Advanced Search
Hits
1152
Tanggal Dimuat: 2017/08/09
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana cara dan ciri-ciri salat Nabi Muhammad Saw?
Pertanyaan
Apakah terdapat hadis yang menjelaskan tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw mengerjakan salat?
Jawaban Global
Dalam riwayat diisyaratkan tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw mengerjakan salat, di antaranya:
1.             Imam Ali As: “Rasulullah Saw mengangkat tangan beliau hingga setinggi telinga ketika mengucapkan takbiratul ikhram dan bertakbir ketika akan rukuk dan juga ketika mengangkat kepalanya dari rukuk.”[1]
2.             Imam Ali As: “Setiap kali Rasulullah Saw melaksanakan salat dan menguap maka beliau meletakkan tangan kanannya di depan mulutnya.”[2]
3.             Imam Ali As menuliskan kepada Muhammad bin Abu Bakar: “Hati-hatilah dalam rukuk dan sujudmu karena Rasulullah yang melaksanakan salat secara sempurna dari semua orang dan selalu lebih baik dari pada orang lain dalam salatnya, ketika dalam keadaan rukuk beliau mengucapkan «سبحان ربّى العظیم و بحمده» sebanyak tiga kali dan ketika beliau sujud, beliau membaca: «سبحان ربّى الاعلى و بحمده» [3]
4.             Ketika beliau bangun dari ruku mengucapkan:
«سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ اللّهُمّ لَکَ الْحَمْدُ مِلْ‏ءَ سَمَاوَاتِکَ وَ مِلْ‏ءَ أَرْضِکَ وَ مِلْ‏ءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَیْ‏»   
“Allah Swt mendengar orang yang memuji-Nya dan mengabulkan (permohonannya) Allahummah! Segala puji bagi-Mu sepenuh langit-langit dan bumi, dan sebanyak apa pun yang Engkau inginkan.” [4] 
5.             Imam Baqir As: “Rasulullah Saw dalam salatnya membaca ‘Bismillahir Rahmani Rahim’ secara jahr/keras dan mengeraskan suara itu.[5]
6.             Imam Baqir As: Dua orang dari sahabat Nabi Muhammad Saw berselisih paham tentang bagaimana beliau melaksanakan salat. Untuk mencari titik terangnya maka mereka menulis surat kepada Ubai bin Ka’ab tentang berapa kali Rasulullah berhenti sejenak dalam salatnya. Ia dalam menjawab surat: Rasulullah Saw dalam qiraat berhenti sejenak di antara dua tempat. Salah satunya setelah selesai membaca surah al-Fatihah dan yang lainnya setelah selesainya surah.[6]
7.             Imam Shadiq As: Rasulullah Saw ketika melaksanakan salat Subuh membaca surah-surah seperti: “Amma Yatasa alun, Hal Ata ka hadtsul Ghasyiyah, La Uqsimu biyaumil Qiyamah dan lainnya. Ketika salat Dhuhur membaca surah-surah: Sabbihisma Rabbika, Wa Sysyamsi wa Dhuhaha, Hal Ata ka Haditsul Ghasyiyah dan lainnya. Ketika salat Maghrib membaca surah-surah yang lebih pendek: Qul Huwallahu Ahad, Idza jaa Nashrullah wal Fath dan Idza dzullilatil. Dan ketika salat Isya membaca surah-surah yang dibaca ketika salat Dhuhur.[7]
Hisyam bin Hakam berkata: Aku bertanya kepada Imam Kadzim As: Mengapa dalam ruku mengucapkan «سبحان ربّى العظیم و بحمده» dan ketika sujud mengucapkan:
«سبحان ربّى الاعلى و بحمده»
Imam Kadzim As menjawab: Wahai Hisyam! Ketika Rasulullah dibawa ke mikraj dan salat di sana, beliau teringat akan kebesaran Allah Swt yang beliau lihat pada malam itu, badan Nabi Saw bergetar dan tanpa disadarinya beliau ruku dan membaca:
«سبحان ربّى العظیم و بحمده»
dan ketika bangun dari ruku, beliau menyadari bahwa beliau sedang menuju Tuhan dan berada di tempat yang lebih tinggi dari pada sebelumnya dan (karena takut akan kebesaran Allah Swt) maka beliau bersujud dan membaca:
«سبحان ربّى الاعلى و بحمده»
ketika beliau membaca dzikir ini sebanyak tujuh kali maka rasa takutnya hilang dari diri beliau.[8]
8.             Abu Sa’id Khudri berkata: Rasulullah Saw sebelum menyibukkan dengan qiraat membaca:«أعوذ بالله من الشیطان الرجیم»[9]
9.             Bara bin ‘Azib berkata: Rasulullah Saw tidak pernah mengerjakan salat fardhu tanpa membaca qunut.[10]
Muhammad bin Musalamah berkata: Ketika sujud, Rasulullah Saw membaca:
«اللَّهُمَّ لَکَ سَجَدْتُ، وَ بِکَ آمَنْتُ، وَ لَکَ أَسْلَمْت‏، سَجَدَ وَجْهِی‏ لِلَّذِی خَلَقَه‏ و صَوَّرَه،
 وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَ بَصَرَه‏، فَتَبَارَکَ اللهُ أَحْسَنُ الْخالِقِین‏»
“Allahummah! Aku bersujud pada-Mu, dan beriman kepada-Mu, dan berserah diri kepada-Mu. Wajah (dan hakikat)ku bersujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, menyingkap mata dan telinga. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” [11] [iQuest]
 
Untuk telaah lebih jauh kami persilahkan Anda untuk mempelajari indeks berikut ini:
Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, Pertanyaan 26986.
