Advanced Search
Hits
4993
Tanggal Dimuat: 2011/04/07
Ringkasan Pertanyaan
Apakah kulit-kulit yang diimpor dari negara-negara asing (non-Muslim) itu najis?
Pertanyaan
Apakah kulit meubel atau furniture rumah teman saya yang di atasnya tertulis redaksi-redaksi asing dan diimpor dari negara-negara asing (non-Muslim) itu najis? Atau karena saya terjangkiti penyakit was-was sehingga saya menganggapnya sebagai kulit impor dan menghukuminya najis?
Jawaban Global

Tulisan-tulisan asing yang tertera di atas meubel atau furniture di setiap tempat dan di setiap negara tidak dapat mejadi dalil bahwa barang tersebut adalah barang impor atau barang tersebut diproduksi oleh negara non-Muslim. Anda dalam hal ini tidak boleh bersikap was-was. Terjangkiti was-was adalah sejenis penyakit mental dan setiap orang harus berupaya untuk menghilangkan penyakit mental ini.

Bagaimanapun, hukum permasalahan yang Anda tanyakan adalah sebagai berikut:

Barang-barang yang berbahan kulit seperti bantal meubel, tas, sepatu, ikat pinggang dan secara umum seluruh barang di apartemen teman-teman Anda terbuat dari bahan kulit atau bagian-bagian lain dari hewan, seperti tulang, kotoran dan lain sebagainya, apabila hewan-hewan tersebut termasuk dari hewan-hewan najis al-‘ain (secara esensial adalah najis) seperti anjing dan babi maka tentu saja najis.

Demikian juga, apabila bahan kulit yang disuplai dari negara-negara non-Muslim, meski berasal dari hewan-hewan halal dagingnya, seperti sapi, kambing, unta dan lain sebagainya; mengingat hewan-hewan tersebut disembelih tidak mengikut ketentuan syariat maka hukumnya najis.

Namun apabila kulit diperoleh dan dihasilkan dari negara-negara Islam dan bukan dari hewan-hewan najis al-‘ain  kemudian diekspor ke negara lain dan tidak lagi diproduksi dalam bentuk lain, maka dalam hal ini, kulit tersebut adalah suci dan tidak ada masalah menggunakannya. Meski pada barang tersebut tertulis tulisan-tulisan asing dan meubel-meubel ini diproduksi di negara-negara non-Muslim.[1]

Demikian juga, apabila meubel-meubel dibuat di negara-negara non-Muslim, namun kita tidak tahu apakah kulit tersebut adalah produk negara-negara Muslim atau produk negara-negara non-Muslim, maka dalam hal ini meubel dan furniture tersebut tidak dapat dihukumi suci.  Namun apabila furniture dibuat di negara Muslim dan kita tidak tahu tentang kulit furniture tersebut dibuat di negara mana (Muslim atau non-Muslim) maka tidak ada masalah menggunakan furniture tersebut.[2]

Bagaimanapun apabila kulit furniture dan meubel dibuat dari kulit najis maka ia tetap dapat digunakan. Dengan tiga syarat kenajisan furniture berpindah kepada Anda:

1.     Yakin terhadap kenajisan meubel tersebut.

2.     Sesuatu yang najis bersinggungan dengan Anda yang suci.

3.     Masing-masing keduanya atau salah satunya sedemikian basah sehingga membasahi yang lainnya. Apabila basahnya sedikit sehingga tidak membasahi yang lain maka sesuatu yang sebelumnya suci tidak akan menjadi najis.[3]

Bagaimanapun apabila Anda sangsi pada setiap tingkatannya maka ia tidak akan menjadi najis.[IQuest]



[1]. Silahkan lihat Istiftâ’at, Imam Khomeini, jil. 1, hal. 100 dan 101, Pertanyaan 262 dan 263. 

[2]. Ibid, hal. 97-99, Pertanyaan 252-256.  

[3]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 88, Masalah 125.

