Advanced Search
Hits
6154
Tanggal Dimuat: 2015/02/14
Ringkasan Pertanyaan
Ceritakan sejarah lengkap Muslim bin Ausajah?
Pertanyaan
Mohon Anda jelaskan tentang sejarah dan biografi Muslim bin Ausajah?
Jawaban Global
Walaupun sahabat Imam Husain As termasuk sahabat-sahabat pilihan para Imam Maksum As, sebagaimana ketika Imam Husain As berkata-kata kepada para sahabat dan penolong setianya pada malam Asyura, “Aku tidak mengenal sahabat yang lebih baik dan lebih utama dari pada para sahabatku” [1] namun kita tidak memiliki akses informasi tentang riwayat hidup dan biografi mereka, baik secara personal atau pun sosial. Salah satu sahabat itu adalah Muslim bin Ausajah. Bahkan ia termasuk sahabat Nabi Muhammad Saw dan mempunyai kedudukan istimewa di antara kaum Muslimin.
Bukti kedudukan sosial Muslim bin Ausajah adalah keterangan lisan dari Syabats bin Rib’i setelah mendengar kabar kesyahidan Muslim. Syabatas berkata, “Muslim bin Ausajah (pada peristiwa Karbala ketika melontarkan pesan kepada pembunuhnya) berkata: Ibumu akan duduk menangisimu, apakah  kalian tidak tahu bahwa dengan perbuatan ini kalian sendiri membunuh diri kalian dan menghinakan diri kalian untuk orang lain? Apakah kau akan senang dengan membunuh Muslim bin Ausajah kalian akan puas? Padahal aku bersumpah bahwa seseorang yang menyerah kepadanya maka  ia akan memiliki kedudukan yang terhormat di antara kaum Muslimin; "Sesungguhnya aku melihatnya suatu hari pada penaklukan Azarbaijan dimana ia membunuh 6 orang musyrik sebelum pasukan Muslimin tiba di tempat.“[2]
Dengan adanya keterangan dari musuh ini, menunjukkan bahwa kedudukan Muslim bin Ausajah pada zaman itu telah jelas. Namun sayangnya dikarenakan adanya penyelewengan atau hilangnya sanad-sanad di sepanjang sejarah, sehingga tidak ada informasi terkait dengan biografi sosok besar ini yang sampai kepada kita, kecuali yang terkait dengan peristiwa Karbala.
Dalam kitab “Anshār al-Husain” disebutkan, “Muslim bin Ausajah adalah seorang lelaki tua dengan umur yang telah lanjut. Ia merupakan pembesar (dihormati dan disegani) dalam kabilahnya dan termasuk sosok yang cukup berpengaruh di masyarakat Kufah.” Demikian juga disebutkan bahwa, “Semua sanad dengan nama Muslim bin Ausajah Asadi termasuk penolong Imam Husain dan syahid Karbala. Ia adalah syahid pertama kali yang gugur dari pasukan Imam Husain As. Ia termasuk sahabat Nabi Muhammad Saw dan meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad Saw. Di Kufah, ia mengumpulkan baiat untuk Imam Husain dan Muslim bin Aqil. Ketika Muslim bin Aqil memulai pergerakan singkatnya, Muslim bin Ausajah mengikat perjanjian dengan sejumlah kabilah untuk berbaiat kepada Muslim bin Aqil.[3]
Selain itu, peristiwa Mu’aqqal (mata-mata Ibnu Ziyad yang menyamar dan mengaku sebagai Syiah dan pecinta Imam) menampakkan dan menjukkan secara nyata kedudukan Muslim bin Ausajah di antara kaum Syiah Kufah. Ketika Mu’aqqal memasuki kota Kufah, ia bertanya tentang Muslim bin Ausajah kepada masyarakat Kufah, dalam menjawabnya, warga Kufah berkata, “Pergilah ke hadapan Muslim bin Ausajah, ia adalah seseorang yang mengumpulkan ba’iat kepada Imam Husain As.”[4]
Namun, barangkali dapat dikatakan bahwa malam dan siang hari Asyura adalah waktu yang paling gemilang dalam prestasi Muslim bin Ausajah. Dengan segala cara, ia menghadirkan  dirinya  di Karbala dan bergabung dengan Imam Husain As, pada malam Asyura, setelah Imam Husain As mengambil baiat dari pengikut setianya dan memberikan ijin untuk meninggalkan perang, maka setiap dari penolong Imam Husain As mengumumkan kesetiannya. Salah satu dari mereka adalah Muslim bin Ausajah yang mengumumkan kesetiaannya dengan kata-kata yang bergerola dan penuh epik, “Apabila kami tidak lagi menolong Anda, bagaimana kami bisa menunaikan hak Anda dan dengan apa kami harus menemui Tuhan? Tidak, aku bersumpah tidak akan berlaku demikian walaupun aku bisa menusukkan tombak di perut mereka dan aku bisa