Advanced Search
Hits
144737
Tanggal Dimuat: 2009/11/15
Ringkasan Pertanyaan
Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
Pertanyaan
Saya mengalami problem, yakni suka mempraktikkan onani. Apakah perbuatan yang saya lakukan itu termasuk sebagai dosa besar? Apakah ada solusi untuk dapat keluar dari problem ini? Salah seorang teman berkata bahwa menjalin hubungan (pacaran) dengan seorang gadis non-mahram dan tiada hubungan nasab dengannya adalah lebih baik ketimbang melakukan onani. Apakah perkataan ini benar adanya? Tolong Anda jawab pertanyaan saya dan selamatkan saya dari problema ini.
Jawaban Global

Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.

Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya tersendiri, sebagaimana telah dijelaskan di dalam risalah-risalah fikih. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi melalui pernikahan, maka alternatif lain yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga, berpuasa dan menyibukkan diri supaya tidak menganggur. Kebiasaan buruk ini harus diperangi sehingga masyarakat dapat diselamatkan dari pelbagai penderitaan jasmani, mental dan spiritual yang dapat menimpa sebagai akibat dari perbuatan buruk dan keji ini.

Memilih hubungan seksual dengan selain istri, baik istri daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara), apa pun bentuknya adalah haram. Kendati perbuatan dosa ini - dengan pelbagai bentuknya yang beragam -  memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda, akan tetapi menghindar dari perbuatan-perbuatan dosa yang lebih buruk (worst), tidak bisa dijadikan pembenaran untuk dapat melakukan dosa-dosa yang lebih ringan.

 


[1]. Dosa ini digolongkan sederajat dengan zina. Wasâil al-Syiah, jil. 20, hal. 352.

Jawaban Detil

Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang disebut sebagai istimnâ (onani) dalam teks-teks agama, hukumnya adalah haram. Istimna yaitu seseorang melakukan sebuah perbuatan sehingga keluar mani (sperma) darinya. Perbuatan ini boleh jadi dilakukan dengan cara menyentuh badannya sendiri, memandang gambar-gambar yang mendatangkan syahwat (foto, film dan sebagainya) atau membaca buku-buku yang membangkitkan syahwat (kisah, roman dan sebagianya), atau mendengarkan hal-hal yang mengundang syahwat (kaset, telepon dan sebagainya) atau berpikir dan berkhayal tentang hal-hal sensual yang dilakukan dengan maksud ingin mengeluarkan mani yang kesemua ini merupakan perbuatan haram dan tergolong sebagai dosa besar.

Jalan terbaik untuk dapat keluar dari praktik onani (istimna) adalah menikah secara syar'I, baik menikah secara da’im ataupun mut’ah. Dan hal itu dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuannya sendiri sebagaimana yang dijelaskan di dalam risalah-risalah dan kitab-kitab fikih. Apabila dengan menikah juga tidak mampu mengeluarkan pelakunya dari perbuatan haram ini, maka dengan bertawakkal kepada Allah Swt Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1.     Untuk meninggalkan perbuatan ini Anda harus serius mengambil keputusan.

2.     Menghindar diri dari menyaksikan pelbagai jenis foto dan film sensual yang bisa membangkitkan syahwat.

3.     Berhati-hati dalam memilih teman. Anda harus memilih teman yang tidak mengajak Anda kepada perbuatan-perbuatan seperti ini. Demikian juga menjauh dari bergaul dengan teman-teman lawan jenis.

4.     Menghindar dari berkhayal dan berusahalah untuk senantiasa aktif dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berguna (membaca, menelaah buku-buku non-sensual, berolahraga dan sebagainya). Dan ingatlah bahwa menganggur itu, apabila tidak dihindari, merupakan masalah yang dapat mengkondisikan Anda untuk melakukan berbagai perbuatan buruk.

5.     Berusahalah sedapat mungkin untuk tidak menyendiri di suatu tempat.

6.     Berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu dan menguatkan kehendak sangat bermanfaat untuk Anda.

Apabila Anda tidak dapat berpuasa, berusahalah untuk tidak makan banyak atau usahakan kantung perut Anda tidak penuh tatkala Anda tidur.

7.     Hindarilah memakan makanan-makanan yang menstimulasi syahwat seperti pisang, coklat, kurma, ara, cabe, telur, daging merah, makanan yang berlemak dan sebagainya.

8.     Senantiasa menjaga jangan sampai kista Anda kosong.

9.     Membaca buku setiap malam sebelum tidur dan tidak tidur secara telungkup.

 

Memilih hubungan seksual dengan selain istri, baik istri da’im ataupun mut’ah, bagaimanapun bentuknya adalah haram. Kendati perbuatan dosa ini dengan ragam modelnya, memiliki tingkatan dan hukuman yang berbeda-beda,[1] misalnya dosa zina adalah lebih berat dari mencium non-mahram, akan tetapi dosa-dosa yang lebih buruk itu tidak bisa dijadikan pembenar bagi seseorang untuk melakukan dosa yang lebih ringan.[]

 



