Advanced Search
Hits
30583
Tanggal Dimuat: 2010/01/06
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana hijab kaum perempuan pada masa Rasulullah Saw dan sebelumnya?
Pertanyaan
Mohon jelaskan dari sudut pandang sejarah bagaimana proses kemunculan hijab pada masa Nabi Saw?
Jawaban Global

Hijab secara leksikal bermakna tirai, penghalang dan sesuatu yang menjadi penghalang atau pembatas antara dua hal. Akan tetapi sebagaimana yang disebutkan para penafsir (mufassir) dan periset (muhaqqiq); redaksi hijab bermakna pakaian wanita. Hijab adalah sebuah terminologi yang mengemuka pada masa kita sekarang ini dan merupakan sebuah terminologi baru. Pada masa lalu yang digunakan khususnya dalam pada terminologi para juris adalah redaksi "satr" yang bermakna pakaian. Dalam perspektif sejarah, hijab bermakna pakaian wanita, sebelum kedatangan Islam dan agama-agama lainnya terdapat dalam berbagai ragam bentuk dan Islam membatasi ruang lingkupnya.

Pakaian wanita pada masa Nabi Saw adalah pakaian yang umum dikenakan dan digunakan pada masa tersebut; artinya kaum perempuan menutupi badan mereka dan membungkus kepalanya dengan kerudung. Akan tetapi sebagian telinga, leher dan bagian dadanya kelihatan kemudian turun ayat yang memerintahkan Rasulullah Saw untuk menutup yang sebagian itu sehingga keindahan mereka tidak nampak dan terlihat.

Jawaban Detil

Redaksi "hijab" secara leksikal bermakna tirai, pembatas dan sesuatu yang menjadi penghalang antara dua hal.[1] Akan tetapi sebagaimana yang disebutkan para penafsir dan periset, redaksi hijab bermakna pakaian wanita, adalah sebuah terminologi yang kebanyakan dijumpai pada masa belakangan. Artinya bahwa hijab merupakan sebuah terminologi baru. Apa yang digunakan oleh orang-orang terdahulu khususnya di kalangan fuqaha, adalah terminologi "satr" yang bermakna pakaian.[2]

Keharusan dan kewajiban menutup aurat bagi kaum perempuan di hadapan kaum pria asing (non-mahram) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Dalam al-Qur'an disebutkan bahwa hijab dimaksudkan untuk kesempurnaan, kemajuan perempuan dan juga untuk menciptakan suasana yang sehat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat karena itu hijab wajib bagi kaum perempuan. Menurut catatan sejarah, hijab yang bermakna pakaian wanita, sebelum Islam di dunia dan pada agama-agama lainnya digunakan dalam ragam bentuk. Dan hal ini bukan merupakan hukum ta'sisi; artinya Islam tidak menciptakan hijab ini, melainkan menerimanya. Sebagaimana hal tersebut dapat disimpulkan pada masa Rasulullah Saw, Islam memperluas batasannya dan mengokohkannya.

Di Iran, masa sebelum kedatangan Islam, juga di kalangan kaum Yahudi, di India, terdapat penerapan hijab-hijab secara ketat. Pada masa Iran kuno, bahkan ayah-ayah dan saudara-saudara (sendiri) adalah non-mahram bagi wanita yang bersuami.[3]

Karena itu, menurut catatan sejarah disebutkan bahwa para wanita pada masa Rasulullah Saw mengenakan hijab, akan tetapi bukan hijab sempurna. Para wanita Arab biasanya memakai busana-busana sehingga bagian depan baju (kerah), lingkaran leher, dada terlihat.

Kerudung yang dikenakan adalah untuk menutup kepala, bagian-bagian bawahnya diturunkan hingga menujulur ke bagian belakang punggung, wajar kalau kedua telinga, bagian depan dada, dan leher terlihat oleh orang-orang.[4] Kesimpulannya hijab kaum perempuan pada masa Rasulullah Saw bentuknya seluruh badan mereka tertutup, demikian juga kerudung yang mereka gunakan untuk menutup kepala, akan tetapi sebagian dari bagian dada, lehernya, dan tempat-tempat yang menawarkan keindahan dan mempesona syahwat kaum pria terbuka. Imam Shadiq As bersabda: "Suatu hari yang terik Madinah, seorang wanita cantik melintas. Ia mengenakan kerudung untuk menutup bagian belakangnya, (namun) lingkaran leher dan kedua telinganya kelihatan. Salah seorang sahabat Rasulullah berpapasan dengannya. Pemandangan indah yang hadir di hadapannya ini sangat menarik perhatiannya. Sedemikian ia terpesona menatap wanita cantik tersebut sehingga ia lalai dengan kondisi di sekelilingnya dan tidak memperhatikan jalan di hadapannya. Wanita cantik tersebut masuk sebuah lorong dan pemuda itu menguntitnya dengan pandangannya. Tiba-tiba ada tulang atau kaca mengenai dan melukai wajahnya. Tatkala ia sadar, darah telah meleleh dari wajah dan kepalanya. Dengan kondisi seperti itu, ia menghadap kepada Rasulullah dan menceritakan kejadian ini.[5] Di sinilah ayat tentang hijab diturunkan, "Katakanlah kepada kaum wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (supaya dada dan leher mereka tertutupi), dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-wanita seagama mereka, budak-budak yang mereka miliki, laki-laki kurang akal yang ikut bersama mereka dan tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan pada saat berjalan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. Al-Nur [24]:31)

