oleh ulama. Namun demikian barang siapa yang mengklaim sedemikian bahwa ia telah bersua dengan Imam Zaman Ajf maka klaim tersebut tidak dapat diterima. Deputi kedua Imam Mahdi Ajf, karena merupakan perantara ...
  • Siapakah di antara Imam Maksum As yang membaca doa Faraj?
    9601 Dirayah al-Hadits 2012/02/02
    Kata “fa-ra-j” secara leksikal bermakna “Terlepas dari kesedihan dan kegundahan. Dan  bermakna kelapangan.[1]Dalam literatur-literatur hadis yang menyebutkan doa-doa dan amalan-amalan untuk mencapai fa-ra-j dan kelapangan atas pelbagai urusan juga dengan memperhatikan makna leksikal Faraj ini.Di sini, kami akan mencukupkan dengan menyebut tiga hal ...
  • Mengapa Rasulullah saw melakukan hijrah sendirian? Paska hijrah Rasulullah saw, mengapa kaum musyrikin tidak mengusik dan menyakiti Imam Ali as dan kaum Muslimin lainnya?
    20913 Sejarah Para Pembesar 2011/05/17
    Hijrah Rasulullah saw terjadi sesuai dengan titah Allah Swt untuk mengalahkan plot kejam kaum musyrikin Mekkah yang berniat membunuh Rasulullah saw. Jelas bahwa hijrah ini harus dilakukan dengan menjalankan seluruh poin-poin keamanan dan dalam keadaan sembunyi-sembunyi; karena Rasulullah saw diinstruksikan untuk mengamalkan perintah Ilahi berdasarkan jalan-jalan natural dan normal. Karena ...
  • Siapakah dan bagaimanakah sosok Mansur Hallaj itu?
    7322 Irfan Teoritis 2011/12/13
    Husain bin Mansur Hallaj lahir di Baidha (salah satu daerah di bilangan Syiraz) namun kemudian tumbuh besar di Irak. Hallaj merupakan sosok arif paling kontroversial dalam dunia Islam dan banyak mengungkapkan syathiyyât. Para juris banyak mengkafirkannya dan memvonis hukuman gantung bagi Hallaj pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah. ...
  • Dimanakah pedang Dzulfiqar Imam Ali As sekarang ini?
    38584 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/06/19
    Dzulfaqar dengan fatha “fa” dan kasra-nya (Dzulfiqar) merupakan nama dari pedang Rasulullah Saw.[1] Sehubungan dengan alasan penamaan pedang ini disebutkan bahwa lapisannya berasal dari duri yang pendek dan tinggi seperti tulang-tulang spinal manusia.[2] Kisah Dzulfiqar berasal dari salah satu ...

Populer Hits