Cara Nabi Muhammad dan Para Imam As ketika menjama salat Dhuhur dan Ashar, Pertanyaan 3216.
Pensyariatan Salat Qadha pada Zaman Nabi Muhammad Saw, pertanyaan 27169.

[1] Ibnu Hayun Maghribi, Nu’man bin Muhammad, Da’āim al-Islām wa Dzikra al-Halāl wa al-Harām wa al-Qadhāyā wa al-Ahkām, jil. 1, hal. 162, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, cet. 2, 1385.
[2] Muhammad Nuri, Husain, Mustadrak al-Wasāil wa Mustanbath al-Masāil, jil. 5, hal. 416, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, Cet. 1, 1408 H.
[3] Tsaqafi, Ibrahim bin Sa’id bin Hilal, Al-Ghārāt aw al-Istighfār wa al-Ghārāt, Periset: Muhadits, Jalaluddin, jil. 1, hal. 246-247, Tehran, Anjuman Atsar Meli, cet. 1, 1395 H.
[4] Ibid, hal. 246.
[5] ‘Ayasyi, Muhammad bin Mas’ud, Al-Tafsir, jil. 1, hal. 20, Tehran, Al-Mathbu’ah al-Ilmiyah, cet. 1, 1380 H.
[6] Thusi, Muhammad bin Hasan, Tahdzib al-Ahkām, jil. 2, hal. 20 Tehran, Al-Mathbu’ah al-Ilmiyah, cet. 1 1380 H.
[7] Ibid, hal. 95-96.
[8] Syaikh Shaduq, Ilal al-Syarāyi’, jil. 2, hal. 332-333, Qum, Kitab Furusyi Dawari, cet. 1, hal. 1380.
[9] Syaikh Hurr Amili, Wasāil Syiah, jil. 6, hal. 135, Qum, Muasasah Ali al-Bayt As, cet. 1, 1409 H.
[10]. Ibnu Abi Jumhur, Muhammad bin Zainuddin, ‘Awali al-Laāli al-‘Azizah fi al-Ahādits al-Diniyah, jil.2, hal. 42, Qum, Dar Sayidus Syuhada li-Nasyr, cet. 1, 1405 H.
[11] Salehi Damisyqi, Muhammad bin Yusuf, Sabl al-Huda wa al-Risyād fi Sirah Khair al-Ibād, jil. 8, hal 146, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, cet. 1. 1414 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Saya banyak salat yang tidak saya kerjakan (sebelumnya) namun saya tidak pasti berapa banyak jumlahnya. Apa yang harus saya lakukan?
    3183 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/19
    Masalah seperti ini disebutkan dalam Risalah-risalah Amaliah (Tuntutan Amalan Praktis Fikih) para marja sebagaimana berikut: Barang siapa yang memiliki kewajiban salat qadha namun ia tidak tahu berapa banyak jumlahnya,[1] misalnya ia tidak tahu empat atau lima, apabila ia mengerjakan dengan bilangan yang sedikit maka ...
  • Apakah hakekat Insya Allah?
    6921 Tauhid 2015/07/23
    Makna frase insya Allah adalah jika Allah menghendaki. Seseorang yang mengucapkan kalimat ini meyakini bahwa terdapat iradah di atas iradahnya sendiri artinya, jika Ia tidak menghendaki sesuatu maka tidak ada sesuatu yang bisa terjadi. Dalam sebagian perkara, kalimat “Insya Allah” merupakan bentuk mengambil berkah dan orang-orang selalu mengucapkan “Inysa Allah’ dan ...