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Pemikiran politik Imam Khomeini Ra termasuk dalam ranah pemikiran apa?
    11776 Serba-serbi
    Pemikiran politik Imam Khomeini Ra (andisyeh siyâsi Imam Khomeini) adalah salah satu bagian dari pemikiran makro beliau dan terpengaruh dari pelbagai dimensi pemikirannya. Mengingat bahwa Imam Khomeini merupakan pribadi multi dimensional yang meninggalkan banyak karya dalam ranah pembahasan irfan, filsafat, teologi dan politik, dan mengingat bahwa beliau ...
  • Apa saja yang harus dilakukan untuk terbebas dari pelbagai cinta non-Ilahi dan cinta ekstrem?
    7135 Akhlak Praktis
    Manusia adalah makhluk sosial dan dalam kehidupannya memerlukan hubungan dan persahabatan dengan manusia lainnya. Namun dengan memilih sahabat yang pantas dan bersikap proporsional dalam mengekspresikan pelbagai kecintaan dan menjaga batasan-batasan serta hukum-hukum Ilahi serta menghindar dari sikap ekstrem, manusia dapat menyiapkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Apa hukumnya mendengar musik dalam pandangan Islam?
    7209 Hukum dan Yurisprudensi
    Musik adalah sejenis suara dan melihatnya (tanpa mendengar) tidak mengandung status hukum. Status hukum musik berkaitan dengan adanya produksi, pembuatan, jual-beli alat musik, belajar musik, berdendang dan mendengarkan secara seksama (istimâ) dimana kebanyakan fukaha memfatwakan haram memproduksi dan mendengarkan musik lahw (yang melalaikan). Namun demikian, fukaha berpandangan ...
  • Apakah hewan juga akan masuk surga?
    9080 Teologi Lama
    Terdapat beberapa riwayat yang secara lahir seluruhnya berpulang kepada Tafsir Qummi. Ali bin Ibrahim Qummi dalam Tafsir-nya yang disandarkan kepada Imam Ridha As disebutkan demikian: «فَقَالَ الرِّضَا (ع) فَلَا یَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنَ الْبَهَائِمِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ- حِمَارَةُ بَلْعَمَ وَ کَلْبُ‏ أَصْحَابِ الْکَهْفِ وَ الذِّئْبُ وَ ...
  • Apakah keluasan wilâyah fakih juga mencakup negeri-negeri lainnya?
    4602 System
    Islam mengemukakan konsep “negeri” sebagai bandingan konsep “negara” dan konsep “umat” sebagai lawan dari konsep “rakyat.” Negeri Islam hanyalah satu dan tunggal. Batasan demarkasi asumtif dan rekaan negara-negara yang ada sekarang ini, dalam pandangan Islam, tidak memberi pengaruh pada identitas tunggalnya. Negeri tunggal ini idealnya harus diatur ...
  • Apa alasan Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah ?
    39188 Hijrah
    Selama di Mekkah, Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya mendapatkan ganguan, siksaan dan ancaman. Secara umum kaum Muslimin harus menghadapi kondisi yang sangat pelik dan sulit. Pada tahun kesepuluh bi’tsat, tidak lama setelah keluarnya Bani Hasyim dari Sy’ib, Abu Thalib[i] dan Khadijah
  • Apa hukumnya jika kita menikah dengan anak saudara perempuan seayah?
    9226 Hal-hal Yang Diharamkan Dalam Pernikahan
    Apabila maksud Anda dengan anak saudara perempuan (anak saudari perempuan yang seayah) adalah seseorang yang sejatinya adalah pamannya sendiri maka pernikahan dengan kemenakan itu batal dan harus segera berpisah. Apabila mereka tidak mengetahui hukum persoalan ini,maka anak-anak yang lahir dari keduanya dihukumi sebagai walad al-syubha dan bukanlah ...
  • Bagaimana menafsirkan syathiyyât dalam tuturan-tuturan para arif?
    4577 Irfan Praktis
    Makna hakikat wahdat al-wujud (kesatuan wujud) adalah bahwa wujud merupakan sebuah hakikat, tunggal, azali dan hakikat tersebut bukanlah selain Tuhan dan selain-Nya, tidak memiliki entitas ril. Apa pun yang tampak di hadapan mata, pada hakikatnya, adalah jelmaan dan manifestasi beragam dari hakikat tunggal tersebut yang menjelma dan memanifestasi ...
  • Tolong Anda jelaskan apa hukumnya MLM, penjualan ikan haram dan pengambilan nilai tambah (value added) dari hutang?
    5721 Hukum dan Yurisprudensi
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Tolong sebutkan dan tunjukkan sanad riwayat ...”laula Fatimah lama khalaqtukuma”? dan mohon jelaskan tentang makna riwayat tersebut.
    7643 Tipologi dan Keunggulan Sifat
    Riwayat ini dinukil oleh pengarang kitab Jannatu Al-‘Âshimah, dari Kasyf al-La-âli, yang disusun oleh Shalih bin Abdul Wahhab Arandus. Demikian juga telah dinukil dalam Mustadrak Safînah al-Bihâr, dari Majma’ an-Nûrîn, karya Fadhil Marandi, demikian juga penulis Dhiyâ-u al-‘Âlamîn dan pemilik Jawâhir juga menyebutkan riwayat ini dalam kitabnya.

Populer Hits