Advanced Search
Hits
5856
Tanggal Dimuat: 2017/08/09
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang dimaksud dengan qalam dan menulis sehingga dalam al-Quran bersumpah atasnya?
Pertanyaan
Mengapa Allah Swt dalam al-Qur’an bersumpah dengan qalam?
Jawaban Global
            Allah Swt dalam al-Quran menyebutkan sumpah dengan berbagai hal di antaranya adalah bersumpah dengan qalam (pena) dan apa yang ditulis oleh qalam:
«وَ الْقَلَمِ وَ ما یَسْطُرُونَ»
“Demi pena dan apa yang mereka tulis.”  (Qs. al-Qalam [68]:1)
            Qalam artinya alat menulis atau sesuatu yang dengannya dapat digunakan untuk menulis.[1]
            Yasthurun merupakan kata kerja yang derivatnya adalah sa-tha-ra yang bermakna tersusunya kata per kata dalam satu halaman, tercabut sesuatu dari pohon, atau bermakna orang-orang yang berdiri. Tatkala disebutkan “sathara fulanu kadza” maknanya bahwa orang itu telah menulis baris (satr) demi baris (satr).[2]
            Allah Swt dalam ayat ini menyebutkan sumpah dengan qalam (pena) dan apa yang ditulis dengan qalam (pena). Secara lahir konteks ayat dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan qalam (pena) adalah segala bentuk qalam dan segala jenis tulisan yang ditulis dengan qalam (pena).
            Hikmah  dari sumpah ini yang dinyatakan dengan qalam dan tulisan yang merupakan salah satu nikmat Allah Swt yang terbesar yang dianugerahkan kepada manusia dan dengan perantara keduanya (qalam dan tulisan) pelbagai peristiwa, kejadian dan segala yang terpendam dalam hati  dapat direkam dalam tulisan; manusia dengan perantara qalam dan tulisan dapat menulis setiap kejadian di sepanjang sejarah. Demikian juga bergolaknya sebuah peristiwa di tempat yang terjauh dapat dihadirkan di hadapan mata dan dari tulisan itu orang-orang dapat memperoleh informasi tentangnya. Karena itu, qalam (pena) dan tulisan tidak kalah penting dan agungnya dengan kalam (ucapan).
            Terkait dengan pentingnya dua anugerah Ilahi ini cukup bahwa Allah Swt telah memberikan nikmat ini kepada manusia dan membimbing manusia dengan perantara kalam dan qalam, mengajarkan bagaimana cara menggunakan keduanya. Sehubungan dengan kalam hal ini Allah Swt berfirman:
«خَلَقَ الْإِنْسانَ عَلَّمَهُ الْبَیانَ».
“Dia telah menciptakan manusia. Dia mengajarkan bayân (ucapan yang dapat mengungkap isi hati) kepadanya.”
Sekaitan dengan qalam, Allah Swt berfirman:
«عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسانَ ما لَمْ یَعْلَمْ».
 
            Karena itu, sumpah Allah Swt dengan qalam dan apa yang ditulisnya adalah sumpah dengan salah satu nikmat dan Dia tidak hanya bersumpah dengan qalam, bahkan dalam al-Quran, Allah Swt bersumpah dengan kebanyakan makhluk-Nya karena mereka semua adalah anugerah Ilahi; seperti bersumpah dengan langit, bumi, matahari, bulan, malam, buah tin dan zaitun.[3]
            Akan tetapi para mufassir memberikan kemungkinan lain bahwa yang dimaksud dengan qalam dan tulisan yang disebutikan dalam ayat ini boleh jadi mencakup salah satu batin dari batin al-Quran seperti yang disebutkan bahwa yang dimaksud dengan qalam adalah qalam a’lā yaitu qalam penciptaan; karena qalam pertama adalah sebuah entitas yang diciptakan oleh Allah Swt. Dalam hadis disebutkan bahwa qalam merupakan entitas pertama yang diciptakan oleh Allah Swt[4] dan yang dimaksud dengan ma yasthurun adalah amalan-amalan (manusia) yang dicatat oleh para malaikat.[5] [iQuest]

[1] Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram, Lisān al-‘Arab, jld. 12, hlm. 490, Beirut, Dar Shadir, Cet. 3, 1414 H.
[2] Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, al-Mufradāt fi Gharib al-Qur’ān, Riset oleh Shafwan Adnan, hlm. 309, Damaskus, Beirut, Dar al-Qalam, Dar al-Syamiyah, Cet. 1, 1412 H.
[3] Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, al-Mizān fi  Tafsir al-Qur’ān, jld. 19, hlm. 368, Qum, Daftar Intisyarat Islami, Cet. 5, 1417 H.
[4] Qummi, Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qummi, Riset oleh Musawi Jazairi, Sayid Thayyib, jld. 2, hlm. 198, Qum, Dar al-Kitab, Cet. 3, 1404 H.
«عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمُ فَقَالَ لَهُ اکْتُبْ فَکَتَبَ مَا کَانَ- وَ مَا هُوَ کَائِنٌ إِلَى یَوْمِ الْقِیَامَة».
 
