Advanced Search
Hits
21221
Tanggal Dimuat: 2012/11/20
Ringkasan Pertanyaan
Mohon penejelasan tentang sejarah penulisan tanda baca waqof/waqaf pada al-Quran mengingat ada banyak macam bentuk dan tanda waqaf yang berbeda dalam derajat kebolehan/tidaknya dalam berhenti membaca. Apa hukum waqaf tatkala membaca al-Quran?
Pertanyaan
Mohon penejelasan tentang sejarah penulisan tanda baca waqof/waqaf pada al-Quran mengingat ada banyak macam bentuk dan tanda waqaf yang berbeda dalam derajat kebolehan/tidaknya dalam berhenti membaca. Apa hukum waqaf tatkala membaca al-Quran? Terima kasih.
Jawaban Global

Tatkala orang-orang Arab mengambil huruf dari orang-orang Suryani dan Anbathi tidak memiliki titik. Pada waktu itu huruf-huruf Suryani juga belum memiliki titik.

Orang-orang Arab hingga masa pertengahan abad pertama tahun Qamariah, menulis huruf-huruf tanpa titik. Namun tidak lama berselang huruf-huruf Arabia memasuki babak baru. Yaitu tatkala huruf-hurufnya memiliki titik dan baris yang diberi tanda baca indah.

Pada paruh kedua abad pertama, orang-orang mengenal huruf-huruf yang memiliki titik melalui Yahya bin Ya’mar dan Nashr bin Ashim – dua murid Abu al-Aswad Duali. Sebab dilakukan peletakan titik ini karena negeri Islam semakin luas dan banyak orang-orang non-Arab (Ajam) yang memeluk Islam yang membuat mereka perlu dan harus mengenal al-Quran.

Perbuatan ini dikerjakan dalam rangka ingin mencegah munculnya kesalahan dalam membaca al-Quran oleh orang-orang non-Arab (Ajam); lantaran orang-orang Arab mengikut tabiat mereka, membaca al-Quran dengan baik dan benar sehingga tidak memerlukan tanda baca.[1] Abu Ahmad Askari menyandarkan peletakan tanda baca ini dilakukan oleh Nashr bin Ashim.[2] Setelah itu, kebutuhan lainnya untuk al-Quran; yaitu keharusan memberikan i’rab (tanda baca dan baris) atas huruf-huruf yang ada, sesuai dengan dokumen sejarah yang makruf, Abu al-Aswad Duali memikul tanggung jawab ini dengan isyarat dari Imam Ali As dan memperkenalkan ilmu Nahwu yaitu ilmu tentang i’rab al-Quran.[3]

Adapun peletakan tanda baca, baris dan harakat dilakukan dalam bentuk baris di atas huruf (misalnya tanda baca fatha) dan di hadapan huruf (misalnya untuk tanda baca dhammah) dan di bawah huruf (misalnya tanda huruf kasrah). Setelah beberapa lama, supaya tidak terjadi kesalahan pada titik-titik dan baris-baris huruf ini, biasanya ditulis dengan warna selain warna huruf. Umumnya titik-titik ini ditulis dengan warna hijau. Peletakan tanda baca, baris dan harakat ini dilakukan pada paruh kedua abad pertama.

Namun titik-titik ini juga mengalami perubahan, kemudian oleh Khalil bin Ahmad Farahidi (wafat 175 H) dibubuhi tanda baca dan harakat seperti yang kita lihat pada masa sekarang ini. Ia juga yang menciptakan tanda baca-tanda baca hamzah dan tasydid, rum dan isymam. Disebutkan pada akhir-akhir abad ketiga, tanda baca sukun ditambahkan pada tanda baca ini.[4]

Tanda baca-tanda baca waqf, pertama-tama dimunculkan oleh seseorang yang bernama Muhammad bin Thaifur Sajawandi (wafat 560 H), mufassir, ahli lingusitik dan guru besar qiraat. Tanda baca-tanda baca ini dikenal sebagai rumuz Sajawandi. Tanda baca-tanda baca ini adalah “mim, tha, jim, shad, za, lam.”[5]

Tanda baca-tanda baca lainnya juga belakangan diperkenalkan oleh para guru qiraat – di antaranya Taj al-Qurra Syaikh Mushaddir Bukhari – yang ditulis di atas kalimat-kalimat sebagian al-Quran kuno. Tanda baca-tanda baca itu adalah, qif, sin, qafh, qaf, qala, shil, shalla, shaq, shab, jih, kaf. (قف- س- قفه- ق- قلا- صل- صلى- صق- صب- جه- ک)[6]

