Advanced Search
Hits
4155
Tanggal Dimuat: 2017/05/30
Ringkasan Pertanyaan
Surah Al-Fathir ayat 33 hingga 35 ingin menjelaskan tentang permasalahan apa?
Pertanyaan
Mohon Anda jelaskan tafsir surah Al-Fathir ayat 33 hingga 35!
Jawaban Global
Ayat 33 hingga 35 surah Al-Fatir pada hakekatnya adalah kesimpulan pada ayat-ayat sebelumnya yaitu (Bagi mereka) surga ”Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.
1.             Surga Eden
«جَنَّاتُ عَدْنٍ یَدْخُلُونَها یُحَلَّوْنَ فیها مِنْ أَساوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَ لُؤْلُؤاً وَ لِباسُهُمْ فیها حَریرٌ»
Janat” adalah bentuk plural dari “janah” bermakna kebun yang tanahnya menyebabkan tumbuhnya pohon-pohon yang banyak sehingga akan menyelimuti bumi.[1] “Adnan” adalah tetap dan stabil.[2] Oleh itu “janat adnan” adalah kebun-kebun yang penuh dengan pohon dan kekal di surga. Penafsiran dari surga ini menjelaskan bahwa nikmat-nikmat di surga bersifat abadi dan langgeng tidak seperti nikmat-nikmat materi di dunia.
Dalam lanjutan ayat, menjelaskan tentang tiga bagian nikmat-nikmat di dunia yang sebagian memiliki sisi materi dan lahir dan sebagian lainnya memiliki sisi maknawi dan batin dan bagian lainnya berkaitan dengan penolakan segala yang menghalangi. Allah berfirman:  “(Bagi mereka) surga ”Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.”
Mereka di dunia ini secara lahir dihiasi dengan amalan-amalan yang baik, Allah juga memvisualisasikan pakaian mereka di dunia lain dengan sutra.
 
2.             Setelah mengingat nikmat-nikmat materi dan nikmat maknawi, Allah Swt berfirman:
«وَ قالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذی أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنا لَغَفُورٌ شَکُورٌ»
Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.”
Mereka yang telah diberikan karunia besar ini, semua penyebab kesedihan telah dijauhkan dari kehidupan mereka, langit ruh telah dibersihkan dari awan-awan gelap, maka mereka akan bersyukur. Mereka tidak takut akan adzab Ilahi, tidak takut akan kematian dan kebinasaan, tidak takut akan ketidakamanan dan tidak takut dari gangguan orang-orang yang berpikiran buruk.
Terkait bahwa yang dimaksud dengan kesedihan dalam ayat ini adalah apa, sebagian para mufassir berkata: duka dan sedih ini mengisyaratkan tentang duka dan sedih yang berkaitan dengan dunia. Sebagian juga berkata: Sedih dan duka yang menimpa mereka sebelum masuk surga karena mereka takut akan api neraka yang sudah selayaknya akan menimpa mereka dan karena Allah telah mempersilahkan mereka dan telah mencabut azab dari mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga, maka mereka bersyukur kepada Allah Swt.
Namun nampaknya artinya adalah dengan masuknya manusia ke surga, semua kesedihan dan kepiluan akan hilang dari mereka karena kata-kata “hazan” mengisyaratkan segala bentuk sedih dan pilu. Oleh itu, para penghuni surga bersyukur atas karunia ini.[3]
Kemudian para kaum mukminin ahli surga ini menambahkan: “Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.”
Dengan sifat pengampun-Nya kesedihan yang pilu, ketergelinciran dan dosa-dosa akan tersingkirkan dan dengan sifat syukurnya, akan menerima keberkahan abadi yang tidak akan ada kesedihannya sama sekali yang telah Allah Swt anugerahkan kepada mereka. Dosa-dosa kami yang sangat banyak telah ditutupi dan amalan sedikit dan tidak ada apa-apanya dengan ungkapan syukur yang di ucapkan akan menerima ganjaran yang banyak.
