Advanced Search
Hits
20585
Tanggal Dimuat: 2015/02/04
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa hari kiamat setiap orang masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri-sendiri dan kabur dari sanak kerabatnya?
Pertanyaan
Assalamualaikum..Saya pernah mendengar bahwa setelah mati, seseorang akan dikumpulkan bagaikan dalam lautan dan tenggelam di dalamnya. Apakah pernyataan ini benar, jika benar apakah ada dalilnya? Terimakasih
Jawaban Global
Salah satu janji Ilahi adalah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat dan bahkan tiada satu pun dari mereka yang tertinggal dari pengumpulan ini. Allah Swt berfirman:
«وَ یَوْمَ نُسَیِّرُ الْجِبالَ وَ تَرَى الْأَرْضَ بارِزَةً وَ حَشَرْناهُمْ فَلَمْ نُغادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً»
“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami menjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar, serta Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (Qs. Al-Kahf [18]:47)
Tentu saja akan terdapat banyak makhluk yang akan dikumpulkan; karena seluruh manusia semenjak masa Nabi Adam hingga hari kiamat akan berkumpul di suatu tempat dan alangkah banyaknya manusia yang dulunya hidup kemudian mati dan akan mati.
Kondisi setiap orang di tengah membludaknya manusia yang risau dan terlunta-lunta seolah tenggelam di tengah lautan yang luas sehingga tidak memikirkan hal yang lainnya kecuali keselamatan dirinya sendiri.
Hari kiamat adalah hari perhitungan. Pada hari itu, sedemikian sulit bagi setiap manusia dan orang-orang masing-masing mengkhawatirkan apa yang akan menimpanya dan amalan-amalannya sehingga lalai dari orang lain. Dalam kondisi seperti ini, manusia hanya merisaukan nasibnya sendiri. Allah Swt berfirman:
«لِکُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ یَوْمَئِذٍ شَأْنٌ یُغْنیهِ»
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (Qs Abasa [80]:37)
 
Berbeda dengan kehidupan dunia dimana manusia kurang menaruh perhatian terhadap akhirat dan amalan-amalannya sementara di akhirat kondisinya berbeda 180 derajat. Satu-satunya yang penting bagi manusia adalah menentukan nasib pamungkasnya dalam perhitungan yang akurat Allah Swt.
Pada hari itu, manusia akan melupakan orang yang paling dekat dari kerabatnya sekalipun, saudara, ayah, ibu, istri dan anak-anak. Bahkan ia tidak hanya melupakan sanak kerabatnya bahkan akan lari darinya.[1] Hal ini menujukkan sedemikian dahsyatnya hari tersebut sehingga manusia memutuskan segala bentuk hubungan dan kedekatan dari sanak keluarganya.
Sebagian berkata bahwa yang dimaksud lari dari saudara-saudara, bapak-bapak, ibu-ibu, istri dan anak-anaknya karena kehidupannya tidak diwarnai dengan ketaatan, iman dan ketakwaan kepada Allah Swt. Ia laris dari mereka karena jangan-jangan ia terjerembab dengan apa yang akan menimpa mereka.
Sebagian lain berkata bahwa lari ini disebabkan oleh karena jangan-jangan orang-orang ini memiliki tuntutan kepadanya dan ia tidak mampu untuk menunaikannya.
Di antara ketiga penafsiran ini, penafsiran pertama yang nampaknya lebih cocok meski tidak ada halangan menggabungkan ketiga penafsiran ini.[2]
Rasulullah Saw dalam hal ini bersabda, “Di tiga tempat, tiada seorang pun, yang akan dapat memikirkan orang lain; (Pertama) Tatkala di mizan hingga ia melihat apakah timbangannya lebih berat atau ringan. (Kedua) Tatkala di shirat, hingga ia melihat apakah ia mampu melewatinya atau tidak. (Ketiga) Tatkala menerima catatan amal, hingga ia melihat apakah catatan amal itu akan diterimanya di tangan kanan atau tangan kiri. Di tiga tempat ini, setiap orang tidak akan mengingat sahabat karibnya atau kekasihnya atau kerabat dekatnya, anak dan orang tuanya. (semua itu) disebabkan oleh suasana yang sangat dahsyat hari kiamat.”[3] [iQuest]
 

[1]  “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. Dari ibu dan ayahnya. Dan dari istri serta anak-anaknya. (Qs. Abasa [80]:34-36)
[2]  Makarim Syirazi, Nasir, Tafsir Nemuneh, jil. 26, hal. 157, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1374 S.
[3] Bahrani, Sayid Hasyim, al-Burhān fi Tafsir al-Qur’ān, jil. 5, hal 586, Tehran, Bunyad Bi’tsat, Cetakan Pertama, 1416 H.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang dimaksud dengan mudhârabah?
