Advanced Search
Hits
6389
Tanggal Dimuat: 2011/04/19
Ringkasan Pertanyaan
Apakah hadis telaga (haudh) menetapkan kemurtadan seluruh sahabat? Apakah apabila kita bersandar pada hadis-hadis seperti ini maka posisi sahabat seperti Ammar, Salman dan lain sebagainya juga patut dipertanyakan?
Pertanyaan
Untuk menetapkan kemurtadan para sahabat Rasulullah Saw, orang-orang Syiah bersandar pada hadis, “Yaruddu ‘alayya rijalun a’rifuhum wa ya’rifuni, fayudzaduna ‘an al-haudh, fa aqul: Ashabi..Ashhabi! Fayuqal: Innaka la tadri ma ahdatsu ba’dak.” (Orang-orang akan mendatangiku. Aku mengenal mereka dan mereka [pun] mengenaliku. Kemudian mereka ditahan untuk memasuki telaga dan lalu aku berkata, “sahabatku...sahabatku! Dikatakan, “Engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat setelahmu).
Kepada orang-orang Syiah harus dikatakan bahwa hadis ini bersifat umum dan tidak disebutkan nama orang secara khusus. Ammar bin Yasir, Miqdad bin Aswad, Abu Dzar, Salman Parsi dan orang-orang lainnya yang tidak murtad dalam pandangan Syiah, tidak terkecuali dalam hadis ini. Bahkan Baginda Ali bin Thalib sendiri juga tidak terkecuali dalam hadis ini! Lantas bagaimana Anda mengkhususkan sebagian dan sebagian lainnya Anda katakan bahwa mereka tidak termasuk dalam hadis ini? Setiap orang yang memiliki kesumat dan kebencian kepada sahabat dapat mengklaim bahwa hadis ini terkait dengan orang yang memiliki kebencian kepada mereka!
Jawaban Global

Makna dan apa yang dipahami dari hadis ini telah dinukil pada banyak literatur Ahlusunnah[i] tidak bersifat umum; karena media-media dan ungkapan-ungkapan umum tidak disebutkan pada riwayat ini. Karena itu, riwayat ini sama sekali tidak menunjukkan kemurtadan atau kesesatan seluruh sahabat; sebagaimana dengan riwayat ini tidak dapat menetapkan kemurtadan seseorang atau beberapa orang tertentu. Satu-satunya persoalan yang dapat disimpulkan dari riwayat ini adalah bahwa riwayat ini tidak sesuai dan sejalan dengan pandangan Ahlusunnah yang meyakini bahwa seluruh sahabat itu adalah adil dan mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan. [IQuest]



[i]. Shahîh Bukhâri, Kitâb Riqâq, bab 53, hadis 6212; Shahîh Muslim, Kitâb Fadhâil, bab 9; Mashabih al-Sunnah, Baghawi, jil. 3, hal. 537.

«انی فرطکم علی الحوض،... لیردن علی أقوام أعرفهم و یعرفوننی، ثم یحال بینی و بینهم. فأقول: انهم منی، فیقال: انک لاتدری ما أحدتوا بعدک، فأقول: سحقاً سحقاً لمن غیّر بعدی»

Ulasan hadis-hadis Bukhâri oleh Mustafa Dib al-Bugha, Shahîh Bukhâri, jil. 5, hadis 2407. Shahîh Bukhâri, Kitâb Riqâq, bab 53, hadis 6213:

«یرد علی یوم القیامة رهط من أصحابی، فیجلون عن الحوض، فأقول: یا رب اصحابی؟ فیقول: انک لاعلم لک بما أحدثوا بعدک، انهم ارتدوا علی ادبارهم القهقری»   

Shahîh Bukhâri, Kitâb Riqâq, bab 53, hadis 2115; Lisan al-Arab, Ibnu Manzhur, jil. 15, hal. 135; Al-Targhib wa al-Tarhib, Mindzari, jil. 4, hal. 422; Al-Nihayat fi Gharib al-Hadits, Ibnu Atsir, jil. 5, hal. 274; Fath al-Bari, Ibnu Hajar, jil. 11, hal. 475; ‘Umdat al-Qari, ‘Aini, jil. 23, hal. 142; Irsyad al-Sari, Qasthalani, jil. 9, hal. 342:

«بینا أنا قائم إذا زمرة، حتی إذا عرفتهم خرج رجل من بینی و بینهم، فقال: هلم، فقلت: أین؟ قال: الی النار والله، قلت: و ماشأنهم؟ قال: إنهم ارتدوا بعدک علی أدبارهم القهقری. ثم إذا زمرة، حتی إذا عرفتهم خرج رجل من بینی و بینهم، فقال: هلم، قلت: أین؟ قال: إلی النار والله. قلت: ماشأنهم؟ قال: أنهم ارتدوا بعدک علی أدبارهم القهقری، فلا أراه یخلص منهم الا مثل همل النعم».

Shahîh Muslim, Kitâb Fadhâil, bab 9, hadis 2295:

«انی لکم فرط علی الحوض، فایای! لایأتین أحدکم فیذب عنی کما یذب البعیر الضال، فاقول: فیهم هذا؟ فیقال: انک لاتدری ما أحدثوا بعدک، فأقول: سحقاً».

Musnad Ahmad bin Hanbal, jil. 4, hal. 79; Al-Tamhid, Ibnu Abdilbar, jil. 2, hal. 299:

«... ایها الناس أنا فرطکم علی الحوض یوم القیامة ولیرفعن الی قوم ممن صحبنی و لیمرن بهم ذات السیار فینادی الرجل یامحمد أنا فلان بن فلان و یقول آخر یا محمد أنا فلان بن فلان، فأقول: اما النسب فقد عرفته و لکنکم أحدثتم بعدی و ارتددتم علی اعقابکم القهقری».

 Al-Tamhid, Ibnu Abdilbar, jil. 2, hal. 301:

«انی فنمسک بحجزکم هلم عن النار و تغلبوننی تقاحمون فیه تقاحم الفراش و الجنادب، و اوشک أن أرسل حجزکم و أفرط لکم علی الحوض و تردون علی معا و أشتاتاً، فأعرفکم بأسمائکم و سیماکم، کما یعرف الرجل، الغریبة فی ابلة، فیؤخذ بکم ذات الشمال، و أناشد فیکم رب العالمین، أی رب رهطی، أی رب امتی، فیقال انک لاتدری ما أحدثوا بعدک، انهم کانوا یمشون القهقری».

Dengan memanfatkan indeks “Makna Kemurtadan Sahabat dan Penetapannya” Pertanyaan No. 1589 (Site: 1970). Demikian juga silahkan lihat, Bihar al-Anwar, Allamah Majlisi, jil. 28, hal. 24, 25 dan 27, Muassasah al-Wafa Beirut, 1404 H.

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits