Advanced Search
Hits
9308
Tanggal Dimuat: 2014/10/18
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa Allah Swt kebanyakan menyifatkan surga dengan nikmat-nikmat material?
Pertanyaan
Mengapa Allah Swt sedemikian lebih banyak menyifatkan surga dengan nikmat-nikmat material dan amat jarang menyebutkan surga dengan nikmat-nikmat spiritual?
Jawaban Global
Surga dan neraka dalam al-Quran disebutkan dengan ciri dan sifat material demikian juga dengan sifat-sifat non material (maknawi). Penyifatan dengan sifat-sifat material karena kebanyakan masyarakat mengalami banyak kesulitan mengenal sesuatu melalui penyifatan-penyifatan non material bahkan mustahil mereka dapat mengenal sesuatu dengan penyifatan-penyifatan non material. Karena pikiran manusia lebih banyak bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat material dan atas dasar itu mereka tidak mampu memahami tingkatan-tingkatan dan pemahaman-pemahaman non material surga yang berada pada derajat tinggi.
 
Jawaban Detil
Al-Quran terkadang mendeskripsikan surga dan neraka dengan sifat-sifat material dan terkadang dengan sifat-sifat non material. Terkadang berbicara tentang kebun-kebun surgawi, bayangan-bayangan yang memberikan kelezatan, makanan-makanan dan wadah-wadah yang berharga, minuman-minuman suci, pakaian-pakaian dan perhiasan-perhiasaan mewah, istri-istri jelita dan seterusnya. Juga terkadang berbicara tentang keridhaan Ilahi, keceriaan batin dan seterusnya.
Surga non material dari sisi tingkatan dan kedudukan sangat tinggi dari surga material dan nikmat-nikmat material, sebagaimana dalam surah al-Taubah disebutkan tentang sifat-sifat nikmat-nikmat material kemudian menyatakan, “Dan keridaan Allah adalah lebih besar (daripada itu semua).” (Qs. al-Taubah [9]:72) Artinya keridhaan dan kerelaan Allah Swt lebih dari segala nikmat yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya.  Namun sebagian tingkatan surga non material terkhusus untuk sebagian orang beriman bukan untuk seluruh orang beriman, “Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan? Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.” (Qs. al-Ma’arij [70]:38-39)
Dengan memperhatikan perbedaan kedudukan penghuni surga dan perbedaan nikmat-nikmatnya, surga disebutkan dalam al-Quran dengan empat nama: Jannah Adnin, jannah Firdaus, jannah Na’im, jannah Ma’wa. Senada dengan itu, dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq As disebutkan, “Para penghuni surga disebutkan dalam al-Quran antara lain, “Surga Eden, surga Firdaus, surga Na’im, surga Ma’wa.”[1]
Dalam al-Quran di samping disebutkan surga dengan sifat-sifat material juga surga disifatkan dengan ciri-ciri non material, namun lebih banyak dijelaskan dengan sifat-sifat material, hal itu disebabkan karena kebanyakan masyarakat mengalami banyak kesulitan mengenal sesuatu melalui penyifatan-penyifatan non material bahkan mustahil mereka dapat mengenal sesuatu dengan penyifatan-penyifatan non material. Karena pikiran manusia lebih banyak bersentuhan dengan materi dan atas dasar itu mereka tidak mampu memahami tingkatan-tingkatan dan pemahaman-pemahaman non material surga yang berada pada derajat tinggi.
Al-Quran dalam hal ini menyatakan, “Seorang pun tidak mengetahui pahala yang disembunyikan untuk mereka yang dapat menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. al-Sajdah [32]:17) Demikian juga dalam hadis nabawi disebutkan, “Allah Swt berfirman, ‘Aku telah menyiapkan untuk para hamba-Ku sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah terbetik dalam hati manusia.”[2]
Dengan demikian, karena menggambarkan nikmat-nikmat spiritual surga sangat sulit maka Allah Swt menjelaskan nikmat-nikmat material yang dapat dipahami dan dicerap oleh semua orang sementara dalam menjelaskan kenikmatan-kenikmatan dan kelezatan-kelezatan non spiritual surga, Allah Swt hanya menjelaskannya secara global. [iQuest]
 

[1] Kulaini, Muhammad bin Yakub, al-Kāfi, jil. 8, hal. 100, Nasyr Islamiyah, Tehran, 1362 S.
[2] Allamah Majlisi, Muhammad Taqi, Bihār al-Anwār, jil. 8, hal. 92, Muassasah al-Wafa, Beirut, 1404 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260132 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245826 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229700 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214491 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175832 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171193 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167599 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157647 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140492 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133675 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...