Advanced Search
Hits
4513
Tanggal Dimuat: 2017/06/08
Ringkasan Pertanyaan
Apakah ada perbedaan mengenai hikmah diutusnya para nabi menurut Syiah dan Ahlusunnah?
Pertanyaan
Apakah hikmah bi’tsah dan diutusnya para nabi dan rasul? Mohon Anda jelaskan menut perspektif Ahlusunnah!
Jawaban Global
Tidak terdapat perbedaan yang banyak mengenai hikmah bi’tsah (pengutusan) para nabi di antara mazhab-mazhab yang ada karena hikmah ini diisyaratkan dalam al-Qur’an.
1.             Dalam kitab tafsirnya ketika menafsirkan ayat:
«رُسُلاً مُبَشِّرینَ وَ مُنْذِرینَ لِئَلاَّ یَکُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُل»
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.[1]
Baidhawi berkata bahwa pengutusan kepada para kaumnya adalah sebuah kemestian karena manusia tidak mampu untuk menggunakan akalnya untuk mengetahui pemahaman-pemahaman dan mengenal semua manfaat-manfaat yang akan diperolehnya dan kebanyakan dari mereka tidak mampu untuk menggunakan pemahamannya secara umum.[2]
Baidhawi dalam uraiannya menjelaskan dalil kenabian dari sisi kalam, meskipun akal memiliki kemampuan untuk mengenal hal-hal umum yang berkaitan dengan kebaikan dan keburukan, namun akal tidak mampu mengenal sesuatu secara mendetail dan partikulir yang tentu saja banyak diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya. Argumen akal yang berususan dengan dengan masalah-masalah particular pun biasanya akan menemui kesalahan.
Ulama-ulama Ahlusunnah yang lain seperti Nashr bin Muhammad Samarqand,[3] Ibnu ‘Asyur[4] dan Alusi[5] ketika menafsirkan ayat di atas menjelaskan dengan cara yang lain.
 
2.              Zujaili dalam tafsir ayat
«فَبَعَثَ اللهُ النَّبِیِّینَ مُبَشِّرینَ وَ مُنْذِرینَ وَ أَنْزَلَ مَعَهُمُ الْکِتابَ بِالْحَقِّ لِیَحْکُمَ بَیْنَ النَّاسِ فیمَا اخْتَلَفُوا فیه»
Maka Allah mengutus Para Nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.”[6]
Terkait dengan salah satu dalil pengutusan (bi’tsah)  para nabi adalah hidayah umum manusia dan untuk memperkenalkan kebenaran. Ia berkata: Masyarakat pada awalnya memiliki fitrah sederhana dan akal pertama pada kehidupannya, baik kehidupan individu maupun kemasyarakatannya. Manusia bertindak berdasarkan keinginan dzati dan gharizah manusia dan mereka mengetahui jalan dan cara-cara yang lebih baik. Kemudian syariat Ilahi turun melalui para nabi dan para Rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia guna memberi hidayah dan memberi peringatan akan tipu daya setan, membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya karena jika manusia hanya menyerahkan urusannya kepada akal tanpa memperhatikan hidayah Ilahi maka hal itu akan mengantarkan manusia kepada permusuhan dan perselisihan, kerusakan, rasa kecemasan dan keresahan.
Allah Swt menurunkan kitab Ilahi  berdasarkan kebenaran dan keadilan, rahmat dan maslahat hakiki sehingga ketika di antara manusia atau golongan terdapat pertikaian dalam kehidupan dan keagamaan mereka, maka akan dihukumi dengan kitab ini.[7]
3.             Demikian juga menurut sebagian mufasir ahlu sunah, tersebarnya penyembahan kepada Tuhan, meninggalkan taghut[8] tegaknya sikap berkeadilan[9] juga merupakan dalil-dalil atas diutusnya para Nabi.
