Advanced Search
Hits
8678
Tanggal Dimuat: 2010/11/11
Ringkasan Pertanyaan
Dengan memperhatikan kemaksuman Rasulullah Saw, apakah wilâyah mutlak fakih pada masa kita adalah seperti wilâyah mutlak Rasulullah Saw?
Pertanyaan
Frase wilâyah mutlak pada masa Rasulullah Saw bermakna bahwa apabila Rasulullah Saw menitahkan seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan, meski pelaksanaannya sangat sukar, maka wajib bagi orang tersebut untuk menunaikannya. Misalnya apabila Rasulullah Saw memerintahkan seseorang untuk bunuh diri maka orang tersebut harus menjalankan perintah itu. Pertanyaan saya adalah apakah wilâyah mutlak fakih pada masa kita, dengan memperhatikan bahwa Rasulullah Saw itu maksum dan pasa masa sekarang ini tidak ada wali maksum, sama maknanya dengan wilâyah mutlak pada masa Rasulullah Saw?
Jawaban Global

Wilâyah mutlak fakih merupakan satu terminologi fikih yang menyoroti domain segala aktifitas wilâyah dan orang-orang yang berada di bawah naungan wilâyah dan mengingkari pelbagai batasan dalam domain ini. Dengan kata lain, terminologi ini menjelaskan bahwa domain wilâyah fakih tidak terbatas pada sebagian khusus orang seperti orang-orang gila, orang-orang tua dan sebagainya. Melainkan terkait dengan semua orang dan seluruh hukum dan sifatnya mutlak. Imam Khomeini Ra dalam hal ini berkata, “Apa saja yang bersifat tetap bagi Nabi Saw dan para Imam Maksum As dari sisi wilâyah dan kepemimpinan, maka hal itu juga tetap bagi fakih. Adapun kekuasaan-kekuasaan mereka yang lain yang tidak tetap dari sisi wilâyah dan kepemimpinan maka bagi fakih juga demikian adanya.” Seperti pelbagai kewenangan yang dimiliki oleh Rasulullah Saw dan Imam Maksum lantaran statusnya sebagai rasul dan maksum. Perlu diketahui bahwa seluruh tugas dan kewajiban yang keluar dari para maksum adalah sesuai dengan akal dan syariat. Dan sekali-kali perintah yang bertentangan dengan akal dan syariat seperti bunuh diri tidak akan pernah keluar dari lisan Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As.

Jawaban Detil

Untuk memahami hakikat wilâyah mutlak fakih kiranya kami perlu menjelaskan beberapa hal penting di bawah ini:

A.    Makna wilâyah: Wilâyah dalam bahasa Arab derivasinya berasal dari klausul “wali” yang bermakna kedekatan dan kekerabatan. [1] Dan wilâyah yang tidak sepadan dengan makna ini terdapat dua pengertian: 1. Kekuasaan. 2. Kepemimpinan dan pemerintahan. [2]

B.    Makna wilâyah fakih: Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa wilâyah bermakna menjadi wali, manager dan pelaksana. Apabila disebutkan bahwa fakih dan juris memiliki wilâyah artinya adalah bahwa fakih jami’ al-syarait (baca: marja’ taklid) memiliki wewenang dan tanggung jawab dari sisi Syari’ Muqaddas (Allah Swt) untuk menjelaskan aturan-aturan Ilahi dan melaksanakan hukum-hukum agama serta mengatur masyarakat Islam pada masa ghaiba.” [3]

Akan tetapi sebagian orang mengklaim bahwa makna wali di sini adalah “pertuanan”, “kekuasaan” dan “pimpinan” yang menjelaskan “wali” (pimpinan) atau “maula ‘alaih” (yang dipimpin). Adapun yang dimaksud dengan redaksi ini adalah: “Pengelolaan urusan (atas yang dipimpin) dan pengaturan untuk melayani orang yang dipimpinnya (maula ‘alaih).” [4]

C.    Makna mutlaknya wilâyah fakih:

Dalam fikih disebutkan bahwa wilâyah telah tetap bagi sebagian orang seperti wilâyah ayah dan kakek (dari pihak ayah) atas anak belianya (belum matang) atau atas orang gila atau orang yang kurang akalnya. [5] Dalam hal ini, urusan anak (putri atau putra) berada di pundak ayahnya atu kakeknya (dari pihak ayah) dimana ayah atau kakeknya mengatur dan mengelola urusan anak-anaknya untuk kemaslahatan mereka.

Demikian juga wilâyah wakil atas yang diwakilinya ini berlaku sepanjang yang diwakili ini masih hidup. Hal yang lain juga dapat ditetapkan sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fikih. Dengan demikian, inti wilâyah atas orang lain merupakan hal-hal yang pasti dalam fikih Islam dimana salah satu dari wilâyah tersebut adalah wilâyah fakih.

Apa yang pasti (di sini) adalah bahwa seluruh fakih sepakat pada masalah inti tetapnya wilâyah fakih dan perbedaan mereka pada keluasan dan cakupan kekuasaan wali fakih dimana apabila pelbagai kekuasaannya merupakan jenis wilâyah yang bermakna pengaturan urusan masyarakat maka kita telah sampai pada makna wilâyah mutlak (seorang fakih).

 

Wilâyah mutlak fakih merupakan satu terminologi fikih yang menyoroti domain segala aktifitas wilâyah dan orang-orang yang berada di bawah naungan wilâyah dan mengingkari pelbagai batasan dalam domain ini. Dengan kata lain, terminologi ini menjelaskan bahwa domain wilâyah fakih tidak terbatas pada sebagian khusus orang seperti orang-orang gila, orang-orang tua dan sebagainya. Melainkan terkait dengan semua orang dan seluruh hukum dan sifatnya mutlak. Imam Khomeini Ra dalam hal ini berkata, “Apa saja yang bersifat tetap bagi Nabi Saw dan para Imam Maksum As dari sisi wilâyah dan kepemimpinan, maka hal itu juga tetap bagi fakih. Adapun kekuasaan-kekuasaan mereka yang lain yang tidak tetap dari sisi wilâyah dan kepemimpinan maka bagi fakih juga demikian adanya.” [6]

Syaikh Anshari terkait tugas-tugas fakih yang memenuhi syarat (marja’ taklid) berkata: “Tugas-tugas fakih yang memenuhi syarat adalah: 1. Memberikan fatwa. 2. Memerintah (mengadili). 3. Kekuasaan dalam memanfaatkan harta dan jiwa” [7] Ia melanjutkan: “Benar bahwa setiap perkara masyarakat merujuk kepada pemimpinnya, sesuai dengan tuntutan ini, para fakih adalah ulil amr, ada benarnya (laa yab’ud) kalau dalam hal ini kita berkata [bahwa masyarakat] merujuk kepada seorang fakih.” [8]

Benar bahwa sebagian fakih tidak menerima keluasan kekuasaan fakih seperti ini dan mereka memandang bahwa kekuasaan fakih hanya dapat ditetapkan pada dua pos yaitu memberikan fatwa dan mengadili. [9]

Dengan penjelasan sebelumnya menjadi terang bahwa pertama, yang dimaksud dengan wilâyah mutlak dan mutlaknya wilâyah adalah bahwa “Fakih harus menjelaskan seluruh hukum Islam (bukan sebagian). Kedua, apa saja yang tetap bagi Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As dari sisi wilâyah dan kepemimpinan maka bagi fakih juga sifatnya tetap. Adapun kekuasaan-kekuasaan mereka yang lain yang tidak tetap dari sisi wilâyah dan kepemimpinan maka bagi fakih juga demikian adanya.” [10] Seperti pelbagai kewenangan yang dimiliki oleh Rasulullah Saw dan Imam Maksum lantaran statusnya sebagai rasul dan maksum. Perlu diketahui bahwa seluruh tugas dan kewajiban yang keluar dari para maksum adalah sesuai dengan akal dan syariat. Dan sekali-kali perintah yang bertentangan dengan akal dan syariat seperti bunuh diri tidak akan pernah keluar dari lisan Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. [IQuest]