    5866 بیشتر بدانیم
    Mudhârabah dalam istilah fikih adalah perjanjian dimana seseorang sebagai pemilik modal memberikan modalnya kepada orang lain untuk dipakai berdagang (membuka usaha), dan keuntungan yang mereka peroleh akan dibagi dua. Dengan ungkapan yang lebih jelas, mudhârabah diartikan sebagai akad (persetujuan) dan perjanjian di antara dua orang yang melakukan ...
  • Apakah manusia masih dapat berpikir ketika ia kelak berada di surga?
    14672 Surga dan Neraka
    Akal dan pemikiran senantiasa bersama dengan semua manusia dan manusia tidak akan kehilangan kekuatan berpikir dan kontemplasi pasca alam materi ini, melainkan ia akan menemukan hakikat-hakikat secara lebih jelas dan teliti dengan sirnanya hijab-hijab dan penghalang-penghalang. Begitu banyak ayat-ayat di dalam al-Quran yang jika dicermati ...
  • Apa saja syaratnya supaya kita dapat memahami al-Quran mengingat bahwa al-Quran adalah sebuah kitab yang jelas (mubin) dan penjelas (tibyân) bagi segala sesuatu?
    18096 Tafsir
    Al-Quran adalah mukjizat abadi Nabi Muhammad Saw yang dari aspek ini bersifat adikodrati yang tidak dapat dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Hal ini berarti bahwa walaupun al-Quran itu sendiri adalah jelas dan penjelas segala sesuatu dan hadir dalam bentuk kata-kata dan ungkapan-ungkapan sederhana, sarat makna, selaras, fasih, ...
  • Mengapa tertawa terbahak-bahak dengan suara keras mendapat celaan dan kecaman dalam riwayat?
    9111 گناه و رذائل اخلاقی
    Sebagaimana yang mengemuka dalam pertanyaan, Imam Baqir As bersabda, “Tatkala kau telah selesai tertawa terbahak-bahak (berdoalah), Ya Allah janganlah Engkau memurkaiku.”[1] Dalam menjelaskan riwayat ini, terdapat dua persoalan yang harus disampaikan sebagai berikut: Salah satu instruksi umum Islam kepada umatnya supaya mereka ...
  • Apakah Tuhan bisa mengirim setan-setan untuk menyesatkan manusia?
    6557 Tafsir
    Pertama, perlu dipahami bahwa kata irsal tidak selalu berarti mengirim, namun dalam bahasa Arab juga berarti melepaskan dan mengosongkan. Ketika dikatakan aku melakukan irsal sesuatu kepada orang lain, berarti aku melepaskan sesuatu itu dan menyingkirkan halangan-halangannya. Karena itu irsal ini berhadapan/berlawanan dengan imsak atau menahan sesuatu. ...
  • Bagaimanakah hukumnya mengolok2 org yg non Muslim
    3532 Menggunjing, Menghina dan Memata-matai
    Perbuatan seperti ini tidak layak dilakukan karena akhlak Islam menuntut pemeluknya untuk dapat hidup berdampingan secara damai dan tenang dengan non Muslim yang ada di sekitarnya. Hidup berdampingan meniscayakan hubungan yang layak dan tentu saja berdasarkan ajaran-ajaran al-Quran[i] seorang Muslim dapat memperlakukan musuh-musuh Islam ...
  • Apakah pada komunitas Islam terdapat para wanita yang sampai pada tingkatan ijtihad?
    5685 Sejarah Para Pembesar
    Interaksi yang sangat bernilai antara Islam dan ilmu pengetahuan dan adanya kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah untuk menuntut ilmu dan pengetahuan telah memotivasi kaum Muslimah untuk senantiasa menuntut ilmu dan pengetahuan pada masyarakat Islam sehingga pada akhirnya sebagian dari mereka sampai ...
  • Apakah kita berdosa apabila bermusuhan selama 3 hari ?
    35941 گناه و رذائل اخلاقی
    Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan ...
  • Bagaimana memaknai persatuan Islam dengan benar?
    11482 Teologi Lama
    Wahdat Islamiyah tidak bermakna menyatukan mazhab-mazhab atau men-Syiah-kan orang Sunni atau me-Sunni-kan Orang Syiah, melainkan bermakna ittihad (persatuan) dan keutuhan para pengikut ragam mazhab dalam Islam. Seluruh kaum Muslimin selagi mereka berbeda satu dengan yang lainnya mereka dapat bersandar pada hal-hal yang disepakati secara umum (common) di ...
  • Tolong Anda jelaskan Ayat dalam al-Qur’an yang menunjukkan bahwa cadur merupakan hijab terbaik?
    8857 Tafsir
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Populer Hits