Advanced Search
Hits
16575
Tanggal Dimuat: 2009/09/08
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang dimaksud dengan setan dari golongan manusia?
Pertanyaan
Apa yang dimaksud dengan setan dari golongan manusia?
Jawaban Global

Setan merupakan kata benda (nomina) umum untuk setiap entitas yang congkak, pembangkang dan menyesatkan. Baik dari golongan manusia atau dari golongan jin atau dari golongan mana pun. Dalam al-Qur'an setan tidak disebutkan sebagai entitas khusus, melainkan pada manusia jahat, penyebar fitnah, perusak juga disebut sebagai setan.

Karena itu, yang dimaksud dengan "syathin al-ins" adalah manusia yang tersesat dan menyimpang karena membangkang segala titah Ilahi dan juga berada pada tataran menyesatkan dan menyimpangkan orang lain.
Jawaban Detil

"Sya-i-tha-n" derivatnya dari kata "sya-tha-na" yang bermakna menjauh. Lantaran menjauh dan menjaga jarak dari segala perbuatan baik dan menjauh dari rahmat Tuhan, maka ia dipanggil dengan nama ini.[1]

Setan adalah kata benda jenis yang bersifat umum. Sementara Iblis adalah kata benda khusus dan 'alam. Dengan kata lain, panggilan setan dilekatkan pada segala entitas atau makhluk pengganggu, menyesatkan, penentang, congkak, baik dari golongan manusia atau non-manusia. Iblis adalah nama setan yang telah menipu Nabi Adam dan senantiasa bersama para serdadunya berusaha mengganggu dan menggoda manusia.[2]

Shihah al-Lughah menyebutkan: Setiap makhluk yang sangat susah menerima kebenaran dan hakikat, baik dari golongan manusia atau jin atau dari kalangan hewan maka ia adalah setan.[3]

Dari hal-hal yang digunakan untuk redaksi setan dalam al-Qur'an, juga dapat disimpulkan bahwa setan adalah entitas dan makhluk pengganggu dan merugikan. Sebuah entitas yang terlempar dari jalan lurus dan berada pada tataran untuk menganggu orang lain. Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur'an: "Innama yurid al-syaitan an yuqi' bainakum al-adawa wa al-baghdha"[4] (Qs. Al-Maidah [5]:91)

Dalam al-Qur'an, setan tidak disebut sebagai makhluk khusus, melainkan bahkan kepada manusia-manusia jahat dan perusak juga disebut sebagai setan. "Wa kadzalika ja'lna likulli nabi aduwwa syathin al-ins wa al-jin."[5]

Iblis juga disebut sebagai setan lantaran kejahatan dan kerusakan yang terdapat pada dirinya.[6]

Redaksi setan juga disandarkan bahkan kepada mikroba-mikroba. "Jangan engkau inapkan sampah-sampah di rumah kalian. Karena sampah-sampah tersebut merupakan tempat tinggal setan."[7] Karena sampah-sampah merupakan tempat berkumpulnya segala hewan dan serangga pengganggu maka ia disebut sebagai setan (dalam hadis tersebut).

Di samping itu, Allah Swt dalam al-Qur'an pada banyak ayat menyebut orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, gemar marah, bersikap angkuh, berlaku munafik, dan sebagainya juga sebagai setan.[8]

Karena itu, setan memiliki makna yang beragam dimana salah satu contoh yang paling nyata dari makna itu adalah Iblis dan serdadunya. Contoh lain dari makna setan ini adalah manusia-manusia perusak dan menyesatkan. Dan juga pada sebagian perkara bermakna mikroba-mikroba pengganggu.[9]

Dengan kata lain, setan dalam makna aslinya nampaknya memiliki makna ajektif; artinya "jahat". Dalam al-Qur'an disebutkan dengan makna ini. Kecuali yang terkadang berkenaan dengan Iblis dan terkadang bermakna umum pada setiap makhluk jahat dimana kejahatan telah inheren dan menghujam kokoh pada dirinya. Karena itu, boleh jadi setan itu berasal dari golongan jin atau manusia. Dan dari kalangan setan-setan jin yang memiliki kedudukan tertinggi dalam mempraktikkan perbuatan jahat, menyesatkan, menyimpang, paling angkuh adalah Iblis.[10]

Akan tetapi terkait dengan apakah Iblis berasal dari golongan para malaikat atau dari golongan "jin" terdapat perbedaan pendapat:

Secara lahir dari sebagian ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulkan bahwa Iblis berasal dari golongan para malaikat. "Waidz Qulna lilmalaikah usjudu li Adam fasajadu illa Iblis kana aba wastakbara wa kana minal kafirin."[11]

Pada ayat yang lain disebutkan, ""Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Kahf [18]:50) Dengan demikian Iblis berasal dari golongan jin dan lantaran ia melakukan ibadah selama ribuan tahun, ia berada pada barisan para malaikat dan atas alasan itu ia menjadi obyek wicara dalam ayat tersebut.[12]

 

Kesimpulan:

Setan merupakan sebuah entitas yang memiliki kondisi pembangkang dan penentang dan pada saat yang sama ia adalah penyebar fitnah dan menyesatkan. Dan boleh jadi setan ini berasal dari golongan manusia, jin dan hewan atau dari jenis yang lain. Dan yang dimaksud dengan setan ins adalah manusia-manusia yang memiliki sifat-sifat seperti ini.[]

 

Untuk telaah lebih jauh, silahkan Anda merujuk pada beberapa indeks di bawah ini:

  1. Setan dan Kematian, pertanyaan 398 (Site: 849)

  2. Bisikan dan Godaan Setan, pertanyaan 762 (Site: 805)

  3. Tujuan Penciptaan Setan, pertanyaan 233 (Site: 1752)

  4. Tujuan dan Agenda Setan, pertanyaan 234.



[1]. Majma' al-Bahrain, klausul sya-tha-na.

[2]. Ja'far Syariatmadari, Syarh wa Tafsir Lughat Qur'an, jil. 2, hal. 490; Muhammad Bistuni, Syaithan Syinasi az Didgah-e Qur'an, hal. 12.

[3].  Shihah al-Lughat, Bab al-Nun, Fashl al-Syin, klausul Sya-tha-na, jil. 5, hal. 2144.

[4]. "Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian." (Qs. Al-Maidah [5]:91)

[5]. "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin; sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah menawan untuk menipu (manusia)." (Qs. Al-An'am [6]:112)

[6]. Muhammad Bistuni, Syaithan Syinasi az Didgha-e Qur'an Karim, hal. 13-14.  

[7]. Muhammad Reisyahri, Mizan al-Hikmah, jil. 13, hal. 6430.  

[8]. Muhammad Jawad Musawi Gharawi, Adam az Didgha-e Qur'an, jil. 2, Fashl 9, Ithlaqata-e Syaithan, hal. 327-398.  

[9]. Muhammad Bistuni, Syaithan Syinasi az Didgha-e Qur'an Karim, hal. 13-14.  

[10]. Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Ma'arif Qur'an, jil. 1-3, hal. 297-298.   

[11]. "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka bersujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan (dengan demikian) ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Qs. Al-Baqarah [2]:34)