[5] Fakhruddin Razi, Abu Abdillah Muhammad bin Umar, Mafātih al-Ghaib, jld. 30, hlm. 599, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Cet. 3, 1420 H.  
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa hakikat siang dan malam? Kenapa sebagian malam harus dipakai ibadah?
    4711 Salat 2017/08/09
    Siang secara normal lebih tepat untuk aktivitas-aktivitas yang berurusan dengan kehidupan duniawi manusia. Terangnya siang itu sendiri merupakan sebuah karunia yang tiada bandingnya yang menciptakan gerakan dan kegiatan yang menyiapkan manusia untuk bekerja dan berusaha, tumbuh-tumbuhan yang berkembang dengan pancaran sinar matahari demikian juga hewan-hewan berkembang biak ...
  • Kapan kita dibolehkan bertayammum?
    1888 شرایط انتقال به تیمم 2014/04/14
    Kita hanya dapat membersihkan diri dari junub dengan melakukan mandi janabah namun dalam beberapa perkara kita dapat mengganti mandi wajib dengan bertayammum[1] sebagaimana berikut: Ketika tidak ada kemungkinan memperoleh air. Waktu tidak mencukupi untuk melakukan mandi wajib dan dengan melakukannya akan ...
  • Apa batasan masuknya kaum ruhaniawan pada dunia?
    3564 Akhlak Praktis 2010/08/16
    Dunia memiliki dua dimensi:Pertama: Sebagai sebuah perkara riil dan faktual, seperti keberadaan bumi, planet-planet yang terdapat di langit, keberadaan manusia, kekuasaan, ilmu, kehendak dan kehidupannya serta realitas-realitas lainnya di alam materi. Dari sudut pandang ini, dunia bukan hanya tidak tercela dan terpinggirkan melainkan ...
  • Apa saja yang menjadi syarat sehingga seseorang dapat menjadi imam jamaah?
    2503 Syarat-syarat Imam 2014/09/18
    Syarat-syarat imam jama’ah yang disebutkan dalam Taudhih al-Masâil adalah sebagai berikut: “Imam jamaah harus akil, baligh, Syiah dua belas imam, adil dan keturunan baik-baik, serta dapat mengerjakan salat dengan sah dan apabila makmumnya itu pria maka imamnya juga harus pria dan makmumnya seorang anak mumayyiz yang ...
  • Apakah ilmu itu adalah pedang bermata dua? Apakah enyalahgunaan ilmu itu disebabkan oleh kebodohan?
    12633 Filsafat Islam 2011/11/21
    Ilmu memiliki ragam makna dan penggunaan. Nampaknya pada pertanyaan yang dikemukakan di atas makna ini digunakan saling silang sengkarut dan bercampur satu sama lain. Karena yang dimaksud dengan ilmu yang boleh jadi disalahgunakan adalah ilmu-ilmu yang berkembang dan popular di tengah masyarakat. Meski bahwa ilmu itu adalah cahaya namun cahaya ...
  • Mengapa dalam Fikih Syiah saudari orang yang disodomi haram menikah dengan orang yang mensodomi? Mengapa sebagian marja membedakan antara ragu dan tidak ragu dalam masalah ini?
    7291 Filsafat Hukum 2011/08/14
    Sumber-sumber fikih kaum Muslimin tidak terbatas semata-mata pada al-Qur’an. Syiah dan Sunni memiliki sumber-sumber lain selain al-Qur’an. Sumber yang paling penting setelah al-Qur’an bagi kedua mazhab ini adalah Sunnah. Kebanyakan hukum dan bagian-bagian partikularnya menjadi jelas bagi kita dengan bersandar pada Sunnah Rasulullah Saw dan Ahlulbait As. Karena ...
  • Tolong jelaskan apa itu dirayah hadis dan riwayat hadis dengan menyebutkan contoh-contohnya?
    21280 Dirayah al-Hadits 2013/01/23
    Riwayat hadis: Bermakna menukil, mengutip atau menyebutkan ucapan, perbuatan atau ketetapan maksum;[1] artinya bahwa seseorang mendengar sebuah riwayat dari orang lain dan menyimpannya kemudian mengutipnya untuk orang lain. Tingkatan riwayat hadis ini uratannya lebih terdahulu atas tingkatan dirâyat hadis. Kebanyakan hadis-hadis yang ...
  • Apa yang dimaksud dengan fisika dan metafisika? Dan bagaimana hubungan yang terjalin di antara keduanya?
    18626 Filsafat Islam 2009/06/22
    Fisika bermakna tabiat-tabiat sebagai lawan dari ilahiyyat (teologi) dan riyadhiyyat (matematika). Adapun metafisika dalam makna filsafatnya hari ini adalah sebuah ilmu yang membahas tentang maujud qua maujud (maujud bima maujud). Transfisika atau mâ warâ thabiat merupakan sebuah ilmu yang mengulas masalah Tuhan dan pelbagai eksisten. Terkait hubungan yang terjalin antara ...
  • Apakah boleh shalat tarawih itu dikerjakan berdasarkan taqiyyah?
    6621 Hukum dan Yurisprudensi 2010/04/10
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apa itu Makam Ibrahim dan apa maksudnya?
    23224 حج و عمره 2012/06/20
    Makam Ibrahim adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Tuhan di Makkah; karena di tempat itulah Nabi Ibrahim As berdiri. Mengenai penafsiran dan makna makam Ibrahim, sebagian berkeyakinan bahwa "seluruh haji" adalah makam Ibrahim. Sebagian memahami bahwa makam Ibrahim adalah 'Arafah, Masy'ar al-Haram, dan 3 Jamarat ...

Populer Hits

Jejaring