Advanced Search
Hits
6887
Tanggal Dimuat: 2014/05/08
Ringkasan Pertanyaan
Apa saja hukum-hukum dan adab-adab iktikaf itu?
Pertanyaan
Apa saja hukum-hukum dan adab-adab iktikaf itu? Atau dengan kata lain, saat iktikaf apa saja yang harus/wajib dilakukan saat di dalam masjid?
Jawaban Global
Iktikaf pada dasarnya merupakan sebuah ibadah mustahab dan sebagian syarat-syaratnya akan menjadi wajib seperti bertahan tinggal minimal 3 hari di masjid jami (masjid raya) di sebuah kota atau desa. Iktikaf dilakukan dengan niat untuk taqarrub kepada Allah Swt.
 
Jawaban Detil
Iktikaf secara leksikal bermakna tinggal dan bertahan di sebuah tempat. Secara terminologis keagamaan tinggal dan bertahan di sebuah tempat suci dengan maksud untuk ber-taqarrub kepda Allah Swt.[1]
Ibadah ini di samping mengikuti sunnah Rasulullah Saw dan memiliki pahala, juga menyisakan pengaruh yang sangat dalam bagi penyucian ruh dan membuat manusia menaruh perhatian ekstra kepada Allah Swt serta mengkondisikan manusia fokus pada spiritualitas dan alam akhirat.
Berikut ini kami akan menjelaskan sebagian hukum iktikaf:
  1.  Iktikaf adalah sebuah amalan dan perbuatan yang dianjurkan (mustahab) dalam agama Islam. Iktikaf akan menjadi wajib dengan nadzar, qasam (sumpah), ahd dan ijârah (melakukan iktikaf dengan niat menggantikan orang lain) mengingat beramal terhadap nadzar, qasam (sumpah), ahd dan ijârah itu wajib hukumnya; namun iktikaf wanita apabila berseberangan dan berlawanan dengan hak suami, demikian juga iktikaf anak apabila menyakiti ayah dan ibunya maka iktikafnya menjadi haram.
  2. Meski inti iktikaf itu bersifat mustahab dan seorang yang beriktikaf (mu’takif) pada hari pertama dan kedua hingga sebelum Maghrib, dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan iktikaf; namun apabila hari kedua hingga Maghrib berdia diri di masjid dengan niat iktikaf maka iktikaf pada hari ketiga akan menjadi wajib baginya. Atau apabila iktikaf selama lima hari maka iktikaf hari keenam akan menjadi wajib baginya.
  3. Terkait dengan zaman dan tempat iktikaf kami persilahkan untuk merujuk pada pertanyaan no. 9752 (Iktikaf dalam Islam).
 
Syarat-syarat Sah Iktikaf
            Syarat-syarat sah iktikaf adalah:
  1. Iman
  2. Akal
  3. Niat untuk taqarrub; karena itu apabila ia beriktikaf atas dasar riya atau sebagian darinya dilakukan dengan motif riya maka iktikafnya batal.
  4. Niat iktikaf dan tinggal di masjid sebelum terbitnya fajar (sebelum azan salat Subuh) hingga Maghrib hari ketiga; dan hal ini yang akan menentukan kewajiban iktikaf baginya (yang telah menjadi wajib dengan nadzar dan lain sebaginya) atau mustahab.
  5. Berpuasa selama masa iktikaf
  6. Iktikaf tidak kurang dari tiga hari; namun tidak ada halangan lebih dari tiga hari; meski lebih banyak, sehari atau setengah hari. Karena itu apabila ia berniat iktikaf kurang dari tiga hari maka iktikafnya batal.
  7. Iktikaf harus dilkukan di masjid jami.
  8. Hari-hari iktikaf harus tinggal di masjid secara berterusan dan tidak boleh keluar dari masjid kecuali untuk urusan-urusan penting; itupun apabila terlalu lama sedemikian sehingga tidak dapat disebut iktikaf maka iktikafnya batal.[2]
 
Hal-hal Yang Diharamkan dalam Iktikaf
            Hal-hal yang diharamkan tatkala seseorang melakukan iktikaf:
  1. Melakukan perbuatan-perbuatan sensual bahkan kepada istri sendiri; misalnya meraba, mencium didasari oleh syahwat. Adapun memandang istri dengan maksud untuk mendapatkan kepuasan tidak diharamkan meski mengikut prinsip ihtiyath baiknya hal ini dihindari.
  2. Mencium aroma parfum, tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga harum apabila didasari keinginan untuk mendapatkan kelezatan.
  3. Jual dan beli; namun apabila untuk makan dan pelbagai kebutuhan harian yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat mewakilkan seseorang untuk membelikan maka ia dapat belanja sesuai dengan kebutuhan dan tidak haram.
  4. Berdebat dan adu pendapat dalam masalah-masalah duniawi, agama dan masalah keilmuan, apabila disertai dengan keinginan untuk menunjukkan kebolehan dan ingin mengalahkan lawan bicaranya. Namun tidak ada halangan apabila ingin menetapkan kebenaran dan menyampaikan hal-hal ilmiah.
 