 

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat beberapa indeks terkait berikut ini:

1.     Indeks: Pengertian Wilâyah Fakih, Pertanyaan 20 (Site 220).

2.     Indeks: Wilâyah Fakih dan Pelbagai Syubhat, Pertanyaan 32 (Site:265).

3.     Indeks: Wilâyah Mutlak, Pertanyaan 5698 (Site: 5932).



[1] . Abdul Qadir Razi, Mukhtar al-Shihâh, (Shihâh Jauhari), klausul wali, hal. 631, Intisyarat-e al-Risala.h

[2] . Ibid ; Mu’jam al-Wasith, hal. 1058, Intisyarat Dar al-Da’wah.

[3] . Abdullah Jawadi Amuli, Wilâyat Faqih, hal. 463, Instiyarat Isra.

[4] . Mahdi Hadawi Tehrani, Wilâyat wa Diyânat, hal. 65, Intisyarat Khane Kherad.

[5] . Muhammad Hasan Najafi, Jawâhir al-Kalâm, jil. 22, hal. 322, CD Jami’ Fiqh Ahlubait As.

[6] . Imam al-Khomeini, Kitâb al-Ba’i, jil. 2, hal. 664.

[7] . Ibid, hal. 654.

[8] . Syaikh Murtadha Ansari, al-Makâsib al-Muharramah, jil. 3, hal. 545.

[9] . Ibid.

[10] . Diadaptasi dari Pertanyaan 5698 (Site: 5932), Indeks: Wilayah Mutlak.  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    24109 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Apakah sah hukumnya menggunakan dua turbah untuk sujud?
    7668 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/21
    Tempat sujud bagi orang yang mengerjakan salat tidak boleh lebih di atas atau lebih di bawah dari empat jari tertutup dari tempat kedua lututnya...”[1] Karena itu apabila ketinggian dua turbah tidak lebih dari empat jari tertutup maka orang yang mengerjakan salat dapat sujud di atas dua ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    9050 Majelis Duka dan Ziarah 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi ...
  • Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?
    15576 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/09/19
    Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut: Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya ...
  • Mengapa kita membantu Irak padahal kita sendiri sangat membutuhkan. Masyarakat kita sendiri kesusahan menghadapi harga-harga mahal dan barang-barang langka di pasar?
    7825 Filsafat Politik 2011/05/18
    Pertama: Asas pelbagai bantuan Republik Islam Iran ke negara-negara Muslim adalah bantuan-bantuan moril bukan bantuan-bantuan material dan finansial. Kedua: Apabila terdapat juga bantuan-bantuan materil dan finansial ke negara-negara Muslim lainnya maka hal itu memiliki banyak pengaruh dan manfaat material dan spritual sebagaimana berikut: ...
  • Tolong sebutkan bagi saya sebuah doa untuk menemukan pasangan yang cocok dan bertakwa.
    15542 دعا 2012/09/10
    Allah Swt menjadikan setiap pekerjaan memiliki sebab-sebab tertentu sedemikian sehingga setiap pekerjaan hanya akan memperoleh hasil apabila dikerjakan melalui kanal-kanal sebabnya. Untuk memperoleh jodoh dan pasangan idaman juga demikian caranya. Cara untuk mendapatkan istri idaman memerlukan penelitian dan pengenalan yang tepat dan akurat. Tentu saja ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    30335 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    7479 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/10
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Apa dasar-dasar teologi Mahdawiyat?
    8252 Teologi Lama 2009/09/22
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah orang-orang beriman akan mendapatkan kenikmatan alam kubur dan orang-orang kafir akan dihajar dengan azab kubur?
    21065 Teologi Lama 2009/12/08
    Syaikh Mufid dalam kitab Awâil al-Maqâlat-nya, membagi manusia menjadi empat bagian berdasarkan keyakinan dan amal-perbuatan mereka:1.     Orang-orang beriman yang bertakwa2.

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    267536 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    249185 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232312 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219291 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178671 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173369 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170496 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161750 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144192 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136237 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...