Sebagian juris, memperhatikan waqf terhadap harakat dan bersambung pada sukun tidak perlu dilakukan dalam salat, namun sebagian lainnya, mengikut prinsip ihtiyath wajib, harus dilakukan dalam salat.[7] [iQuest]

 


[1]. Muhammad Hadi Ma’rifat, al-Tamhid fi ‘Ulûm al-Qur’ân, jil. 1, hal. 360, Muassasah al-Nasyr al-Islamiyah, Qum, Cetakan Kedua, 1415 H.  

[2]. Sesuai nukilan dari al-Tamhid fi ‘Ulûm al-Qur’ân, hal. 361.  

[3]. Muhamammad Syaikh Mufid, al-Jamal wa al-Nushrah li Sayid al-‘Itrah fi Harb al-Bashrah, Riset dan Koreksi oleh Ali Mir Syarifi, hal. 446, Kongre Syaikh Mufid, Qum, Cetakan Pertama, 1413 H; Muhammad bin Ahmad bin Utsman Dzahabi, Ma’rifat al-Qurâ’ al-Kibâr ‘ala Thabaqât al-A’shâr, jil. 1, hal. 154, Markaz al-Buhuts al-Islamiyah, Istanbul, Cetakan Pertama, 1416 H; Muhammad bin Abdullah Zarkisyi, al-Burhân fi ‘Ulûm al-Qur’ân, jil. 1, hal. 36, Dar al-Ma’rifah, Beirut, Cetakan Pertama, 1410 H; Muhammad Abdulazhim Zarqani, Manâhil al-‘Irfân fi ‘Ulûm al-Qur’ân, jil. 1, hal. 23, Dar Ihyat al-Turats al-‘Arabi, Tanpa Tahun, Tanpa Tempat; Muhammad Husain ‘Ali al-Shagir, Târikh al-Qur’ân, hal. 127, Dar al-Mu’arrikh al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Pertama, 1420 H.

[4]. Al-Tamhid fi ‘Ulûm al-Qur’ân, jil. 1, hal. 362 dan 363.  

[5]. Sayid Jawad Fatimi, Pazyuhesy dar Waqf wa Ibtidâ, hal. 86, Beh Nasyr, Masyhad, Cetakan Pertama, 1382 S.

[6]. Hasan Biglari, Sirr al-Bayân fi ‘Ilm al-Qur’ân, hal. 251, Kitabkhaneh Sinai, Tanpa Tempat, Cetakan Kelima, Tanpa Tahun.  