Kaum Syiah pun juga percaya terhadap hikmah-hikmah pengutusan Nabi, namun meskipun demikian, terdapat perbedaan pandangan dalam kemestian pengutusan nabi di antara kaum Asy’ariyah, Mu’tazilah dan Syiah. Asy’ariyah, salah satu firkah masyhur kalam ­­­­­­­­­­­­­dari kalangan Ahlusunnah tidak mewajibkan bi’tsah, namun firkah yang lain, yaitu Mu’tazilah seperti Syiah, mereka meyakini keniscayaan diutusnya Nabi dan Rasul.[10] Syiah percaya bahwa bi’tsah nabi adalah hal yang harus ada dan manusia membutuhkan pengutusan para nabi oleh Allah dan pengutusan nabi oleh Allah Swt secara rasional adalah wajib.[11] [iQuest]

[1] Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Nisa [4]: 165)
[2] Baidhawi, Abdullah bi Umar, Anwār al-Tanzil wa Asrār al-Takwil, jil. 2, hal. 109, Beirut, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, cet. 1, 1418 H. 
[3] Samarqandi, Nashr bin Muhammad bin Ahmad, Bahr al-Ulūm, jil. 1, hal. 358, Beirut, Dar al-Fikr, cet. 1, 1416 H.
[4] Ibnu ‘Asyur, Muhammad bin Thahir, Al-Tahrir wa al-Tanwir, jil. 4, hal. 321, Beirut, Muasasah al-Tarikh, cet. 1, t.t.
[5] Alusi, Sayid Mahmud, Ruh al-Ma’āni fi Tafsir al-Qurān al-Adzim, jil. 3, hal. 193, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, cet. 1, 1415 H.
[6] (Qs Al-Baqarah [2]: 213)
[7] Zuhaili, Wahbah bin Musthafa, Tafsir al-Wasith, jil. 1, hal. 105-106; Damisq, Dar al-Fikr, cet. 1, 1422 H.
[8] Tafsir al-Wasith, jil. 1, hal. 1259; Haqi Barusui, Ismail, Tafsir Ruh al-Bayān, jil. 5, hal. 33, Beirut, Dar al-Fikr, t.t.
[9] Tafsir al-Wasith, jil. 3, hal. 2601; Thahawi, Ibnu Abil ‘Azz Hanafi, Syarah al-Akidah al-Thahawiyah, hal. 93, Baghdad, Dar al-Kitab al-Arabi, cet. Awal, 2005.
[10] Husaini Razi, Sayid Murtadha bin Da’i, Tabsharah fi Ma’rifah Maqālāt al-An’ām, hal 207, Tehran, Asathir, cet. 2, 1364 S; Alawi Amili, Mir Sayid Muhammad, Alamah al-Tajrid, jil. 2, hal. 921, Tehran, Anjuman Atsar wa Mukhafir Farhanggi, cet. 1, 1381 S.
[11] Silahkan lihat: Majlisi, Muhammad Baqir, Haqul Yaqin, hal. 18-19, Tehran, Islamiyah, t.t.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa itu tasawuf? Apakah Imam Khomeini seorang sufi?
    13659 اندیشه های امام خمینی (ره)
    Tasawuf yang dari akar kata “shuf” yang bermakna wol adalah suatu aliran yang bersumber dari sufiyah atau “yang berpakaian wol” yang dibangun di atas klaim pensucian diri spiritual dan penjauhan diri dari aspek-aspek lahiriah duniawi. Sepanjang sejarah, model dan warna pemikiran tasawuf terus bertambah dari ...
  • Tolong sebutkan amalan-amalan dan doa-doa yang harus dikerjakan pada malam-malam dekat pernikahan?
    11129 دستور العمل ها
    Dianjurkan pada waktu akad nikah membaca khutbah Imam Ridha As yang mengandung makna yang sangat menyeluruh ini supaya beroleh keberkahan dari khutbah tersebut. Teks khutbah Imam Ridha As itu adalah sebagai berikut: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِی حَمِدَ فِی الْکِتَابِ نَفْسَهُ وَ افْتَتَحَ بِالْحَمْدِ ...