[12]. Untuk keterangan lebih jauh, silahkan lihat: Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Ma'arif Qur'an, jil. 1-3, hal. 298-299; Murtadha Muthahhari, Asynai ba Qur'an, jil. 9, hal. 185.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah para pengikut agama lain memiliki kewajiban untuk mentaati wali fakih atau tidak?
    3774 System
    Berikut ini adalah jawaban yang diberikan oleh Hadhrat Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah melanggengkan keberkahannya): Para pengikut agama lainnya yang menerima konstitusi negara atau terikat kontrak dengan pemerintahan Islam, maka dalam batasan konstitusi atau kontrak yang disebutkan, memiliki kewajiban untuk ...
  • Mengenai cumi-cumi, apakah terdapat riwayat yang menjelaskannya?
    6241 Hukum dan Yurisprudensi
    Mengenai keharaman mengkonsumsi cumi-cumi dan hewan laut berkaki delapan, kami tidak menemukan riwayat yang menjelaskan tentangnya. Hukum keharaman hewan laut seperti ini dapat dia         mbil dan disimpulkan dari riwayat-riwayat lainnya yang telah menjelaskan dasar-dasarnya secara umum. Di dalam riwayat-riwayat tersebut dijelaskan bahwa ...
  • Apa hukumnya melihat (rukyat) hilal dengan teleskop menurut Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar)?
    6178 Rukyat Hilal dan Hari Syak
    Pemimpin Agung Revolusi (Rahbar) dalam menjawab pertanyaan seperti ini berkata, “Rukyat dengan media tidak berbeda dengan rukyat melalui cara biasa dan (rukyat dengan media tersebut) adalah muktabar (dapat dijadikan sebagai sandaran). Kriterianya adalah harus melihat (rukyat). Karena itu rukyat dengan mata, kaca mata atau teleskop dihukumi satu. ...
  • Apa signifikansi, pengaruh shalat malam, hukum nawafil yang telah lewat waktunya dan qadhanya?
    7632 Hukum dan Yurisprudensi
    Di antara shalat-shalat mustahab (yang dianjurkan) yang ditekankan dalam al-Qur’an dan riwayat adalah shalat-shalat nawafil malam khususnya nafilah malam. Imam Shadiq As terkait dengan pengaruh shalat malam bersabda, “Shalat malam akan mengindahkan wajah, mengelokkan perilaku, menyucikan rezeki, membayarkan utang, menyingkirkan kesedihan, mencerahkan pandangan. Hendaklah kalian menunaikan ...
  • Mengapa hijab sempurna hanya diharuskan di negeri Iran saja?
    6549 Hukum dan Yurisprudensi
    Hijab dan pakaian wanita adalah salah satu aturan yang harus dipatuhi dalam Islam. Pada agama-agama Ilahi lainnya juga terdapat aturan yang sama. Dalam al-Qur’an dan banyak riwayat menjelaskan tentang batasan-batasan hijab bahwa wanita hanya dapat menunjukkan wajah dan dua telapak tangannya di hadapan pria non-mahram. Karena itu, disyariatkan dan diaturnya ...
  • Apa saja sebaik-baik nazar yang bisa membuat hajat kita terpenuhi?
    78279 نذر
    Salah satu cara untuk memohon agar hajat terpenuhi adalah bernaza. Nazar memiliki aturan dan tata caranya yang khas. Salah satunya adalah, nazar diucapkan dengan sighah (formula tertentu), meski juga tidak harus dengan bahasa Arab. Misalnya, dalam bernazar kita berkata: Aku bernazar jika penyakitku disembuhkan maka “untuk Tuhan ...
  • Siapakah Dzulqarnain itu?
    23568 Sejarah Para Pembesar
    Nama Dzulqarnain disebutkan dalam surah al-Kahf (18). Terdapat perbedaan pendapat di kalangan penafsir dan sejarawan terkait dengan tinjauan sejarah siapakah Dzulqarnain ini dan di antara para tokoh besar sejarah mana yang lebih cocok untuk pribadi Dzulqarnain ini. Dengan memperhatikan tipologi yang dijelaskan dalam al-Qur'an dan pendapat para ...
  • Bagaimana pandangan Al-Quran terkait dengan kitab-kitab samawi sebelum Al-Quran?
    13072 Al-Quran
    Al-Quran sebagai kitab terakhir samwi yang diturunkan kepada Rasulullah Saw yang merupakan penyempurna syariat-syariat yang ada sebelumnya. Dan jelas bahwa kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Injil, Shuhuf Ibrahim, Zabur Daud menyokong dan menegaskan kebenaran Al-Quran serta memandang bahwa ajaran-ajarannya adalah cahaya dan petunjuk dari sisi Allah Swt. ...
  • Jawaban apa yang harus kita berikan atas salam yang disampaikan oleh non-Muslim yang berkata, “Assalamu Alaikum?”
    11721 Hukum dan Yurisprudensi
    Salah satu masalah yang sangat mendapat anjuran dalam ajaran agama adalah saling memberikan salam di antara orang-orang beriman. Dari anjuran ini terdapat sebuah pengecualian yaitu memberikan salam kepada non-Muslim. Dalam buku-buku fikih, memberikan salam kepada non-Muslim dipandang makruh, “Dalam menjawab salam orang-orang kafir harus dijawab ...
  • Mengapa para fukaha Syiah dalam kitab-kitabnya, mengumumkan bahwa golongan Ahlu Sunah sebagai musuhnya dan menyebut mereka dengan “amah” atau “nawashib”?
    5669 شیعه آماج تهمتها
    a. Perkataan[1] ini adalah propaganda untuk menghilangkan persatuan dan kesatuan kaum Muslimin betapa tidak karena ulama Syiah –walaupun mereka tidak memiliki keraguan terhadap keyakinan Ahlu Sunah- mereka tidak mengatakan hal itu dalam kitab-kitab mereka, bahkan dalam berbagai kesempatan, menyebut Ahlusunah sebagai saudaranya sendiri dan ...

Populer Hits