Advanced Search
Hits
3278
Tanggal Dimuat: 2012/11/11
Ringkasan Pertanyaan
Apakah saya harus melanjutkan hidup bersama istri yang dulunya sebelum menikah pernah melakukan dosa?
Pertanyaan
Saya tahu semenjak dulu tahu hubungan telepon istri saya dengan beberapa orang dan bahkan dalam satu kasus ia memberi salam sembari mengulurkan tangannya kepada orang lain. Hal ini mengusik saya meski usia pernikahan kami telah berlangsung cukup lama bahkan saya sempat menceraikannya lantaran istri saya menyatakan sangat menyesal atas apa yang dilakukannya. Menurut Anda apakah saya harus melanjutkan hidup bersama istri saya?
Jawaban Global
Selain para Maksum As manusia-manusia lainnya boleh jadi pernah melakukan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dalam hidupnya. Namun apabila seseorang yang melakukan dosa benar-benar menyesali apa yang dilakukannya dan telah bertobat tentu saja ia akan mendapatkan pengampunan Allah Swt dan tobatnya akan diterima Allah Swt.
Apabila istri Anda benar-benar menyesal dari apa yang telah dikerjakan sebelumnya dan bertobat dari dosanya maka Anda harus melanjutkan hidup bersamanya dan ketahuilah bahwa Anda akan memperoleh ganjaran dan pahala yang besar  di sisi Allah Swt.
 
Jawaban Detil
Selain para Maksum As yang terjaga dan suci dari segala jenis dosa dan noda, manusia-manusia lainnya boleh jadi pernah melakukan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dalam hidupnya. Mengutip Imam Shadiq As, “Dosa-dosa orang beriman akan dimaafkan dengan bertobat dan orang beriman harus berpikir melakukan kebaikan setelah ia bertobat.”[1] Karena itu, selain para Maksum As amat jarang ditemukan manusia tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa dalam hidupnya. Apa yang tidak dapat diterima dan harus ditolak adalah berlanjutnya kesalahan dan perbuatan dosa. Seseorang yang telah menyatakan tobat namun tidak lama berselang ia kembali melakukan dosa dan kesalahan yang sama. Tentu kondisi seperti ini yang harus ditolak.
Apabila seseorang tetap saja melanjutkan dosa-dosanya dan tidak memikirkan tobat maka sudah sebaiknya ia harus dijauhi. Namun apabila seorang pendosa benar-benar menyesal atas perbuatan-perbuatan yang dilakukan sebelumnya dan telah bertobat, tentu saja ia akan memperoleh pengampunan Allah Swt dan Dia akan menerima tobatnya serta menyediakan ruang supaya orang itu melakukan perbaikan.
Kita juga merupakan hamba-hamba Allah harus mencontoh Allah Swt menerima maaf orang-orang yang melakukan kesalahan dan dosa. Kita tidak boleh mengungkap aib-aib dan kesalahan-kesalahan orang lain serta tidak menutup kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri.
Berdasarkan hal ini, apabila istri Anda benar-benar menyesal dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya dan telah bertobat, maka dengan penuh perlakuan baik Anda lanjutkan kehidupan rumah tangga Anda, jangan tunjukkan aib-aibnya dan jangan pernah mengungkapnya kepada siapa pun. Sebagaimana Allah Swt tidak pernah menarik nikmat-nikmat-Nya maka Anda pun harus mencontoh perbuatan Allah Swt dan berlaku baik kepadanya. Tentu saja Anda akan memperoleh ganjaran dan pahala yang besar di sisi Allah Swt. Tindakan memaafkan dan melupakan kesalahan ini akan memberikan keberkahan dan hasil yang banyak dalam kehidupan Anda. Insya Allah. [iQuest]
 