  • Hari-hari Tuhan sebanding dengan 1000 tahun atau 50000 tahun lamanya?
    16384 معاد و قیامت
    Redaksi kata “yaum” atau “hari” digunakan dalam beberapa makna yang beragam dimana masing-masing dari penggunaan kata ini memiliki makna tertentu. Hal ini juga dapat kita saksikan pada redaksi tersebut atau setiap kata lainnya; disebutkan berulang kali dengan satu makna, tanpa ada kontradiksi di dalamnya. Karena ...
  • Saya telah membunuh seekor merpati tanpa sengaja karena marah. Pertanyaan saya apa hukumnya membunuh merpati tanpa sengaja?
    22679 Hukum dan Yurisprudensi
    Islam telah melarang menyiksa, menganiaya dan membunuh binatang tanpa alasan (terutama binatang-binatang yang tidak menimbulkan gangguan), dan perbuatan ini termasuk di antara dosa-dosa yang sangat buruk.Oleh karena itu disarankan untuk bertobat di haribaan Ilahi dan memohon ampunan-Nya. Akan tetapi mengenai apakah Anda mempunyai kewajiban kaffarah untuk perbuatan ...
  • Apakah perbedaan antara akhlak dan ilmu akhlak?
    33936 معیار شناسی (دین و اخلاق)
    Akhlak secara leksikal adalah bentuk jamak kata khulq yang berarti perangai, tabiat, perilakum, karakter, entah karakter itu merupakan karakter yang baik ataupun buruk. Ulama akhlak dan filosof menjelaskan berbagai definisi tentang akhlak. Di antara definisi-definisi yang dikemukakan oleh mereka dapat diringkas sebagai berikut: Akhlak adalah kualitas ...
  • Apakah Tuhan bisa mengirim setan-setan untuk menyesatkan manusia?
    6766 Tafsir
    Pertama, perlu dipahami bahwa kata irsal tidak selalu berarti mengirim, namun dalam bahasa Arab juga berarti melepaskan dan mengosongkan. Ketika dikatakan aku melakukan irsal sesuatu kepada orang lain, berarti aku melepaskan sesuatu itu dan menyingkirkan halangan-halangannya. Karena itu irsal ini berhadapan/berlawanan dengan imsak atau menahan sesuatu. ...
  • Mengapa Imam Ali dijuluki dengan Abu Turab? Darimanakah Imam Ali As mendapatkan julukan ini?
    18423 Sejarah Para Pembesar
    Nama-nama, gelar-gelar dan julukan-julukan Imam Ali sangatlah banyak dan disebutkan dalam literatur-literatur hadis. Salah satu julukan Imam Ali As adalah Abu Turab. Julukan ini disematkan oleh Rasulullah Saw tatkala melihat aba’a (semacam kain) Ali di masjid berlumuran tanah.[1] Demikian juga dalam riwayat ...
  • Apa faktor-faktor yang menyebabkan manusia mengalami penurunan moral?
    60 گناه و رذائل اخلاقی
  • Perbedaan subyek epistemologi dan filsafat ilmu?
    16765 Filsafat Islam
    A.      Subyek epistemologi adalah ilmu itu sendiri, pengetahuan (episte), media-media, cara-cara mengenal dan mengetahui. Namun subyek dalam filsafat ilmu adalah kuiditas ilmu karena ia memiliki identitas yang lebih menyeluruh.B.      Hubungan epistemologi ...
  • Apakah Allah Swt itu bukan mahram dengan perempuan sehingga mereka harus mengenakan hijan ketika salat?
    2805 زن
    Tak diragukan lagi bahwa Allah Swt Maha Mengetahui segala keadaan. Bagi-Nya tidak ada yang dinamakan pengenalan atau penyembunyian. Karena tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah Swt. Allah Swt juga bukan non mahram bagi para hamba-Nya, bahkan sebaliknya manusia ketika beribadah maka ia berada dalam keadaan presentif (hudhuri) ...

Populer Hits