[1]. Pada sebagian bentuk memiliki hukuman (had) syar'i dan sebagian bentuk lainnnya dihukum cambuk.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah puncak kesempurnaan manusia itu? Apa peran lingkungan personal, sosial dan politik dalam membantu manusia mencapai puncak kesempurnaan?
    13135 Akhlak Teoritis 2012/06/30
    Manusia dengan melintasi beberapa tingkatan yang diperlukan baik di dunia atau di akhirat dapat mencapai pelbagai level kesempurnaan. Kesempurnaan-kesempurnaan manusia di dunia adalah pendahuluan untuk sampai pada kesempurnaan-kesempurnaan di akhirat (puncak kesempurnaan). Kesempurnaan manusia di dunia ini adalah terbatas dan bersifat material. Sampai pada derajat ...
  • Apakah ada doa untuk dapat menghilangkan sifat malas?
    10796 Akhlak Praktis 2012/03/05
    Salah satu perbuatan yang dilarang dalam ajaran-ajaran agama adalah malas dan bersikap ogah-ogahan. Para Imam Maksum As berlindung kepada Allah Swt dari perbuatan tercela ini. Sebagian doa yang diriwayatkan dari para Imam Maksum As dalam masalah ini adalah sebagai berikut: Mas’ada bin Shadaqa ...
  • Siapa saja yang memiliki hubungan dengan Imam Zaman Ajf?
    5156 Teologi Lama 2010/09/20
    Pijakan teoritis hubungan dengan Imam Zaman Ajf dan kajian ragam jenis hubungan tersebut harus dibahas pada tempatnya tersendiri. Namun demikian terdapat beberapa ulasan pelbagai perjumpaan sebagian ulama di antaranya Muqaddas Ardabili, Sayid Bahrul Ulum, Sayid Ibnu Thawus dan kebanyakan ulama lainnya yang disebutkan dalam kitab-kitab ulama ...
  • Apakah Rasulullah Saw senantiasa melaknat Muawiyah, putra dan ayahnya (Yazid dan Abu Sufyan)?
    13654 Teologi Lama 2011/08/27
    Yang dimaksud dengan lisan Tuhan adalah firman Ilahi yang disampaikan Allah Swt kepada para hamba-Nya. Tatkala Nabi Ibrahim, Nabi Musa As dan Nabi Isa As kembali dari padang Karbala terjadi sebuah peristiwa bagi masing-masing nabi Allah ini yang setelah berlangsung proses Tanya-jawab antara mereka dan Tuhan, Allah ...
  • Dengan gaibnya Imam Keduabelas Syiah, seluruh konsepsi imamah menjadi diragukan?
    4613 Teologi Lama 2009/07/11
    Terkait pertanyaan yang mengemuka secara global tanpa menyebutkan contoh-contoh tentang  kontradiksinya masalah ghaibah dan konsepsi imamah, oleh itu di sini kita harus mengulas tugas-tugas imam kemudian sesuai atau tidak sesuainya dengan masalah ghaiba akan menjadi obyek analisa kita.Imamah – yang merupakan kelanjutan estafet kenabian dan yang ...
  • Mengapa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab?
    38244 Ulumul Quran 2010/01/27
    Bahasa merupakan media yang paling penting dalam menjalin hubungan dan komunikasi di antara umat manusia. Allah Swt memandang kemampuan berbahasa dan bertutur kata sebagai anugerah besar yang diberikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya pada pembukaan surah al-Rahman. Para nabi yang diutus oleh Allah Swt untuk memberikan petunjuk kepada ...
  • Dengan memperhatikan kemaksuman Rasulullah Saw, apakah wilâyah mutlak fakih pada masa kita adalah seperti wilâyah mutlak Rasulullah Saw?
    4933 Hukum dan Yurisprudensi 2010/11/11
    Wilâyah mutlak fakih merupakan satu terminologi fikih yang menyoroti domain segala aktifitas wilâyah dan orang-orang yang berada di bawah naungan wilâyah dan mengingkari pelbagai batasan dalam domain ini. Dengan kata lain, terminologi ini menjelaskan bahwa domain wilâyah fakih tidak terbatas pada sebagian khusus orang seperti orang-orang gila, orang-orang tua dan ...
  • Apakah hukum tato itu haram?
    14697 Hukum dan Yurisprudensi 2010/11/11
    Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhillu al-‘Âli):Pada dasarnya dibolehkan.  Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhillu al-‘Âli):Dibolehkan apabila tidak membahayakan bagi badan dan gambar-gambar tato tersebut tidak ...
  • Keunggulan apa yang terdapat pada madrasah-madrasah dan sistem-sistem religius dan non-religius?
    7345 Akhlak Teoritis 2011/10/22
    Pertama-tama kiranya kita perlu mengingatkan bahwa kemiripan asli antara agama Islam dan agama-agama samawi lainnya yang belum mengalami penyimpangan adalah pengukuhan tauhid dan monoteisme di muka bumi dan membebaskan manusia dari penghambaan selain Tuhan. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam al-Qur’an, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada ...
  • Bagaimana hukum bunuh diri itu dalam pandangan Islam?
    72129 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/13
    Sudah barang tentu bahwa kesedihan dan kegagalan terkadang datang menyapa kehidupan setiap manusia. Kedua hal ini membuat dunia terlihat buram dan suram dalam pandangan manusia. Dalam kondisi seperti ini manusia terdiri dari dua jenis: Sebagian menjadi terhormat dari kepungan prahara dan kemelut ...

Populer Hits

Jejaring