[1] Kulaini, al-Kāfi, jil. 2, hal. 434, hadis 6, Intisyarat Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa perbedaan antara setan dan nafs ammarah?
    10364 ابلیس و شیطان
    Identitas hakiki manusia yang disebut sebagai nafs (jiwa) memiliki beberapa dimensi dan lapisan beragam yang disinggung sebanyak tiga kali dalam al-Quran (ammârah, lawwamah dan muthmainnah) Nafs ammârah adalah nafs yang memiliki pelbagai kecendrungan hewan yang menguasai diri manusia. Nafs ammârah adalah sebuah kondisi kejiwaan yang ...
  • Siapakah Abu Said Al-Khudri itu? Apakah ia termasuk pecinta Ahlulbait As? Apakah ia menerima imâmah Sayidina Ali As?
    15935 Sejarah Para Pembesar
    Abu Said Al-Khudri merupakan salah seorang penolong dan sahabat Rasulullah Saw. Ia merupakan salah seorang yang gemar mencari keutamaan dan pengetahuan. Ia banyak menukil dan menghafal hadis-hadis dan riwayat-riwayat dari Rasulullah Saw.Abu Said Al-Khudri berkata, Saya berusia tiga belas tahun ketika perang Khandaq meletus. Ayahku membawaku ke hadapan Rasulullah ...
  • Apakah mengucapkan takbir dan menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri selepas salat itu ada dalilnya?
    6022 Hukum dan Yurisprudensi
    Menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri merupakan salah satu amalan mustahab (dianjurkan) untuk dikerjakan selepas salam terakhir salat. Anjuran ini juga disinggung dalam kitab-kitab riwayat. Tata cara pelaksanannya dengan benar adalah sebagai berikut: 1.     Apabila orang yang ...
  • Apa maksud riwayat-riwayat yang mengecam warga kota Mekah dan Madinah serta menganggap warga Suriah lebih buruk dari warga Roma itu apa?
    5757 Sejarah Tempat-tempat Suci
    Dua riwayat yang dikutip dalam pertanyaan merupakan riwayat-riwayat sahih dari sisi sanad. Riwayat pertama menyandarkan sifat kufur kepada warga Mekah dan Madinah disebabkan oleh karena sebagian dari warga Mekah dan Madinah meski dengan adanya dalil-dalil dan bukti-bukti terang akan keberadaan Tuhan, sikap permusuhan, kebencian dan takabur, namun ...
  • Apa hukumnya menikah dengan seorang gadis Sunni?
    9591 Hukum dan Yurisprudensi
    Dalam pandangan Islam pernikahan dan membentuk ikatan rumah tangga memiliki signifikansi yang tinggi. Pernikahan merupakan sebuah perbuatan mulia dan dianjurkan bagi setiap orang untuk melangsungkannya. Namun apabila ia tahu bahwa sekiranya tidak menikah akan menjatuhkannya dalam kubangan doa maka dari itu menikah menjadi wajib baginya.
  • Apa peran kaum wanita dalam mewujudkan tujuan-tujuan pertahanan negara?
    10615 زن و حکومت اسلامی
    Pertahanan terhadap musuh adalah hal fitri dan natural bagi manusia dan seluruh makhluk hidup. Agama Islam malah memberinya nilai sakral dan memerintahkan umat Islam untuk melakukan pertahanan dan bahkan mewajibkan pertahanan tersebut dan juga hal-hal yang berkaitan dengannya; perintah itu pun tak dibedakan baik untuk lelaki maupun ...
  • Apa yang dimaksud dengan fajar sadik dan fajar kazib?
    17490 Hukum dan Yurisprudensi
    Fajar sadik dan fajar kazib keduanya merupakan terminologi fikih-astronomi yang dimaksud dari keduanya adalah waktu-waktu khusus pada waktu dini hari. Subuh (fajar) kazib tiba seiring dengan datangnya cahaya putih pada bagian Timur bumi. Pada waktu ini shalat subuh tidak dapat dikerjakan. Masa tibanya subuh (fajar) sadik adalah ...
  • Bagaimana pandangan Imam Ali As tentang akal kaum lelaki dan kaum perempuan?
    10397 Dirayah al-Hadits
    Imam Ali As tidak berkata demikian bahwa kaum lelaki lebih tinggi dan lebih unggul dari kaum perempuan baik dari sisi akal juga dari sisi perasaan. Apa yang disebutkan oleh Imam Ali As tentang kurangnya akal perempuan. Apabila penyandaran tuturan Baginda Ali As ini ada benarnya, ...
  • Hingga batasan manakah aktifitas dan kinerja akal dalam Islam dan pada bidang apa akal dapat dimanfaatkan?
    11909 Kalam Jadid
    Akal merupakan fakultas yang paling bernilai yang dianugerahkan Tuhan pada  wujud manusia. Akal yang dianugerahkan tersebut memiliki tingkatan dan derajat:1.     Akal praktis  yang aktifitasnya adalah mencerap dan mengenal pelbagai realitas dan penilaian atasnya.2.     Akal teoritis  yang merupakan fakultas ...
  • Bagaimana tipologi qari (pembaca) al-Qur’an dalam pandangan Imam Shadiq As?
    7371 Ulumul Quran
    Imam Ja’far Shadiq As telah menjelaskan beberapa karakteristik dan tipologi bagi pembaca (qâri) al-Qur’an. Di antara tipologi dan karakteristik tersebut adalah bahwa seorang pembaca (qâri) al-Qur’an harus memiliki wilâyah Ahlulbait As, membaca al-Qur’an dengan benar, bacaan al-Qur’an menyisakan pengaruh padanya, tatkala membaca al-Qur’an ia harus memiliki wudhu dan telah bersuci ...

Populer Hits