  • Apa saja yang menjadi tugas istri di hadapan suami yang selalu keluar kota dan bekerja jauh dari keluarga?
    4526 دستور العمل ها 2014/08/04
    Dalam al-Quran tidak terdapat ayat khusus yang secara tegas dan lugas membahas persoala ini. Namun terdapat beberapa riwayat yang berbicara tentang hal ini, misalnya sebuah hadis dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Tiada kebaikan yang lebih baik melebihi seorang manusia yang memiliki istri, bergembira tatkala melihatnya dan ...
  • Apa dalil diwajibkannya khumus dan penggunaannya (pada tempatnya) dalam pandangan Syiah dan mengapa Ahlusunnah mengabaikan kewajiban tersebut?
    9902 Hukum dan Yurisprudensi 2010/12/07
    1.     Ayat-ayat yang berkenaan dengan hukum-hukum fikih (ayat-ayat ahkam) dalam al-Qur’an dibanding dengan seluruh ayat al-Qur’an adalah sangat minim dan terbatas. Sedemikian sehingga dalam al-Qur’an hanya dijelaskan tentang inti kewajiban pelbagai amalan wajib seperti bersuci (thaharah), shalat, puasa, ...
  • Apakah benar yang dikatakan bahwa apabila seseorang meninggal pada hari atau malam Jumat maka ia akan aman selamanya dari himpitan kubur?
    37200 کهنسالی و مرگ 2013/05/25
    Di antara hari-hari dalam seminggu siang dan malam Jumat adalah hari yang memiliki keutamaan dan kemuliaan tersendiri. Salah satu dari keutamaan itu adalah bahwa apabila seorang Mukmin meninggal pada waktu ini maka disebabkan oleh keberkahan dan kemuliaan waktu tersebut ia akan mendapatkan dispensasi dari sebagian kesulitan dan ...
  • Bagaimana setan melakukan penetrasi pada pikiran dan menyampaikan segala kehendaknya kepada manusia?
    12392 Teologi Lama 2009/06/21
    Sebelum mengulas tentang jalan-jalan penetrasi setan pada manusia, kiranya kita perlu mengenal, meski secara selintasan, sosok yang bernama setan. Terkait derivasi kosakata setan terdapat perbedan di kalangan ulama. Namun yang paling benar kita katakan adalah bahwa kosa kata ini, diadopsi dari kata "sy-tha-na" yang bermakna jauh. Karena itu, ...
  • Siapakah ayah Ibrahim yang sebenarnya?
    86908 Sejarah Para Pembesar 2010/05/20
    Pertanyaan ini dapat dibagi menjadi dua bagian:1.             Tentang ayah nabi Ibrahim As.2.             Tentang ayah seluruh nabi.Sehubungan dengan persoalan pertama terdapat dua pandangan:1. Sebagian ulama Ahlusunnah ...
  • Perbedaan Irfan teoritis dan Irfan praktis?
    7845 Irfan Teoritis 2009/09/22
    Terdapat dua makna yang digunakan dalam bidang Irfan praktis:Suluk itu sendiri dan segala perbuatan yang dilakukan. Ajaran-ajarannya yang mengandung tentang metode suluk. Irfan teoritis terkadang digunakan sebagai lawan kata dari makna pertama. Dan terkadang kebalikan dari makna kedua dari dua makna ...
  • Apa bahayanya kalau sekedar meminum setetes minuman keras?
    24251 شراب و قمار 2012/06/12
    Kendati dalam pertanyaan tidak ditegaskan tentang hukum meminum setetes minuman keras, namun nampaknya pertanyaannya mengarah pada hukum meminum setetes khamar dan kami akan menjawab pertanyaan ini sebagai berikut. Mengikut pandangan Syiah, seluruh hukum mengandung mashâlih (kemaslahatan-kemaslahatan) dan mafâsid (kerusakan-kerusakan) yang ditetapkan oleh Syari’ Muqaddas (Allah ...
  • Berapa banyak surah dalam al-Qur’an yang menggunakan nama-nama para Nabi Ilahi?
    15423 Tafsir 2012/01/30
    Terdapat enam surah dalam al-Qur’an yang menyebutkan nama-nama para nabi. Keenam surah tersebut adalah: Nuh, Ibrahim, Yunus, Yusuf, Hud dan Muhammad. Akan tetapi, para ahli tafsir, dengan mencermati sebagian riwayat, meyakini bahwa sebagian surah dalam al-Qur’an seperti Thaha, Yasin, Mudattsir, Muzammil menengarai pribadi Rasulullah Saw. Karena itu, ...

Populer Hits

Jejaring