Jelas bahwa ayat ini berkedudukan untuk menjelaskan keluasan batasan pakaian dan hijab; karena bagian-bagian lain badan ditutupi dengan jubah-jubah yang umum dikenakan orang pada saat itu dan hanya bagian-bagian dada dan leher yang terbuka.[6]

Apa yang harus kita soroti dari ayat ini adalah redaksi "wal yadhribna bikhumurihinnah 'ala juyubihinna" (Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada [supaya dada dan leher mereka tertutupi]) " Raghib dalam Mufradat-nya berkata: Derivat kata khumr bermakna menutup sesuatu dan apa yang digunakan untuk menutup sesuatu disebut sebagai khumâr. Akan tetapi, urf (masyarakat) mengkhususkan bahwa apa yang digunakan oleh kaum perempuan untuk menutupi kepalanya disebut sebagai khumâr.[7] Disebutkan bahwa tatkala ayat ini diturunkan, para wanita mengumpulkan selendang dan kerudungnya kemudian menjulurkannya pada bagian belakang dan dada-dada mereka yang terbuka.[8]

Karena itu, makna ayat ini adalah bahwa para wanita seyogyanya meletakkan kerudungnya di bagian dadanya dan kerah sehingga lingkaran leher dan dadanya tertutupi.

Ibnu Abbas dalam tafsirnya terhadap ayat ini berkata: Artinya bahwa wanita harus menutupi rambut, dada, lingkaran leher dan dagunya.[9] Diriwayatkan dari Aisyah: Tatkala ayat 31 surah an-Nur ini turun, "Aku tidak melihat wanita yang lebih baik daripada kaum wanita Anshar tatkala ayat ini diturunkan.[10][]



[1]. Ibnu Manshur, Lisân al-'Arab, klausul ha-ja-ba 

[2]. Tafsir Nemune, jil. 17, hal. 402; Murtadha Muthahhari, Mas'ale-ye Hijab, hal. 78.   

[3]. Will Durant, Târikh-e Tamaddun (History of Civilization), jil. 12, hal. 30; jil. 1, hal. 552.  

[4]. Murthadha Muthahhari, Majmu-e Atsar, jil. 19, hal. 484-485.  

[5]. Faidh Kasyani, Tafsir Shâfi, jil. 5, hal. 230; Majmu'e Atsar, Murthadha Muthahhari, jil. 19, hal. 485.  

[6]. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat indeks: Batasan Hijab Wanita, Pertanyaan 495 (Site: 536)

[7]. Raghib Isfahani, Mufradât Alfâz Qur'ân, klausul, khu-m-r.

[8]. Sayid Ali Akbar Qarasyi, Qâmus Qur'ân, jil. 2, klausul ha-ja-ba 

[9]. Thabarsi, Majma' al-Bayân, jil. 4, hal. 138.  

