Advanced Search
Hits
37269
Tanggal Dimuat: 2010/10/04
Ringkasan Pertanyaan
Antara wasiat dan pembagian warisan, yang mana harus didahulukan?
Pertanyaan
Antara wasiat dan warisan, yang manah yang harus didahulukan? Apakah seluruh harta yang menjadi obyek warisan dapat diwasiatkan sehingga tidak ada lagi harta yang tersisa untuk diwariskan? Dan apakah terdapat syarat-syaratnya sesuai dengan fatwa para marja terkait batas maksimal harta yang dapat diwasiatkan? Apakah orang dapat mewasiatkan seluruh hartanya kepada orang lain dan tidak tersisa lagi harta untuk ia wariskan kepada ahli warisnya? Apakah ahli waris dapat menampik wasiat ayahnya terkait dengan harta yang menjadi hak warisnya? Terima kasih.
Jawaban Global
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil.
Jawaban Detil

Pertanyan dikemukakan dalam tiga bagian dan kami akan menjawab pertanyaan di atas berdasarkan urutannya.

1. Antara wasiat dan pembagian warisan, yang mana harus didahulukan?

Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan riwayat-riwayat bahwa sebelum warisan dibagikan seluruh utang-utang mayit harus dibayar kemudian wasiat dan pesan-pesannya dijalankan kemudian giliran pembagian warisan yang harus dikerjakan.

Masalah ini ditegaskan setidaknya pada empat tempat[1] dalam al-Qur’an, “min ba’di washiyyatin yushi biha aw dain wa.. “ (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayarkan utangnya, Qs. Al-Nisa [4]:11-12)

Karena itu, sesuai dengan petunjuk ayat di atas, wasiat lebih dahulu ketimbang warisan.[2]

 

2. Apakah seluruh harta yang menjadi obyek warisan dapat diwasiatkan sehingga tidak ada lagi harta yang tersisa untuk diwariskan?

Setiap orang yang berakal dan dewasa pada masa hidupnya ia memiliki wewenang penuh untuk membelanjakan seluruh harta yang dimilikinya. Misalnya ia dapat mewakafkan hartanya, memenuhi nazarnya dan menyerahkannya kepada seseorang dan seterusnya. Namun setelah kematiannya ia tidak lagi memiliki wewenang penuh dan mutlak atas seluruh hartanya, melainkan apabila ia mewasiatkan sesuatu lebih dari sepertiga, maka hanya sepertiga (tsults) dari harta yang diwasiatkan itu yang dapat dijalankan. Namun apabila ia mewasiatkan lebih dari sepertiga dari hartanya, apabila seluruh ahli waris (wurrats) telah dewasa dan memberikan izin, maka wasiat tersebut dapat dijalankan. Akan tetapi apabila sebagian dari ahli warisnya itu berakal dan telah baligh (dewasa syar’i) maka pada sebagian lainnya wasiat tersebut dapat dijalankan kalau tidak demikian maka hanya sepertiga (tsults) yang dapat dijalankan dari wasiat tersebut.[3]

Demikian juga, terkait dengan hutang yang berada dalam tanggungan mayit, sebelum harta warisan dibagikan, hutang-hutangnya harus dibayarkan, terlepas apakah ia mewasiatkan atau tidak.

 

3. Apakah ahli waris dapat menampik wasiat ayahnya terkait dengan harta yang menjadi hak warisnya?

Ahli waris harus mematuhi wasiat mayit sesuai dengan batasan wewenang-wewenang mayit yaitu sepertiga dari hartanya. Ahli waris dalam hal ini tidak memiliki hak untuk menentang atau menampik wasiat tersebut. [IQuest]



[1]. Empat tempat yang disebutkan itu adalah.. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Qs. Al-Nisa [4]:11) Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya…..Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu……..(Semua itu) sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris itu). (Qs. Al-Nisa [4]:12)

[2]. Mahmud Syahabi, Adwâr Fiqh, jil. 2, hal. 217.

