Advanced Search
Hits
9299
Tanggal Dimuat: 2013/11/27
Ringkasan Pertanyaan
Berkenaan dengan rezeki 'yang mencari' dan rezeki 'yang dicari', apakah kedua rezeki ini sama dengan rezeki yang dimaksud dalam doa fatimah azzahra yakni rezeki yang terduga dan tak terduga?
Pertanyaan
Berkenaan dengan rezeki 'yang mencari' dan rezeki 'yang dicari', apakah kedua rezeki ini sama dengan rezeki yang dimaksud dalam doa fatimah azzahra yakni rezeki yang terduga dan tak terduga? jika sama, mengapakah ada doa jika rezeki yang terduga itu adalah rezeki yang tak bisa dirubah (rezeki 'yang mencari')?
Jawaban Global
Sebagian rezeki entah manusia mengejarnya atau tidak akan datang kepada manusia. Apakah dapat diingkari bahwa cahaya sang surya datang ke kediaman kita tanpa adanya usaha yang kita lakaukan atau curahan hujan yang mengguyur rumah kita tanpa adanya upaya yang kita kerjakan? Apakah dapat dinegasikan bahwa akal, kecerdasan dan potensi yang telah dicadangkan semenjak hari pertama kedatangan kita ke muka bumi ini tanpa adanya usaha dari kita? Namun seluruh anugerah yang datang tanpa peluh ini, berkat kemurahan Tuhan, sampai ke kepada kita. Apabila kita tidak merawat dan menjaganya dengan baik maka ia akan lepas dari tangan kita atau tidak ada gunanya sama sekali.
Sebuah hadis yang populer dari Imam Ali As diriwayatkan, “Ketahuilah anakku! Sesungguhnya rezeki itu ada dua, rezeki yang engkau cari dan rezeki yang mencarimu.”[1] Hadis ini juga sejatinya tengah menyinggung masalah ini.
Demikian juga tidak dapat diingkari bahwa pada sebagian urusan manusia tidak perlu bersusah payah, namun berdasarkan satu silsilah kejadian ia memperoleh sebuah karunia. Peristiwa ini meski dalam pandangan kita sebuah kejadian kebetulan namun pada kenyataannya dan dari sudut pandang penciptaan terdapat perhitungan di dalamnya. Tanpa ragu kalkulasi rezeki seperti ini tentu berbeda dengan rezeki yang diperoleh dengan usaha dan hadis di atas boleh jadi tengah berbicara tentang masalah ini.
Bagaimanapun poin penting dari seluruh ajaran Islam menyatakan kepada kita bahwa untuk menyediakan kehidupan yang lebih baik secara material atau spiritual, manusia harus berupaya lebih giat, dan lari dari pekerjaan dengan anggapan bahwa rezeki seluruhnya telah ditentukan adalah anggapan yang keliru.[2]
Apa yang pasti, di samping seluruh persoalan ini, asas dan dasar pencarian rezeki adalah usaha dan aktivitas benar, positif dan konstruktif serta jauh dari segala bentuk ifrath dan tafrith karena demikianlah rezeki ideal dan dapat diprediksi sebelumnya. Namun rezeki-rezeki yang diperoleh tanpa usaha manusia sifatnya aksidensial tidak esensial dan fundamental. Dan boleh jadi atas dasar ini, Ali As dalam tuturannya pada level pertama, menyebutkan rezeki-rezeki yang dicari manusia kemudian menyebutkan rezeki yang mencari manusia.[3]
Dalam al-Kâfi dikutip dari Muhammad bin Yahya, dari Ahmad bin Muhammad dan sebagian sahabat kami (mazhab Imamiyah), dari Sahal bin Ziyad, dari Ibnu Mahu, dari Ai Hamzah Tsumali, dari Imam Baqir As diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pada hajjatul wida’ bersabda, “Ketahuilah bahwa ruh al-amin mewahyukan kepadaku bahwa tiada manusia yang akan mati kecuali ia telah memakan seluruh rezekinya dan ia tidak lagi memiliki rezeki di sisi Tuhan. Takutlah kepada Allah dan janganlah menyimpang dalam memperoleh rezeki. Tempuhlah jalan yang benar dan terlambat dalam memperoleh rezeki jangan sampai membuatmu membangkang perintah Tuhan karena Allah Swt telah membagikan rezeki halal di antara makhluk-Nya dan tidak membaginya secara haram. Apa yang dibagikan Tuhan adalah rezeki halal bukan rezeki haram. Karena itu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dan menahan diri maka ia akan memperoleh rezekinya melalui jalan halal. Dan barang siapa yang melanggar titah Tuhan maka ia akan mendapatkan rezekinya dengan jalan haram. Rezeki halalnya akan menuntut balas darinya kelak dan sebagai hasilnya seukuran makanan halal yang seharusnya ia makan ia memakan makanan haram tidak lebih. Bedanya hal itu akan diperhitungkan di hari kiamat.[4]
Adapun rezeki yang tidak diduga-duga atau tidak disangka-sangka (min haits la yahtasib) diadopsi dari ayat-ayat al-Quran; yaitu rezeki yang tidak diprediksi sebelumnya yaitu rezeki yang mencari.