memukulkan pedangku sehingga mereka akan terluka sampai pedang berada di tanganmu, apabila aku tidak mempunyai senjata, maka aku akan melempar batu untuk menghabisi mereka. Aku bersumpah, aku tidak akan membiarkan sendiri sampai Allah Swt mengetahui bahwa kami menjaga Anda ketika Rasulullah Saw tidak ada. Aku bersumpah jika aku mengetahui akan terbunuh, kemudian akan hidup lagi, akan terbakar, akan kembali hidup dan hal itu akan berulang sebanyak 70 kali, aku tidak akan membiarkanmu sendiri sehingga nyawaku akan terlepas dari badanku. Karena itu, bagaimana mungkin kami tidak akan melakukan itu, padahal aku tahu aku hanya akan sekali hidup dan hal ini adalah kehormatan yang tidak akan pernah hilang sama sekali.”[5]
Perkataan yang sangat bergerola, heroik dan penuh epik ini, diucapkan ketika kebenaran berhadap-hadapan dengan kebatilan. Hal ini menunjukkan akan ketajaman pandangannya, loyalitasnya (tawalli), kekuatan imannya dan kesetiaannya dalam mengikuti keyakinannya di mana setelah mengenal kebenaran tidak mau berhenti sekejap pun dalam menolong Imam Husain As, atas dasar alasan  apapun.
Di samping itu, peristiwa kesyahidannya merupakan prestasi emas yang telah diukirnya. Muslim bin Ausajah walaupun usianya sudah renta dan mempunyai posisi di masyarakat, sebagai prajurit Imam Husain As pergi ke medan peperangan dan setelah selesai peperangan itu, badan sucinya jatuh ke atas bumi. Pada saat itu, Imam Husain As bersama dengan Habib bin Mazhahir pergi menghampirinya dan berucap kepadanya, “Semoga Tuhanmu merahmatimu, wahai Muslim, ‘Maka di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu; dan mereka sedikit pun tidak merubah (janji merekanya).[6]’”
Kemudian Habib pun mendekat ke arah Muslim dan berkata, “Kesyahidanmu berat bagiku, wahai Muslim, engkau akan bergembira dengan kabar surga.” Kemudian dengan suara lirih Muslim berkata, “Jika aku tidak mengetahui bahwa beberapa saat lagi aku (juga) akan syahid, (namun) aku suka jika engkau mewasiatkan sesuatu kepadaku segala sesuatu yang penting.” Muslim bin Ausajah berkata kepadanya, “Aku wasiatkan kepadamu Aba ‘Abdillah al-Husain. Karena itu beperanglah  dan terbunuhlah sebelum Imam Husain As terbunuh.”[7]
Di samping itu, Sayid Ibnu Thawus juga menuliskan nama Muslim bin Ausajah dalam doa ziarah para syahid Karbala yang semakin menegaskan kedudukan tinggi dan istimewa yang dimilikinya.[8] [iQuest]
 

[1]. Najmi, Muhammad Shadiq, Sukhānān Husain bin Ali az Madinah ta Karbalā, hal. 209, Qum, Bustab Kitab, Cet. 11, 1386.
[2]. Amin ‘Amili, Sayid Muhsin, A’yān Al-Syiah, jild. 1, hlm. 605, Beirut, Dar al-Ta’arud , AL- Mathbu’at, 1406.
[3] . Syamsudin, Muhammad Mahdi, Anshār al-Husain, jil. 1, hal. 86, tanpa tempat, tanpa pencetak, ce. 2, 1401
[4]. Majlisi, Muhammad Baqir, Bihār al-Anwār, jil. 44m hal. 342, Beirut, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, Cet. 2, 1403, Abul Faraj Ali bin Husain Isfahani, Maqātil al-Thālibin, Riset Sayid Ahmad Saqar, jil. 3, hal. 29, Beirut, Dar al-Ma’rifah, tanpa tahun.
[5]. Bihār al-Anwār, jil. 44, hal. 393.
[6] . (Qs. Al-Ahzab [33]:23)
[7]. Ibid, jil. 45, hlm. 20 dan 69
[8]. Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Iqbāl al-A’māl, jil. 2, hal. 575, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, Cet. 2. Hlm. 1409.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260319 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245903 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229776 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214581 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175927 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171300 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167695 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157760 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140568 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133771 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...