Hal-hal yang Membatalkan Iktikaf
            Hal-hal yang dapat membatalkan iktikaf adalah:
  1. Segala sesuatu yang membatalkan puasa, apabila pada siang hari maka iktikafnya batal; karena syarat sahnya iktikaf adalah berpuasa dan kapan saja puasa batal maka iktikaf secara otomatis batal.
  2. Berhubungan badan dan koitus, apakah dilakukan pad malam hari atau siang hari.
  3. Sesuai dengan prinsip ihtiyath (wajib), melakukan hal-hal yang diharamkan dalam iktikaf akan membatalkan iktikaf. Namun apabila lalai dan tidak sengaja melakukan salah satu dari hal yang diharamkan tidak akan membatalkan iktikaf; kecuali senggama yang meski dilakukan tanpa sengaja tetap akan membatalkan iktikaf. Dalam pada itu,  apabila iktikaf dibatalkan dengan salah satu hal yang membatalkan iktikaf, apabila iktikafnya merupakan iktikaf wajib maka ia harus melakukan qadha iktikaf itu. Demikian juga, apabila iktikafny merupakan iktikaf mustahab namun kemudian membatalkannya setelah dua hari pertama (ia harus mengerjakan qadha iktikaf itu). Namun apabila iktikafnya adalah iktikaf mustahab dan membatalkan pada dua hari pertama maka ia  tidak perlu mengerjakan qadhanya.
 
Kaffarah Membatalkan Iktikaf
            Apabila seorang yang melakukan iktikaf wajib membatalkan iktikaf dengan melakukan hubungan badan maka wajib baginya membayar kaffarah. Kaffarah membatalkan iktikaf seperti kaffarh membatalkan puasa bulan Ramadhan. Namun apabila ia membatalaknya dengan hal-hal yang haram lainnya, mengikut prinsip ihtiyath mustahab, ia menyerahkan kaffarahnya dan kaffarahnya seperti kaffarah membatalkan puasa selain bulan Ramadhan.[3]
 
Hal-hal Yang Dianjurkan dalam Iktikaf
            Sebagian hal yang dianjurkan untuk dilakukan selama iktikaf:
  1. Iktikaf pada bulan Ramadhan dan lebih baik dilakukan pada sepuluh hari terakhir.
  2. Adab dan hal-hal yang dianjurkan pada bulan Ramadhan dilakukan selama iktikaf.
  3. Mata, telinga, lisan dan anggota badan dijaga dari perbuatan dosa dan dan perbuatan keji.
  4. Menghindar untuk tidak marah, melakukan ghaibat, menuding, hasud dan bertengkar.
  5. Tabah, sabar, khusyu, takwa dan menjauh dari orang-orang jahat dan orang-orang yang tidak bertakwa.
  6. Menyibukkan diri dengan berdoa, membaca al-Quran, dan dzikrullah (di antaranya amalan Ummu Daud).[4]
 
Mengingat acara iktikaf dilakukan secara berjamaan di masjid-masjid maka sebaiknya orang-orang yang beriktikaf melaksanakan tugas-tugas sosial dan menjunjung tinggi hak-hak orang lain, dan memperhatikan adab berdoa serta beribadah secara umum. Terlebih tidak membuat kebisingan yang dapat menggangu orang lain tatkala istirahat  khususnya tatkala membaca doa untuk tidak membaca doa keras-keras yang dapat menggangu orang lain. Dalam hal ini kiranya orang-orang yang beriktikaf harus memperhatikan dua poin berikut:
  1. Sebaik-baik doa adalah doa yang dilakukan dengan tenang dan sembunyi-sembunyi.
  2. Menjunjung tinggi hak-hak orang lain lebih dahulu atas hak Allah Swt.
Misalnya menghindar untuk tidak membaca doa dengan suara bising yang menggangu orang lain dan mengaburkan konsentrasi mereka. Hrap diketahui dalam kondisi-kondisi seperti ini tentu doa dengan tenang dan pelan lebih baik dari membaca doa dengan suara keras dan secara berkelompok yang dapat mengganggu orang lain.[5] [iQuest]
 

[1]. Diadaptasi dari Iktikaf dalam Islam, Pertanyaan 9752.  
[2]. Silahkan lihat, Hal-hal Yang Dibolehkan Keluar dari Masjid Ketika Iktikaf, Pertanyaan 38016.  
[3]. Silahkan lihat, Muhammad Fadhil Langkarani, I’tikâf wa Ahkâm Ân, hal. 8-28, Qum, Markaz Fiqhi Aimmah Athhar Alaihim al-Salam, Cetakan Pertama, 1427 H; Ja’far Subhani, Risâlah Taudhih al-Masâil, hal. 335-341, Qum, Muassasah Imam Shadiq As, Cetakan Ketiga, 1429 H.  
[4]. Silahkan lihat, Mafâtih al-Jinân, Amalan-amalan Pertengahan Bulan Rajab; I’tikâf wa Ahkâm An, hal. 64.
[5]. Silahkan lihat, ibid, hal. 29-33.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260147 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245831 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229709 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214496 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175843 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171207 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167606 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157668 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140501 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133678 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...