 
3.                   «الَّذی أَحَلَّنا دارَ الْمُقامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لا یَمَسُّنا فیها نَصَبٌ وَ لا یَمَسُّنا فیها لُغُوبٌ»
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu"
Akhirnya mendapat tempat berakhir, yang tidak ada kelelahan, tidak ada hal-hal yang menyebabkan kesusahan, kecapaian dan penderitaan. Menurut nukilan dari para ahli surga: “Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.” “Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".
Dari satu sisi, di sana adalah tempat tinggal. Dari sisi lain, meskipun umur panjangnya bersifat abadi dan dan secara pasti tidak ada kabar tentang masa penungguan yang dipenuhi dengan kesulitan dan kesakitan serta kesusahan, hal ini tidak akan membuat kelelahan sedikit pun bagi mereka karena pada setiap harinya nikmat-nikmat baru akan hadir dari Allah kepada penghuni surga.[4]
Kata “muqamah” bermakna tempat tinggal dan “dar al-muqamah” adalah rumah dimana penghuninya tidak akan keluar dari sana dan tidak akan pindah ke tempat lain. Kata “nashabun” bermakna lelah yang berarti susah dan sulit. Kata “lughub” bermakna lesu dan susah dalam mencari rezeki.
Kesimpulan makna ayat ini adalah: Allah yang telah menganugerahkan kepada kami, meskipun tidak layak telah memasukkan kami ke dalam rumah abadi, surga yang tidak ada kesusahan dan kelesuan, tidak juga menyebabkan kelelahan dan kecapaian karena segala yang kita inginkan telah tersedia.[5] [iQuest]

[1] Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, Al-Mufradat fi Gharib al-Quran, periset: Dawudi, Shafwan Adnan, hal. 203, Damisyq, Beirut, Dar al-Qalam, Al-Dar al-Syamiyyah, cet. 1, 1412 H.
[2] Ibid, hal. 553.
[3] Abu Ja’far Muhammad bin Jarir, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran, jil. 22, hal. 91, Beirut, Dar al-Ma’rifah, cet. 1, 1412 H.
[4] Silahkan lihat: Makarim Syirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, jil. 18, hal. 268-271, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet. 1, 1374 H.
[5] Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Quran, jil. 17, hal. 47-48, Qum, Daftar Intisyarat Islami, cet. 5, 1417 H.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Siapakah tokoh yang bersikap konsisten hingga kini memerangi setan? Dan bagaimana cara memeranginya?
    6237 Akhlak Praktis 2011/04/19
    Dalam pandangan al-Qur’an, hanya orang-orang mukhlash yang tidak dapat didominasi oleh setan. Mukhlashin (orang-orang yang diikhlaskan) adalah orang-orang yang telah sampai derajat dari beberapa makam yang tidak mampu ditembus oleh setan-setan. Untuk memerangi setan terdapat beberapa media yang harus dan mesti ada yang dengan perantara ...
  • Apabila melakukan Istibrâ merupakan sebuah perbuatan mustahab (dianjurkan) lantas bagaimana hukumnya cairan air seni yang tersisa di tempat saluran urine yang keluar dengan sedikit tekanan?
    6525 Hukum dan Yurisprudensi 2011/09/29
    Istibrâ  merupakan sebuah amalan mustahab (dianjurkan) dan falsafah mengapa istibrâ dikategorikan sebagai amalan mustahab adalah karena dengan Istibrâ  akan menyebabkan keluarnya sisa-sisa air seni yang masih terdapat pada saluran urine sehingga apabila, setelah melakukan Istibrâ , terdapat cairan yang keluar dari badan kita maka hal itu tidak akan menyulitkan ...
  • Mengapa hari kiamat setiap orang masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri-sendiri dan kabur dari sanak kerabatnya?
    17549 معاد و قیامت 2015/02/04
    Salah satu janji Ilahi adalah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat dan bahkan tiada satu pun dari mereka yang tertinggal dari pengumpulan ini. Allah Swt berfirman: «وَ یَوْمَ نُسَیِّرُ الْجِبالَ وَ تَرَى الْأَرْضَ بارِزَةً وَ حَشَرْناهُمْ فَلَمْ نُغادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً» “Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) ...
