Advanced Search
Hits
6731
Tanggal Dimuat: 2011/07/21
Ringkasan Pertanyaan
Apakah tidak terdapat kontradiksi antara ayat pertama surah al-Anfâl yang menyatakan bahwa kepemilikian seluruh anfâl adalah milik Allah dan Rasul-Nya dan ayat empat puluh satu (41) yang memandang bahwa Allah dan Rasul-Nya hanya memiliki seperlima ghanâim?
Pertanyaan
Ayat pertama surah al-Anfâl, memandang bahwa seluruh anfâl tanpa kecuali adalah milik Allah Swt dan Rasul-Nya. Namun pada ayat empat puluh satu (41) pada surah yang sama memandang bahwa Allah Swt dan Rasul-Nya hanya memiliki saham seperlima dari ghanâim dan tentu saja sisanya yaitu empat perlima didapatkan oleh para mujahid. Dalam pandangan Anda, yang manakah yang benar dari dua ayat yang kontradiktif ini?
Jawaban Global

Ghanâim dan anfâl adalah dua hal yang berbeda dari sudut pandang ilmu Logika. Namun terlepas dari hal ini harus dikatakan bahwa dengan pandangan unilateral dan monoteistik dapat dikatakan bahwa manusia dan seluruh semesta adalah milik Allah Swt. Namun dengan pandangan multilateral, kebinekaan dan keragaman, sebagian anugerah materi, tanpa terputus kepemilikiannya dari Tuhan, dimiliki secara lahir oleh manusia. Kedua hal ini tidak bertentangan satu sama lain.

Jawaban Detil

Ayat-ayat yang nampak kontradiktif satu sama lain adalah:

A.    Mereka menanyakan kepadamu tentang al-Anfâl (harta rampasan perang dan setiap harta yang tak berpemilik). Katakanlah, “Al-Anfâl itu kepunyaan Allah dan rasul.[1]

B.    “Ketahuilah, sesungguhnya setiap harta rampasan perang yang kamu peroleh, maka sesungguhnya seperlima harta itu untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnus sabil, jika kamu beriman kepada Allah.”[2]

 

Dalam hal ini harus dikatakan bahwa di samping dalam pandangan tafsir Syiah, dua redaksi “anfâl” dan “ghanimah” keduanya tidak memiliki hubungan logis. Namun dengan demikian, menjelaskan satu poin mungkin dapat membantu untuk menyelesaikan keburaman ini.

Dalam pandangan pertama dan dengan pandangan unilateral (baca:monoteistik), seluruh eksistensi kita dan kemampuan apa yang dapat kita manfaatkan adalah milik Allah, Sang Mahapencipta. Realitas ini berulang kali ditegaskan dalam al-Qur’an di antaranya:

1.     Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.[3] 

2.     “Yaitu), orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya).”[4]

3.     Katakanlah, “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas diri-Nya rahmat (kasih sayang). Dia sungguh-sungguh akan menghimpunmu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.”[5]

Dari sisi lain dan dengan pandangan multilateral, Allah Swt memandang manusia sebagai pemilik sebagian anugerah yang terdapat di dunia dan dalam pelbagai hal, secara umum atau dalam klasifikasi khusus, Allah Swt mengingatkan tentang masalah ini. Dia dalam sebuah ayat menyampaikan seperti ini, Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu. Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari sebagian rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.[6]

Dalam hal-hal seperti khumus,[7] warisan,[8] kepemilikan[9] dan lain sebagainya yang nampaknya Allah Swt sepertinya memandang manusia sebagai pemiliki atas sebagian dunia materi. Jelas bahwa antara dua pandangan yang sepintas berbeda ini terkait dengan kepemilikan yang telah dijelaskan, tidak dapat dijumpai perbedaan dan alangkah indahnya mengungkap dua jenis pandangan ini dalam satu ayat, “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.[10]

Dengan memperhatikan beberapa poin yang telah disebutkan dan bahkan dengan asumsi adanya kesatuan konsep ghanimat dan anfâl dapat dikatakan bahwa penyerahan pelbagai kewenangan kepemilikan terkait dengan empat perlima harta rampasan perang (ghanâim) diperuntukkan bagi para mujahid yang juga bersumber dari kepemilikan tanpa tanding Ilahi. Adapun kepemilikan lahir mereka tidak akan tentu saja mengurangi kepemilikan sejati dan hakiki Ilahi. [IQuest]



[1]. (Qs. Al-Baqarah [2]:284); (Qs. Ali Imran [3]:109 dan 129); (Qs. Al-Nisa [4]:126)  

یَسْئَلُونَکَ عَنِ الْأَنْفالِ قُلِ الْأَنْفالُ لِلَّهِ وَ الرَّسُول‏..."

[2]. (Qs. Al-Anfal [6]:41)

"وَ اعْلَمُوا أَنَّما غَنِمْتُمْ مِنْ شَیْ‏ءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَ لِلرَّسُولِ و..." 