[3]. Sayid Yazdi, Soal wa Jawâb, matan, hal. 347. Bilamana (ia) mewasiatkan seluruh hartanya maka hanya sepertiga dari harta tersebut yang dapat dijalankan dan sepertiga dari wasiat itu mereka bagikan. Adapun dua pertiga lainnya dibagikan kepada ahli waris.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Tuhan itu dapat dilihat? Bagaimana?
    6373 Teologi Lama 2009/11/10
    Sesuai dengan hukum akal dan syariat sesungguhnya Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata lahir, baik di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi Dia dapat disaksikan dan dilihat dengan mata hati. Hati seukuran kapasitas eksistensialnya dapat menyaksikan dan melihat Allah Swt. Hal ini dapat dilakukan melalui jalan penyaksian (syuhud) batin, ...
  • Bagaimana manusia dapat menjadi kekasih Allah Swt?
    18310 Akhlak Praktis 2011/07/19
    Mahabbah akar katanya adalah “hubb” yang bermakna kecintaan. Kecintaan Tuhan kepada para hamba tidak bermakna kecintaan yang dipahami secara umum oleh manusia; karena kemestian makna urf ini adalah reaksi kejiwaan yang tentu saja Tuhan suci dan terjauhkan dari sifat seperti ini. Kecintaan Tuhan kepada para hamba bersumber dari ...
  • Apa yang harus menjadi keyakinan dasar dan asasi seorang Muslim?
    11737 Teologi Lama 2009/12/30
    Setiap orang yang menyatakan dua kalimat syahadat, "Asyhadu anla Ilaha illaLlah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah," maka ia termasuk seorang Muslim. dan hukum-hukum sebagai seorang Muslim berlaku padanya. Badannya suci (thahir) dan anak-anaknya juga suci. Pernikahannya dengan seorang wanita muslimah dan transaksinya dengan seorang muslim adalah sah dan ...
  • Mengapa perang Shiffin disebut Shiffin?
    8885 2013/07/22
    Perang Shiffin adalah salah satu perang terpenting yang terjadi pada masa pemerintahan Imam Ali As. Perang itu meletus bertepatan dengan tahun 37 Hijriah. Perang Shiffin adalah perang yang melibatkan dua kelompok, antara kelompok Imam Ali bin Abi Thalib As dan kelompok Muawiyah bin Abi Sufyan di suatu ...
  • Mengapa para ulama Syiah tidak melakukan tindakan yang serupa dalam menghadapi serangan Wahabi, dan malah sepertinya ingin menghindarkan diri dari menjelaskan dan memparkan prinsip akidahnya?
    6003 شیعه و دیگر مذاهب 2012/09/19
    Tiada seorang alim Muslim dan concern yang ragu terhadap prinsip persatuan dalam masyarakat Islam; karena perpecahan dan pertengkaran hanya akan menciptakan jarak yang menganga dan kehancuran pada dasar-dasar agama. Wahdat atau persatuan adalah memperkuat dan memberikan penekanan terhadap persamaan-persamaan yang ada di antara berbagai firkah ...
  • Apa makna nama Mubin dan Mubayyin itu bagi Allah Swt?
    34341 Teologi Lama 2013/04/23
    Makna kata-kata yang Anda sebutkan adalah sebagai berikut: Mubin: kata ini adalah ism fâ'il (bâb af'âl) dan akar katanya adalah ba-yâ-n,[1] Kata ini bermakna terang dan jelas.[2] Penyebutan nama ini untuk Allah bermakna bahwa Dia adalah hakikat yang sama ...
  • Apakah yang dimaksud dengan hadis: “Seluruh bumi adalah milik Imam Syiah”?
    5764 Imamah 2016/07/04
    Pertanyaan ini mengacu kepada dua hadis berikut: Imam Baqir As bersabda: “Dalam kitab Imam Ali As, kami mendapati: …’Aku dan Ahlulbaitku adalah orang-orang yang mewarisi bumi, kami adalah orang-orang yang bertakwa dan bumi seluruhnya adalah milik kami. Oleh itu, setiap kaum Muslimin yang ...
  • Apa hukumnya mengajarkan masalah-masalah seksual kepada lawan jenis?
    2430 Garis Besar 2015/05/27
    Mempelajari dan mengajarkan jenis masalah ini, pada dasarnya tidak ada masalah. Namun tidak dibolehkan apabila dilakukan sehingga menyebabkan mafsadah (kerusakan) dan berujung pada memancing libido dan syahwat. Beberapa Lampiran: Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan ini adalah sebagai berikut:
  • Shalat tarawih dengan ragam pelaksanaannya di kalangan Ahlusunnah apakah memiliki tempat di kalangan mazhab Ahlulbait As?
    6738 Hukum dan Yurisprudensi 2009/12/08
    Shalat tarawih disebut sebagai shalat-shalat nafilah yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadhan selepas shalat Isya.[1] Ahlusunnah memulai shalat-shalat ini mengikut perintah Khalifah Kedua. Mereka mengerjakan shalat ini secara berjamaah.[2] Dan sebagaimana yang Anda katakan bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih ini beragam dan ...
  • Apa hubungan imâmah dengan tauhid dalam hadis silsilah al-dzahab (mata rantai emas)?
    4891 ولایت، برترین عبادت 2013/11/25
    Dari riwayat tersebut bisa dipahami bahwa pencapaian derajat tauhid itu akan memasukkan manusia kepada sebuah lingkup ke-ishmahan (keterjagaan dari dosa), dan derajat tersebut tidak akan mungkin bisa dicapai tanpa melalui wilâyah (konsep kepemimpinan manusia maksum), yang bermakna cermin Tuhan di muka bumi. Guna memahami lebih dalam tentang ...

Populer Hits