[7]. Silahkan lihat, Imam Khomeini, Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ), Penyusun Sayid Muhammad Husain Bani Hasyim Khomeini, jil. 1, hal. 554 dan 555, Masalah 1004, Daftar Intisyarat-e Islami, Qum, Cetakan Kedelapan, 1424 H.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana saya dapat mengantisipasi melemahnya iman dan keyakinan?
    4010 Para Pembesar
    Untuk meningkatkan iman dan keyakinan agama maka keyakinan ini harus dibangun dengan argumentasi di atas fondasi ilmu dam makrifat. Keyakinan tidak boleh disusupi oleh masalah-masalah supertitious dan khurafat. Di samping itu mampu menjawab seluruh pelbagai syubhat dan keraguan akidah yang mungkin saja ada. Dalam tataran praktik, iman ...
  • Mengapa kita harus meyakini kebenaran Syiah dan menolak kebenaran mazhab lainnya?
    11561 Teologi Lama
    Dalam sebuah klasifikasi umum, agama dapat dibagi menjadi dua bagian, Ilahi dan manusiawi. Agama merupakan sekumpulan keyakinan, akhlak, aturan dan ketentuan yang bertujuan untuk mengatur individu dan masyarakat serta membina manusia melalui jalan wahyu dan akal. Islam secara leksikal bermakna taslim (tunduk) dan pasrah. Adapun Syiah bermakna ...
  • Mengapa thawaf nisa' itu wajib dilakukan?
    7929 Hukum dan Yurisprudensi
    Berdasarkan pandangan fikih Syiah Imamiyah, thawaf nisa' itu merupakan salah satu kewajiban dalam ibadah haji (haji qirân, ifrad dan tamattu')[1] dan umrah mufradah. Dan hanyalah dalam umrah tamattu' tidak diwajibkan melakukan  thawaf nisa’. Sesuai dengan nukilan beberapa riwayat menybutkan bahwa barang siapa yang tidak melakukan ...
  • Apa hukumnya mendengar musik dalam pandangan Islam?
    6986 Hukum dan Yurisprudensi
    Musik adalah sejenis suara dan melihatnya (tanpa mendengar) tidak mengandung status hukum. Status hukum musik berkaitan dengan adanya produksi, pembuatan, jual-beli alat musik, belajar musik, berdendang dan mendengarkan secara seksama (istimâ) dimana kebanyakan fukaha memfatwakan haram memproduksi dan mendengarkan musik lahw (yang melalaikan). Namun demikian, fukaha berpandangan ...
  • Riwayat apa yang terdapat terkait dengan masalah rezeki? Cara-cara untuk memperoleh rezeki halal? Doa-doa apa saja yang harus dibaca supaya rezeki bertambah?
    18432 Akhlak Praktis
    Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang yang memandang rezeki itu sebagai sesuatu yang material, dalam beberapa riwayat, rezeki memiliki makna yang luas dan mencakup seluruh anugerah Ilahi. Terlepas anugerah itu material atau non-material. Namun demikian, terdapat beberapa riwayat sekaitan dengan rezeki material yang akan kami singgung ...
  • Apakah pahala menolong keluarga yang membutuhkan itu lebih besar atau menolong orang lain?
    19300 Zakat dan Sedekah
    Menolong keluarga yang membutuhkan lebih bernilai dan berharga ketimbang menolong orang lain. Imam Ali As meriwayatkan dari Rasulullah Saw yang bersabda, “Mulaillah dari memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Ibumu, ayahmu, saudarimu, saudaramu. Kemudian kepada orang yang terdekat. Sedekah tidak akan diterima selagi salah seorang kerabatnya yang masih miskin dan membutuhkan.”
  • Bagaimana kita dapat menjelaskan masalah tauhid di kalangan anak muda?
    9147 Teologi Lama
    Dalam silsilah pembahasan akidah, pembahasan tauhid merupakan pembahasan kunci dan asasi yang mencakup banyak masalah di dalamnya. Bagi Anda yang ingin melakukan aktivitas dakwah dan tabligh dalam masalah ini, Anda harus memperhatikan dan mengamalkan dua masalah penting; Pertama Anda harus memilih pembahasan-pembahasan yang sesuai dan logis. Kedua, ...
  • Salam. Apakah jual beli rokok itu bermasalah menurut pandangan fikih?
    10319 Narkoba
    Dengan memperhatikan adanya beberapa perbedaan fatwa fukaha terkait dengan inti penggunaan rokok tentu saja pandangan para Marja Agung Taklid juga berbeda-beda. Berdasarkan hal ini, sebagian dari mereka[1] memandang benar (tidak ada masalah) jual-beli rokok sepanjang tidak melanggar ketentuan (pemerintah Islam) dan sebagian lainnya dari ...
  • Apabila seseorang melalukan penelitian untuk amalannya sendiri dalam sebagian masalah agama apakah ia dapat beramal berdasarkan metodenya sendiri?
    10693 Hukum dan Yurisprudensi
    Sembari menjelaskan dua poin penting kami akan menjawab pertanyaan Anda. Pertama, ilmu Fikih juga seperti disiplin ilmu lainnya. Di samping keluasan yang dimiliki disiplin ilmu ini, ia juga bertaut dengan banyak disiplin ilmu lainnya yang termasuk sebagai pendahuluan dan persiapan untuk displin ilmu ...
  • Apa yang menjadi kriteria sehingga sebuah amalan itu disebut sebagai mustahab?
    7809 Hukum dan Yurisprudensi
    Hukum-hukum taklif terdiri dari lima bagian, wajib, haram, mustahab, makruh dan mubah. Namun pembagian ini berdasarkan kriteria khusus yang terdapat pada setiap hukum; artinya terdapat entitas kuat dan lemah pada maslahat (kemaslahatan) atau mafsadah (keburukan) dalam menjalankan atau meninggalkan sebuah perbuatan yang telah memunculkan pembagian ...

Populer Hits