[10]. Ma raitu nisâ'an khairân min nisâi al-Anshâr, lamma nazalat hadzihi al-ayat… Tafsir Kasyyaf.  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Imam Ali dijuluki dengan Abu Turab? Darimanakah Imam Ali As mendapatkan julukan ini?
    16706 Sejarah Para Pembesar
    Nama-nama, gelar-gelar dan julukan-julukan Imam Ali sangatlah banyak dan disebutkan dalam literatur-literatur hadis. Salah satu julukan Imam Ali As adalah Abu Turab. Julukan ini disematkan oleh Rasulullah Saw tatkala melihat aba’a (semacam kain) Ali di masjid berlumuran tanah.[1] Demikian juga dalam riwayat ...
  • Apa yang dimaksud dengan fisika dan metafisika? Dan bagaimana hubungan yang terjalin di antara keduanya?
    20993 Filsafat Islam
    Fisika bermakna tabiat-tabiat sebagai lawan dari ilahiyyat (teologi) dan riyadhiyyat (matematika). Adapun metafisika dalam makna filsafatnya hari ini adalah sebuah ilmu yang membahas tentang maujud qua maujud (maujud bima maujud). Transfisika atau mâ warâ thabiat merupakan sebuah ilmu yang mengulas masalah Tuhan dan pelbagai eksisten. Terkait hubungan yang terjalin antara ...
  • Apakah dalam pandangan Islam sujud takzim itu dibenarkan?
    10325 Tafsir
    Dalam pandangan Islam dan mazhab Ahlulbait As, sujud merupakan bentuk terindah dan terparipurna ibadah yang terkhusus untuk Allah Swt dan tidak dibenarkan untuk selain Allah Swt.Akan tetapi sujud kepada Nabi Yusuf As bukanlah sujud dalam konteks ibadah, melainkan sejatinya merupakan ekspresi dan ungkapan ibadah kepada Tuhan. Sebagaimana kita mengerjakan ...
  • Siapa saja yang hadir pada prosesi penguburan Rasulullah Saw?
    3807 Sakit dan Wafat
    Dalam literatur-literatur sejarah dan hadis Sunni prosesi penguburan dan pengebumian Rasulullah Saw dilaporkan demikian bahwa Ali bin Abi Thalib As dan Fadhl bin Abbas serta Usamah bin Zaid yang memandikan jenazah suci Rasulullah Saw. Orang yang pertama kali menyalati Rasulullah Saw adalah Abbas bin Abdul Mutthalib dan ...
  • Apakah wanita dapat menuntut upah kepada suaminya atas jerih payah dan jasanya memberikan susu kepada anaknya?
    5591 Hukum dan Yurisprudensi
    Kiranya kita perlu mencermati bahwa hukum-hukum fikih dan prinsip-prinsip moral dalam Islam saling melengkapi satu sama lain dan sama sekali tidak terdapat jurang pemisah di antara keduanya.[1] Karena itu, apabila sebagian hukum sebagai hak dari hak-hak yang ditetapkan bagi setiap orang ...
  • Apakah kita dapat belajar ilmu dan pengetahuan dari guru mana pun?
    6965 Dirayah al-Hadits
    Manusia hendaknya senantiasa tunduk dan patuh di hadapan kebenaran. Dan apabila kebenaran dan kelurusan ucapan dan penalaran telah terbukti baginya, tanpa memperhatikan siapa yang mengucapkan, maka kebenaran itu harus diterima. Tentu dengan memperhatikan pelbagai kriteria akal dan agama.   Namun jelas bahwa mempelajari ilmu akan lebih ...
  • Bagaimana cara bertaubat dari menonton film-film vulgar?
    94875 Akhlak Praktis
    Dosa dan maksiat bagai endapan lumpur busuk yang membuat manusia semakin tenggelam di dalamnya maka semakin ia tidak menyadari kebusukan dari amal perbuatan yang di lakukannya. Karena indera penciumannya tidak lagi bekerja dan tidak menyadari bahwa sebentar lagi ia akan karam.Dari sisi lain ...
  • Mengapa orang wajib bertaklid kepada para marja?
    6454 Hukum dan Yurisprudensi
    Yang dimaksud dengan taklid adalah merujuknya seorang non-ahli, dalam sebuah masalah keahlian dan spesialisasi, kepada seorang ahli. Dalil terpenting atas keharusan bertaklid dalam masalah agama adalah poin rasional ini yang menandaskan bahwa seorang non-ahli harus merujuk kepada seorang ahli dalam masalah-masalah keahlian dan spesialisasi. Di ...
  • Apakah kandungan hadis berikut ini ada benarnya bahwa Imam Ali As bersabda, “Ya Allah, perbaikilah kami, dengan apa yang engkau perbaiki dengannya para khulafa’ rasyidin?”
    4070 شیعه و خلفا
    Buku “al-Syâfi fi al-Imâmah” merupakan karya Sayid Murtadha dalam menjawab sebuah buku yang berjudul al-Mughni karya Qadhi Abdul Jabbar. Kita tahu bahwa di antara dua ulama terdahulu (qadim) terdapat tradisi seperti ini bahwa dalam menyanggah sebuah buku mereka mengutip persis apa yang disebutkan dalam buku yang disanggah ...
  • Apakah yang dimaksud dengan hadis: “Seluruh bumi adalah milik Imam Syiah”?
    6331 Imamah
    Pertanyaan ini mengacu kepada dua hadis berikut: Imam Baqir As bersabda: “Dalam kitab Imam Ali As, kami mendapati: …’Aku dan Ahlulbaitku adalah orang-orang yang mewarisi bumi, kami adalah orang-orang yang bertakwa dan bumi seluruhnya adalah milik kami. Oleh itu, setiap kaum Muslimin yang ...

Populer Hits