[3]. (Qs. Al-Baqarah [2]:284)

"لِلَّهِ ما فِی السَّماواتِ وَ ما فِی الْأَرْض"

[4]. (Qs. Al-Baqarah [2]:156)

"إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَیْهِ راجِعُون" 

[5]. (Qs. Al-An’am [6]:12)

"قُلْ لِمَنْ ما فِی السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ قُلْ لِلَّه‏"

[6]. (Qs. Al-Mulk [57]:15)

:"ُوَ الَّذی جَعَلَ لَکُمُ الْأَرْضَ ذَلُولاً فَامْشُوا فی‏ مَناکِبِها وَ کُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَ إِلَیْهِ النُّشُور"  

[7]. (Qs. Al-Anfal [6]:41)

[8]. (Qs. Al-Nisa [4]:11-12) 

[9]. (Qs. Yasin [36]:71) 

[10]. (Qs. Al-Jatsiyah [45]:13)

"وَ سَخَّرَ لَکُمْ ما فِی السَّماواتِ وَ ما فِی الْأَرْضِ جَمیعاً مِنْهُ إِنَّ فی‏ ذلِکَ لَآیاتٍ لِقَوْمٍ یَتَفَکَّرُون"

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah boleh merendahkan manusia, yang tidak beriman, yang sering melanggar perintah Allah Swt dan berbuat zina?
    3699 گناه و رذائل اخلاقی
    Merendahkan orang-orang yang tidak beriman dan ahli maksiat bergantung pada kondisi yang ada; sebagai contoh, apabila mereka disebabkan oleh ketidaktahuan dan keawaman, imannya lemah dan melakukan perbuatan dosa maka tidak boleh menghina dan merendahkannya. Yang harus dilakukan adalah berusaha supaya mereka memperoleh hidayah dan riwayat-riwayat yang disebutkan ...
  • Apalah amalan-amalan dan doa-doa yang dikerjakan pada malam pertama Rabiul Awwal tidak termasuk sebagai perbuatan bid’ah dan haram?
    10190 Akhlak Praktis
    Bulan Rabiul Awwal adalah musim semi bulan-bulan. Dari satu sisi, dengan masuknya bulan ini, bulan penuh duka dan kesedihan, Shafar yang merupakan bulan pelbagai penderitaan besar Ahlulbait Rasulullah Saw telah berakhir. Dari sisi lain, hari kelahiran (milad) Rasulullah Saw yang merupakan rahmat terbesar jatuh tepat pada bulan ini.
  • Apakah memiliki kitab, ashl dan tashnif menunjukkan atas adanya pujian (madh) dan tautsiq perawi hadis?
    7018 سرنوشت حدیث
    Dalam ucapan para ulama Rijal, kitab dalam artian populernya juga mencakup ashl dan tashnif; artinya kitab tersebut adalah kitab yang disusun dan dibukukan berdasarkan nukilan hadis melalui para sahabat Imam Maksum As. Sebagian ulama meyakini bahwa adanya kitab, ashl atau tashnif menunjukkan adanya pujian dan ...
  • Apakah dosa besar akan diampuni?
    31641 Akhlak Praktis
    Dosa besar merupakan sebuah dosa yang dijanjikan azab dalam al-Qur’an atau dalam riwayat bagi mereka yang mengerjakannya. (Terdapat beberapa kriteria lainnya yang disebutkan terkait dengan sebuah perbuatan sehingga disebut sebagai dosa besar). Demikian juga dosa kecil dengan adanya pengulangan (dengan getol melakukan hal tersebut) akan berubah menjadi ...
  • Apa saja yang menjadi kriteria dalam masalah-masalah teologis?
    8760 Teologi Lama
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...
  • Perbedaan Irfan teoritis dan Irfan praktis?
    8900 Irfan Teoritis
    Terdapat dua makna yang digunakan dalam bidang Irfan praktis:Suluk itu sendiri dan segala perbuatan yang dilakukan. Ajaran-ajarannya yang mengandung tentang metode suluk. Irfan teoritis terkadang digunakan sebagai lawan kata dari makna pertama. Dan terkadang kebalikan dari makna kedua dari dua makna ...
  • Apa sebab penyandaran aksidental seluruh keburukan kepada Tuhan?
    7044 خیر و شر
    Apa yang disebutkan sebagai keburukan tersebut tidak terdapat di alam nonmateri, dan hal ini hanya terkait dengan alam materi. Makna kebaikan dan keburukan dianalisa sebagai berikut: kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap realitas berdasarkan tabiatnya (fitrah) sendiri dan dia mencintainya serta mengambil pilihan yang terbaik setiap ...
  • Demikian juga bersalaman dengan seorang wanita tua non-mahram?
    3155 Sebagian Hukum
    Bersalaman dengan non-mahram tidak dibolehkan dan satu-satunya kriteria dalam masalah ini bukanlah daya tarik atau terpancing gejolak seksualnya. Beberapa Lampiran: Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan di atas adalah sebagai berikut: Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Tidak diperbolehkan. Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
  • Kontradiksi pada ayat-ayat al-Qur’an surah al-Hadid (57) ayat 21 dan surah Ali Imran (3) ayat 133 tentang langit bagaimana dapat diselesaikan?
    16217 Tafsir
    Masalah yang menyebabkan Anda beranggapan bahwa kedua ayat ini saling kontradiksi adalah bertitik tolak dari terjemahan redaksi kalimat, “al-sama” dengan arti “satu langit” sementara makna hakiki “al-sama” itu bukanlah “satu langit” dan bahkan dalam terjemahan Indonesia, juga tidak terdapat perbedaan dan kontradiksi antara “langit” dan “langit-langit.” Misalnya kita ...
  • Pada tahun berapa nuzul al-Quran berakhir?
    11404 Ulumul Quran
    Terdapat perbedaan dalam riwayat-riwayat yang menerangkan tentang surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam sebagian riwayat, surat yang terakhir turun bagi Nabi Saw adalah surahl-Nashr dan dalam riwayat yang lain surah Baraat (surah al-Taubah) merupakan surah terakhir. Dan pada sebagian riwayat yang lainnya lagi ayat 281 surah ...

Populer Hits