Pertama: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah menciptakan ketentuan bagi segala sesuatu.”[5]
Kedua: “Lalu Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap kali Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di isinya. Zakaria berkata, “Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan ) ini?” Maryam menjawab, “Makanan itu berasal dari sisi Allah Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”[6]  
Ringkasnya kadang kala kita berupaya mencari rezeki dan berhasil memperolehnya maka rezeki ini adalah rezeki yang dicari (mathlub) dan sifatnya min haits yahtasib (dapat diprediksi sebelumnya). Namun terkadang juga tanpa harus berusaha dan bekerja keras bahkan tanpa kita pikir sebelumnya rezeki sampai ke tangan kita. Rezeki seperti ini disebut seagai rezeki yang mencari (thâlib) dan sifatanya min haits la yahtasib (tidak disangka-sangka). [iQuest]
 

[1]. Nahj al-Balâghah, hal. 404,Dar al-Hijrah, Qum.  
[2]. Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, jil. 9, hal. 22 dan 23, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Pertama, 1374 S.  
[3]. Ibid, jil. 11, hal. 320, dengan sedikit perubahan.  
[4]. Muhamad Yakub Kulaini, al-Kâfi, jil. 5, hal. 80, Dar al-Kutu al-Islamiyah, Teheran, 1365 S.
«عَنْ أَبِی جَعْفَرٍ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص فِی حَجَّةِ الْوَدَاعِ أَلَا إِنَّ الرُّوحَ الْأَمِینَ نَفَثَ فِی رُوعِی أَنَّهُ لَا تَمُوتُ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَکْمِلَ رِزْقَهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ وَ أَجْمِلُوا فِی الطَّلَبِ وَ لَا یَحْمِلَنَّکُمُ اسْتِبْطَاءُ شَیْ‏ءٍ مِنَ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِشَیْ‏ءٍ مِنْ مَعْصِیَةِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَکَ وَ تَعَالَى قَسَمَ الْأَرْزَاقَ بَیْنَ خَلْقِهِ حَلَالًا وَ لَمْ یَقْسِمْهَا حَرَاماً فَمَنِ اتَّقَى اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ وَ صَبَرَ أَتَاهُ اللَّهُ بِرِزْقِهِ مِنْ حِلِّهِ وَ مَنْ هَتَکَ حِجَابَ السِّتْرِ وَ عَجَّلَ فَأَخَذَهُ مِنْ غَیْرِ حِلِّهِ قُصَّ بِهِ مِنْ رِزْقِهِ الْحَلَالِ وَ حُوسِبَ عَلَیْهِ یَوْمَ الْقِیَامَةِ».  
[5]. (Qs. Al-Thalaq [65]:2-3)  
«وَ مَنْ یَتَّقِ اللَّهَ یَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً وَ یَرْزُقْهُ مِنْ حَیْثُ لا یَحْتَسِبُ وَ مَنْ یَتَوَکَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِکُلِّ شَیْ‏ءٍ قَدْراً».
[6]. (Qs. Ali Imran [3]:37)
«فَتَقَبَّلَها رَبُّها بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَ أَنْبَتَها نَباتاً حَسَناً وَ کَفَّلَها زَکَرِیَّا کُلَّما دَخَلَ عَلَیْها زَکَرِیَّا الْمِحْرابَ وَجَدَ عِنْدَها رِزْقاً قالَ یا مَرْیَمُ أَنَّى لَکِ هذا قالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ یَرْزُقُ مَنْ یَشاءُ بِغَیْرِ حِسابٍ».
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    24109 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Apakah sah hukumnya menggunakan dua turbah untuk sujud?
    7668 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/21
    Tempat sujud bagi orang yang mengerjakan salat tidak boleh lebih di atas atau lebih di bawah dari empat jari tertutup dari tempat kedua lututnya...”[1] Karena itu apabila ketinggian dua turbah tidak lebih dari empat jari tertutup maka orang yang mengerjakan salat dapat sujud di atas dua ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    9050 Majelis Duka dan Ziarah 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi ...
  • Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?
    15576 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/09/19
    Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut: Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya ...
  • Mengapa kita membantu Irak padahal kita sendiri sangat membutuhkan. Masyarakat kita sendiri kesusahan menghadapi harga-harga mahal dan barang-barang langka di pasar?
    7825 Filsafat Politik 2011/05/18
    Pertama: Asas pelbagai bantuan Republik Islam Iran ke negara-negara Muslim adalah bantuan-bantuan moril bukan bantuan-bantuan material dan finansial. Kedua: Apabila terdapat juga bantuan-bantuan materil dan finansial ke negara-negara Muslim lainnya maka hal itu memiliki banyak pengaruh dan manfaat material dan spritual sebagaimana berikut: ...
  • Tolong sebutkan bagi saya sebuah doa untuk menemukan pasangan yang cocok dan bertakwa.
    15542 دعا 2012/09/10
    Allah Swt menjadikan setiap pekerjaan memiliki sebab-sebab tertentu sedemikian sehingga setiap pekerjaan hanya akan memperoleh hasil apabila dikerjakan melalui kanal-kanal sebabnya. Untuk memperoleh jodoh dan pasangan idaman juga demikian caranya. Cara untuk mendapatkan istri idaman memerlukan penelitian dan pengenalan yang tepat dan akurat. Tentu saja ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    30335 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    7479 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/10
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Apa dasar-dasar teologi Mahdawiyat?
    8252 Teologi Lama 2009/09/22
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah orang-orang beriman akan mendapatkan kenikmatan alam kubur dan orang-orang kafir akan dihajar dengan azab kubur?
    21065 Teologi Lama 2009/12/08
    Syaikh Mufid dalam kitab Awâil al-Maqâlat-nya, membagi manusia menjadi empat bagian berdasarkan keyakinan dan amal-perbuatan mereka:1.     Orang-orang beriman yang bertakwa2.

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    267536 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    249185 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232312 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219291 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178671 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173369 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170496 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161750 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144192 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136237 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...