  • Mengapa tertawa terbahak-bahak dengan suara keras mendapat celaan dan kecaman dalam riwayat?
    8177 گناه و رذائل اخلاقی 2014/01/18
    Sebagaimana yang mengemuka dalam pertanyaan, Imam Baqir As bersabda, “Tatkala kau telah selesai tertawa terbahak-bahak (berdoalah), Ya Allah janganlah Engkau memurkaiku.”[1] Dalam menjelaskan riwayat ini, terdapat dua persoalan yang harus disampaikan sebagai berikut: Salah satu instruksi umum Islam kepada umatnya supaya mereka ...
  • Apa hikmahnya kita harus berinfak kepada orang-orang fakir?
    10177 انفاق و قرض الحسنه 2012/08/05
    Terkadang disebutkan bahwa apabila seseorang itu fakir maka tentu saja ia telah melakukan sesuatu yang dikehendaki Tuhan supaya ia tetap bertahan fakir. Dan kalau kami kaya maka sudah barang tentu kami melakukan sesuatu sehingga mendapatkan kemurahan Tuhan. Karena itu, bukan kefakiran mereka dan juga bukan kekayaan kita ...
  • Apakah para fukaha mencapai konsensus (ijma) seputar kewajiban opsional (ikhtiari) shalat Jum’at?
    7728 Hukum dan Yurisprudensi 2010/08/22
    Hukum shalat Jum’at pada masa kehadiran para Imam Maksum dan terpenuhinya syarat-syarat lainnya serta tidak adanya taqiyyah adalah jelas (yaitu wajib dilaksanakan). Pada masa ghaibah (okultasi) dijelaskan pelbagai ragam hukum yang boleh jadi dapat dikatakan bahwa yang paling popular adalah kewajiban dan keharusan yang bersifat opsional terkait dengan ...
  • Apakah ruh dan jin dapat menggangu manusia?
    14336 روح و نفس 2010/05/18
    Informasi yang kita miliki ihwal jin sangat terbatas. Namun kita dapat menggunakan riwayat bahwa jin sebagaimana manusia memiliki taklif dan tanggung jawab serta ragam keyakinan. Sebagian mereka adalah jin yang taat dan sebagian lainnya pembangkang. Kendati jin dari sudut pandang pemikiran sangat lemah namun dari sisi ...
  • Apa pendapat Ibnu Bajjah tentang Ruh Mutlak?
    6842 Mengenal Beberapa Pendapat 2013/11/27
    Ibnu Bajjah, Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin Al-Dhai’ Al-Tujibi yang dikenal dengan Ibnu Bajah (Avempace) sang filsuf, adalah seorang alim, penyair dan pengamat politik di Andalusia. Baje dalam bahasa orang-orang Andalus berarti perak. Diperkirakan ayahnya adalah seorang ahli emas. Ia dilahirkan di Saragosa, namun tidak diketahui ...
  • Apakah dalam al-Qur'an disebutkan bahwa mazhab minoritas harus mengenakan hijab (dalam pemerintahan Islam)?
    5932 Kalam Jadid 2009/09/22
    Syubha ini boleh jadi tersimpan dalam benak setiap orang bahwa apa perlunya aturan hijab bagi kaum Muslimin dan bagi agama minoritas (orang-orang Kristen dan Yahudi)? Apa yang menjadi dasar dan sesuai dengan kaidah apa aturan ini diterapkan bagi mereka? Dalam hal ini kami ...
  • Bagaimana Anda menetapkan dan membuktikan imâmah dan khilâfah Baginda Ali As?
    5796 Teologi Lama 2010/08/10
    Tidak diragukan bahwa supaya institusi agama Islam tetap lestari dan dawam maka ia membutuhkan penjaga dan pengatur serta orang-orang layak yang dapat menyampaikan pengetahuan-pengetahuan dan aturan-aturan agama kepada masyarakat serta mengimplementasikan hukum-hukum agama secara akurat pada masyarakat Islam. Mengingat bahwa salah satu tujuan penciptaan ...

Populer Hits